Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Video Call


__ADS_3

"Gimana sudah selesai designnya?" tanya bu Raras pada Lia dan Joe saat memasuki ruang studio.


"Coba ibu lihat kesini sudah sempurna belum atau masih harus ada yang dikoreksi?" tanya Joe begitu melihat bu Raras masuk.


Bu Raras cukup lama terdiam melihat design yang dilukis Lia dengan menggabungkan pikirannya dna juga pikiran Joe.


"Gimana bu?" tanya Joe penasaran karena bu Raras hanya diam sambil terus memandangi kertas designnya.


"Hhmmm...nampaknya bahunya harus di rubah tapi ibi juga tidak ada ide, bahu model seperti ini telalu berat dan tidak nyaman dikenakan karena akan membuat lengan terlihat besar dan juga ini bagian belakan gaunnya ibu rasa harus di rubah model seperti ini cantik untuk tubuh seperti Lia, kalau untuk yang berpinggul besar akan membuatnya tidak percaya diri. Kalian pikirkan lagi bagaimana baiknga merubah bagian itu, kalau sudah selesai besok temu ibu lagi"


Usai memberi komentar tanpa solusi bu Raras Dengan santainya keluar ruangan studio sedangkan yang ditinggalkan hanya bisa pandang-pandangan karena mereka saat ini juga mentok idenya.


"Ya sudah kita istirahat dulu saja, nanti malam atau besok jika ada ide bisa saling komunikasi lewat telphon. Hari juga sudah mulai sore"


Lia pun menyetujui usul Joe. Akhirnya mereka berdua berjalan beriringan menuju ke parkiran Mira sudah beberapa hari ini tidak pulang ke rumah Lia karena sedang sibuk mengurus pernikahannya dengan Rendy.


Setibanya di rumah Lia langsung mandi dan makan malam, Lia pikir Bimo akan datang malam ini untuk menemaninya makan malam ternyata sampai Lia kembali ke kamarnya Bimo pun belum juga datang. Tapi Lia sudah memberitahu ART untuk menyiapkan kamat untuk adiknya jika dia datang.


Di kamar Lia langsung mengunci pintu kamarnya, sejak tidak ada Ferry, Lia bertingkah konyol mengenakan kemeja Ferry, Lia selalu mengunci kamarnya tak ingin ada orang yang melihat tingkah konyolnya itu. Walau sebenarnya tidak ada satu ART pun yang berani masuk tanpa izin Lia tapi tidak dengan Mira dan Bimo.


setelah dia mengganti bajunya dengan kemeja Ferry. Lia menyibukan dirinya untuk mendesign baju pria untuk meluapkan rasa rindunya pada snag suami. Lia selalu mendesign pakaian pria dengan model prianya adalah suaminya sendiri.


Tiba-tiba ponsel Lia bergetar, Lia pikir itu mungkin Bimo atau Joe yang menghubunginya ternyata bukan yang menelphon Lia kali ini adalah pria yang sangat Lia rindukan. tertera nama "suamiku" dilayar ponsel Lia. kali ini tak ingin kejadian dua hari lalu terjadi begitu sadar dari keterkejutannya Lia langsung menggeser ke atas icon hijau itu.


"Hai sayang, kangen kamu...kangen banget pengen peluk dan cium kamu" oceh Ferry langsung membuat lengkungan senyum di wajah Lia.


"Kangen koq nggak pernah telphon atau pun kirim pesan" gerutu Lia dengan nada merajuk sambil bangkit dari sofa menuju ranjangnya.


"Pernah tapi kan kamu tidak balas semua pesan ku. Jadi aku pikir percuma kirim pesan kalau tidak pernah kamu bales cuma diread aja, mau telphon waktunya nggak ada yang pas. Papi nyiksa aku disini, semua pekerjaannya dialihkan pada ku, bahkan weekend besok aku masih ada agenda terkait pekerjaan bener-bener mau bunuh anaknya papi ini" Ferry menceritkan semua yang terjadi padanya dengan nada kesal membuat Lia terkekeh.


"Koq malah ketawa sih? seneng ya denger suaminya tersiksa disini?" Ferry mulai bicara dengan nada merajuk mendengar suara tawa Lia sambil menatap wajah cantik menggemaskan di layar macbook tapi Ferry tidak bisa menggoda Lia soal baju kemeja Ferry yang slalu di pakai Lia.


"Sayang kita video call yuuk? aku kangen mau liat wajah kamu". Ferry langsung merubah panggilan telphon ke mode VideoCall.


Lia panik, karena kalau sampai Ferry tau kelakuan konyolnya. Ferry pasti akan meledeknya habis-habis. Lia menarik selimut dan menyembunyikan tubuhnya saat menggeser icon Video ke atas.


Ferry yang melihat tingkah Lia hanya bisa menahan tawa, kalau sampai Lia tau Ferry memasang CCTV di seluruh sisi rumah mereka bisa bahaya.

__ADS_1


"Sayang kamu kenapa sembunyi di dalam selimut seperti itu? kamu tidak sedang sakit kan?" Ferry bertanya dengan nada khawatir agar Lia tidak curiga kalau Ferry sesungguhnya sudah tau apa yang Lia sembunyikan darinya.


"Aku baik-baik aja, cuma AC terlalu dingin hari ini jadi mau selimutan aja" sahut Lia sekenanya.


Bukan Ferry namanya kalau dia tidak memiliki akal membuat istri cantiknya ini mengatakan yang sebenarnya.


