Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
YZ Collection (part 3)


__ADS_3

"Pak Dee mau ketemu tuan muda?" sapa Jerry saat melihat pak Dee.


"Bukan, saya mau anter istri bos" sahut pak Dee membuat Jerry bingung karena dia tidak melihat Lia karena tertutup tubuh pak Dee.


"Hai Jerry, apa kabar?" sapa Lia dengan senyum manis membuat Jerry terpaku.


"Nyonya muda" pekik Jerry membuat Arin berdiri penasaran mau lihat wajah wanita yang bikin bos kulkas dua pintunya klepek-klepek.


'Gila aslinya lebih cantik dari di foto, dan pas senyum bener-bener kaya bidadari berhati baik turun dari langit' gumam Arin dalam hati memandangi Lia terpesona.


"Langsung masuk saja nyonya, tuan muda ada di dalam koq" mendengar ucapan Jerry, Lia pun melangkah ke pintu ruangan Ferry setelah pamit dan mengucapkan terima kasih dengan pak Dee.


'Pantes saja tadi di tanya mau makan diluar katanya mau di kantor saja, ternyata nyonya muda mau kesini toh, Aku pikir tumben banget kerjaan lagi tidak banyak bos betah banget di kantor, biasanya sibuk mau nyamperin istrinya..ckckck' gumam Jerry dalam hati sambil melihat Lia berlalu dan berdiri sendirian karena pak Dee pun sudah pergi ke lift untuk makan siang dikantin kantor.


"Mba Arin saya masuk ya?" sapa Lia saat melihat Arin berdiri melamun di depan mejanya.


"Mba Arin" sapa Lia agak kencang menyadarkan Arin dari lamunannya.


"Mau masuk ya nyonya muda, langsung aja. Bos udah nungguin dari tadi.."


kring....kring telphon dimeja Arin berdering. "Tuh pasti si boss nanya koq nyonya belum sampe juga...hehehe"


"Ya Sudah saya masuk dulu ya mba Arin" pamit Lia dengan senyum manis meninggalkan Arin yang terpaku menatap kepergian istri bosnya.


Kreeek...suara pintu di buka Ferry tanpa menoleh untuk melihat siapa yang masuk, langsung ngomel.


"Kamu mulai berani ya masuk ke ruangan saya tidak ketuk pintu dulu. Saya telphon juga dari tadi tidak diangkat, sudah bosan kerja, hah"


"Marah-marah aja sih yank, kaya cewe lagi dateng bulan, sensi banget" goda Lia yang langsung membuat wajah muram sang tuan muda sumbringah begitu mendengar suara sang istri tercinta.


Ferry langsung berdiri dari kursinya menghampiri Lia dan menarik tubuh mungil sang istri kedalam pelukannya. "Gimana suka tidak kerja di sini?" tanya Ferry sambil membawa Lia ke sofa setelah mengurai pelukan mereka, agar tidak lelah berdiri terlalu lama.


"So far so good, soalnya aku belum ketemu mak lampir fans berat kamu...Hehehehe" sahut Lia santai membuat Ferry menjawil hidung Lia.


"Aku balik ke ruangan ku ya, ada mami soalnya" ucap Lia sambil menepuk jidatnya.


"Mami? kesini?" tanya Ferry mengerenyitkan alisnya tak percaya dengan apa yang dia dengar.


"Iya suam, mami tadi tuh janjian sama aku mau ketemuan di YZ Collection buat bikin gaun" jelas Lia membuat Ferry ber'o' ria tapi tak melepas pelukannya pada Lia


"Sayang lepas dulu, kasian mami" Lia berusaha melepas pelukan Ferry sambil merengek tapi Ferry acuh tak acuh.


"Mami akan baik-baik aja, lagian mami sudah tau kan kamu disini?" Lia mengangguk pelan mendengar pertanya Ferry. "Tuh kalau sudah tau aku jamin semua akan baik-baik aja, paling mami akan datang kesini lagi besok" ujar Ferry.


"Udah laper belom? kita makan siang sekarang yuk" ajak Ferry yang di setujui Lia. Mereka berdua makan dengan harmonis, suasana hati sang tuan muda cerah seperti langit pada musim panas, wajah Ferry di hiasi senyuman sepanjang mereka berdua makan bersama.


