
#Di ruang tv#
Bimo membawa koper turun ke lantai satu dengan tidak sabar untuk melihat isinya. Dia yang berhasil membawa koper turun langsung menariknya ke ruang tv untuk dia cek bersama Mira oleh-olennya.
"Apa yang kamu bawa itu Bim?" tanya Mira heran liat Bimo geret-geret koper.
"Ini oleh-oleh dari kak Lia, katanya semua pesanan ku, kak Mira ada di dalam sini. Aku tinggal ambil sesuai list pesanan ku pada kak Lia, begitu juga kak Mira. Dan di dalam juga ada oleh-oleh untuk mama, mang Ujang dan Si mbok"
Mendengar penjelasan Bimo, Mira hanya mengangguk tanda mengerti lalu dengan tidak sabar membantu Bimo membuka kopernya diatas meja, bahkan mereka lupa akan makan malam. Padahal awalnya Bimo naik keatas karena perutnya keroncongan minta diisi tambah lagi menu makan diatas meja menggiurkan sekali. Tapi semua terkalahkan karena hasrat ingin melihat oleh-oleh barang-barang branded yang sudah ada di depan mata.
Bimo dan Mira sibuk sendiri-sendiri mengambil dan memisahkan oleh-oleh pesanan masing-masing, Mira pun sibuk lombat-lombat kegirangan karena berhasil memiliki barang-barang branded tanpa keluar uang sedikit pun.
"Aaa...tas Channel dari kulit buaya, akhirnya aku memiliki mu, selama ini aku cuma bisa beli yang KW aja sekarang aku punya yang asli" pekik Mira kegirangan sambil memeluk tas Merah nerk Channel.
Binar bahagia terpancar dari mereka berdua. 'Gila akhirnya koleksi Jersi, sepatu futsal, jaket ori ku nambah lagi' gumam Bimo dengan mata berbinar. Bimo lebih cool dari Mira karena pada dasarnya selama ini Bimo masih bisa membeli semua ini pake uang dari papanya, cuma selama papanya sakit Bimo harus mengencangkan ikan pinggang dan tidak terlalu boros belanja hal-hal yang nggak penting. Jadi begitu ada kesempatan malakin kakaknya Bimo tak menyia-nyiakannya.
'Mana nih tas slempang kecil merk fosil pesanan ku untuk kado ultah Cyntia' Bathin Bimo sambil mencari-cari akhirnya dia melihat Mira yang sedang mengenakan tas yang sedang dia cari.
'Perempuan ini, serakah sekali bukan pesenannya juga masih aja di embat' gerutu Bimo lalu bangkit berdiri menghampiri Mira yang sibuk dengan barang-barang branded dari Lia.
"Kak Mira kembali kan tas slempang fosil itu pada ku, aku yang memesannya pada kak Lia"
"Buat apa tas ini, sudah untuk ku saja" sahut Mira tak mau mengembalikan tasnya pada Bimo.
"Kak Mira jangan serakah dong, udah banyak itu kakak aku beliin kamu oleh-oleh barang mahal semua ori lagi. Masih aja mau ngambil punya orang...ckk" Bimo mulai kesal melihat Mira yang tamak.
"Dasar pelit, tas gini aja nggak mau ngasih" Mira melempar tas itu ke arah tubuh Bimo dengan kesal.
"Nah gitu dong jangan suka ngambil yang bukan hak kita, dosa tau" ucap Bimo lalu merapikan semua oleh-oleh miliknya, mama, mang Ujang dan si Mbok ke dalam koper.
"Kak Lia kenapa belum turun ya? apa dia nggak mau makan malam, Ahhh...aku sudah lapar mending aku makan duluan abis itu pulang"
__ADS_1
Bimo pun membawa kopernya kearah ruang tamu agar dia ingat membawanya saat pulang nanti, lalu kembali ke ruang makan untuk makan malam.
"Kamu mau kemana Bim?" tanya Mira heran melihat Bimo tiba-tiba berjalan kearah depan rumah
"Mau makan trus pulang" jawab Bimo singkat.
"Aku juga ikut makan kalau begitu, setelah itu aku juga pulang ke apartemen deh. Kayanya kakak mu nggak akan keluar dari kamar malam ini"
"Kenapa begitu?" tanya Bimo bingung mendengar penuturan Mira
"Anak kecil tidak usaha tau, itu urusan orang dewasa"
Jawab Mira menghindari pertanyaan Bimo karena dia bingung untuk menjelaskannya.
