
"Kamu bersedia menjadi milik ku malam ini?" Bisik Musa ditelinga Anne sebelum dia melancarkan aksinya lebih jauh
Anne mengangguk tanda memberi izin pada Musa membuat wajah garang Musa sumbringah
"Hahahaha....kamu yakin? jangan-jangan benar kamu mencintai ku?" tanya Musa sambil menarik tubuh Anne untuk duduk di sofa.
Anne bingung dengan tingkah Musa, ada apa ini sebenarnya? bukan kah dia tadi ingin melakukannya dengan ku koq jadi gini...'Ahhhgghh....Anne jadi kesal sendiri karena hasratnya terlanjur terbangun tapi Musa justru menghentikannya dan memberinya pertanyaan konyol
"Jawab kamu beneran cinta sama aku?" tanya Musa sekali lagi
Anne hanya mengangguk sambil menunduk menutupi wajahnya yang sudah bersemu merah
Musa jadi gemes melihat tingkah Anne, gadis kecilnya kini sudah dewasa dengan tubuh yang mempesona lagi sempurna.
Musa mengangkat dagu Anne dan melu*mat bibir ranum yang menggodanya sedari tadi karena Anne terus menggigit bibir bawahnya karena perasaan gugup
Ciuman Musa makin dalam membuat Anne kehabisan nafas, akhirnya dengan terpaksa Musa melepaskan tautan bibir mereka.
Musa mengangkat tubuh Anne keatas pangkuannya, membenamkan wajahnya di cekuk leher Anne membuat desiran menyeruak sampai ke sumsum tulang Anne. Dia tak berani bergerak dan membiarkan Musa melakukan apapun padanya.
"Anne kamu yakin tidak akan menyesal jika aku melakukannya?" tanya Musa sambil melepas satu persatu kancing kemeja yang Anne kenakan
Anne tak mampu mengeluarkan suara, dia hanya menggelengkan kepala tanda juga menginginkan apa yang Musa ingin lakukan padanya.
"Kamu tau kan, kakak mu adalah kaki tangan musuh ku. Jika kamu bersama ku, menjadi milik ku. Apa kamu sanggup membunuh kakak mu?"
Bola mata Anne membulat tak percaya dengan apa yang barusan dia dengar, bagaimana mungkin dia sanggup membunuh kakak kandungnya, ini gila aku tak akan sanggup walau aku mencintai Musa tapi aku tetap tak akan sanggup membunuh kak Leon.
Anne mengangkat wajahnya, dia mengumpulka seluruh keberaniannya menyentuh kedua pipi Musa agar menatapnya
"Aku sangat mencintai mu Kak Musa, sangat. Aku rela mengorbankan hidup ku, menyerahkan jiwa raga ku untuk mu. Tapi jangan pernah minta aku membunuh kak Leon biar bagaimana pun darah yang mengalir ditubuh kami sama, aku tak sanggup melakukannya"
Air mata Anne mulai mengalir di pipi cubbynya. membuat hati Musa jadi tak karuan.
"Aku hanya sembarangan bertanya, kamu jangan anggap serius. Sudah jangan menangis lagi"
Musa mengusap air mata di pipi Anne lalu menggendong tubuh Anne keatas ranjang dan membaringkannya, lalu Musa memeluk tubuh Anne dari belakang.
__ADS_1
"Hari ini pengumuman pemenang tender, aku kalah. Ferry menipu ku. Aku yakin sekali"
"Kenapa kamu bisa begitu yakin?"
"Karena yang menang tender diterlihat akrab dengan Ferry dan juga rancangan designnya hampir mirip dengan yang Ferry berikan pada ku tapi dia jauh lebih bagus dari punya ku"
"Bisa jadi itu kebetulan? karena memang design model yang Ferry berikan lah yang paling tepat jadi setiap designer pintar berfikir hal sama"
"Pemikiran itu bisa jadi, tapi jika dia tidak mempermainkan ku kenapa dia begitu bergegas pergi setelah pengumuman?"
"Mungkin dia ada urusan penting lain"
"Urusan penting lain? dengan persiapan puluhan pengawal?"
"Biar bagaimana pun, terakhir kali kita menculik istrinya dan juga menembak dirinya. Wajar kalau sekarang dia lebih waspada"
"Kamu kenapa membelanya?"