"Suam, kamu baik-baik aja kan? jangan senyum terus nanti bibir mu kering" ujar Lia ingin meledek Ferry siapa sangka malah di balas dengan kata-kata maut yang membuat Lia tak berkutik lagi.

__ADS_1


"Ada bibir mu yang akan membuat bibir ku basah lagi" sahut Ferry sambil senyum menggoda membuat wajah Lia jadi merona di tatap Ferry.


"Sayang berhenti menatap ku" teriak Lia sambil menutup wajah Ferry dengan tangannya.


Hal ini tak disia-siakan Ferry dia langsung menarik Lia dalam dekapannya dan mencium bibir merah nan mungil yang membuatnya ketagihan ingin terus menciumnya.


"Suami aku masih ada kuliah jam dua tiga puluh nanti dan tas ku masih di ruangan ku. Jadi please lepasin aku sekarang ya"


"Baiklah, tapi kamu harus menebusnya nanti malam"


"Iya...iya yang penting lepasin aku sekarang" akhirnya Ferry melepaskan Lia dan Lia langsung berlari keluar ruangan Ferry.


"Kamu jangan lari-larian kaya gitu nanti jatuh" teriak Ferry melihat Lia berlari menjauhinya.


"Nggak akan wheeeell" Lia menjulurkan lidahnya kearah Ferry saat di depan pintu.


Ferry membalasnya dengan kiss jauh membuat Lia langsung keluar dan membanting pintu lumayan keras karena terlalu terburu-buru.


"Ehh, nyonya muda. Kirain siapa? sudah selesai makan siangnya?" Ujar Arin yang kaget mendengar bantingan pintu.


"Maaf ya, Arin jadi kaget ya" ucap Lia canggung dengan tingkahnya sendiri.


"Kamu itu ya, emang tidak bisa pelan-pelan nutup pintunya, hah" ujar Ferry saat membuka pintu membuat Lia berbalik dengan cengir salah tingkahnya


"Nggak sengaja, buru-buru suam" Ferry melihat Lia yang sudah salah tingkah malah makin menggodanya membuat wajahnya langsung merah padam karena malu ada Arin di depan mereka berdua tapi Ferry malah bersikap seakan-akan ingin mencium Lia.


"Jangan bilang kamu mengharap aku mencium mu tadi" bisik Ferry ditelinga Lia.


Lia langsung mendorong tubuh Ferry dan berlari menuju lift. Ferry tertawa melihat tingkah sang istri. "Hati-hati istri ku jangan lari buru-buru" teriak Ferry sambil melihat tubuh sang istri, begitu Lia masuk kedalam lift baru lah Ferry masuk ke ruangannya.


"Panggil OB untuk membersihkan ruangan ku" ucap Ferry dengan mimik wajah langsung berubah seratus delapan puluh derajat.


"Baik tuan muda" sahut Arin cepat. 'Ishh,,,tadi padahal aku lihat si boss senyum bahkan tertawa saat bersama tuan muda. Ehh,,sekarang balik lagi mode kulkas dua pintunnya. padahal si boss makin ganteng gitu pas senyum, bener-bener hebat banget nyonya muda bisa naklukin hati beruang kutub...ckcckk' gumam Arin dalam hati. sebelum menelphon OB.


Sedangkan Mami yang sudah sampai di YZ Collection tidak bisa menemukan Lia malah di sambut Merry yang baru tiba di YZ Collection usai makan siang.


"Tante? kesini cari siapa?" sapa Merry ramah mencium pipi kanan dan kiri mami Ferry karena memang mereka kenal dekat dari dulu tapi bukan berarti mami setuju Merry jadi menantunya.


"Tante kesini mau buat gaun, kata Ferry designer yang masuk majalah dan design bajunya lagi dikagumi banyak orang sekarang kerja di YZ Collection, makannya tante mau ketemu dia"


"Owh tante mau buat gaun? ayo biar Merry buatkan gaun untuk tante" ujar Merry antusias.


"Tidak usah merepokan kamu, tante cuma penasaran aja bener tidak designer itu hasil kerjanya sebagus yang dirumorkan orang" sahut Mami sekenanya males berdebat dengan Merry.


