Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Home Sweet Home


__ADS_3

Lia sampai di apartemen sudah jam tujuh malam. 'Sepertinya mandi berendam enak nih' bathin Lia sambil melangkah gontai menuju unit apartementnya.


"Assalamualaikum" ucap Lia saat masuk dan terlihat seluruh ruangan sudah terang benderang tanda sang suami sudah sampai lebih dulu.


"Waalaikumsalam, capek banget ya?" tanya Ferry yang diangguki pelan oleh Lia.


"Ya sudah kamu mandi lah dulu gih, biar seger. Aku lanjut siapin makan malam sebentar lagi beres" ucap Ferry yang keluar dari dapur menyambut istri kesayangannya yang nampak lelah.


"oke" Sahut Lia sambil berjalan ke kamar membersihkan diri sesuai niatnya mandi berendam air garam, susu dan aroma therapy.


"Memang bener deh pepatah home sweet home, nggak ada yang senyaman rumah sendiri" bathin Lia sambil menikmati mandi berendam, Lia merasakan nyamanannya tinggal di rumah dengan suami yang mau repot bekerja sama dengannya mengurus rumah saat dirinya tak berenergi dan tak memiliki waktu.


Setengah jam sudah berlalu Ferry sudah selesai menyiapkan makan malam tapi Lia tak juga muncul. 'Jangan bilang wanita ini ketiduran di bath tube' gumam Ferry langsung melangkah cepat menuju kamar untuk memastikan keberadaan Lia.


"Sayang, kamu mandi apa tidur?" teriak Ferry sambil mengetok pintu kamar mandi dengan tidak sabar.


Lia langsung membuka kedua matanya karena kaget mendengar gedoran pintu dan teriakan Ferry.


"Iya sebentar lagi aku keluar" sahut Lia sambil membilas badannya di shower dan keluar mengenakan bathrobe dan handuk yang tergulung di rambutnya.


"Kamu ketiduran ya?" tanya Ferry dengan wajah kesal karena dia paling tidak suka Lia mandi berendam sampai ketiduran karena bisa masuk angin kalau air hangatnya sudah berubah jadi dingin.


"Hehehehehe....maaf ya suami abis capek banget" ucap Lia sambil mencium pipi sang suami agar masalah ini tidak diperpanjang.


"Sepertinya aku harus ganti bath tubenya deh ganti sama model Jacuzzi deh biar pas kamu mandi berendam air tetep hangat walau kamu ketiduran aku tidak perlu cemas kamu masuk angin" ujar Ferry yang langsung ditolak Lia.


"Nggak usah suam, ribet. Aku janji ini terakhir kali deh aku mandi berendam dengan pintu terkunci" mendengar ucapan Lia membuat Ferry bengong tak mengerti arah pembicaraan Lia.


"Kamu sedang menggoda ku?" gumam Ferry yang terdengar Lia


"Idiih geer amat jadi suami, maksudnya. itu pas aku mandi berendam pintu nggak aku kunci jadi kalau aku ketiduran, kamu banguninnya gampang, so air nggak akan sampai dingin, jadi aku nggak akan masuk angin" Jelas Lia panjang lebar sambil sibuk ganti baju di dalam walk in closed yang hanya diangguki Ferry tanda mengerti tapi otak Ferry sih nggak sejalan sama maksud Lia...(tau dong readers kemana arahnya otak Ferry nggak usah dijelasin lagi yes...hehehe).


"Sini aku bantu ngeringin rambutnya" ucap Ferry sambil menyalakan hairdryer bersiap membantu mengeringkan rambut Lia. Baru setelah itu mereka makan malam.

__ADS_1


"Yank masalah mami jadinya gimana tadi?" tanya Ferry disela-sela makan.


"Mami jadinya ke ruangan papi karena tidak berhasil ketemu aku, jadi kita janjian ulang besok pagi" sahut Lia santai


"Besok mau berangkat bareng tidak?" tawaran Ferry langsung ditolak Lia.


"Sombong" sahut Ferry dengan nada kesal tak terima ajakannya ditolak gitu aja sama Lia.


"Kita belum terlihat bersama aja Cesil udah kepo tau, udah deh kamu jangan ganggu kerja ku selama di perusahaan dan nggak usah panggil-panggil aku sering-sering naik ke ruangan mu" ucap Lia sambil memasang muka jutek


"Kenapa? suka-suka aku, kan aku bosnya" jawab Ferry semena-mena.


"Mami aja juga udah ngelarang aku naik ke ruangan kamu, kalau kamu nggak percaya telphon mami aja" tantang Lia biar Ferry yakin apa yang Lia ucapkan itu benar.


"Aiishh...kalian berdua sekongkol" sahut Ferry masih tak terima


"Aku kan jarang-jarang dateng ke perusahaan jam kerja ku juga terbatas kalau aku habiskan sama kamu kapan aku kerjanya?" celoteh Lia panjang membuat Ferry akhirnya menyerah tak berdaya membantah lagi.


"Baiklah nyonya muda Goucher anda menang, hamba akan lakukan semuanya sesuai titah nyonya muda" ujar Ferry membuat senyum manis terkembang di wajah Lia.


"Istri ku makin hebat aja ngegombalnya" sahut Ferry pura-pura acuh padahal dalam hati sudah mau loncat kegirangan digombalin Lia kaya gitu.


"ini bukan gombal suam, tulus dari hati sanubari ku. Kalau kamu nggak percaya belah lah dada ku, nanti kamu lihat disana hanya ada nama mu yang terukir dengan indah....hehehe" Lia mulai asal bicara untuk menyenangkan Ferry.


