
Ayu tersenyum tipis dan melirik Vanya dari kejauhan, kembali mengangkat papan namanya untuk penawaran terbaik. "Dia terlihat ingin bersaing denganku, maka aku akan menyambutnya." Batinnya yang semakin menambah harga penawaran.
"Dua ratus tiga puluh lima juta US Dollar." Tawar Ayu.
"Sial, berapa banyak uang yang diberikan Farhan padanya?" gumam Vanya yang merasa di panasi oleh musuhnya. Bertindak dengan cepat dan mengangkat papan namanya, tak ingin kalah dalam segi kekayaan dengan seorang wanita kampung. "Dua ratus lima puluh juta US Dollar."
Suasana semakin memanas, tidak ada yang berani menawarkan harga tinggi untuk sebuah hamster plush, semua orang tampak tegang, ingin melihat hasilnya.
"Dua ratus enam puluh juta US Dollar!" tawar Ayu dengan sengit, Vanya sangat geram kembali mengangkat papan namanya.
"Tiga ratus juta US Dollar," sela seseorang yang baru memberikan harga fantastik. Semua orang mengalihkan perhatiannya ke asal suara, mendapati seorang pria tampan tak lain adalah Farhan. Semua orang sangat terkejut dengan penawaran harga tertinggi, bahkan para pebisnis tidak tertarik saat harga yang diucapkan oleh Farhan terbilang royal.
"Apa ada yang ingin menawarnya lagi? tiga ratus juta US Dollar satu, tiga ratus juta US Dollar dua…tiga ratus juta US Dollar tiga." Karena tidak ada yang berani menawarkan harga yang lebih tinggi, maka hamster plush menjadi milik Farhan, memukul palu bertanda acara lelang kedua telah usai. "Untuk pelelangan kedua, jatuh kepada tuan Farhan Hendrawan." Pembawa acara sangat bersemangat, menunjuk pria itu sebagai pemenangnya.
Karena penawaran yang sangat baik, para reporter mulai mengerubungi Farhan. Menyodorkan perekam suara, dan mengungkit masalah hamster plush. Namun, sang narasumber tak ingin mengatakan apapun, menatap reporter satu persatu dingin. "Aku tidak ingin diwawancarai." Tolaknya yang segera maju ke depan untuk mengambil barang lelang.
Langkah kaki yang terkesan cool dan penuh karisma kepemimpinan dapat dirasakan oleh orang di sekelilingnya. Naik keatas panggung dan mengambil hamster plush yang diberikan oleh pembawa acara. "Silahkan berikan sepatah dua kata yang akan disampaikan semua orang!" ucap sang pembawa acara.
Farhan menganggukkan kepala pelan, memperhatikan seluruh orang dengan menyusuri pandangan, memegang hamster plush dengan sangat bersemangat. "Saya ingin menyerahkan ini kepada seorang wanita yang sangat saya cintai, wanita yang duduk di pojok bernama Ayu Kirana." ungkapnya yang membuat semua orang mengalihkan perhatian kepada wanita yang sangat beruntung. Senyum Vanya menghilang, karena berpikir jika Farhan memberikan hamster plush kepadanya.
Ayu tidak bisa berekspresi, karena dia terlihat gugup dan kembali fokus ke depan. "Apa ini? Aku pikir Farhan akan memberikan kepada wanita itu." Batinnya yang sangat terkejut, ditambah lagi dengan pernyataan cinta dari calon tunangannya secara terang-terangan di hadapan publik.
Farhan tersenyum tipis, turun dari panggung dan membawa hamster plush menuju ke arah Ayu, mereka menjadi pusat perhatian semua orang. Tanpa mereka tahu, jika seseorang tengah terbakar api kecemburuan.
__ADS_1
"Kenapa harus Ayu dan Ayu? Kenapa wanita itu lebih unggul dibandingkan aku? Apa yang dia punyai yang tidak aku miliki? Dan kenapa Farhan menyatakan cintanya?" serentetan pertanyaan yang memenuhi otaknya saat ini, dia merasa sangat sempurna, heran kenapa pria yang disukainya malah menyukai wanita yang berasal dari kampung. Seakan harga dirinya terkoyak saat kedatangan wanita itu, merebut cintanya dengan sangat mudah. Farhan yang dulunya mempunyai hati dingin, perlahan mencair sejak kedatangan Ayu.
