Sekretaris Vs Mr. Arrogant

Sekretaris Vs Mr. Arrogant
Bab 63 ~ Brand ambassador


__ADS_3

Dalam beberapa hari berikutnya, Farhan dan Ayu menjaga jarak satu sama lain. Selama beberapa hari ini, Ayu mencurahkan energinya untuk proyek. Kesibukan pekerjaan kantor membuatnya bisa menghindar dari bosnya, dia masih mengingat bagaimana ciuman kasar tempo hari yang sangat membuatnya marah, di saat Farhan yang hampir melecehkannya. 


Gabriel bertepuk tangan saat melihat kinerja Ayu yang sangat luar biasa. "Wow, Ayu. Kau sangat luar biasa! Hanya saja sekarang kau bersamaku, bisakah pekerjaanmu di tunda dulu?" Pinta Gabriel dengan kedua mata yang berkedip menatap lawan bicaranya. 


"Sedikit lagi!" Sahut Ayu memelas. 


"Baiklah, Aku sangat puas dengan kemajuan proyek mu, apa sampelnya telah selesai?" Tanya Gabriel yang mendekatkan dirinya. 


"Sudah, aku akan menghubungi tuan Raymond Arnold untuk berdiskusi mengenai hal ini." Ucap Ayu yang di anggukkan kepala oleh Gabriel. Ayu tersenyum sekilas dengan pria tampan di sebelahnya, mengambil ponsel yang ada di dalam tas kecilnya, mencari nomor yang tersimpan di kontak dan menghubunginya. 


"Halo, tuan."


"Halo."


"Aku ingin berdiskusi dengan tuan mengenai sampel yang telah aku buat."


"Aku akan kesana, kirimkan lokasimu."


"Akan aku kirimkan, tuan."


"Baiklah, tapi jangan memanggilku tuan. Ray saja untukmu!"


"Hem, baiklah. Aku akan mencobanya!"


"Bagus."


Ayu memutuskan sambungan telepon, dan kembali fokus dengan sampel yang ada di tangannya. Tak butuh waktu lama, Raymond datang ke Cafe itu bersama dengan asisten Dion untuk mengecek sampel yang telah disepakati dan ingin berdiskusi untuk meninjau secara langsung. 


"Bagaimana menurut anda, Tuan?" Tanya asisten Dion yang sangat menyetujui sampel dari Ayu, hanya menunggu persetujuan dari atasannya, maka sampel itu resmi diluncurkan. 


"Aku menyukainya!" Ucap Raymond yang mengangguk puas, seraya memegang sampel proyek. "Desain sampel yang sangat unik, dan juga berkelas. Wah Nona Ayu, selain cantik ternyata tanganmu menyimpan keajaiban ya!" Puji Raymond membuat Gabriel tak suka. 


Ayu tersenyum untuk mengatasi situasi itu. "Terima kasih Ray, aku terkesan dengan pujian mu."

__ADS_1


"Jangan tersenyum kepada pria cabul itu," bisik Gabriel yang melirik Raymond dengan sinis. 


"Kau jangan mengatakan apapun lagi, sebaiknya kau pergi dari sini. Bukankah kau mempunyai kesibukan syuting?" Balas Ayu yang berbisik, ingin sekali dia memukul kepala Gabriel dengan keras, namun tidak dia lakukan di depan klien penting. 


Asisten Dion mengetahui kejadiannya, mendekati sang bos. "Berhati-hatilah dengan pria yang menatap Tuan dengan sinis!" Bisiknya. 


"Heh, aku tidak takut padanya. Biarkan saja!" Lirihnya pelan Raymond. 


"Sebaiknya kalian bicarakan saja, aku akan pergi karena sekarang adalah jadwalku untuk syuting." Gabriel berdiri dari duduknya setelah memakai kacamata membuatnya terlihat sangat tampan, dia sangat tidak rela jika meninggalkan wanita pujaannya bersama dengan Raymond. 


"Itu bagus, setidaknya buatlah dirimu berguna." Sindir Raymond yang tersenyum dan memeluk tubuh Gabriel dengan tepukan kecil di punggung. 


"Aku mengawasimu?!" Tekan Gabriel yang mengkode Raymond menggunakan tangannya, sementara Raymond hanya tersenyum dan melambaikan tangan kepergian dari pria itu. 


"Begini Nona, aku sangat menyukai setiap dari desainmu. Bahkan bisa menebak hasilnya tanpa melihat, aku sangat menyukai sampel itu." Puji Raymond sangat menyukai karya tangan dari Ayu yang memuaskan. 


Setelah membahas sampel, mereka mulai melanjutkan membahas pendapat Brand Ambassador untuk proyek itu, tapi terganggu oleh suara wanita dari luar pintu. Wanita itu masuk ke dalam ruang rapat, memaksakan kehendaknya demi menemui kekasihnya. 


