Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Keluar Apartemen


__ADS_3

Lia terbangun mendengar suara adzan subuh dari ponselnya.


"Ehh...kemana Ferry? apa dia sudah bangun? tapi kasur bagiannya masih rapi, jangan-jangan dia nggak tidur di kamar..cckkck" Lia berdecak kesal dan menyentuh bagian kasur yang biasa ditiduri Ferry terasa dingin.


"Ini sih benar nggak tidur di sini Ferry Goucher, masih marah dia sama kejadian semalam...huh"


Lia menghembuskan nafas beratnya lalu ke kamar mandi untuk bersih-bersih dan wudhu. Saaat Lia keluar dari kamar mandi sang suami sudah bersiap untuk sholat berjamaah dengannya.


Lia tak banyak berkata mengikuti suasana yang Ferry bangun. 'okelah kalau masih ngambek dan mau diem-dieman, aku temani' gumam Lia dalam hati sambil memakai mungkenanya.


Usai sholat subuh, Lia seperti biasa menemani Ferry membaca beberapa lembar ayat suci Al Qur'an usai mengamini do'a dan mencium tangan sang suami.


Tak seperti biasanya mereka akan bersenda gurai sesudah ritual keagamaan selesai mereka lakukan, atmosfir dingin yang di bangun membuat udara dingin menyeruak ketulang padahal penghangat ruangan sudah dinyalakan.


'aiishh...bodo amat lah. Kamu jual aku beli bang' pikir Lia malas merayu sang suami. Ferry yang dicuekin Lia makin kesal.


'ini wanita keterlaluan, suami sudah tidak tidur disampingnya semalaman dia tidak bertanya sama sekali...huh'


'Buat apa aku pikirkan, mending aku kembali ke ruang kerja ku saja...melihatnya yang cuek dan tak berkata apapun membuat ku makin jengkel doang' gumam Ferry dalam hati lalu bangkit dari duduknya dan keluar dari kamar dengan membanting pintu.


"Astaghfirullah...dasar brondong nggak ada akhlaq kalau aku punya penyakit jantung langsung mati barusan" gerutu Lia kaget mendengar suara pintu dibanting dengan sangat keras oleh Ferry saat Lia sedang merapikan tempat tidur dan mengambil baju kotor untuk di masukan dalam kantong laundry jadi bisa langsung dipick up tukang laundry nanti siang.


"Oke done, sekarang saatnya bikin sarapan" ujar Lia keluar kamar menuju dapur


"Enaknya masak apa ya? omlet daging cincang pke soos keju, ikan dori crispy sama kentang goreng sayurnya mix vegetable aja deh biar nggak lama bikinnya" gumam Lia sambil memeriksa isi stok makanan di dalam kulkas.


setengah jam Lia berguji baku di dapur menyiapkan sarapan. Sedangkan Ferry di ruang kerjanya tak bisa fokus, dia trus saja kesal pada Lia yang ikutan cuek dan mengacuhkannya.


"Benar-benar menjengkelkan, wanita bodoh tak tau kah dia aku sedang marah bukannya di rayu malah di acuhkan begini. sialan banget" maki Ferry sambil menggebrak meja kerjanya membuat Foto pernikahan dia dan Lia terjatuh.

__ADS_1


"Untung tidak pecah" ujar Ferry saat mengambil bingkai foto yang terjatuh di meja kerjanya. "Tidak bisa kah kamu datang kesini dan merayu ku hei wanita" ucap Ferry sambil mengelus wajah Lia di dalam bingkai Foto.


"Bisa suami" sahut Lia yang tiba-tiba masuk dan mendengar ucapan Ferry. Ferry buru-buru meletakan bingkai foto ketempatnya semula.


Lia jalan mendekati sang suami. Ferry langsung pura-pura sibuk dan mengacuhkan Lia.


"Hei...udah dong pura-pura ngambeknya, kita sarapan yuk" ajak Lia sambil membalik kursi kerja Ferry ke arahnya.


"Belum laper" sahut Ferry masih dengan mode ngambek.


"Suami, aku udah bela-belain pagi-pagi masak bikin sarapan, masa suami ku nggak mau makan sih. Tega banget..hiks" Lia berbalik akting sedih biar Ferry tersentuh.


'Aiihh....Trik anak SD siapa juga yang akan tertipu' gumam Ferry dalam hati lalu melanjutkan kembali membolak balik berkas sok sibuk padahal tidak satu kata pun dalam berkas yang dibaca Ferry.