"Aku sebentar lagi jadi mahasiswa kedokteran bukan anak kecil lagi'
"ya..ya..ya,,sekarang kita makan" jawab Mira mengalihkan pembicaraan.
"Apa?"
"Kakak sama kak Rendy pacaran ya?"
"Bisa dibilang begitu, tapi Kamu tau dari mana?"
"Itu kemarin malam kak Rendy datang ke rumah nyariin kakak, trus mama bilang kakak mungkin di rumah kak Lia"
"Trus?"
"Trus mama tanya kenapa tiba-tiba nyari kak Mira, kata kak Rendy kakak lagi ngambek dan kabur menghindari kak Rendy, jadi aku simpulkan kalian sedang menjalin hubungan"
"Owh begitu"
__ADS_1
"Tapi benar kan kesimpulan ku?"
"iya benar"
"koq kakak mau? kan kak Rendy itu cinta banget sama kak Lia dari dulu"
Deng...Mira sontak menghentikan gerakan sendoknya, dada Mira terasa nyeri dan terasa sesak saat mendengar ucapan Bimo. 'Jangan-jangan aku cuma dijadiin pelarian dan pemuas nafsunya saja seperti aku selama ini melakukannya pada laki-laki mereka cuma jadi tempat pelampiasan hasrat ku tanpa ada cinta sedikit pun'. 'Apa ini karma?'
"Kak Mira...kak, kenapa kamu diam saja?" 'waduh gawat apa barusan aku salah ngomong ya..aduh congor ini kenapa tidak bisa dol gini sih' gerutu Bimo dalam hati saat melihat Mira jadi terdiam karena pertanyaannya.
"Kak..Kak Mira"
"Ehh...iya Bimo kenapa? maaf kakak jadi melamun. tadi kamu tanya apa?"
"Sudah lupakan saja kak, ayo kita lanjutkan makannya"
Mira hanya mengangguk, namun dia sudah kehilangan ***** makannya. Rasanya sakit hati sekali membayangkan kalau Rendy cuma menjadikannya pelampiasan dan pelarian dari Lia saja. 'Bagaimana kalau perasaan ku ini benar?, apa yang harus aku lakukan?'
Pikiran Mira jadi kacau balau, sedangkan Bimo jadi merasa tak enak hati melihat Mira jadi melamun dan tak lagi melanjutkan makannya, dia cuma sibuk mengaduk-aduk nasi di piring tanpa dimakan sama sekali lagi.
'Ahh...bodo amat lah, lagian kan aku hanya bertanya saja, siapa suruh dia baperan?' gumam Bimo tak mau disalahkan.
Bimo pun melanjukan makannya dengan santainya tanpa perduli Mira yang masih sibuk dengan pikirannya.
"Kak Mira aku udah selesai makan, kamu makan lah pelan-pelan aku pulang dulu. Kalau nanti kakak ketemu kakak Lia dan Kak Ferry sampaikan salam dan ucapan terima kasih ku untuk oleh-oleh plus makan malamnya" Ujar Bimo sambil menepuk bahu Mira.
"Oke hati-hati". 'Bocah ini seenaknya saja habis mengacaukan hatiku dia maen pulang duluan aja, Ahhh...dari pada galau mending aku makan biar kenyang lalu pulang ke apartemen, soal hubungan ku dengan Rendy jalani saja lah ngapain di bikin pusing' Bathin Mira akhirnya tak mau ambil pusing.
Selesai makan dan merapikan meja makan dan mencuci piring kotor, Mira menunggu Lia turun namun tak terlihat akan turun. 'Nampaknya Ferry melahapnya habis-habisan malam ini karena dia besok pagi akan kembali ke negara A. Lebih baik aku pulang sekarang percuma menunggu mereka yang sedang wekiwik josss'
Mira pun merapikan oleh-oleh dari Lia ke dalam Paperbag kembali dan membawanya menuju mobilnya lalu dia kembali ke apartemen miliknya.
__ADS_1
Hai readers masih semangat kan baca karya ku semoga kalian nggak bosen ya bacanya...ditunggu komen, like dan votenya.