
"Kamu tau Mira, slama bertahun-tahun wanita yang mengisi ruang hati ku hanya Lia tak pernah ada wanita lain"
Rendy tiba-tiba bicara sambil melepas ku dan duduk di sofa sambil menatap ku lekat. Membuat ku diam terpaku di tempat ingin mendengar kelanjutan kata-katanya.
"Sampai hari dimana aku mencium Lia, dan membuat ku harus masuk rumah sakit. Tapi aku tidak menyesal melakukannya"
'Deng...Jreeng' kenapa hati ku jadi sakit mendengar Rendy tidak menyesal mencium Lia. 'Perasaan apa ini? ahhh....sial masa aku benar-benar udah jatuh cinta sama Rendy' Bathin Mira makin gusar.
"Kamu tau kenapa aku tidak menyesal? itu karena kamu, aku jadi punya kesempatan mengenal mu dan dekat dengan mu"
"Kamu memberi warna baru pada dunia ku, kamu membuat ku memiliki perasaan takut kehilangan dan gelisah saat tak melihat wajah mu, aku slalu merindukan kebawelan dan gerutuan mu saat merawat ku. Aku juga tidak tau bagaimana perasaan itu muncul dalam hati ku?, yang aku tau kini saat melihat Lia di peluk Ferry hati ku tak merasa sakit, mungkin rasa ku dengan Lia selama ini bukan cinta melainkan terbiasa bertahun-tahun dengan Lia membuat ku mengartikan kerinduan ku dengan Lia adalah cinta..."
Mira mencium bibir Rendy tiba-tiba membuat Rendy tak bisa melanjutkan kata-katanya lagi.
"Jangan bicara lagi, aku mau ... aku mau menikah dengan mu"
Mendengar ucapan Mira mata Rendy membulat seakan tak percaya. "Benar kah kamu bersedia menikah dengan ku?" tanya Rendy sambil menangkup pipi Mira dan mencium bibir Mira dengan lembut, ciuman itu makin panas karena tangan Rendy yang sudah menyusup masuk ke dalam baju yang Mira kenakan.
"uKkhhhm....ukhkkk" tiba-tiba suara batuk Ferry terdengar sambil melangkah menuju dapur, membuat aksi panas Mira dan Rendy terjeda.
"Kalian jangan mengotori sofa ku, pergilah ke kamar sungguh merusak pemandangan"
Ucap Ferry sambil berlalu ke dapur, dan Mira pun menarik tangan Rendy ke dalam kamar tamu yang disediakan Lia.
__ADS_1
Saat di dalam kamar mereka melanjutkan aksi Liarnya, Mira memang menunggu hari ini karena buat Mira yang pikirannya terlalu modern dan sesuai kebudayaannya dimana sebuah hubungan akan langgeng jika saling terpuaskan diatas ranjang, cinta saja tak cukup karena pelakor diluar sana begitu liar menggoda. Padahal laki-laki beriman tidak akan tergoda pada pelakor...bukan gitu reader??
Manum saat ciuman mereka makin panas bahkan kancing baju Mira sudah hampir terlepas semua tiba-tiba Rendy menghentikan aksi liarnya.
"Maaf Mira sebaiknya aku keluar sekarang dan tidur dikamar lain, tak baik kita melakukan ini sebelum sah menjadi suami istri" ucap Rendy bangkit berdiri, tapi Mira menarik tangan Rendy membuatnya menghentikan niatnya pergi.
"Aku mau sekarang, puas kan aku agar aku makin yakin dengan perasaan ku pada mu, ku mohon"
pinta Mira dengan wajah menggoda sambil bangun dan memeluk Rendy yang kini sudah bertelanjang dada.
Sikap Mira membuat keyakinan Rendy mulai goyah. "Ku mohon Rendy, lakukan sekarang, aku menginginkan mu. Hapus jejak pria lain dari tubuhku dengan tangan mu, bibir mu. puasakan aku Rendy, yakin kan aku bahwa pilihan ku tak salah, buat aku tergila-gila pada mu"
Celotehan Mira membuat Rendy makin goyah ditambah lagi tangan Mira yang tak bisa diam bermain dengan juniornya.setelah Mira melepas ikat pinggang dan juga menurunkan celana panjang milik Rendy membuatnya makin leluasa menyentuh junior Rendy yang hanya berbalut segitiga pengaman.
