Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Berlutut di depanku


__ADS_3

Wajahku terus terukir senyum sejak mendengar Lia menyukai ku, sampai-sampai aku seperti orang gila menciumi ponselku. "I Love You Lia Putri Aghata, I really really love you". Jerry yang melihat tingkahku hanya bisa geleng-geleng kepala.


"Kalau aku jadi tuan muda, saat ini aku akan turun menghapirinya dan berlutut di hadapannya. Meminta maaf dengan setulus hati, berusaha membuatnya yakin kalau yang aku lakukan diluar kontrol ku karena aku sangat mencintai mu" gumam Jerry yang masih terdengar oleh ku.


"Diam kau, aku tidak minta pendapat mu". mendengar nadaku yang kesal Jerry pun kembali dia tak berkomentar.


Aku semakin galau, aku takut saat aku kesana mendatangi Lia, dia malah marah-marah memaki ku atau malah menangis tersedu-sedu. "Ahhhgghhh" desahku lalu bersiap untuk turun dari mobil, tapi di hentikan Jerry.


"Tuan muda tunggu" ujar Jerry sambil menyodorkan sebuah box bertuliskan Maurina Bakery. "Bawa ini tuan, berikan pada nona Lia, saya jamin dia akan melupakan kesalahan tuan muda". ucapnya penuh keyakinan.


"Apa ini? tanyaku penasaran saat mengambil box cake itu dari tangan Jerry, tapi tak dijawab Jerry. Dia hanya mengendikan bahunya. Tak lagi memperdulikan Jerry, aku pun keluar dari mobil sambil membawa box yang pasti berisi cake dari Maurina Bakery. "Apa Lia suka cake dari Maurina Bakery?, tau dari mana si Jerry soal kesukaan Lia. Ehhh,,,pasti tau lah kan aku yang menyuruhnya mencari tau semua hal tentang Lia...hahaaha" ujarku dalam hati sambil menepuk jidat ku. Lalu melangkah mendekati Lia, aku berdiri tepat di sampingnya.


"kamu?" ucap Lia saat mendongakan kepala menatap ku. "Mau apa lagi kamu sekarang hah?" ujarnya ketus padaku.


"Lia Putri Aghata, I'm so sorry. I didn't mean to hurt you. please forgive me. I didn't meat to harass you, I'm really, really sorry. I didn't mean. Maafin aku ya, Please" mohonku sambil berlutut dibawah kakinya yang terjuntai karena dia sedang duduk di bebatuan tepi pantai.


"Apa itu yang kamu bawa? untuk ku?" tanyanya, tanpa memerdulikan permohonan maaf ku.


"ini? ucapku sambil mengangkat box cake dari Maurina Bakery. Yang dianggukan oleh Lia karena setuju dengan pernyataanku.


"ohh ini untuk mu" ucapku sambil menyodorkan box cake itu. tanpa basa basi Lia langsung membukanya, begitu melihat isinya bola matanya berbinar-binar seperti melihat tumpukan berlian dan langsung melahapnya tanpa memperdulikan keberadaanku, bahkan tidak mengucapkan terima kasih.


"Ahhh sial apaan sih isinya sampai dia mengabaikan ku seperti ini, tidak taukah dia aku ini pewaris kerajaan Gouche Corp. Apa kata dunia kalau ada wartawan yang meliput aku sedang bersimpuh di depan wanita yang nyuekin aku sampai segininya" bathin ku sambil menatapnya melahap cake dari Maurina bakery yang tenyata red velvet. "Ternyata dia suka red velvet" gumamku dalam hati.


"Kamu tau dari mana aku suka Red Velvet dari Maurina Bakery". tanyanya sambil melahap cakenya.


"Karena Aku juga suka, jadi ku pikir jika meminta maaf harus memberikan sesuatu yang paling kita sukai biar tulus, siapa sangka kamu juga suka


Kebetulan sekali" jawabku asal sekenanya.


"Kamu tidak capek berlutut terus" ucapnya sambil menggedikan dagunya kearahku.


"Aku akan bangun jika kamu memaafkan ku" ucapku dengan raut wajah sesedih mungkin agar dia kasihan.

__ADS_1


"Yasudah berlutut lah selamanya, karena aku tidak akan memaafkan mu" ujarnya kembali asik mengunyah cake.


Rasanya aku ingin menangis. "bukan kah dia menyikai ku kenapa dia malah menyiksaku seperti ini? kaki ku rasanya mulai mati rasa ini berlutut sudah terlalu lama". Aku benar-benar sial mengikuti saran si Jerry, tau gini kan aku akan minta maaf dengan cara yang biasa-biasa saja, kalau sudah gini aku yang sengsara sendirikan. gerutuku dalam hati, sambil merutuki Jerry.


"Kenapa wajah mu terlihat kesal? tidak terima ku minta berlutut selamanya?". Tanya Lia membuat kerongkongan ku rasanya tersangkut duri.


"Ahhh tidak aku hanya sedang memikirkan kucing peliharaan ku yang akan kelaparan jika aku tidak pulang memberinya makan karena harus berlutut disini selamanya" ucapku lirih asal-asalan.


