Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Apa Rencana Mu?


__ADS_3

"Ferry jadi bagaimana Lia disana?" tanya Dhaniel yang heran Ferry malah langsung sibuk dengan macbooknya.


"Lia terdengar sangat baik dan nyaman disana, mereka tidak melakukan hal buruk apapun pada Lia. Malah dia tidak berasa sedang diculik malah berasa lagi dikurung mama di kamar karena besok mau dinikahi paksa" ujar Ferry sambil tersenyum membayangkan wajah cantik sang istri saat mengatakannya


"Syukurlah, jadi apa rencana mu?" tanya Dhaniel memastikan situasi lebih lanjut dari kasus Lia dan juga tender.


Sambil menjelaskan apa rencananya pada kak Dhaniel, Ferry terus sibuk dengan Macbooknya merubah banyak bagian dalam proposal tander yang sudah dia buat bersama Dhaniel beberapa hari ini.


"Aku setuju dengan rencana mu, tapi apa tidak akan membahayakan Lia nantinya?" tanya Dhaniel sedikit ragu keberhasilan rencana Ferry.


Musa orang yang sangat licik, kalau sampai dia tau rencana Ferry tidak bisa dibayangkan apa yang akan terjadi pada Lia.


"Kak Dhaniel tenang lah, besok sore aku akan ke villa Musa bertemu langsung dengan Lia sekalian menyerahkan soft copy proposal tender palsu ini pada Musa"


"Dengan begitu aku bisa melihat langsung apa Musa curiga atau tidak aku memiliki cadangan plan B untuk menghadapinya" lanjut Ferry tanpa berkedip sedikit pun dari Macbooknya.


"Sekarang apa yang bisa aku bantu?" tanya Dhaniel membuat Ferry mengangkat wajahnya dan menatap wajah kak Dhaniel dengan sumringah.


"Pertanyaan ini yang sedari tadi aku tunggu...hehehehe" Ujar Ferry sambil terkekeh.


"Hhhmm...jadi apa bantuan yang kamu butuhkan?" tanya Dhaniel sekali lagi.


"Tolong kamu temui walikota dan orang Dinas yang akan menguji tender ceritakan setuasi kita dan niat kita untuk mundur dan minta mereka untuk mengizinkan perusahana Megantara Group untuk menggantikan kita mengikuti tender"


"Megantara Group? kenapa harus mereka?" tanya Dhaniel bingung tidak mengerti dengan rencana Ferry.


"Kak Dhaniel sebaiknya lakukan saja yang aku minta, makin sedikit tau makin aman" ucap Ferry santai lalu kembali menatap macbooknya.


Dhaniel pun tak lagi mendesak Ferry untuk menceritakan apa rencananya lebih lanjut karena dia yakin apapun yang Ferry rencanakan pasti yang terbaik untuk semuanya. Dhaniel sudah mengikhlaskan tender yang tadinya sangat dia harapkan bisa memberi dana segar pada perusahaan milik keluarganya tidak terus bergantung pada Goucher Corp.


"Boy kamu hubungi walikota dan juga orang dinas yang menangi tender buat janji bertemu hari ini dengan mereka" pinta Dhaniel pada asistennya.


"Baik" sahut boy sambil mulai menghubungi walikota dan orang dinas.

__ADS_1


"Bos, walikota bisa ketemu saat makan siang. Aku sudah buat reservasi di restoran xx. Sedangkan orang dinas akan datang langsung ke kantor jam 6 sore ini"


Dhaniel yang mendengar penuturan Boy menganggu pelan. "Kalau begitu aku pergi dulu, kamu cepatlah pulih" ucap Dhaniel sambil menepuk bahu adik sepupunya lalu keluar dari kamar rawat Ferry.


"Jer, kamu batalkan kepulangan ku dari rumah sakit hari ini. Kita keluar dari sini besok pagi saja" ucap Ferry yang diangguki Jerry.


"Dan bantu aku print propasal tender yang aku email pada mu barusan" lanjut Ferry yang langsung dikerjakan Jerry.


Ferry terus sibuk dengan macbooknya sendirian di kamar rawat sampai saat jam makan siang dokter cantik yang merawat Ferry datang berkunjung membawakan makan siang.


"Siang tuan muda, kamu pasti belum makan siang? ini makan lah" ucap sang dokter penuh perhatian. Cinta memang kadang tak pakai logika sudah tau pria tampan di depannya sudah beristri dan mereka saling mencintai tapi tetap saja tak kuasa menahan diri untuk memperhatikan pria tampan yang begitu dingin dan angkuh di depannya.


"Kenapa dokter repot-repot, anak buah ku bisa melakukannya" sahut Ferry tanpa mengalihkan pandangannya dari macbook.


"Aku kebetulan tadi abis makan siang, ehh keinget tuan muda jadi sekalian aku beliin deh. Lagian tadi pagi aku lihat istri mu dan temannya keluar dari rumah sakit dan belum kembali jadi aku pikir kamu pasti tidak ada yang mengurus jadilah aku disini" ucap sang dokter santai membuat Ferry menghela nafas panjang.