"Syukurlah kalau kamu baik-baik aja, tapi aku kangen bangen sama kamu buka dong selimutnya mau Liat istriku seutuhnya jgn dikasih muka aja gini, yang kangen kamu bukan aku aja si junior juga kangen banget tuh katanya".


Lia tertawa mendengar ocehan Ferry yang unfaedah banget. "Dasar Mesum" balas Lia setelah puas tertawa.


"Mesum tapi suka kan?" ayo dong Liat dikit aja" rengek Ferry tapi Lia kekeh menggelengkan kepala.


Tiba-tiba Ferry berteriak "Cicak...itu cicak dibantal mu sayang" Lia langsung keluar dari selimutnya dan lonjat-lonjat kegelian karena Lia takut sekali dengan cicak.


Ferry yang berhasil membuat Lia keluar dari selimut tertawa terbahak-bahak.


"Sayang kamu mengerjai ku ya? aku ngambek. Aku matiin sekarang video callnya" ancam Lia dalam hati mana mungkin aku matiin aku juga kangen sama kamu suamiku.


"Jiaaahh...hahaha,,,ngambek koq laporan sih. Udah tidak menggoda mu lagi. Tapi kenapa kamu mengenakan baju kemeja ku yank?" tanya Ferry pura-pura bodoh.


"Ya karena kangen kamu, aku terlanjur terbiasa tidur mencium aroma tubuh kamu jadi aku nggak bisa tidur sendirian diranjang sebesar ini, selalu kangen kamu".


"Mana bisa begitu, Senin kan aku sudah mulai ujian akhir semester".


"Owh iya aku lupa, berapa lama jadwal ujian mu?"


"Sepuluh hari senin sampai jumat selama dua pekan" Jelas Lia.


"Hhhmmm...masih lama dong, junior kamu yang sabar ya. masih dua pekan lagi nih kamu harus main sama sabun aja"


"Hahahaa...sayang kamu benar-benar mesum, menjijikan sekali tau hal itu dari mana?"


"Semua pria diseluruh muka bumi juga tau kalau hasratnya tak bisa disalurkan pada istrinya makan akan dituntask dikamar mandi pakai tangan sendiri, pke sabun cuma istilah aja"


"Owhh...begitu,,,trus sekarang kamu tidak sibuk? kow bisa telphon aku?"


"Ini kan jam makan siang kebetulan tidak ada jadwal diluar kantor jadi aku telphon kamu, owh iya beberapa hari lalu aku juga telphon kamu tapi tidaj kamu angkat. Kamu sudah tidur ya?"

__ADS_1


Ferry menahan tawanya mengingat tingkah konyol istrinya hari itu. "Ehhh...itu,,, ahhh iya aku sudah tidur" ucap Lia dengan pipi merona karena malu mengingat kejadian hari itu.


"Ehhh...kenapa pipi istriku jadi merona begitu? hayo katakan dosa apa yang kamu tutuli dari ku" Ferry terus menggoda Lia.


"A..aku tidak menutupi apapun dari mu" Pipi Lia sudah panas karena malu.


"Hhmmm...awas ya kalau kamu selingkuh"


"Mana ada aku selingkuh, bodyguard mu saja tidak pernah jauh dari ku sedetik pun?"


"kamu yakin? bukannya kamu beberapa hari ini selalu diruang studio bersama seorang pria berjam-jam lamanya tanpa pengawasan bodyguard karena dia hanya menunggu diluar runagan?"


"Iya memang, aku diminta dosenku untuk ikut lomba design couple dan kak Joe pasangan couple design ku. Dia itu kakak angkatan ku, dia juga sering memenangkan lomba design selama ini karena beda aliran design dengan ku makanya kami tidak oernah bertemu sebelumnya. Aku baru mengenalnya beberapa hari ini saja"


"Hebat juga dia baru dikenal istriku beberapa hari saja sudah mampu membuat istriku tertawa bahagia dan melupakan suaminya".


"Jangan mengada-ngada tuan Goucher, siapa yang bilang aku melupakan mu, hah?"


"Memang tidak lupa dengan ku? lalu kenapa setiap bersama si Joe itu kamu terlihat bahagia sekali?"


"Ehhh...tunggu dulu kamu tau dari mana aku slalu tertawa bahagia saat bersama kak Joe? owh...pasti ini si bodyguard tukang ngadu...cckckk"


"Tugas dia memang melaporkan semua hal terkait istriku, jangan salahkan dia. Itu tugasnya"


"Kalau begitu aku salahkan sumaiku saja, dia yang meninggalkan ku sendirian, kesepian sampai sangat merindukannya hingga aku bertingkah konyol mengenakan kemejanya dan bicara pada bantal guling yang ku pakaikan baju tidurnya, kalau begitu boleh?"


"Hahahaha...istriku kamu menggemaskan sekali jadi mau peluk"


"Kesini lah aku juga kangen tidur dalam pelukan mu"


"Ya sudah sekarang sudah malam kamu tidur peluk guling yang pakaikan piayama ku lalu pejamkan mata mu dengar suara ku biar terasa aku ada disamping mu"


"Tapi aku masih kangen, masih mau lihat wajah tampan suamiku"


"Kalau begitu berbaringlah, posisikan ponsel mu sejajar dengan wajah mu agar kita masih bisa saling menatap. Nanti juga lama-lama kamu akan terlelap saat mendengar ceritaku".


"Memang kamu mau cerita apa?"

__ADS_1


kira-kira Ferry mau cerita tentang apa ya?


jangan Lupa like, komennya ya readers....semoga kalian belum bosen ya baca karya ku.


__ADS_2