"Huaahhaahahaa,,,wajah mu lucu sekali" tawa Lia membuat hatiku ikut bahagia. "Sudah bangun lah aku tidak bersungguh-sungguh dengan ucapan ku, dan terima kasih red velvetnya. Ku anggap kita impas sekarang". Lia lalu bangkit dari duduknya dan meninggalkan ku begitu saja yang masih berlutut.


Saat aku hendak bangkit, kaki ku kram dan sulit sekali berdiri. Lalu Jerry membantuku berdiri sambil tertawa melihat penderitaan ku.


"Puas kau melihatku sengsara seperti ini?" ucap ku kesal.


"Tidak berani tuan muda" jawab Jerry sambil menunduk.


"Ayo kita kembali ke apartemen, dan jadwalkan penerbangan kita kembali ke Negara A besok pagi". Aku tidak bisa lama-lama berdekatan dengan Lia seperti ini atau hal yang sama akan terjadi lagi.


"Tuan muda yakin?" kita disini memang sudag terjadwal diagenda kerja tuan muda sampai lusa". jelas Jerry.


"Sudah nanti kita bahas lagi". ucapku sambil duduk tenang di dalam mobil dan Jerry melajukan mobil menuju apartemen. Siapa sangka di tengah jalan aku melihat mobil Lia yang terjebak macet.


"Jerry ikuti mobil Lia, tidak jadi ke apartemen" sambil terus menatap mobil Lia.


Aku mengambil HP ku, mengirim pesan pada Lia.


"Hei cantik, gimana galau mu masih berlanjut atau sudah membaik? ingat jangan lupa makan, karena galau itu butuh energi" -Ferry-


kulihat dari kaca mobil dia mengambil ponselnya. Dan benar saja dia membaca pesanku dan sedang mengetik.


"Aku sedang menyetir, kita bahas nanti saja" -Lia-


"Aku telphon saja kalau begitu" -Ferry-

__ADS_1


Tanpa menunggu balasan, aku langsung menguhungi Lia.


"Hallo cantik, pesan mu membuatku penasaran" ucapku mengawali pembicaraan.


"Dasar cupu, ternyata jiwa kepo mu lebih parah dari emak-emak komplek...hahahaha". Ujar liat sambil tertawa membuatku mengelus tengkuku yg tak gatal.


"Hehehehe...itu karena aku terlalu mengkhawatirkan mu" kekeh ku sambil menjawab sekenanya.


"Khawatir alesan apa itu, sudah akui saja kalau kamu memang kepo....hehehehehe" Lia trus tertawa, mendengarnya tertawa rasanya hatiku bahagia sekali.


"Baiklah aku memang kepo, cepat ceritakan jadi membuat jiwa kepo ku semakin meronta-ronta" Tawa Lia makin keras usai mendengar ucapan ku.


"Kamu kutu buku yang sangat lucu, andai wajah mu setampan dia mungkin aku bisa menyukai mu?" gumam Lia membuatku terhenyak. "sebenarnya dia menyukai ku sebagai Ferry atau justru aku yg cupu". bathin ku bergejolak rasanya hati ini tidak terima harus berbagi dia padahal orang yang disukai kan sama-sama aku.


"Hei, kenapa kamu jadi diam. Jangan bilang kamu lagi kegeeran ya wanita secantik aku bilang kamu lucu...wkwkwkwkk" kekeh Lia menyadarkan ku dari lamunan.


"ehh...anu, itu...ahhhh sudah lupakan saja. Katanya kamu mau cerita sesuatu. cepatlah ceritakan jangan mengalihkan pembicaraan terus". keluhku mulai kesal karena cemburu tak jelas.


"Baiklaaah, jadi tadi si bule tiba-tiba datang berlutut di depan ku meminta maaf dan membawakan ku redvelvet dari Maurina Bakery, favorite aku. So sweat banget kan" cerita Lia membuat bibirku mengukir senyum.


"Hhhmmm...Lalu?" sahutku penuh semangat.


"Aslinya tadi itu aku kasian banget ngeliat dia berlutut gitu sambil mohon-mohon biar aku maafin, udah pengen aku peluk aja. cowo ganteng-ganteng gitu di cuekin sayang banget kan...wkwkwkwk" tawa Lia disela-sela ceritanya pada ku.


"Trus kamu peluk dia?" tanya ku pura-pura tak tau bagaimana sakitnya aku ditinggal gitu aja sendirian dalam posisi berlutut.


"Ya nggak lah, gengsi banget aku meluk dia. Jelas-jelas aku ngambek sama dia karena dia maen peluk-peluk dan cium aku sembarangan. Emangnya aku milik umum apa" Dengus Lia mulai kesal.


"Bukan, kamu hanya milik ku" sahutku pede.


"Siapa juga yang mau dimiliki kamu...ckckk, Udah ahhh, aku udah sampe kampus nih. bye" ucap Lia mengakhiri panggilan telphon tanpa menunggu menjawab.


"Dasar Cewe nggak ada akhlaqnya, maen tutup aja" gerundel ku dalam hati. Lalu menyimpan ponselku di saku.

__ADS_1


"Jerry cari restoran, kita makan dulu baru nanti balik ke kampus Lia lagi" perintahku.


__ADS_2