"Sayang kamu kenapa jadi alay gini sih? ckckckck" Ferry mulai curiga dengan tingkah Lia yang tidak biasa. "Ayo bilang kamu sudah bikin ulah apa sampai lebay banget pengen bikin aku senengnya" tanya Ferry sambil memicingkan matanya menatap manik mata Lia, membuat yang ditatap jadi salah tingkah.


"Hehehehe...Suami ku kamu jangan marah ya, ini aku lakuin cuma karena males ribut aja koq" tutur Lia berusaha membenarkan apa yang dia lakukan.


"Emang kamu ngelakuin apa sih yank?" tanya Ferry makin penasaran melihat tingkah sang istri. "Asal bukan selingkuh aku tidak akan marah koq, sudah cepat katakan" ujar Ferry mulai tak sabar.


"Itu suam, ak...aku menggunakan uang kamu untuk bayar ganti rugi ke Merry" Lia menjelaskan semua yang terjadi sebelum Lia meninggalkan perusahaan.


"Sebenernya aku sudah tau yank soal ini, tadi saat notifikasi penggunaan kartu masuk ke ponsel ku, Jerry sudah menjelaskan semuanya pada ku"

__ADS_1


"Aiiisshh...tau gitu aku tadi nggak usah repot-repot bicara sok manis" gumam Lia yang masih terdengar Ferry.


"Bikin seneng suami aja pakai menyesal...ckckckck" gerutu Ferry begitu mendengar penuturan Lia.


"Bukan gitu suam, aku tuh udah nggak enak hati banget sama kamu, kemaren udah ngabisin lima puluh ribu dollar dan hari ini dua puluh lima ribu dollar buat alasan konyol lagi" tutur Lia penyesalan andai aja bukan karena terburu-buru Lia nggak akan semudah itu mengalah pada Merry tapi nasi sudah jadi bubur disesali pun tak bisa kembali.


"Sudah lupakan saja, itu hanya uang receh bagi suami mu ini" ujar Ferry jumawa membuat Lia tertawa


"Owh iya aku lupa suami ku kan anak sulthan ya...hahahaha" mereka berdua pun tertawa bersama dan menyelesaikan makan malamnya dengan harmonis.


Selesai makan malam Ferry yang masih ada kerjaan pamit ke ruang kerja dan Lia merapikan meja makan serta membersihkan dapur baru setelah itu Lia langsung ngeloyor masuk kamar bersiap tidur nyenyak tanpa gangguan dari Ferry.


tapi Lia yang sudah sempat ketiduran saat berendam membuatnya mengalami kesulitan untuk tidur cepat, Lia sudah bolak balik ke kanan ke kiri tetap aja matanya tak mau terpejam.


'Aiishhh tadi bawaannya ngantuk dan ingin cepat tidur sekarang malah tidak mengantuk sama sekali, huh' gerutu Lia dalam hati akhirnya Lia pun memutuskan untuk duduk bersandar diatas ranjang lalu membuka aplikasi NT untuk membaca novel online, Lia berharap bisa membuatnya cepat mengantuk dan tertidur sebelum si bule ganteng datang mengganggunya.


Sedangkan Ferry diruang kerjanya sibuk, dia sibuk bukan mengurus pekerjaan di Goucher Corp melainkan sibuk dengan proses pembangun perusahan baru di negara IND dan membangun kekuatan untuk bisa merebut kembali perusahaan yang di bangun oleh ayah mertuanya. Semua ini Ferry lakukan tanpa sepengetahuan Lia.


Sebenarnya usaha Ferry akan lebih mudah jika menggunakan nama Goucher Corp tapi masalahnya dia belum menjadi presdir di Goucher Corp jadi jika ingin melakukan sesuatu ruang geraknya masih terbatas terutama terkait penggunaan dana dia masih harus mendapat ACC dari papi, Ferry yakin begitu papinya tau tujuan Ferry pasti langsung di cut, itu lah sebabnya Ferry membangun perusahaannya sendiri melalui sektor properti dan sektor wisata agar dana cepat berputar sehingga bisa melebarkan sayapnya.


Tapi jika pergerakan perusahaan barunya terlalu cepat berkembang Ferry juga khawatir kalau mafia-mafia di negara IND akan menargetkan dirinya. Sehingga untuk menghindari itu semua Ferry meminta Leon mulai membangun kekuatan bawah untuk nya di negara IND.


Setelah sibuk berkutat dengan laptop dan berkas-berkas yang di email Aditya akhirnya pekerjaan Ferry selesai dan dia pun kembali ke kamarnya.


'Ehh...tumben masih terang' gumam Ferry saat melihat cahaya lampu kamar masih terang.


Ferry mempercepat langkahnya mau melihat apa penyebab lampu kamar masih menyala. 'Masa Lia belum tidur katanya tadi capek....ckckck' gumam Ferry dalam hati sambil melangkah menuju kamarnya.


"Hhhmm...kirain belum tidur ternyata malah ketiduran di meja" gumam Ferry mendekati Lia melihat apa yang di sibukannya sampai ketiduran.


"Ehh,,,sejak kapan wanita ini mulai mendesign perhiasan? apa dia mau pindah haluan atau ini tugas kuliahnya ya?" bathin Ferry memandangin kertas-kertas di meja yang berserakan bergambar sketsa setengah jadi semuanya.


Setelah merapikan kertas yang berserakan, Ferry menggendong Lia yang tertidur pulas ke atas ranjang dan dia pun ikut tertidur lelap sambil memeluk tubuh Lia.

__ADS_1


jangan lupa like and komen ya readers, yang baik boleh lah bagi votenya....heheheehe


__ADS_2