Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Apa ini?


__ADS_3

Seperti pagi biasanya mereka berdua sibuk dengan rutinitas yang sama berbagi pekerjaan rumah agar semua terurus dengan baik dan tidak terlambat melakukan aktivitas lainnya.


"Kapan istri ku mau berangkat kerja satu mobil dengan ku?" ucap Ferry tak rela melepas pelukannya pada sang istri saat sudah di depan lobby apartemen dimana dua buah mobil sedah tiba untuk menjemput mereka berdua.


"Udah dong suam, jangan ngeributin hal yang sama tiap saat mau berpisah. Percuma kan nggak akan merubah apapun" sahut Lia berusaha mengurai pelukan mereka tapi si bule makin erat meluknya.


"Namanya juga usaha, siapa yang tau kamu hari ini berubah pikiran....hehehe" kekeh Ferry penuh harap sambil mencium kening Lia. "Hati-hati di jalan jangan capek-capek dan makan siang" pesan Ferry sebelum dia melepas kepergian sang istri.


"Kamu juga, love you" ucap Lia sambil memberikan ciuman jauh dari jendela mobil karena sang suami masih berdiri memandanginya.


"Love you too" sahut Ferry sambil menyambut ciuman jauh Lia dan menyimpannya di dalam hati.


Jerry yang melihat kelakuan sang boss tak bisa percaya dengan apa yang barusan dia lihat. 'Apa itu masih Ferry Goucher yang sama?' Jerry tertegun hingga tak menyadari sang boss sudah duduk di dalam mobil.


"Tidak ada yang mau kamu laporkan pada ku pagi ini?" suara bariton Ferry menyadarkan Jerry dari lamunannya.


"Maaf tuan muda" ucap Jerry canggung.


"Kelihatannya belakangan ini kamu banyak senggang" sahut Ferry mengejek Jerry yang melamun.


"Bukan begitu tuan muda, saya tadi jadi terbawa suasana saat melihat asik pria dingin begitu romantis saat berpisah dengan istrinya" ledek Jerry membuat Ferry malu dan sempat muncul lengkungsn dibibirnya begitu wajah sang istri yang tersenyum malu-malu melintas dibenaknya walau hanya sekian detik kemudian berubah lagi kembali dengan mood datar.


"Sudah jangan banyak bicara, Apa saja kegiatan ku hari ini?" tanya Ferry mulai kembali fokus pada pekerjaan.


"Pagi ini kita ada metting di distrik bay dengan pihak pengembang bangunan kota wisata di sepanjang sungai Charles, siang nanti ada ada press conference terkait dengan kerjasama yang akan dilakukan dengan group RK sedang malam nanti ada undangan dari keluarga Muncen, apa tuan muda akan hadir?"


"Keluarga Muncen?" gumam Ferry


"Iya tuan muda, keluarga Muncen mengadakan perjamuan penyambutan kembalinya Nona Sandra Muncen setelah lulus kuliah dari Luar Negeri"


"Hhhmm...apa nyonya muda ada kegiatan malam ini?"


"Hari ini nyonya muda ada kuliah sampai pukul 18.30"

__ADS_1


"Hhhmmm...jam berapa acara perjamuannya?" tanya Ferry ingin menghitung waktu cukup tidak jika dia membawa Lia ke acara perjamuan.


Jerry yang paham pemikiran tuan mudanya segera memberi pendapat "Tuan sebaiknya tidak membawa nyonya ke acara perjamuan keluarga Muncen"


"Apa aku minta pendapat mu?"


"Bukan begitu tuan muda, tapi status nyonya muda saat ini...."


Belum juga Jerry selesai bicara sudah dipotong Ferry. "Iya, aku paham. Lupakan saja"


Di sisi lain keluarga Chan


Julian Chan, yang baru tahu kabar tentang kelakukan putra sulungnya langsung memanggil Roman Chan untuk pulang ke rumah


"Ayah kamu begitu mendesak ku pulang ada masalah apa?" tanya Roman yang terpaksa meninggalkan kesenangannya karena terganggung oleh panggilan ayahnya.


"Kami masih berani bertanya" teriak Julian Chan sambil melempar berita yang dia baca dari asistennya.


Betapa terkejutnya dia membaca berita tentang dirinya yang tidur dengan wanita setengah jadi. Pelan-pelan dia mulai mengingat kejadian malam itu samar-samar di benaknya.


"Kenapa sekarang kamu diam? jelaskan apa yang terjadi?" teriak Julian Chan penuh emosi.


"Aku juga tidak jelas, aku pergi selidiki dulu" ujar Roman Chan langsung meninggalkan rumah Julian Chan.


