
"Hallo Ami, maaf aku belum menelphon mu"
"iya tidak apa-apa, kak Lia gimana kapan kamu ada waktu bertemu dengan ku?"
"Bagaimana kalau besok? kamu datang langsung ke Apartemen Penthouse At The Pierre bisa tidak?"
"Baiklah, sampai jumpa besok"
Lia masih sibuk dengan gaun pesta untuk Shella, sedangkan yang di buatkan gaun sudah terlelap di sofa dengan tv yang menyala usai makan siang yang Lia order online.
'Gadis ini benar-benar sembrono bisa tidur di mana aja, kapan aja. Berbeda sekali dengan Ferry, hanya wajah mereka saja yang mirip' Gumam Lia sambil menyelimuti Shella setelah menutup panggilan telphon dari Ami. Kemudian Lia kembali sibuk
"Sayang, kamu di mana?" teriak Ferry mencari Lia di dalam kamar tapi tidak ketemu malah menemukan adiknya yang tertidur di sofa.
"Hei bangun" Ferry mengoncang tubuh adiknya agar bangun.
"Kak Ferry apa-apaan sih, ganggu orang tidur aja...huuffft" Shella kembali menarik selimutnya.
"Ku hitung sampai tiga tidak bangun ku lempar kamu keluar dari sini" Ancaman Ferry berhasil Shella langsung duduk.
"Di mana Lia?" tanya Ferry kesal, sudah lelah di kantor begitu pulang bukan ketemu istri kesayangan malah liat adiknya tidur nyenyak di sofa.
"Di ruang kerja kak Ferry, dasar diktaktor" Gerutu Shella yang tak di gubris Ferry.
Ferry langsung masuk ke dalam ruang kerjanya, dia sudah tak sambar ingin memeluk istri yang seharian ini bikin kangen trus.
"Sudah pulang" sapa Lia saat melihat suaminya yang membuka pintu.
"Kamu lagi apa?"
"Bikin gaun Shella dengan jelujur karena di sini tidak ada mesin jahit jadi sementara bikin begini dulu"
"Besok aku suruh Jerry kirim orang untuk buat merubah kamar tamu jadi ruangan untuk kamu kerja, sekarang tinggal kan dulu itu ayo siap-siap kita harus ke rumah utama"
"Baiklah" ucap Lia langsung berjalan ke arah luar untuk ke kamar mereka bersiap-siap tapi tiba-tiba Ferry menarik tangannya.
"Tunggu biarkan aku memeluk mu sebentar, aku kangen banget sama kamu seharian ini..hufft" Ferry menghembuskan nafas seperti orang kelelahan.
"Kamu kenapa? papi membully mu dengan tumpukan pekerjaan?" tanya Lia penasaran.
"Kalau cuma soal itu sih tidak masalah aku sudah terbiasa, tapi ini papi sengaja banget bilang mau makan siang dengan ku tau-tau malah papi mengirim Merry buat nemenin aku makan siang, bikin aku tidak ***** makan saja"
"Masa sih nggak ***** makan di temenin wanita cantik, muda dan seksi?" goda Lia membuat Ferry jengkel.
__ADS_1
"Kalau aku minat sudah dari dulu ku pacarin, nyatanya tidak kan. Aku dari dulu hanya menganggapnya teman sampai dia menyatakan cintanya baru aku menjauhinya. Tidak ku sangka dia tetap tidak menyerah"
'Gigih sekali Merry mengejar Ferry, nampaknya jika sampai Merry tau aku istri Ferry dia pasti akan menghabisi ku tanpa ampun...huuufffft'
Lia bergidik ngeri membayangkan ke kejaman wanita-wanita yang terobsesi pada pria tampan nan kaya raya.
"Aku siapkan air hangat untuk mandi biar lelah mu hilang mau?"
Ferry menggelengkan kepala. "Aku maunya mandi bareng istri ku" ujar Ferry manja sambil mengusel wajahnya di leher Lia.
"Di luar masih ada Shella, apa katanya nanti kalau kita ketahuan mandi bareng?"
"Aku usir dia pulang dulu kalau begitu"
"Ehh...mana boleh adik sendiri di usir pulang, lebih baik suami ku sekarang mandi duluan nanti malam aku akan beri kamu kompensasi untuk hal ini, begitu baik tidak?"
"Begitu juga boleh, aku mandi dulu kalau begitu" Ferry langsung berjalan cepat menuju kamar mereka.
Lia menyusul Ferry tapi dia terhenti saat melihat Shella masih duduk melamun di sofa dengan selimut.
