
"Sayang, kita jalannya nggak usah gandengan ya"
"Kenapa?"
"Ingat syaratku kan, kita harus merahasiakan pernikahan kita sampai papi merestui jika kamu setuju maka aku akan setuju untuk jadi salah satu designer di YZ Colection"
"Trus"
"Kalau di public gini kita gandengan terus orang akan curiga dan berfikir tentang hubungan kita"
"Hhhmmm" Ferry tidak menjawab pertanyaan ku lagi, dia langsung berbalik dan berjalan meninggalkan ku dengan Thomas yang masih menunggu ku bergerak.
"Nyonya muda, ayo jalan. Presdir sudah meninggalkan kita jauh".
"Ehh...iya maaf ya tuan Thomas jadi merepotkan mu menunggu ku"
"Tidak masalah, sebaiknya Nyonya muda panggil saya Thomas saja seperti Presdir memanggil saya".
"Rasanya tidak pantas"
"Mana ada tidak pantas, nyonya muda kan istri presdir, boss saya. Justru sangat aneh jika nyonya muda memanggil saya tuan...ckckk"
"Kalau begitu kamu juga jangan panggil saya nyonya muda, hubungan saya dengan Presdir mu juga tolong rahasiakan. Aku tidak mau ada yang tahu soal ini, nanti aku tidak bisa nyaman bekerja di YZ Collection"
"Owh begitu, baik nyonya muda akan saya rahasiankan".
"Masih memanggilku dengan nyonya muda...Lia saja"
"Tidak berani, nanti presdir bisa membunuh saya"
"Mana mungkin"
"Apa yang kalian bicarakan? sampai jalan seperti keong siput?" tanya Ferry dengan wajah masam.
"Kamu"
"Aku?"
"iya, aku dan Thomas sedang membicarakan kamu"
"Apa yang kalian bicarakan tentang ku?"
"Kamu suamiku yang tampan dan juga baik hati, sangat memuaskan diatas ranjang" sahutku santai sambil berjalan menuju lift, sedangkan Thomas menggelengkan kepalanya kuat-kuat seakan-akan jika dia mengiyakan ucapan ku dia akan dihukum gantung.
"Katakan yang benar apa yang kamu dan istriku bicarakan?"
"nyonya muda meminta saya memanggilnya hanya dengan nama saja"
"tidak boleh" sahut Ferry cepat.
"Iya saya juga tidak mengiyakannya"
"Lalu apa lagi?"
"Nyonya muda meminta saya merahasiakan hubungan Presdir dengan nyonya muda, katanya agar nyonya muda nyaman nantinya saat bekerja di YZ Collection Negara A"
"Kalau yang itu kamu boleh ikutin maunya"
"Baik"
"Ada lagi?"
"Tidak ada Presdir"
Lalu Ferry bergegas menyusul ku saat melihat pintu lift akan terbuka.
"Kamu tidak ku izinkan membiarkan Thomas memanggil mu hanya dengan nama saja, atau siapapun dikantor".
"Ehhh...mana bisa?"
__ADS_1
"Bisa"
"Terserah kamu saja kalau begitu, kan kamu bossnya"
"Kamu marah?"
"tidak suamiku" ucapku sambil tersenyum manis.
'Aku males berdebat dengan Ferry, soal sepele ini akan panjang jika terus ku tanggapi'.gumamku dalam hati.
tok..tok..tok
"Masuk"
kami bertiga pun masuk ke dalam kamar rawat VVIP tempat Sellena dirawat.
"Kalian siapa?" ucap wanita sedikit tomboy tapi cantik...sepertinya dia asistennya Sellena.
"Saya adalah direktur pelaksana YZ Collection dan ini adalah Presdir YZ Collection sekaligus Vice President Goucher Corp, Ferry Goucher. Sedangkan ini Nona Lia, salah satu kepala designer YZ Collection"
"Mau apa kalian kesini?"
"Thomas berikan kontraknya pada nona Sellena"
"Baik"
"Bacalah jika nona Seller setuju silahkan tanda tangani kontraknya"
Sellena yang sejak tadi sudah berbinar-binar matanya melihat Ferry membuat ku jengkel tapi aku harus menahannya karena aku tidak boleh menunjukan rasa cemburu dan marah ku di public kalau tidak rahasia ini akan terbongkar.
"Apa syaratnya?"
"Mudah nona Sellena hanya perlu melakukan klarifilasi bahwa anda sakit bukan karena baju daeu YZ Collection dan membuat pernyataan minta maaf pada Nona Mo karena dia terkena imbas dari masalah ini, bagaimana?"
"Aku setuju"
"Thomas kalau begitu kamu urus semuanya dengan baik, saya permisi dulu"
"Khan, koper kami masih dibagasi kan?"
"Sudah disuruh turunkan Nyonya besar saat di Villa Munchen, tuan muda"
"Ahh...sial"
Ferry mengeluarkan ponselnya dan menelphon seseorang, yang ternyata maminya.
"Mi, koper ku dan Lia mami bawa kemana?"
"Mami minta pelayan meletakannya di bungalow Villa...kalian menginap disini kan?"
"Mami tau papi seperti apa kan, Ferry tidak tega melihat Lia dicuekin papi kaya gitu mi"
"Sayang kamu harus sabar, papi keras kalau kamu terus balas papi dengan keras bagaimana bisa meluluhkan hati papi?, pulang ke Villa Munchen ya sayang, mami dengar permasalahannya sudah selesai, kamu pulang kesini istirahatlah dulu".
"Belum seluruhnya beres, permasalahan dengan perusahaan pemasuk kain masih dalam proses"
"Kalau kamu tidak ada urusan di kantor lagi pulang lah...mami mau ngajak Lia dan Shella nyalon mumpung belum malam".
