Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Ka...Li...an


__ADS_3

Di ruang rias artis


Sandra terlihat gelisah melihat jam di dinding, acara sudah berlangsung tiga puluh menit lebih tapi batang hidung Ferry belum juga muncul batang hidungnya.


'Kemana sih nih orang? aku padahal setuju jadi brand ambassador produk kecantikan perusahaannya biar lebih sering ketemu Ferry'


Sandra yang mulai tak sabar pun meminta asistennya untuk mengecek keberadaan Ferry apa sudah datang apa belum.


"Bagaimana? sudah datang belum?" tanya Sandra tak sabaran begitu melihat asistennya masuk kedalam ruang rias dimana Sandra sedang bersiap untuk naek ke atas panggung.


"Sudah datang dari dua puluh menit lalu cuma kata asistennya dia sedang istirahat di ruang ruangan istirahat di ujung koridor yang agak jauh dari keramaian"


Wajah Sandra langsung sumbringah mengetahui sang pujaan hati sudah hadir, walau dalam hati dia agak kesal karena Ferry tak datang menemuinya.


Begitu tak sabar Sandra langsung keluar dari ruang rias begitu perias selesai mendandaninya.


"Nona Sandra kamu mau kemana?" teriak asistennya melihat Sandra yang tiba-tiba keluar dengan terburu-buru, tapi Sanra mengacuhkan teriakan asistennya.


Dia terus berjalan dengan cepat dan penuh semangat menuju ruang istirahat yang di maksud oleh asistennya tak.


Brakk


Lia dan Ferry yang sedang asik mengobrol sambil Ferry terus memeluk dan menenggelamkan wajahnya di leher Lia terkejut saat tiba-tiba saja pintu di buka dengan kasar tanpa aba-aba dan muncul wajah wanita cantik yang tak asing


Membuat Lia lupa kalau posisi dia dan Ferry saat ini begitu intim dan tak lazim dilakukan oleh atasan dan bawahan.


Sedangkan Ferry malah acuh tak acuh saat melihat wajah yang muncul adalah Sandra.


"Ka..Li...an, apa yang kalian lakukan disini?" pertanyaan Sandra membuat Lia sadar kalau Ferry masih memeluknya.


Lia langsung mendorong tubuh Ferry dan duduk dengan tegak dan menggeser posisi duduknya, memberi jarak.


Melihat tingkah Lia, wajah Ferry jadi suram. 'Wanita ini, masih mau merahasiakan semuanya dari Sandra, jelas-jelas cemburu...ckckckk'


'Karena kamu begitu rela suami mu bersama wanita lain, jangan salah kan aku kalau membiarkan Sandra melengket dengan ku'


Gumam Ferry dalam hati begitu kesal dengan kelakuan Lia yang enggan mengakui dirinya sebagai suaminya.


"Sandra, kamu kenapa kesini?" tanya Ferry dengan wajah kesal yang ditahan dan tak menghiraukan pertanyaan Sandra sebelumnya


"Aku mencari mu lah, kamu ngapain disini bersama ..."


Belum juga Sandra selesai berucap Ferry langsung memperkenalkan Lia.

__ADS_1


"Kenalkan ini Lia Putri Aghata, dia ini is..."


"Hai, aku Lia. Aku designer di YZ Collection, teman Ferry saat di Negara IND, nona Sandra apa kabar?" sapa Lia garing memotong ucapan Ferry yang hampir sekali lagi menyebarkan hubungan mereka.


'Ya Allah Lia, kamu..' Ferry sudah kehabisan kata-kata, akhirnya dia hanya bisa pasrah dan mengikuti permainan Lia untuk tak mengungkap status mereka pada Sandra


Ferry menatap Lia seakan bicara dengan telepati antara sepasang sejoli yang sedang backstreet dan tak ingin hubungannya diketahui orang.


'Kamu sendiri yang membiarkan wanita lain berfikir aku single available , so jangan salahkan aku kalau tak mampu menghindari mereka melengket padaku'


'Kalau begitu aku akan membiarkan juga pria tampan lain mendekati ku' balas Lia dengan tatapan tak kalah sengit.


'Aku tak mengizinkannya' Ferry menatap makin tajam ke arah Lia


'Bomat' ujar Lia sambil mengendikan bahu sambil memalingkan wajahnya seakan tak perduli


padahal dalam hati sudah bergemuruh ingin mecabik-cabik wanita di depannya yang beraroma pelakor berkedok sahabat.


'Cih' bathin Lia sambil menatap lekat Sandra sambil senyum manis, walau hati dongkol tetap harus senyum sama saingan jangan terlihat lemah nanti pelakor makin merajalela.


Pokoknya Lia sudah bertekad akan membiarkan Hans mendekatinya malam ini jika Ferry terus melengket pada Sandra.


'Bukakah pembalasan selalu lebih kejam....Hahahaaha'


Sandra yang melihat interaksi Lia dan Ferry yang saling bertatapan penuh arti jadi curiga kalau mereka benar ada "sesuatu" apa lagi tadi pose Ferry begitu intim dengan Lia.