"Tidak repot koq tante, yuk ke ruangan Merry dulu. Biar kita bisa ngobrol-ngobrol soal gaun apa yang mau tante buat" ajak Merry sambil mencoba menggandeng tangan mami.


"Nyonya presdir, maaf saya baru selesai makan siang tidak tau nyonya akan ke sini" ucap Cesil yang muncul tergesa-gesa sambil berlarian setelah pak Dee menelphonnya.

__ADS_1


"Kamu siapa?" tanya mami melihat Cesil yang terengah-engah habis berlari sambil melepas gandengan tangan Merry


"Saya Cesil, kepala manager department design. Maaf sebelumnya nyonya presdir datang kesini ada yang bisa saya bantu?" tanya Cesil ramah setelah memperkenalkan diri.


"Saya mau ketemu dengan designer yang lagi viral" kata mami acuh tak acuh.


"Maksud nyonya presdir, designer Lia?" tanya Cesil hati-hati takut salah bicara.


"Iya itu, mana orangnya?" tanya mami mulai keluar arogan istri presdirnya.


"Maaf nyonya besar designer Lia sedang pergi dengan direktur pemasaran, saya juga kurang tau kemana karena direktur tidak mau kasih tau saya tadi" Jelas Cesil tak berdaya.


"Hhhmmm...apa dia akan kembali kesini?" tanya mami mulai putus asa.


"Harusnya kembali nyonya presdir, karena tasnya masih ada di ruangannya" jelas Cesil "Apa nyonya mau menunggu di ruangan designer Lia?"


"Tidak usah deh, kalau memang tidak ada designernya. Saya ke ruangan anak ganteng aja deh" ucap mami ingin menghindar dari Merry siapa sangka malah bikin Merry makin agresif.


"Aku ikut ke tempat kak Ferry boleh ya tante" rengek Merry membuat mami sakit kepala.


'Anak ini bener-bener sudah putus urat malunya, sudah tau anak lelaki ku tidak menyukainya masih saja nyosor' gumama mami dalam hati tak berdaya.


'Issshh...tidak tau malu sudah ditolak masih aja tidak menyerah' gumam Cesil dalam hati melihat tingkah Merry yang sok dekat dan manja pada istri presdir.


"Tidak usah ikut deh, tante tidak mau nantinya diambekin anak ganteng gara-gara bawa kamu" sahut mami acuh tak acuh.


"Please tante boleh ya" rengek Merry makin manja membuat kepala mami pusing.


"Cesil kamu tolong atur jadwal saya besok ketemu designer Lia, bisa?" ucap Mami mengacuhkan rengekan Merry.


"Besok pagi sampai jam sebelas nona Lia ada jadwal datang ke YZ Collection, pesan nyonya presdir akan saya sampaikan pada designer Lia nanti" sahut Cesil cepat.


"Oke, kalau gitu saya ke ruangan suami saya dulu. Kamu masih mau ikut Merry ketemu om Juan"


Mendengar ucapan mami, Merry melepas pegangan tangannyanya. " tidak deh tante, salam aja sama om Juan. Merry balik ke ruangan Merry kalau gitu" ucap Merry sambil mengepal kedua tangannya sampai kukunya melukai tangan Merry tapi dia tak merasa sakit karena perasaan kesal dan sakit hati di perlakukan semena-mena oleh oleh mami.


Melihat tontonan gratis aksi Merry membuat Cesil senyum menyeringai karena tak kuasa menahan tawa, melihat Merry di tolak mentah-mentah sama istri presdir. Hal ini membuat Merry jadi bahan tertawaan karyawan departemen design.


'Lihat designer Merry benar-benar kasian ditolak anaknya sekarang ditolak ibunya'


"iya, wanita cantik dan kaya tapi tidak tahu malu"


"itu karena terlalu cinta"


"Cinta sudah ditolak harusnya tau diri kali"


"Kalian ribut apa? sudah semuanya kembali bekerja jangan malas-malasan" ujar Cesil sambil berjalan menuju ke ruangan Lia untuk mencari Rose dan Denis.

__ADS_1


jangan lupa like and komen ya readers tersayang.


__ADS_2