"Baiklah, kamu bisa letak itu di meja. Nanti aku akan memakannya begitu selesai dengan pekerjaan ku" ujar Ferry lagi-lagi tak mengalihkan pandangannya dari macbook, membuat sang dokter merasa diabaikan.


'Ini orang udah dibaikin tidak ada manis-manisnya sedikit pun. padahal kalau sama istrinya aku liat dia begitu lembut dan penuh cinta. Kenapa harus wanita itu sih yang kamu cinta bukan aku' gumam sang dokter dalam hati menatap wajah tampan Ferry dengan penuh cinta.


Ferry terus saja sibuk di depan macbook sampai Jerry datang membawa printan yang di minta Ferry dan bungkusan makan siang untuk dirinya dan sang tuan muda.


"Tuan muda" panggil Jerry begitu masuk kamar rawat membuat Ferry mengalihkan pandangannya kearah Jerry yang terlihat bingung melihat bungkusan makan siang dari sang dokter tergeletak begitu saja di atas nakas samping tempat tidur Ferry.


"Itu dari dokter, tapi aku belum sempat memakannya" ucap Ferry yang tau apa isi hati Jerry.


"Baik banget itu dokter, jangan-jangan ada rasa tuh sama tuan muda" goda Jerry yang tak digubris Ferry dia terus asik dengan macbooknya


"Tuan muda mau makan siang sekarang?" Ferry mengangguk


"Mau pakai makanan yang aku beli atau dokter itu?" lanjut Jerry memastikan


"Makanan yang kamu beli saja, dan makanan dari dokter itu kamu kasih pengawal diluar atau kalau kamu belum kenyang, makan saja" ujar Ferry yang di iya kan Jerry.

__ADS_1


Mereka berdua makan siang sambil membahas rencana plan B untuk mendapatkan tender kota wisata, sedangkan Leon sedang sibuk membagi diri mengurus anak buahnya untuk mengawasi villa milik Musa tanpa diketahui Musa dan juga harus menemui Mogan yang pasti susah ditemui karena dia sedang super sibuk sejak Ferry mengakuisisi perusahaan Megantara Group dua hari lalu.


"Mogan sialan angkat telphon ku, brengsek sesibuk apa makhluk ini sampai 15 kali telphon ku diabaikannya. Sudah lah aku langsung ke perusahaannya saja"


Leon pun melajukan mobilnya ke perusahaan Megantara Group tapi ternyata Mogan sedang di ruang metting sejak dua jam lalu.


'Pantas saja telphon ku dari tadi dia abaikan'


"Tuan Leon sudah ada janji dengan pak direktur?" tanya sang resepsionis.


"Sudah, bisa saya menunggu oak direktur selesai metting di ruangannya?" tanya Leon dengan senyum manis dan kerlingan mata genit menggoda si resepsionis.


"Tuan naik lift ke lantai 8, ruang direktur ada disana. Nanti tuan langsung tanya dengan nona Sheron saja sekertaris pribadi tuan Morgan" jelas snag resepsionis malu-malu ditatap Leon.


"Terima kasih cantik, hubungi aku kalau kamu punya waktu" Leon memberikan kartu namanya pada resepsionis lalu menuju lift untuk bertemu Morgan.


Sheron yang tau Leon adalah orang penting CEO perusahaan Megantara Group langsung menyambut kedatangan Leon.


"Tuan Leon, anda datang kenapa tidak menelphon dulu. Apa dibawah anda dipersulit?" tanya Sheron khawatir jika Leon tidak senang dengan sambutan orang-orang perusahaan.


"Tidak semua baik, sangat baik. Sekarang dimana Morgan. Ada hal penting yang harus aku bicarakan dengannya"


"Maaf tuan Leon, Kalau anda tidak keberatan, silahkan menunggu diruangan direktur, karena direktur sedang metting, sudah dua jam belum juga selesai. Saya akan mengabari direktur kalau anda datang". ujar Sheron dengan senyum manis.


"Bagaimana kalau kamu menemani ku menunggu Morgan diruangan tunggu, itu sepertinya akan lebih menyenangkan" goda Leon sambil mendekat pada Sheron, membuat Sheron salah tingkah.


"Bukan saya tidak mau tuan Leon, tapi..."


"Kamu menolak ku?" sahut Leon memotong ucapan Sheron membuat Sheron jadi salah tingkah.


Dia tak berniat menolak Leon, biar bagaimana pun Leon lelaki masuk kategori tampan dan juga kaya siapa yang akan menolak pria seperti itu. Tapi sepengetahuan Sheron, Leon itu seorang playboy, Sheron tak ingin dianggap wanita murahan karena mau saja diajak Leon dengan mudah.


"Bukan begitu tuan Leon, hanya saja jija saya menemani anda. Siapa yang akan memberi tahu direktur kalau anda datang" kilah Sheron tak ingin menyinggung Leon.

__ADS_1


"Hhmm...padahal aku sudah lama sangat menginginkan mu karena kamu tidak bersedia, kalau begitu aku menunggu di dalam kamu segera beritahu Morgan aku disini" ujar Leon lalu berlalu masuk ke ruangan Morgan.


jangan lupa like and komen ya readers plus klik favorite biar gk ketinggalan updatenya.


__ADS_2