"Jangan Menyesal jika besok kamu tak mampu untuk bangun karena menantang ku" ucap Rendy membuat Mira tersenyum manis dan mengalungkan tangannya di leher Rendy.
"Laku kan lah, tunjukan kehebatan mu padaku" tantang Mira membuat Rendy langsung melancarkan aksinya.
Desahan demi desahan keluar dari mulut Mira. "Ahhh....Rendy kamu luaaarrr biasa ini....ahhhh...nikmat sekali...ahhhh,,,kamu....ahhhh,,,aku mencintai mu Rendy...aku mengingikan mu,,,ku mohon laku kan sekarang....ahhh,,,aku sudah tidak tahan lagi"
Racauan tak karuan meluncur dari mulut Mira saat Rendy meremat salah satu gunung kembar Mira sambil yang satunya lagi di cucunya kuat layangnya bayi kelaparan sedangkan tangannya asik bermain dengan intinya Mira. Tiap inchi tubuh Mira habis ditantai Rendy membuat Mira mendesah dan menggeliat tak menentu ke kanan dan kiri. Namun demikian Rendy tak jua memasukan juniornya ke dalam inti Mira membuat gadis itu makin seperti cacing kepanasan memohon di beri air untuk melepas dahaganya.
"Laku kan sekarang Rendy ku mohon, aku...benar-benar menginginkan mu...ahhh,,, Rendy ku mohon" Mira terus meracau memohon Rendy memberinya kenikmatan tapi ntah mengapa Rendy masih belum juga melakukan permintaan Mira padahal dibawah sana Singa itu sudah bangun dan minta di puasakan.
__ADS_1
Mira yang tak tahan akhirnya mengguling tubuhnya membuat Rendy kini di bawahnya, dia pun langsung melakukan aksinya pak menunggangi kuda...akhirnya desahan panjang keluar dari mulut Mira membuatnya terengah-engah dalam kenikmatan.
Namun Rendy justru baru mulai on dan makin bergairah karena ini pertama kalinya dia melakukan hubungan intim sepanjang hidupnya.
Setelah dia memberi Mira jeda untuk istirahat mengambil nafas, Rendy membalik lagi posisinya membuat Mira membelalakan matanya.
'ehh...dia masih belum keluar ya tadi? ahhh gila aku udah dua kali keluar dia masih on...ini gila, tapi nikmat banget kaya aku udah nggak perlu laki-laki lain. Rendy is the best' bathin Mira kegirangan walau tubuhnya kelelahan melayani permainan Rendy tapi dia bahagia akhirnya dia benar-benar menemukan pria yang mampu membuaskannya diatas ranjang dan membuatnya makin yakin untuk menikah dengan Rendy.
Hampir pagi adegan panas itu pun akhirnya selesai, dengan erangan panjangan dari keduanya dan kemudian dengan nafas masih terengah-engah Rendy menarik Mira dalam pelukannya.
"Makasih sayang, besok kita temui designer baju pernikahan kita, dan temui WO untuk acara pernikahan kita. Tidak ada penolakan lagi" ucap Rendy saat Mira mendongak menatapnya seakan mau bicara.
"Aku bukan mau menolak, aku cuma mau bilang kita minta Lia saja yang mendesign baju pernikahan kita"
"Owh itu, baik lah aku setuju" Ujar Rendy mengeratkan pelukannya pada Mira.
"Sayang aku mandi dulu ya" pinta Mira sambil melepas pelukannya namun tiba-tiba tubuh Mira diangkat Rendy.
"Kita mandi bareng biar cepet" ucapnya sambil menggendong Mira ke dalam kamar mandi dan bukannya cepet jadi makin lama.
Saat matahari hampir terbit baru lah kedua insan yang sedang di mabuk asmaran sampai lupa diri itu terlelap saling berpelukan.
Dikamar lain justru dua insan yang saling mencintai baru mulai terjaga dari mimpi indahnya saat adzan berkumandang.
__ADS_1