"Aku bukan membela Ferry kak, tapi aku hanya mencoba berfikir positif karena aku kenal kak Lia orangnya sangat baik dan juga jujur jadi aku pikir Ferry pastilah orang yang setipe dengan Lia, apa lagi kak Leon terlihat sangat menyayangi Ferry hubungan mereka terlihat bukan sekedar atasan dan bawahan, itu artinya Ferry orang baik"
"Jadi aku orang jahat?" ujar Musa agak ketus karena kesal Anne terus membela Ferry
"Kak Musa orang paling baik dan paling Anne cinta selain kak Leon"
Selesai mengucapkannya Anne menautkan bibirnya dengan bibir Musa membuat pria matang itu tak bisa lagi bicara
Musa akhirnya mengikuti permainan bibir Anne tapi karena Anne tak mahir berciuman Musa pun mulai tak sabaran dia mulai mengambil alih permainan dan memperdalam ciumannya.
karena posisi mereka sangat-sangat mendukung, Musa pun mulai makin liar, apa lagi Anne sudah mengutarakan isi hatinya. Musa tak lagi banyak berfikir
tangannya Mulai bergerilya menyusup masuk kedalam kemeja yang sudah sebagian kancing bagian atas terlepas karena ulah Musa sebelumnya
Anne yang baru pertama kali tubuhnya disentuh laki-laki rasanya seperti terkena sengatan listrik membuat jiwa dan raganya bergetar penuh hasrat
apa lagi Musa kini mulai menciumi leher dan daun telinga Anne membuat gelenyar aneh di seluruh tubuh Anne
Musa yang merasakan respon tubuh Anne tersenyum penuh kemenangan, hatinya yang marah dan kesal ntah hilang kemana
__ADS_1
Saat ini hanya nafsu birahi yang berkobar-kobar dengan susah parah Musa menahannya agar tak menyakiti Anne yang baru pertama kali melakukannya.
Musa ingin memberi kesan romantis dan penuh cinta pada pengalaman pertama Anne maka baru lah dia dengan susah payah menahan hasratnya yang sudah ingin menerkam Anne sedari tadi
Musa takut Anne akan trauma dan tak mau lagi bercumbu dengan nya jika merasa disakiti pada pengalaman pertamanya
Musa menyusupkan wajahnya diantar dua benda kenyal yang masih berbalut bra berwarna hitam penuh dengan renda
Dengan tak sabaran Musa melepas penghalang sehingga benda kenyal itu kini terpampang menggelantung bebas memanggil Musa untuk menyesap sepuasnya
"Aaahhh" desah-an terlontar begitu saja dari mulut Anne saat bibir musa mulai menyesap salah satu benda kenyal miliknya sambil tangan lainnya meremat benda kenyal lainnya.
"Keluarkan saja sayang, jangan ditahan. Aku suka mendengarnya"
Racau Musa disela sesapannya pada beda bulat kecil milik Anne
Anne sudah dibuat menggila oleh hasrat apalagi saat tangan dan Lidah Musa mulai bermain di inti miliknya yang sudah sangat basah dengan gairah.
"Sayang aku masukin sekarang ya?"
Bisik Musa meminta izin pada Anne untuk membobol benda berharga miliknya yang sudah dia jaga selama ini
Anne mengangguk dan tanpa menunggu lagi Musa dengan cepat membobol gawang Anne diikuti teriakan dan air mata mengalir dipipi Anne karena ternyata sangat sakit saat milik Musa yang besar itu menerobos masuk diliang milik Anne yang sempit dan masih rapat.
"Tahan ya sayang, abis ini pasti enak" Musa berusaha menghibur Anne dan menahan dirinya untuk tidak langsung menggoyang pinggulnga untuk mendapaatkan kepuasan hatinya sendiri.
Musa kembali mencium bibir ranum milik Anne hingga ke leher untuk membuat Anne kembali bergairah dan lupa dengan rasa sakit yang tadi dialaminya
Benar saja saat rematan dan emutan kembali Musa selancarkan mulut Anne kembali meracau penuh gairah
Musa pun mulai menggoyang pinggulnya perlahan makin lama makin cepat seiring dengan ******* yang makin tak karuan keluar dari mulut Anne
"Gimana sayang, apa sekarang masih sakit? tanya Musa saat melihat tubuh Anne mengejang tanda sudah sampai dipuncak kenikmatan
Anne menggelengkan kepala dan mencium bibir Musa, "sudah tidak sesakit tadi sudah ada rasa enak dan nagih" sahut Anne malu-malu
mendengar jawab Anne, Musa makin bersemangat dia kembali bermain dengan tubuh Anne membuat gadis kecilnya kembali bergairah
__ADS_1
"Kakak, lebih cepat...Ahhh,,aku sudah tidak kuat lagi...Ahhhhhhh"
akhirnya malam panjang penuh peluh membuat kedua manusia yang di mabuk asmara itu tertidur pulas