Sekretaris Vs Mr. Arrogant

Sekretaris Vs Mr. Arrogant
Bab 175 ~ Berusaha


__ADS_3

Ayu segera membuka ponselnya dan melihat beberapa pesan yang memenuhi layar pipih itu. Rasa penasaran menyelimuti dirinya, membuka satu persatu pesan yang menyerang, begitu banyak yang berkomentar negatif mengenai hubungannya dengan Gabriel. Tersimpan guratan kesedihan dan kekecewaan saat melihat begitu banyak berita yang menjelekkan nya.


Ayu menghela nafas panjang, hal itu dilihat oleh sang manajer. Menyentuh pundak majikan dengan sangat lembut dia sangat mengerti jika berita mengenai wanita cantik di sebelahnya tersebar luas. 


"Apa maksud semua ini kenapa semua berita menyerangku dan bahkan mereka sampai meneror nomor ponselku?" tanya Ayu yang menoleh ke samping,  kerutan di dahinya menandakan rasa penasaran.


"Jangan pikirkan berita itu! Kau pasti tahu, ada yang menyukaimu dan juga ada yang membencimu. Abaikan saja berita yang tidak bermutu!" ujar sang manajer.


"Bagaimana aku tidak terpikirkan? Begitu banyak pesan yang masuk kedalam ponselku. Apa yang sebenarnya terjadi?" 


"Kau tahu 'kan? Bagaimana berita tersebar dengan cepat mengingat saat kau pergi meninggalkan Mansion milik Hendrawan, bersama dengan Gabriel. Begitu banyak mata bahkan dinding pun bisa melihatmu."


"Mengapa mereka semua sangat menjengkelkan? Memberikan berita yang tidak tahu kebenarannya."


"itu hal lumrah terjadi, banyak yang iri dengan mu apalagi kebersamaanmu dengan sang idola."


"Hah, kau berkata benar. sebaiknya aku tidak terlalu banyak berpikir mengenai hal ini hanya akan membuang waktuku saja!"


Sang manajer menganggukan kepala, mereka segera beranjak pergi dari tempat itu menuju ke bandara, tak ingin membuang banyak waktu.


****


Di pintu masuk perusahaan, seorang pria masih tercengang dengan apa yang baru saja terjadi, mengingat dirinya yang kembali salah paham dengan mantan calon tunangan. Dia ingin mengejar namun sudah terlambat karena Ayu sudah menjauh dari tempat itu, sedangkan Kira memanfaatkan keadaan dengan menarik kembali pikirannya.


"Apa yang kau pikirkan?"


"Aku memikirkan Ayu!"


Kira meremas ujung pakaiannya, menahan rasa kesal dan juga emosi bercampur aduk.  Mendengar pria itu membuatnya merasa cemburu, namun tak memperlihatkan kondisi dan suasana hatinya. Dia tersenyum seraya mengusap lengan Farhan. "Biarkan saja dia pergi! Mungkin dia ingin menenangkan diri dan berpikir, berikan dia waktu!" 

__ADS_1


Farhan tak menjawab, hanya menganggukkan kepala dan membenarkan perkataan dari wanita di sebelahnya. Dia segera bergegas pergi menuju parkir, dan diikuti oleh Kira. 


"Aku tidak menyangka, jika wanita itu mendorongku. Padahal aku hanya ingin meminta maaf saja!" celetuk kira yang berpura-pura sedih seraya berjalan dengan terpincang-pincang. Mendalami sebuah akting yang sangat luar biasa, untuk menghancurkan hubungan Farhan dan juga Ayu.


Farhan tidak menjawab dia terus saja melangkah ke depan tanpa menoleh, Kira tak berputus asa mengejar pria itu. Membuat wanita di sebelahnya kecewa, karena tidak ada tanggapan dari pria tampan itu.


"Kenapa Ayu seperti memusuhi ku? Padahal aku tidak melakukan apapun padanya. Apa dia merasa tersaingi dengan keberadaanku? Sepertinya begitu, karena aku telah kembali! Wanita yang sangat malang, aku kasihan kepadanya." Ucap kira yang menyindir halus rivalnya.


Farhan sedikit kesal dan mengerti maksud dari wanita di sebelahnya. "Masuklah ke dalam mobil!" cetusnya memberikan isyarat agar wanita itu diam dan segera masuk ke dalam mobil.


"Bawa wanita ini ke rumah sakit!" titah Farhan kepada sang supir. 


"Baik, Tuan."


