Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Gaun Couple


__ADS_3

"Bapak, ibu kita sudah sampai" ucap sopir dari hotel yang Ferry sewa. Aku dari Ferry langsung menyimpan ponsel kami, Ferry keluar lebih dulu kemudian membukakan pintu untuk ku. Kami jalan beriringan dangan tanganku bergelayut mesra padanya.


"Sayang, kita ketoko pakai dulu baru abis dari sini kita makan malam" ujar Ferry sambil berbelok menuju toko pakaian. Begitu kami masuk seorang pelayan toko sudah menyambut kami dengan ramah.


"Malam bapak, ibu slamat datang di toko kami. Ada yang bisa kami bantu?" Sapanya ramah, membuatku tersenyum membalas senyumnya.


"Tolong ambilkan beberapa model gaun untuk istri saya dan juga stelan jas senada dengan gaunya untuk saya" ucap Ferry dengan wajah datarnya.


"Sayang, koq jadi gaun?" tanyaku bingung.


"Aku sudah reservasi makan malam untuk kita, ini makan malam pertama kita sebagai suami istri...anggap aja kita ngedate, masa pake baju kaya gini?" ucapnya santai sambil mengankat kaos yang dia kenakan.


"Kapan kamu reservasi restoran?" gumamku yang masih terdengar Ferry.


"Waktu dimobil tadi sayang, kamu sih sibuk sendiri sama ponselmu sampai nggak kepikiran aku sama sekali" jawabnya sambil mencium pipiku. Membuatku melotot dan spontan mencubit pingganngnya.


"Auuuu,,,sakit yank...kamu kebiasaan banget sih nyubitin aku gitu" gerutu Ferry kesakitan sambil mengelus pinggangnya.


"Siapa suruh kebiasaan nyium orang sesuka hati, ini tempat umum" ucapku sambil berjalan menuju deretan baju santai dan menjulurkan lidahku meledek Ferry. Rasanya puas banget aku nyubitin dia.


Aku sibuk memilih beberapa baju, sudah ada dua buah dress, dua buah baju tidur beserta underwarenya ku bawa ditanganku. Lalu kembali ketempat suamiku duduk menunggu.


"Sayang, kamu disini sampai kapan?" tanyaku begitu berdiri tepat di depannya sambil menyerahkan pakaian ditanganku pada seorang pelayan yang datang menghampiri.


"Kenapa, kamu sudah bosan bersama ku?", ucapnya ketus.

__ADS_1


"Bukan gitu sayang, aku mau menyesuaikan jumlah baju yang akan ku beli" Jelasku sambil duduk disampingnya, bergelayut manja di lengannya dan menyandarkan kepalaku di bahunya.


"Belilah tiga atau empat, aku belum tau aku mau berapa lama disini...Jika tidak ada pekerjaan mendesak yang membutuhkan kehadiranku secara langsung disana, aku akan disini sampai kamu selesai ujian bulan depan". Jelas Ferry membuat mataku berbinar-binar.


"Kalau gitu kita tinggal di rumah mama atau apartemen mu?" tanyaku sambil mengangkat kepalaku agar bisa menatap mata biru suamiku.


"Dihotel aja seperti sekarang, kenapa kamu nggak nyaman?" tanya ferry balik.


"Nggak gitu juga sih, cuma kalau mau nginep di hotel mending kita liburan sekalian ke Bali atau lombok gitu....hehehehe" ucapku asal


"Memang kamu nggak ada jadwal kuliah?" Tanya Ferry dengan menautkan kedua alisnya heran mendengarku mengajaknya holiday.


"Hehehehe,,,tentu saja jadwal kuliahku normal sampai ujian semesteran nanti" jawabku sambil nyengir, melihat tatapan si bule membuatku salah tingkah.


"Kamu mau aku ajak honeymoon kemana?" tanyanya tiba-tiba. Membuat wajahku langsung merona mendengar kata honeymoon. "Ahhh,,,sial ini kenapa otak ku selalu mengaitkan setiap ucapan orang sama adegan ranjang sih" gumamku dalam hati sambil berusaha menepisnya dari pikiranku.


"Sini mba gaunnya berikan padaku" ucapku sambil tersenyum.


"Biar saya saja bu yang bawa, ibu dan bapak ikut saya saja keruang ganti untuk mencoba gaun dan stelan jasnya" jelas si pelayan toko dengan ramah.