Lia yang tetep dicuekin padahal sudah pura-pura sedih jadi kesel sendiri. 'Gila banget nih bule makin tengil sekarang berani nyuekin aku yang udah susah payah bikin sarapan dan akting sedih dengan berurai air mata. Liat aja ya mau sampai kapan kamu nyuekin aku?'


Lia pun keluar dari ruang kerja Ferry dan menuju kamar untuk mandi dan berdandan cantik dengan mengenakan dress warna soft purple dengan lengan panjang dan sebuah long coat warna dark purple, Lia menguncir rambutnya seperti ekor kuda dengan banyak anak rabut dibiarkan berjatuhan di pipinya.


Lia berjalan keluar kamar menuju ruang makan dia ingin sarapan dulu sebelum keluar dari apartemen tapi niatnya dia urungkan karena melihat Ferry yang sudah duduk dan sedang makan sarapan yang Lia buat.


'Hhmmm...tadi bilangnya belum laper sekarang malah asik makan sendirian...ckckckck' gumam Lia sambil berjalan mengabaikan Ferry menuju pintu keluar apartemen.


Mata Ferry membulat tak kala melihat Lia keluar dari apartemen tanpa pamit dengannya.


'Berani dia pergi tanpa pamit, mau lari kemana dia. Kaya punya banyak teman aja pake ngambek kabir lagi....huh'


Ferry merogoh kantong celananya untuk mengambil ponsel untuk menghubungin pengawal bayangan.


"Nyonya muda baru saja keluar, awasi dia dan pastikan keselamatannya" perintah Ferry pada pria di ujung telphon.

__ADS_1


'Mau bikin ulah apa lagi dia? bener-bener mau bikin orang khawatir...ckckk' Ferry sudah tak nafsu untuk melanjutkan sarapannya, Dia malah mondar mandir di ruang kerjanya menunggu kabar dari sang pengawal apa yang dilakukan Lia.


"Sial sudah tiga puluh menit berlalu belum ngasih kabar apapun...huh" gerutu Ferry mulai kesal sendiri.


"Ahh....mending aku susul aja deh dari pada aku disini tidak tenang" Ferry pun mengganti pakaiannya dengan sweater dan long coat hitam dan celana hitam sepatu kets dark gray.


Begitu rapi Ferry bergegas keluar dari apartemen setelah menyambar kunci mobil yang tergeletak diatas mini bar.


Ferry menyalakan aplikasi gps yang menunjukan lokasi Lia. " ternyata dia pergi shopping...baiklah aku temani" gunam Ferry bersemangat.


"Tapi nanti aku masa bilang kalau nyusul dia karena khawatir, gagal dong aku ngasih Lia pelajaran..huh"


Ferry pusing sendiri jadinya, niat hati dia yang mau ngambek dan memberi Lia pelajaran ehh...malah dia lagi...dia lagi yang kena dikerjain Lia.


Memang benar siapa yang lebih banyak mencintai dia yang akan lebih sering mengalah agar orang yang di cintai selalu baik-baik saja, bahagia tanpa beban apapun. Bukan berarti Ferry akan mentoleril semua tindakan Lia yang tidak sesuai aturan, semuanya harus tetap berjalan on the track kalau keluar jalur ya harus dilurusin walau tidak bisa dengan cara kekerasan karena cara itu hanya akan membuat sakit hati dan luka pada orang yang dicintai serta merusak hubungan.


Akhirnya Ferry sampai di cetral Mall yang merupakan pusat perbelanjaan terbaik di Negara A yang juga merupakan milik Goucher Corp.


"Lia di lantai lima berarti dia sedang sarapan, aduh kalau aku susul kesana ketawan banget kan aku ngikutin dia" gumam Ferry sebelum turun dari mobil setelah melihat posisi Lia lewat GPS.


"Nyonya muda dimana?" tanya Ferry begitu sambungan telphonnya terhubung.


"Di Central Mall lantai lima, nyonya sedang sarapan bersana nona Ami dan nona Shella"


"Koq bisa ada mereka berdua" tanya Ferry shock begitu mendengar laporan pengawal bayangan Lia.


"Awalnya nyonya muda sendirian, lalu tidak lama saat nyonya tiba di mall dengan taksi mereka berdua datang satu persatu" jelas sang pengawal bayangan.


"trus ikuti mereka" perintah Ferry lalu di mematikan sambungan telphonnya.

__ADS_1


jangan lupa like and komennya kakak


__ADS_2