Wanita cantik dengan pakaian seksi menatap penampilan Ayu dari atas sampai bawah membuatnya tersenyum miring. "Aku adalah Raina dan ingin mencari kekasih ku bernama Raymond Arnold." Jawabnya dengan angkuh dan juga sombong. Raina merupakan seorang aktris film, dia mendengar sedikit, bahwa perusahaan itu sedang mendiskusikan tentang Brand Ambassador. 


Raina berjalan masuk ke dalam tanpa tahu malu, tersenyum saat menemukan pujaan hatinya di sana. Berjalan mendekati Raymond, dan memberinya ciuman dari bibirnya yang seksi. 


"Kau di sini?" Tanya Raymond yang tampak terkejut, tapi dia tetap membalas ciuman itu beberapa detik dan melepaskannya. 


"Benar, aku dengar kalian membahas Brand ambassador. Kali ini, biarkan aku yang memilihnya, honey!" Ucap Raina dengan manja seraya mengusap pelan tangan kekasihnya itu. 


Raymond yang langsung luluh dengan perlakuan dari Raina membuatnya setuju, Ayu kembali memulai rapat itu dan meminta pendapat kepada kliennya. 


"Bagaimana Tuan?"


"Biarkan kekasihku yang memilih brand ambassador, dia juga aktris terkenal dan mengenal beberapa aktor yang bisa dijadikan kandidat." Putus Raymond yang enggan melihat Ayu karena kedatangan kekasihnya yang tiba-tiba. 


Ayu kembali menatap Raina, meminta jawaban yang akan keluar dari mulut wanita itu. Tentu saja Raina sangat senang dengan keputusan dari kekasihnya itu. "Aku menyarankan untuk brand ambassador nya adalah Gabriel, dia sangat sempurna." Ungkapnya membuat Ayu sedikit terkejut. "Bagaimana Honey, apa kau setuju dengan pendapatku?" Tanya Raina yang menatap kekasihnya. 

__ADS_1


"Ya, apapun keputusan mu." Ucap Raymond yang antusias, setidaknya Raina sedikit berguna untuk memecahkan masalahnya. 


"Kau sangat baik! Dan aku tidak ingin terjadi masalah apapun juga?!" Ujar Raina yang tersenyum hangat kepada Raymond, dan melirik Ayu dengan nada tekanan. 


"Tapi, kenapa harus Gabriel? Bukankah, begitu banyak aktor yang cocok untuk dijadikan brand ambassador?" Tanya Ayu yang sebenarnya tak ingin terjadi masalah kepadanya, takut terjadi bumerang saat dia jengah. 


"Kau tidak ada hak, kekasihku saja sudah menyetujuinya dan kau seharusnya menyetujui pendapatku. Itu adalah keahlianku, mengenali beberapa selebriti terkenal!" Ketus Raina dengan sombong. 


"Baiklah, apapun pendapatmu, Nona." Ayu tersenyum paksa. 


"Tidak apa-apa jika kita mencobanya!" Sambung Raymond yang hanya di balas dengan senyuman khas milik Ayu. 


Setelah rapat selesai, Ayu keluar dari ruangan yang menguji kesabaran nya saat menghadapi selebriti wanita itu. Mengeluarkan ponselnya yang ada di saku, dan menghubungi nomor Gabriel. Ada dua alasan untuknya menelepon pria itu, yang pertama masalah adanya foto di Cafe itu bocor dan kedua menjadi brand ambassador projek. 


"Jadi, apa kau setuju?"


"Hem, aku setuju dengan itu. Dan aku akan menindaklanjuti foto kita di Cafe yang tersebar dengan cepat. Masalah menjadi brand ambassador di perusahaan itu, tidak masalah. Dengan begitu aku punya kesempatan untuk dekat denganmu."


"Hah, lupakan urusan pribadi dan tetap profesional."


"Akan aku usahakan."


Ayu memutuskan sambungan telepon dan kembali ke kantor, baru saja dia berjalan masuk ke dalam ruangannya. Tiba-tiba seseorang menepuk bahunya dari belakang dan membuatnya menoleh. 


"Ada apa?" 


"Bos memanggilmu untuk ke ruangannya sekarang juga!" Ucap wanita itu. 


"Baiklah, aku akan kesana. Terima kasih telah memberitahukan nya." Sahut Ayu yang tersenyum. 


"Sama-sama, aku pamit ingin menyelesaikan pekerjaanku." Pamit wanita itu yang kembali duduk di meja kerjanya. 


"Kenapa Farhan memanggilku?" Gumam Ayu yang berjalan masuk ke ruangan CEO. 

__ADS_1


__ADS_2