Pose yang tak pernah Ferry lakukan pada Sandra padahal mereka sudah saling mengenal bertahun-tahun. Sebenarnya bukan hanya pada Sandra, Ferry tidak pernah melakukannya tapi pada semua wanita, hanya Lia satu-satunya yang diperlakukan Ferry begitu special dan penuh cinta


Sandra jadi makin kesal melihat Lia, Hatinya kini sudah diselimutin iri dan kebencian pada Lia


rasanya Sandra ingin sekali memaki dan menarik rambut Lia yang sudah berani menggoda Lelaki idamannya.


"Wah, nona Lia ternyata seorang designer. Trus disini sedang apa?"


"Tentu saja menemani presdir YZ Collection karena saya disini atas permintaan beliau, kaya tuan muda sedang kesepian" sahut Lia sarkas


"Karena nona Sandra sudah datang, aku pergi dulu" sambung Lia sambil bangun dari sofa


Ferry tak bisa menghentikan Lia, walau tangannya sudah gatal ingin menarik tubuh mungil sang istri kedalam pelukannya.


Ferry segera berdiri ketika Lia hampir melangkah keluar ruangan Ferry memanggil Lia


"Tunggu nona Lia...." namun belum juga Ferry bicara Sandra dengan sigapnya langsung merangkul lengan Ferry manja berbarengan dengan Lia yang sedang membalikan badan melihat sang suami yang sudah di tempel erat sama pelakor.

__ADS_1


'Cih, dasar wanita murahan. nggak boleh ada kesempatan langsung deh nyamber'


Wajah Lia sempat masam melihatnya tapi sesegera mungkin Lia merubah mimik wajahnya dengan senyum manis


"Sepertinya tidak ada lagi yang mau tuan muda sampaikan. Aku pergi dulu, bersenang-senang lah" ucap Lia sarkas dengna senyum manis masih terkembang di wajah cantiknya


Lia tak ingin dua manusia di depannya tau kalau saat ini hatinya begitu kesal, marah dan juga kecewa karena suaminya sendiri ditempeli erat wanita lain dengan aroma pelakor stadium tingkat dewa.


'Tenang Lia, ini kamu sendiri yang mau merahasiakan status kalian. Jangan terlalu menyalahkan Ferry'


'Tetap saja dia salah karena menikmatinya, padahal kan dia bisa menghindar'


Hati dan pikiran Lia saling berperang antara hitam dan putih, Lia rasanya saat ini berada di zona abu-abu.


Setiap yang dia lakukan rasanya akan salah dan tak sesuai harapan, ingin segera mengakhiri sandiwara tapi ego terus melarang karena tak ingin diremehkan orang lain akibat statusnya


'Sudah lah tidak perlu dipikirkan karena sudah ada di sini, ayo nikmati saja perjamuannya' bathin Lia sambil melangkah menuju aula utama tempat acara peluncuran di adakan.


sedangkan Ferry terpaksa mengikhlaskan kepergian sang istri karena saat ini dia tak punya alasan masuk akal untuk menghindari Sandra dan mengejar Lia.


"Ayo kita juga kembali ke aula utama" ajak Sandra yang diangguki Ferry.


Walau risih di gandeng Sandra tapi dia juga sulit menghindar dari Sandra saat ini, biar bagaimana pun Sandra saat ini bekerja untuk perusahaan karena dirinya


Mereka pun berjalan menuju awal utama, melihat Sandra yang melengket pada Ferry membuat orang-orang yang hadir berbisik membicarakan kedekatan mereka berdua. namun Lia tak mengetahuinya karena


sejak masuk kedalam aula utama alih-alih melihat rangkaian acara peluncuran Lia justru mendekati stand makanan untuk mengisi perutnya yang mulai laper


karena nahan marah, kesal dan cemburu itu butuh energi besties.


Saat sedang asik makan, ada Pria tampan yang sedari tadi memperhatikan Lia. awalnya dia ragu untuk mendekati karena tak enak hati setelah mendengar desas-desus tentang hubungan Lia dan Ferry


tapi hati tak kuasa menahan diri untuk melekat pada wanita yang sudah mengisi hatinya sejak masa-masa remaja


'Mungkin jika saat itu aku tidak pergi, sekarang ini kamu sudah jadi milik ku' pikir pria di ujung koridor sambil asik menatap pergerakan Lia


'Pantas disebut perusahaan raksaksa penguasa negara A, makanan yang di sajikan begitu banyak dan menggugah selera hanya dengan menatapnya saja air liur ku rasanya mau keluar'


Bathin Lia dengan mata berbinar. Lia memang mungil tapi kalau soal makan jangan ditanya porsinya tapi herannya tubuhnya tetap langsing,


mungkin karena lambung Lia ada pawang lemaknya...wkwkkwkwk


Jangan lupa like and komen ya readers terlophe-lophe❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2