Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Acara Perjamuan (Part 2)


__ADS_3

"Sayang, boleh tidak ambilkan buku sketsa dan alat gambar ku" pinta Lia karena dia mulai bosan berbaring di ranjang tak melakukan apapun.


"Katanya lelah kenapa malah mau menggambar? hah?" ucap ferry sambil memberikan apa yang Lia minta.


"Aku lelah bukan berarti mau tidur kan, wheeee" Lia menyambut alat gambar yang Ferry berikan.


'Aiishh...kenapa gadis ini menggemaskan sekali, lebih baik jaga jarak dengannya dia seorang pasien saat ini' bathin Ferry langsung memutar tubuhnya dan garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Suami, kamu baik-baik aja kan?" tanya Lia bingung melihat suaminya yang agak aneh seperti sedang menjaga jarak dengannya.


"Aku baik-baik saja, kamu sibuk lah dulu aku masih ada kerjaan yang belum selesai" sahut Ferry sambil sibuk dengan laptopnya.


"Suami" panggil Lia lagi membuat Ferry mengangkat wajahnya dan melihat ke arah Lia.


"Ada yang kamu butuhkan lagi sayang ku?" tanya Ferry sambil bangkit dari duduknya.


"Ponsel ku di mana ya? sejak kejadian jatuh di jurang aku belom liat ponsel ku?" Ujar Lia takut memancing amarah Ferry.


"Ponsel mu rusak saat kejadian itu tapi aku sudah minta Jerry memperbaikinya. Sebentar aku telphon Jerry biar seseorang mengantarnya ke sini" Ujar Ferry lalu menelphon Jerry.


"Suam, boleh pinjem ponsel mu? aku harus telphon Ami pasti dia cemas soal gaunnya, waktu itu aku janjian dengannya untuk ketemu di apartemen lalu".


*Ya tuhan, aku lupa saat kamu masih di rumah sakit. Ami menelphon ku menanyakan mu, karena kamu sedang tertidur aku tidak memberitahu mu tapi karena sibuk aku jadi lupa menyampaikannya pada mu" ujar Ferry sambil senyum-senyum canggung melihat wajah Lia jadi masam.


"Maaf ya sayang ku, aku benar lupa" rengek Ferry manja agar Lia tidak ngambek.


"Kamu bilang apa ke Ami?" tanya Lia mengintrogasi sang suami.


"Aku bilang kamu lagi tidur dan telphon lagi lain kali saja karena ponsel Lia sedang rusak. lalu dia bilang kalau dia ke apartemen kita tapi tidak ada yang membukakan pintu, Aku bilang ketemu lain kali saja karena saat ini Lia sedang tidak nyaman untuk bertemu karena Lia sedang di rawat di rumah sakit. Tapi aku tidak memberi tahu Ami rumah sakitnya, biar dia tidak datang menjenguk mu...hehehe" Ferry cengengesan sambil mengusap tengkuknya menghilangkan kecanggungan ditatap Lia begitu tajam.


"Sayang ku, kamu marah? kenapa wajah mu seperti itu" Ferry makin salah tingkah.


"Iya yank, aku minta maaf ya istri ku, aku tau aku salah. Tapi aku benar-benar lupa bilang, please jangan marah. Ini pakai lah ponsel ku kamu bisa menelphon Ami sekarang" ujar Ferry sambil memberikan ponselnya.


Lia menyambar ponsel Ferry dan langsung mencari kontak Ami tapi tidak ada. 'Ehh,,si beruang kutub tidak menyimpan nomer Ami?' bathin Lia sambil tiba-tiba melihat ke arah Ferry.


"Kenapa? ada apa di dalam ponsel ku sampai membuat wajah mu begitu?" tanya Ferry agak bingung.'Perasaan tidak ada sesuatu yang aneh di dalam ponsel ku, tapi kenapa wajah Lia begitu aneh?' bathin Ferry.


"Kenapa tidak ada nomer Ami di ponsel mu?" tanya Lia membuat Ferry bisa bernafas lega.

__ADS_1


"Ternyata itu, aku memang tidak pernah menyimpan nomer telphon siapa pun yang tidak ada kaitannya dengan hidup ku" Ujar Ferry santai.


"Terus gimana aku bisa telphon Ami kalau aku saja tidak hafal nomernya" gumam Lia putus asa.


"Sini aku carikan nomernya di riwayan panggilan telphon" ucap Ferry membuat senyum Lia terkembang.


"Nah, kalau senyum gini kan istri ku jadi terlihat makin cantik" goda Ferry sambil mencolek hidung mungil Lia.


"Hallo tuan Ferry, ada apa kamu menelphon ku?" tanya Ami di ujung telphon, Ferry langsung menyodorkan ponselnya ke Lia.


"Hallo Ami, ini aku Lia" sahut Lia cepat begitu ponsel Ferry ditangannya sambil menon aktifkan tombol speaker.


"Designer Lia, bagaimana kondisi mu? Aku dengar kamu masuk rumah sakit"


"Aku sudah baik-baik saja, tinggal kaki ku masih dalam pemulihan jadi belum bisa bergerak bebas"


"Kenapa begitu?" tanya Ami heran karena sepengetahuannya Ami, Lia baru tiba di negara A beberapa hari lalu, tau-tau masuk rumah sakit dan kini kakinya pun masih dalam pemulihan.