"Hei, kenapa melamun?"
"Aku lagi mikir ini tidak mungkin kak Ferry kan yang menyelimutiku?"
"Seumur hidup aku ketiduran dimana pun dia tidak pernah merperdulikanku, jangan-jangan ini kak Lia ya?"
Lia hanya tersenyum sambil mengangguk. "Ya tuhan, aku benar-benar tidak sia-sia membela mu di depan papi, ternyata kak Lia benar menyayangi ku. Aku sekarang benar-benar punya kakak, senangnya"
"Sudah, sudah senangnya sampai sini saja. kakak harus siap-siap kan malam ini harus ke rumah utama kalau terlambat nanti papi pasti makin manyun sama kakak"
"Owh iya, kalau begitu aku pulang tidak ganggu kalian lagi..bye"
Shella langsung keluar setelah memeluk dan mencium Lia. Shella pulang dengan wajah sumbringah karena baru pertama kali dia merasakan disayangi seorang kakak.
Lia sibuk mencari gaun dan sepatu yang cocok untuk makan malam sampai Ferry masuk ke dalam walk in closed Lia tidak sadar.
"Kamu cari apa sih yank?"
"Aku bingung mau pake baju apa?"
"Kamu mandi lah biar aku yang pilihkan"
"oke lah kalau begitu"
__ADS_1
Lia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Tak lama Lia keluar dan suaminya sudah rapi dengan stelan jas warna navy.
"Kenapa liatin trus,hah? aku tampan banget ya sampai tidak kedip memandanginnya?"
"HooH, bener-bener Allah itu terlalu baik saat menciptakan kamu sampai-sampai fisik mu begitu sempurna, mana banyak uang dan cerdas lagi" gumam Lia tanpa sadar.
"Makanya kamu harus jaga aku baik-baik kalau tidak suami mu ini bisa diambil wanita lain". bisik Ferry di telinga Lia, membuat Lia tersadar.
"Coba saja kalau kamu berani, aku kebiri kamu" ucap Lia masuk ke dalam walk in closed dengan wajah yang merah padan karena malu tanpa sadar mengagumi suaminya terang-teragan, Ferry yang melihat tingkah Lia tertawa bahagia karena ternyata cintanya berbalas sempurna.
"Sayang cepat lah, nanti kita terlambat" Ujar Ferry tak sabaran karena sudah setengah jam menunggu Lia tak juga muncul.
"Iya ini aku pakai sepatu dulu" sahut Lia cepat agar Ferry tahu apa yang sedang dia kerjakan.
"Cepat lah, aku tunggu kamu diluar ya?" teriak Ferry sambil mengambil ponsel dan juga kunci mobilnya.
"Tunggu...tunggu aku sudah selesai" mendengar ucapan Lia Ferry langsung membalikan badannya dan terpesona melihat wanita di hadapannnya.
'Sudah ku duga akan sangat cantik saat kamu mengenakannya' bathin Ferry mengagumi kecantikan istrinya.
"Memandangi ku seperti itu? apa jelek? aku ganti yang lain saja kalau begitu"
"Cantik...cantik tidak usah di ganti, ayo kita berangkat sekarang" ajak Ferry yang langsung di sambut Lia dengan bergelayut manja di lengan sang suami.
"Tangan mu kenapa dingin begini?" tanya Ferry heran. "Kamu sakit?"
"Nggak suami, aku baik-baik aja koq. cuma sedikit gugup aja bertemu seluruh keluarga besar Goucher"
"Tidak perlu gugup, kamu sudah pernah bertemu papi, mami dan juga Shella. Lagian ada aku di sisi mu memang mereka berani buat apa sama kamu?"
"Iya tidak gugup lagi, kira-kira di rumah utama ada siapa saja?" tanya Lia untuk mengulur waktu.
"Selain keluarga inti ada nenek ku, paman Jhonny, dia adik sepupu papi dan keluarganya, bibi Hanny, dia juga sepupu papi dia Juga datang bersama keluarganya.
"Memang selalu ada acara makan malam seperti ini terus di keluarga mu?"
"Tidak ini hanya usulan kekanak-kanakan mami biar aku bisa memperkenalkan kamu keseluruh keluarga"
"Owh bgtu"
"Kenapa kamu tidak senang?"
"Seneng koq seneng, ayo jalan pintu lift sudah terbuka" ajak Lia agar Ferry cepat dan tidak terus memandangi ku.
__ADS_1
jangan lupa like and komen tks😘😍