"Eh, kau tidak ikut pergi bersama aku? Ayolah, temani aku ke rumah sakit, aku tidak ingin pergi sendirian." Bujuk Kira dengan rengekan manjanya.


"Tidak!" tegas Farhan yang membuat senyum di wajah Kira berubah menjadi cemberut.


Farhan tak menanggapi perkataan dari wanita yang berada di dalam mobil, memberikan isyarat kepada sang supir untuk membawa Kira pergi ke rumah sakit. "Supir akan mengantarmu, aku tidak bisa karena mempunyai banyak urusan. Kau pergilah!" 


"Baiklah! Jika kau mempunyai banyak urusan dan aku tidak akan memaksamu. Aku pergi dulu!" pamit kira yang patuh. Tapi, jauh di lubuk hatinya yang sangat marah mengenai keputusan dari pria tampan itu. 


Di sepanjang perjalanan, Kira mengumpati nasibnya yang sangat malang, sembari menatap punggung sang supir. "setelah ke rumah sakit tolong antarkan saya ke perusahaan HR Grup." 


"Baik Nona."


Kira kembali tersenyum, dia tidak ingin menjauh dari Farhan karena mengingat janji dari pria itu yang akan menikahinya, bagai seekor cicak selalu menempel. "Aku tidak akan kalah dari wanita itu, dan dapat dipastikan jika mereka tidak akan bersama. Inilah janjiku!" batinnya yang tersenyum licik.


****

__ADS_1


Di kantor, Farhan duduk termenung memikirkan kejadian yang terjadi beberapa waktu belakangan ini, dia tidak menyangka jika hubungannya dengan Ayu semakin rumit.


Menghela nafas panjang seraya mengusap wajahnya dengan kasar, mengeluarkan ponsel yang berada di dalam saku jas. 


Melihat sebuah berita dan juga foto Gabriel bersama dengan mantan calon tunangannya, begitu banyak guratan kebencian dan komentar pedas dari warga internet.


Dia tidak bisa menahan hal itu hingga menggenggam benda pipi itu dengan sangat kuat. "Apa mereka tidak malu berkomentar sangat jelek mengenai Ayu? Ini sudah sangat meresahkan membuat aku naik pitam Apa hak mereka berkomentar seperti itu?" geram Farhan yang menahan amarah sebentar lagi meledak.


Permasalahan begitu rumit membuatnya semakin kesal dengan para komentar yang menjelekkan Ayu, dia tidak bisa jika ada orang lain yang menghina mantan calon tunangannya. Dada seakan sangat sesak, dengan pikiran yang kalut diselimuti amarah.


karena tak bisa mengendalikan dirinya lagi, dan juga tak bisa menutupi. Hingga melemparkan gelas yang berisi air mineral yang tak berada jauh darinya, dan gelas itu pecah berkeping-keping. 


Seseorang tersentak kaget saat mendengar suara pecahan kaca dari dalam ruangan, dia segera masuk tanpa meminta izin terlebih dulu. Menatap pria tampan yang terlihat sangat marah dan mengetahui penyebab dari akar permasalahan dari Farhan. Kira sedikit syok, 


karena hampir saja dirinya terkenal lemparan gelas. 


Merasa bersalah, Farhan segera menghampiri wanita yang terdiam diri bagaikan patung, mengetahui penyebab dari Kira yang sangat terkejut. "Apa kau tidak apa-apa?" tanyanya yang khawatir, seraya memeriksa tubuh wanita itu. 


"Aku baik, hampir saja kau mengenai ku dan membuat aku kembali masuk ke rumah sakit."


Kira sangat terkejut.


"Aku tidak bermaksud membuatmu terkejut, tolong maafkan aku!"


Kira kembali berakting dengan sangat baik, berpura-pura menyedihkan untuk mendapatkan perhatian dan juga simpati dari Farhan. Apalagi ditambah dengan perhatian yang diberikan oleh pria itu, semakin membuatnya sangat menyukai keadaan untuk memanfaatkannya. "Aku memaafkanmu, apa yang baru saja terjadi karena kau marah kepada Ayu?" 


"Hem."


Kira kembali meremas kedua tangannya, mengerti bahwa Farhan sangat marah mengenai tindakan Ayu, itu berarti jika dia masih mencintai rivalnya. "Sial, cukup sulit membuat mereka berpisah. Tapi aku tidak akan tinggal diam, mau sekeras apapun mereka berusaha untuk menyatukan hubungan ini." tekat kira di dalam hati, dan terus saja saja menyindir Ayu dengan sangat halus.

__ADS_1


    


__ADS_2