
Setibanya di bungalow aku menggoda Lia, menagih janji Lia pada ku saat di pelelangan.
"Sayang mau memberiku malam yang tak mampu aku lupakan sekarang atau kita mandi dulu?"
Lia langsung menjawab untuk mandi dulu, alasannya takut aku merusak gaunnya. Sebenarnya aku juga memang berniat mandi dulu lalu ke perpustakaan untuk online dengan Jerry, karena di jalan tadi Jerry mengirimi ku pesan penting dan menunggu ku memiliki waktu untuk online. Aku sangat yakin ini pasti terkait dengan masalah yang papi bicarakan tadi. Semoga masalahnya tak terlalu berat, agar aku tidak perlu terlalu lama di negara A dan bisa secepatnya kembali ke sisi istri ku.
Aku pun pergi naik ke lantai dua menuju kamar kami dan langsung ke kamar mandi, dengan cepat melakukan semua ritual mandi ku. Saat aku keluar dari kamar mandi ternyata Lia sedang asik duduk di depan cermin membersihkan make up di wajahnya dan melepaskan segala pernak pernik yang menempel pada rambutnya menengok ke arah ku, dia lalu terpaku menatap ku yang hanya berbalut handuk sepinggang dan wajahnya langsung merona.
'Istriku benar-benar berkulit tipis sedikit saja malu wajahnya langsung memerah'. Tapi dia yang seperti ini semakin menggoda dan membangkitkan birahi ku, aku pun mendekatinya lalu aku meniup area sensitif Lia membuat wajah Lia makin memerah.
Saat dia hendak marah karena kelakuan ku....aku tak memberinya kesempatan karena aku tak kuasa menahan hasrat ku untuk mencium bibir mungil milik Lia yang sudah tak berlipstik, seperti biasa Lia akan kesulitan mengambil nafas jika aku menciumnya dadakan dan tak berjeda, membuatku yang belum puas ********** jadi kesal sendiri karena harus rela melepaskan pagutan bibir kami daripada Lia kehabisan nafas.
"Masih belum terbiasa juga sampai selama ini?" ucap ku sambil berjalan menuju walk in closed.
Aku mendengar Lia menggerutu tapi aku malas menggubrisnya, karena ingin cepat-cepat ke perpustakan agar aku bisa mengetahui masalah apa lagi yang terjadi pada perusahaan. Aku sudah tak sabar ingin mendengar laporan Jerry.
Begitu aku sudah rapi, tanpa pamit pada Lia aku langsung menuju perpustakan yang terletak tak jauh dari kamar kami.
Aku langsung menyalakan PC dan mengaktifkan skype untuk online dengan Jerry.
Jerry nampak sudah online jadi begitu aku online dia langsung menghubungi ku.
"Maaf aku terpaksa mengganggu jam istirahat tuan muda, karena ada masalah yang sangat genting"
"Sudah jangan bertele-tele cepat jelaskan pada ku ada masalah apa sebenarnya sampai papi memintaku kembali ke negara A?"
"Seseorang sudah menggelapkan dana perusahaan sebesar 15 milyar dollar"
"Kamu sudah temukan pelakunya?"
"Sampai saat ini belum tuan muda karena orang ini bermain sangat bersih di laporan keuangan perusahaan pun tak terditeksi dia melakukan penggelapan"
"Lalu dasar apa yang membuat mu mengatakan terjadi penggelapan dana 15 milyar dollar?"
"Ada beberapa proyek setelah di lakukan audit ternyata dana tidak pernah masuk ke perusahan sepeser pun dibuat seakan-akan proyek itu tidak pernah diterima perusahaan"
__ADS_1
"Ada berapa proyek?"
"Tiga"
"Hal seperti ini harusnya kamu langsung bidik orang yang menangani proyek jadi tersangkanya"
"Sudah dilakakukan penyelidikan terhadap orang-orang yang bertanggung jawab terhadap proyek tapi tidak ditemukan sedikit pun bukti kecurangan mereka"
"Bagaimana bisa?"
"Karena kontrak perusahaan dengan proyek-proyek itu tidak ditemukan, di laporan keuangan juga tidak ada laporan sedikit pun tetang ketiga proyek itu. sehingga kami tidak bisa langsung menuduh mereka menggelapkan uang perusahan. Saya sudah menghubungi pihak perusahaan yang menjalin kerja sama dalam proyek tersebut untuk meminta salinan kontraknya"
"Kirim kan padaku begitu berkas proyeknya sudah kamu dapatkan dan semua berkas yang terkait padaku"
"Sudah...." belum selesai Jerry bicara aku menghentikannya dan langsung berlari tergesa-gesa ke kamar karena ku dengar Lia berteriak memanggilku.
Syukur lah Lia baik-baik saja. 'Jika dia baik-baik saja kenapa dia berteriak seperti itu?' alisku mulai mengerenyit.
Melihat wajahku yang tak enak dan nafas yang menderu karena berlari mengkhawatirkan dirinya. Lia merasa bersalah karena pasalnya dia hanya membutuhkan ku untuk membukan resleting gaun yang dia kenakan.
Aku pun langsung menolongnya menurunkan resleting gaunnya, tadinya aku mau langsung kembali ke perputakaan tapi melihat ekspresi wajah Lia yang malu-malu sampai kupingnya memerah, aku jadi ingin mengerjainya. Ditambah lagi Lia seperti mengusir ku untuk pergi, akhirnya aku menggodanya, merangsang tubuh Lia dengan sentuhan-sentuhan kecil pada daerah sensitifnya membuat tubuh Lia bereaksi pada setiap sentuhan ku. Saat ku lihat wajahnya sudah seperti kepiting rebus tanda dia sudah bergairah aku melepasnya lalu pergi meninggalkannya kembali ke perpustakan dimana Jerry masih menunggu ku.