"Ini untukmu, hadiah dariku. Ambillah!" ucap Farhan yang menyerahkan hamster kepada calon tunangannya dengan penuh cinta.
Ayu tak bisa menutupi rasa terkejutnya, berpikir jika pria itu akan memberikannya kepada Vanya atau Kira. Namun, karena permasalahan kemarin membuatnya menolak hamster plush yang sangat berharga itu. "Tidak, kau simpan saja untuk Vanya atau yang lainnya."
"Tidak, ini hanya untukmu." Jelas Farhan menatap kedua manik mata indah dari wanita yang dia cintai.
Vanya dengan terburu-buru menghampiri dua objek yang sedari tadi dilihat, berjalan dengan tergesa-gesa berharap apa yang didapatkan Ayu bisa direbut lagi. "Hamster plush itu sangatlah unik, berikan padaku saja dan akan aku rawat dengan sangat baik," celetuknya yang memecahkan keheningan, menadahkan tangan dengan sangat antusias.
Farhan menoleh, melihat raut wajah bersemangat dari sahabat kecilnya. "Tidak, ini hanya untuk calon tunanganku." Tegasnya tanpa memikirkan perasaan Vanya yang terluka.
Seketika Vanya berubah murung, menahan rasa cemburu yang menyesakkan dada. Hal itu semakin membuatnya membenci keberadaan Ayu merebut pria yang sangat dia cintai.
Farhan menatap punggung calon tunangannya dengan sendu, guratan kekecewaan di mata indah terhadapnya. "Aku tahu, kau masih marah mengenai permasalahan kemarin. Aku harap semuanya baik-baik saja," gumamnya dengan tatapan nanar, dan berniat untuk pergi dari tempat itu.
Pikiran Farhan selalu tertuju kepada kejadian kemarin malam, kepulan asap yang memenuhi ruangan, menikmati rokok untuk mememaninya sepanjang malam. Permasalahannya dengan Ayu membuat pikiran seakan buntu, mendapatkan hati seorang wanita cukuplah sulit baginya.
Di pagi ini, Farhan mencari keberadaan Ayu di kamarnya untuk meluruskan masalah, tapi dia tidak menemukannya. Karena cemas dan khawatir, dia mengeluarkan ponsel dan menghubungi asisten sekaligus tangan kanannya.
"Halo."
"Iya, tuan. Ada apa?"
__ADS_1
"Aku tidak menemukan Ayu, cepat cari lokasinya sekarang juga!"
"Baik, tuan."
Farhan memutuskan sambungan telepon, mencari ke setiap sudut ruangan itu. Pikirannya kembali gusar, karena tak menemukan wanita sederhana itu. Mengusap wajahnya dengan kasar, dan pasrah menunggu kabar dari asisten Heri. Tak lama, terdengar suara dering ponsel, dengan cepat dia mengangkatnya.
"Halo, tuan. Saya sudah menemukan keberadaan nona Ayu."
"Tidak perlu memakai kata pembuka!"
"Maaf, tuan. Nona Ayu ada di acara lelang amal di kota."
"Hem."
Farhan menutup telepon dan segera pergi menuju ke acara pelelangan, menyusuri kota menggunakan mobil dengan menambah kecepatan. Tak butuh waktu lama, hingga mobil berhenti di bangunan yang cukup besar. Saat kaki melangkah masuk, dia tak sengaja melihat Ayu yang menawar hamster plush dan berniat untuk memberikannya kepada wanita itu. "Tiga ratus juta US Dollar," tawarnya tanpa memikirkan harga Karena sekarang, yang berharga adalah Ayu, menawar dengan harga tinggi tak akan membuatnya bangkrut.
Tapi Farhan tak menyangka, jika Ayu tak menyambut kedatangannya, dan bahkan menolak hadiah yang dia berikan. Raut wajah kekecewaan saat melihat hamster plush, saat melihat kepergian Ayu, memutuskan untuk pergi. Vanya mencekal tangannya, berpura-pura perhatian dan simpati.
"Ku tahu kau sangat kecewa dengannya. Lihatlah! Betapa sombongnya dia yang menolak hadiah yang kau berikan."
"Pergilah!" usir Farhan yang tak ingin suasana hatinya kian memburuk.
Vanya tak menggubris, dan mendekati Farhan. "Aku melihat Ayu sedang berkencan dengan seorang pria di Bar."
__ADS_1