"Anak kurang ajar, aku belum selesai marah dia sudah pergi saja" gerutu Julian Chan.


"Tuan sabar, sepertinya kejadiannya tidak separah yang diberitakan. Mari tunggu tuan muda menyelesaikan masalah ini". Hibur asisten Julian Chan.


"Sialan, bagaimana bisa jadi wanita ini? padahal malam itu harusnya aku tidur dengan Lidya" gumam Roman bingung dengan apa yang terjadi.


"Apa aku terlalu mabuk sampai salah mengenali orang, tapi gadis malam itu sangat memuaskan ku....ahhh,,sial kenapa aku malah memikirkan kejadian malam itu" gerutu roman teringat kenikmatan saat menghabiskan malam bersama Messi.


Roman pun mendatangi Andre untuk meminta penjelasan apa sebenarnya yang terjadi malam itu.

__ADS_1


"Andre, apa ini? coba kamu jelaskan. Jelas-jelas malam itu aku ada di tempat mu bagaimana bisa aku berakhir di hotel dengan wanita ini?"


Andre berpura-pura tenang dan tak tau apa-apa. Dia membaca berita yang di lemparkan Roman padanya.


"Aku tidak tau masalah apa yang menimpa mu tapi kamu bisa ikut aku ke ruang kontrol untuk mengecek CCTV kejadian malam kamu berkunjung ke tempat ku" ujar Andre santai


Betapa tercengangnya Roman saat melihat dia sendiri yang menari Messi si wanita jadi-jadi kedalam pelukannya, dan melakukan adegan panas yang membuatnya ingat kenikmatan yang dia rasakan malam itu ternyata bukan karena Lidya tapi ...'ahhhgghhh sialan' gerutu Roman dalam hati.


"Hapus rekaman itu" Roman pun tak menonton sampai selesai video itu dia langsung keluar dari ruangan kontrol dan ingin meninggalkan tempat Andre karena wajah orang yang ikut menonton adegan itu seperti mencemooh dirinya. Roman tak sanggup menahan rasa malu ini.


Di perjalanan pulang dia menelphon anak buahnya untuk mencari tau data Messi dan juga memblokir berita tentang dirinya di internet.


"Cari tau siapa orang yang berniat mencelakai ku?" ujar Roman sambil mengeretakan giginya menahan kesal.


"Baik" Sehari sudah berlalu tapi anak buah Roman tak mendapatkan sedikit pun petunjuk orang yang menjebak tuannya.


"Maaf tuan muda, ini data tentang nona Messi" Roman dengan cepat membaca data tentang Messi ternyata dia tidak bekerja di club milik Andre.


'Apa dia terlahir berkelamin ganda?' Roman membulatkan mata saat membacanya data tentang Messi, tapi baru enam bulan ini dia secara resmi dinyatakan sebagai wanita. 'Jadi sebelum menjadi Messi dia ini namanya Mogansi si pianis cantik yang terkenal itu?' 'Kenapa dia memilih operasi dan menjadi wanita?'


'ahh....sial kenapa aku jadi malah memikirkan wanita setengah jadi itu...bodoh...bodoh' bathin Roman menutup berkas Messi.


"Apa kamu menemukan dalangnya?" tanya Roman dengan wajah suram.


"Maaf tuan, tidak ada petunjuk ini hasil rekayasa. Petunjuk yang dapat murni tuan mabuk dan salah tarik wanita dari CCTV yang ada di hotel kejadian di berita pun tuan yang terlihat sangat jelas membawa nona Messi ke hotel itu dan nona Messi juga terlihat keluar sendirian dan tak ada yang mencurigakan sama sekali.


"Sudah lupakan saja, pastikan saja beritanya tidak akan keluar lagi" akhirnya Roman pun menyerah dan pasrah pada nasib sialnya.


Ferry yang mendapat berita tentang apa yang Roman lakukan tidak lagi ingin bermain dengan Roman. Ferry merasa apa yang terjadi dengan Roman sudah cukup memuaskan hatinya membalas kelakuan Merry pada Lia.


"Biarkan dia memblokir berita ini, kamu cukup kirim pesan pada nona Merry Chan untuk menjaga kelakuannya jika dia tidak mau bernasib sama dengan kakaknya Roman Chan" ucap Ferry membuat Jerry agak merinding membayangkan tuan mudanya jika sudah bertindak tak pernah berbelas kasih.


Jangan lupa like and Share ya readers terlophe lophe. yang baik bagi vote sama hadiah juga boleh banget...hehehehe

__ADS_1


__ADS_2