Lia pun menjelaskan pada Ami apa yang dia alami sampai harus masuk rumah sakit dan mengalami cidera pada kakinya.


"Oh God, syukurlah kamu masih selamat. Next kamu harus lebih hati-hati agar hal seperti itu tidak terulang lagi" nasehat Ami dengan penuh perhatian.


"Aku minta maaf ya Ami gaun mu jadi belum bisa aku berikan pada mu sekarang"


"Atau aku minta seseorang untuk mengantarnya ke rumah mu, jika memang ada yang belum pas atau sesuai dengan hati mu jadi aku masih bisa memperbaikinya agar sesuai dengan mu, bagaimana?"


"Apa tidak merepotkan mu?"


"Tidak repot, kamu kirim lah alamat rumah mu ke nomer Ferry karena ponsel ku masih diperbaiki"


"Baiklah kalau begitu, maaf merepotkan mu?"


"ini semua tanggung jawab ku, tidak usah sungkan"


"Terima kasih designer Lia, kalau gitu aku tidak mengganggu mu lagi"


"Sama-sama" ucap Lia mengakhiri panggilan telphon dengan Ami.


Ferry yang masih setia duduk di tepi ranjang Lia sambil mendengarkan sang istri mengobrol, Ferry memandangi wajah Lia dengan penuh cinta, dia pun senyum-senyum sendiri membayangkan saat pertama kali mereka bertemu bagaimana Lia marah-marah saat Ferry dengan santai mengecup pipinya sampai akhirnya Lia termakan bujuk rayunya dan setuju menikah dadakan dengannya.

__ADS_1


"Suami, kamu kenapa melihat ku begitu?" Lia jadi salah tingkah melihat Ferry menatapnya seperti saat akan memakannya sampai habis. "Ingat aku ini seorang pasien" ujar Lia membuat Ferry tertawa.


"Hahahaa...sayang yang sakit itu kaki mi, aki tidak membutuhkannya dan aku punya cari agar tidak menyakiti kaki mi tapi tetap bisa memakan mu"


Ferry mendekatkan wajahnya ke dekat wajah Lia. "Suami, jangan mendekat" Lia mendorong tubuh Ferry sambil memejamkan matanya.


"Aku cuma mau mengambil ponsel ku, apa yang kamu pikir kan memangnya....hahahaha" ujar Ferry santai sambil berlalu meninggalkan Lia yang sudah merona merah wajahnya karena malu.


'Iiiishhh...bule rese bisa-bisa dia membuat ku jadi piktor gini...huuffft' gerutu Lia sambil menarik selimut menutupi wajahnya karena dia sangat malu.


"Sudah tidak menggoda mu lagi, buka selimutnya nanti kamu akan kepanasan kalau seperti ini" ucap Ferry sambil menarik selimut yang menutupi Lia.


"Kamu jahat" ujar Lia sambil memukul dada Ferry pelan.


"Iya...iya aku jahat, maaf ya sayang ku. Tapi jujur aku sangat suka kamu yang malu-malu seperti ini sangat menggoda"


"Tuh kan...mulai lagi" ucap Lia kembali memukul dada Ferry dan Ferry langsung memeluk tubuh mungil Lia.


"Aku sudah minta Jerry untuk mengurus soal gaun Ami. Jadi kamu bisa istirahat dengan tenang sekarang, jangan sibuk mendesign lagi".


"Dan satu lagi sebelum aku lupa, kamu telphon Mira sana. Dia selalu mengganggu ku tiap hari karena tidak mengizinkan mu bicara dengannya,salahkan dirinya sendiri tiap kali dia menelphon pasti kamu sedang tidur"


"Kamu bilang apa ke Mira?" aku cuma bilang kamu tidur, trus dia tanya kenapa ponsel mu mati?, mama dan Bimo juga pernah telphon saat kamu tidur, dan bertanya hal yang sama pada ku. Aku hanya jawab kamu tidur dan ponsel mu rusak sedang diperbaiki karena Lia tidak mau ganti ponsel yang baru".


"Mama nggak curiga kamu bohong kan?"


"Mana ada aku bohong, kan memang pas mereka telphon kamu sedang tidur dan ponsel mu beneran rusak...ckck" gumam Ferry tak terima dibilang bohong.


"Ehh...iya ya,hehehee" Lia yang sadar salah ucap cengar-cengir sendiri menutupi kebodohannya.


"Kamu mau telphon mama, Bimo atau Mira tidak?" Mendengar pertanyaan Ferry, Lia diam sejenak memikirkan perlu tidak menelphon mereka.


"Aku rasa sebaiknya tidak sekarang, aku takut mereka banyak bertanya malah bikin aku susah sendiri nantinya" sahut Lia dengan ragu.


"Baiklah, soal perjamuan nanti malam. Kamu mau hadir tidak?" tanya Ferry penuh harap Lia bersedia ikut.


"Kaki ku masih belum begitu nyaman menggunakan high heel" sahut Lia sekenanya.


'Maaf ya sayang, aku tidak bisa menemani mu belum saatnya kita terlihat terlalu dekat' bathin Lia

__ADS_1


"Aku akan minta Beti menemani mu di kamar saat aku pergi nanti, aku janji tidak akan lama di sana" ucap Ferry


jangan Lupa like and komen kakak


__ADS_2