Ucapku begitu kembali duduk di depan PC.
"Tidak masalah tuan muda"
"oke lanjutkan tadi sampai mana?" Sahut ku kembali dengan mode serius.
"Sampai tuan meminta ku untuk mengirimkan semua berkas proyek yang bermasalah dalam penggelapan dana"
"Ada lagi yang ingin kamu laporkan?"
"Ada petinggi perusahaan yang nampaknya ikut bermain dalam hal ini?"
"Siapa yang kamu curigai? apa ada bukti mengarah padanya?"
__ADS_1
"Tuan Redrigo, kepala keuangan. Dia selama setahun ini selalu mendapatkan transferan uang dengan nominal yang cukup besar secara rutin, cuma sayang saat dilacak pengirimnya tidak terditeksi karena yang melalukannya anonim dan selalu dari lokasi yang berbeda"
Lama aku terdiam sambil mengetukan jari ku diatas meja, kebiasaan yang ku lakukan saat butuh konsentrasi tinggi.
"Oke Lusa aku usahakan terbang ke negara A, kamu pastikan terus beri aku informasi terupdate dari masalah ini"
"Baik tuan muda, saya sangat mengharapkan kedatangan tuan muda"
"Baik, jika tidak ada lagi yang akan kamu sampaikan kita sudah percakapan ini"
"Tidak ada lagi, tuan muda silahkan istirahat"
Aku pun langsung memutus sambungan skype dengan Jerry dan kembali ke kamar.
'Hhmm...masih belum selesai juga mandinya...ckckkck' bathin ku sambil melangkah mendekati kamar mandi, baru juga sampai, pintu kamar mandi terbuka dari dalam. aku langsung sembunyi, jiwa isengku bergejolak.
"Akhirnya selesai juga mandi mu yank" Ucapku tepat dibelakang Lia. Dan benar saja Lia langsung terkaget-kaget saat tiba-tiba aku bersuara dari belakang tubuhnya.
"Ya Tuhan suamiku, kamu mau membuatku kena serangan jantung" teriak Lia kaget saat mendenvar suaraku.
"Heheheehe...abis kamu lama banget" Ucapku lalu' memeluk Lia.
'Aku membutuhkan wanita ini untuk menghilangkan kepenatan dalam otak ku'. Bathin ku sambil memeluknya erat dan mengendus cengkuk lehernya menikmati aroma lavender yang menyeruak dari tubuh Lia.
Berkali-kali Lia memintaku melepaskan pelukan ku tapi aku enggan melepaskan wanita ini sampai ku lihat Lia mulai kelelahan menahan tubuh ku yang terus memeluknya.
Saat aku melepasnya, Lia mengintrogasi ku, mungkin karena tingkah ku yang tak biasa, tapi aku tak menjawab pertanyaannya akhirnya Lia pun pergi menuju walk in closed. Saat melihat bayangan Lia menghilang aku jadi takut kehilangan maka aku pun langsung menyusulnya masuk ke dalam walk in closed dan beralasan membantunya mengeringkan rambut agar aku tetap disisinya.
Saat sudah diatas ranjang lah baru aku menceritakan permasalahan kantor di negara A pada Lia dan rencana akan kembali ke negara A lusa dan mengantarnya kembali ke negara IND, sementara kami akan LDRan. Lia nampak keberatan dengan apa yang ku putuskan tapi aku tak ingin mendengar bantahannya.
Aku pun langsung melancarkan aksi ku ******* dan menikmati bibir manis istriku yang mungkin dalam beberapa hari kedepan atau mungkin dalam beberapa minggu kedepan...'entah berapa lama aku dapat menyelesaikan masalah kali ini?'
Tubuh Lia merespon aksi ku dan tak melakukan penolakan. Aku pun melancarkan aksi ku makin liar dengan berselancar diatas tubuh Lia membuat pemiliknya menggeliat kenikmatan dan desahan demi desahan meluncur indah membuat suasana makin panas dan penuh gairah.
Peluh penuh kenikmatan pun bercucuran dari tubuh kami padahal AC di dalam ruangan menyala, diikuti deru nafas kami yang mulai tersengal-sengal karena saling beraksi memberikan kepuasan satu sama lain. Aku terus menggenjot tubuh Lia sampai akhirnya desahan panjang Lia untuk ketiga kalinya iya lepaskan tanda puncak kenikmatan telah Lia rengkuh sekali lagi dan kali ini aku pun mempercepat gerakan tubuh ku karena sedikit lagi aku pun akan sampai di puncak dan menyemburkan calon-calon anak ku di lubang kenikatan milik Lia satu-satunya wanita yang ku izinkan menjadi ibu dari anak-anak ku kelak.
__ADS_1
Lia yang kelelahan pun tertidur pulas dalam pelukan ku, sedangkan aku tak bisa memejamkan mata.
'Aku sangat mencintai mu Lia Putri Aghata, please apapun yang terjadi kamu harus bertahan untuk slalu ada disisiku jadi istri ku dan calon ibu anak-anak ku' bathin ku sambil mengelus rambutnya dan mengecup puncak kepalanya. lama kelamaan aku pun terlelap.