"Baik lah kalau begitu" ucapku sambil bersiap mengikuti si pelayan, tapi si bule malah asik trus sama ponselnya. "Sayang" panggil ku hanya dibalas gumam sama si bule.


"Sayang kita jadi dinner nggak, ini kapan ganti bajunya?" ucapku akhirnya membuat wajah si boleh mendongak menatapku sambil bangkit dan menyimpan ponselnya dalam saku celana.


"Ayo lah kita ganti baju sekarang" jawabnya sambil bangkit dan mengapit lenganku sambil senyum-senyum. "Kenapa lagi nih bule? makin nggak jelas aja" gumamku dalam hati.

__ADS_1


"Aku punya surprise buat kamu" ucapnya tiba-tiba membuat wajahku langsung menatap mata Ferry karena takut tadi aku salah dengar.


"Kenapa wajah mu begitu?, kamu tidak salah dengar...aku barusan beneran bilang Aku punya kejutan untuk mu? ucap Ferry seakan tahu aku meragukan pendengaranku barusan.


"Apa?", sahutku spontan.


"Rahasia, kamu lihat saja nanti" ucapnya misterius. Aku hanya mencibikan bibirku mendengar jawab Ferry yang di balasanya dengan mencubit hidungku.


"iiiissshhh ... sayang kamu iiihhhh,,,kebiasaan banget sih, sakit tau" gerutuku sambil pengusap hidungku.


"Maaf sayang, kekencengan lagi ya" ucapnya sambil mengecup hidungku yang langsung membuat rona merah di pipiku, untung saja sudah sampai ruang ganti. Jadi langsung saja aku sambar gaun ditangan si pelayan dan membawanya masuk ke ruang ganti. Wajahku terasa panas, dan jantungku rasanya berpacu lebih cepat setiap kali bule tengil itu menciumku. Sedangkan diluar sana suara tawa Ferry menggema sesaat sebelum suara pintu ruang ganti sebelah dibuka, dan samar-samar ku dengarkan percakapan para pelayan toko diluar ruang ganti.


Mereka mengagumi ketampanan suamiku, ya memang dia tampan apa lagi kalau sudah tersenyum. "Sehat-sehat ya jantung" gumamku sambil mengelus dadaku. Lalu mulai mengganti bajuku dengan dress yang senada dengan stelan jas yang di gunakan Ferry.


"Ternyata body ku seksi dan wajahku cantik juga" gumamku saat melihat penampilan ku di cermin yang sudah ku make up natural dan merapikan rambut ku agar sesuai dengan gaun yang ku gunakan. Kemudian aku keluar begitu semua terlihat sudah sempurna.


"Ya Tuhan ternyata dia cantik banget dan bodynya juga seksi banget" gumam pelayan toko berbisik dengan temannya yang masih terdengar oleh ku. "kalau nggak cantik dan seksi, mana mau cowo seganteng itu sama dia" ucap pelayan yang lainnya.Tanpa memperdulikan komentar para pelayan yang membantu ku dan Ferry berbelanja hari ini, aku pun berjalan mendekati suamiku, komentarnya lah yang ingin ku dengar.


"Sayang" panggil ku saat sudah berdiri di depan? suamiku yang sedang duduk dan asik dengan ponselnya. Lalu dia mendongak dan langsung berdiri.


"Udah siap, yuuk kita ke kasir" cuma kata itu yang keluar dari mulutnya membuat wajahku yang sumbringah mendadak sendu. "Masa dia nggak muji gw dikit pun, emang gw masih kurang cantik apa,,,..ckckck?" gerutuku sambil jalan mengekor dibelakang Ferry dengan wajah tertunduk. Sedang Ferry sibuk membayar semua belanjaan kami dikasir.


"Jadi berapa semuanya?" tanya Ferry sambil mengeluarkan dompet dari saku celananya. Lalu menoleh ke arahku.


"Mba tolong keluarin yang itu dunk" ucap Ferry menunjuk sesuatu tapi aku nggak tau apa. Begitu dia selesai bayar, dia menenteng belanjaan di tangan kirinya dan tangan kanannya menggandeng ku menuju lobby mall karena disana mobil Alphard sudah menunggu kami. Aku langsung masuk ke dalam mobil saat Ferry membukakan pintu untuk ku.

__ADS_1


"kita ke Wilshire senopati pak" ucap Ferry yang dianggukan sang supir dan melajukan mobilnya.


__ADS_2