"Oke"
Lalu Ferry menutup telphonnya dan meletakannya disaku, dia tetap tak bicara sepatah kata pun dengan ku.
"Khan, kita kembali ke Villa Munchen"
"Baik"
Perjalanan jadi terasa panjang karena aku dan Ferry saling diam, aku males memulai bicara duluan. Aku saja tidak tau apa salahku bagaimana bisa aku minta maaf..huuuffft
Sepanjang jalan aku menatap jalanan melalui jendela sambil sibuk dengan pikiran ku, ntah apa juga yang ada dalam pikirannya Ferry, dia pun hanya diam dengan kepala bersandar di kursi sambil memejamkan mata. Kami sedang perang dingin tapi aku benar-benar tidak tau penyebabnya. tapi kali ini aku cukup gengsi untuk memulai bicara duluan karena aku lelah mengalah dengan Ferry.
__ADS_1
"Kita sudah sampai tuan muda, nyonya muda"
tidak satupun dari kami menanggapi ucapan kan, kami justru siap-siap untuk turun. hari ini pertama kalinya aku keluar dari mobil yang membukakan pintu bukan Ferry.
"Silahkan nyonya muda, tuan sudah masuk ke dalam villa duluan".
"terima kasih khan"
"sudah tugas saya nyonya muda"
"Saya masuk dulu kalau begitu"
"Silahkan nyonya muda"
Dengan gontai aku berjalan ke pintu utama di mana Ferry sedang berdiri menungguku. Tapi aku tidak buru-buru mendekat pada Ferry karena wajah masam si bule membuatku muak jadi .malas menatapnya.
"Tuan muda, nyonya muda. Kenapa hanya berdiri di luar. masuk lah nyonya besar dan Nona Shella sedang nonton drakor di tuang keluarga"
Ferry berjalan masuk ke dalam Villa aku hanya mengikutinya dari belakang.
"Asik sekali sore-sore santai nonton drakor"
"Kalian bertengkar ya?" pertanyaan Shella membuat mami menatap ku dan Ferry bergantian.
"Ada apa?" Ferry dengan santai mengangkat bahunya
"Kak Lia, kamu di aniaya kak Ferry?"
"Tidak"
"trus kenapa wajah kakak terlihat sendu dan lelah sekali?"
"Mungkin karena sejak sampai negara SG kakak belum sempat mandi, ganti baju dan istirahat jadi sedikit lelah"
"Kalau begitu aku antar ke bungalow, kalian akan tinggal disana selama disini"
Aku pun menyetujui ajakan Shella, lalu kami berjalan melewati taman bunga berwarna-warni yang sangat luas dan sangat terawat serta ada danau buatan juga beserta gazebonya.
"Kakak Lia ini bungalownya ayo masuk"
Ajak Shella yang ku ikuti masuk, bungalow ini besar sekali dan ada dua lantai. 'ini sih mirip rumah ku yang dibelikan Ferry, beneran keluarga sulthan ini mah di dalam rumah ada rumah...hahahaha'.
"Kak Lia, jika kakak sudah selesai bersih-bersih dan tidak mengantuk kembali lah keruang keluarga kita pergi ke salon bersama mami, bagaimana?"
"Kita lihat nanti ya Shel, kakak sedikit capek"
"Baiklah, kalau begitu aku tidak mengganggu kak Lia lagi"
Ucap Shella yang kemudian meninggalkan ku sendirian dalam bungalaw. Aku langsung naik keatas dan membuka satu persatu pintu kamar diatas untuk menemukan koper ku dan Ferry berada.
'Akhirnya ketemu juga, kamarnya besar banget dan wow...pemandangannya indah banget dari sini'
saat aku sedang mengagumi pemandangan sekitar tiba-tiba aroma familiar menyeruak masuk rongga hidungku dan sepasang tangan kekar sudah melingkar di pinggangku.
"Maaf ya aku terlalu kekanak-kanakan, mengharapkan kamu cemburu dan memaki Sellena karena dia menatapku penuh minat, tapi kamu malah terlihat tidak perduli sedikit pun"
Ucap Ferry sendu sambil menenggelamkan wajahnya di cengkuk leherku. 'Jadi dia ngambek karena aku tidak bereaksi ketika melihat Sellena yang terang-terangan terlihat berminat sekali menerkam Ferry dalam pelukannya...Hhhmmm,,laki-laki ini benar-benar childish'.
"Jadi kamu nyuekin aku dari tadi karena itu?" tanyaku dengan nada tak percaya. Si bule hanya menjawab dengan gumaman.
"Sayang" ucap Ferry tiba-tiba sambil membalik badan ku ke arahnya.
"Apa?" sahutku agak terkejut.
"Ayo kita mandi bareng" ucapnya tanpa menunggu jawaban ku dia sudah menggendongku menuju kamar mandi. Tanpa menurunkan ku dia menyalakan keran Bathtube. Seperti biasanya bukan hanya adegan mandi bareng yang terjadi tapi Ferry menggarap tubuhku berkali-kali, seakan-akan ini kali pertama dia melakukannya. Tak pernah puas, ingin lagi dan lagi, aku hampir pingsan mengimbangi permainan Ferry tambah lagi sejak tiba di Negara SG aku belum istirahat sedikit pun.
"Sayang cukup" pintaku dengan nafas tersengal-sengal.
"Sekali lagi sayang, aku akan cepat kali ini".
__ADS_1
aku pun hanya pasrah mengikuti keinginan Ferry karena tiap kali dia memulai mencumbu ku, aku pun sulit menolak hasrat yang dibangkitkan oleh sentuhan yang Ferry lakukan.