Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Ampun Sayang


__ADS_3

"Sayang bangun...ini sudah mau ashar, kita belum sholat dzuhur kan" Lia terbangun karena suara telphon tapi bukannya mengangkat ponselnya yang berdering dia malah langsung shock saat menatap jam sudah menunjukan pukul 02.04 pm artinya sebentar lagi masuk waktu ashar.


"Aku masih ngantuk yank, sebentar lagi ya. Lima menit lagi ya" pinta Ferry sambil kembali menarik tubuh Lia dalam pelukannya.


"Suami ku sayang, ayo bangun kalau nggak aku ngambek ya seminggu ini nggak akan mau bicara dengan mu"


Mendengar ancaman Lia, Ferry mau tidak mau langsung duduk dari tidurnya. Sudah berkorban untuk bisa ketemu sama istri tercinta trus cuma di ambekin dan di cuekin bukan pilihan yang akan Ferry pilih tentunya.


"Kamu sekarang makin pinter ngancem suami ya" Ujar Ferry sambil menggelitik pinggang Lia.


"Ampun sayang...ini geli sekali aku bisa pipis dicelana nanti" teriak Lia membuat Ferry menghentikan aksinya dan tertawa terbahak-bahak.


"Huahahahaa...sayang kamu kenapa nggak ada jaim-jaimnya si sama suami ganteng...huahaahahaa".


Lia mencibikan bibirnya meninggalkan Ferry yang masih menertawakannya untuk ke kamar mandi menuntaskan virus HIV (hasrat ingin vivis) yang melandanya saat Ferry menggelitik pinggangnya.


Keluar dari kamar mandi Lia bersiap menunaikan ibadah sholat dzuhur sambil menunggu Ferry bersiap Lia melihat ponselnya memastikan siapa yang menelphonnya tadi.


'Ternyata kak Joe, mau apa lagi ya kak Joe telphon aku? kan lomba sudah selesai dikumpulkan ke bu Raras'.


"Sayang kamu masih mau melamun, aku sholat duluan kalau begitu"


Lia terkejut karena melihat Ferry tiba-tiba sudah ada di depannya berdiri bersiap untuk sholat.


"Ehh...tunggu aku" Teriak Lia saat Ferry mulai bertakbir.


"Aku pikir kamu masih asik melamun" gumam Ferry agak kesal hanya dibalas senyum manis oleh Lia dan mereka pun mulai sholat berjamaahnya.


Usai sholat dzuhur yang sudah terlambat mereka sengaja menunggu waktu ashar sekalian, minimal saat sholat dzuhur sudah di ujung tanduk karena ketiduran mereka bisa sholat ashar tepat waktu.

__ADS_1


Sambil menunggu adzan Ferry membaca Al Qur'an sedang Lia melamun masih memikirkan mau aja kak Joe menelphon dia tadi? kenapa saat telphonnya tidak di angkat kak Joe tidak mengirim pesan apapun...ckckckk benar-benar bikin penasaran. Apa jangan-jangan tadi cuma tidak sengaja terpencet tombol telphon...hhhmmm,,,aku kenapa jadi mikirin gini sih? aduh kalau Ferry sampai tau bisa cemburu buta nggak jelas dia nanti. Ahh,, lebih baik aku lupakan saja, kalau memang penting harusnya nanti juga kak Joe telphon aku lagi.


Ferry tidak memperhatikan Lia yang sibuk melamun sampai tidak sadar kalau suaminya sedang melantunkan surat Ar-rahman dengan sangat merdu. Sisi sholeh Ferry yang tak pernah Lia tau selama ini, baru lah di ujung-ujung Ferry hampir selesai membaca surat Ar-rahman Lia tersadar dari lamunannya langsung shock mendengar suara merdu Ferry saat membaca Al Qur'an sungguh diluar dugaan suaminya bertampang bule walau masih keturunan orang IND dan muslim jago membaca Al Qur'an.


'Mami berhasil mendidik Ferry jadi laki-laki sholeh yang bertanggung jawab sedangkan papi berhasil mendidik Ferry jadi pria tangguh yang mampu menguasai dunia bisnis dalam usia yang sangat muda'. Bathin Lia sambil memandangi suaminya dengan takjub.


"Sayang, kamu kenapa melihat aku kaya gitu? nakutin tau" tanya Ferry sesaat setelah selesai membaca surat Ar-rahman.


"Hehehehe....kamu udah ganteng, pinter, kaya ternyata suara kamu merdu banget pas baca Al Quran...bener-bener bikin aku makin cinta sama kamu" Gumam Lia sambil nyengir nggak jelas.


"Udah adzan..ayo siap-siap sholat ashar, kamu sudah batal belum wudhunya?" tanya Ferry yang dijawab gelengan kepala oleh Lia.


Saat adzan selesai berkumandang mereka pun menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim. Setelah selesai berdo'a Lia mencium punggung tangan Ferry seperti biasanya saat mereka sholat berjamaah.


"Sayang aku laper banget" Rengek Ferry setelah melepas sarung dan baju koko yang tadi dia kenakan untuk sholat.


"Aku turun ke bawah dulu kalau gitu buat minta Mba Narti siapin makan siang yang kesorean buat kita...heheehehe"


"Mba Narti" panggil Lia saat dapur terlihat kosong dan Lia malas mencari-cari akhirnya hanya berteriak memanggil mba Narti.


Mba Narti yang mendengar suara teriakan majikannya langsung bergegas lari keluar dari kamar tamu yang sebelumnya di gunakan Mira.


"Iya nyonya ada yang bisa saya bantu?" tanya mba Narti saat melihat Lia berdiri di pintu dapur.


"Mba dari mana?" bukannya menjawab pertanyaan mba Narti Lia malah bertanya balik karena melihat mba Narti nampak terengah-engah seperti abis berlari.


"Dari ruang tamu nyonya"


"Ngapain kamu di kamar Mira?" Lia heran mendengan jawaban mba Narti karena tidak biasanya Mira mengizinkan ART merapikan kamarnya.

__ADS_1


"Saya sedang memberesjan kamar tamu yang kemarin ditinggalin non Mira, karena hari ini non Mira kembali ke apartemennya jadi semua barang-barangnya sudah di bawa pulang".


"Mira pulang ke apartemen?" Lia kaget mendengar pernyataan mba Narti.


"Iy nyonya, baru saja pulang. Tadinya mau nunggu nyonya tapi karena sudah hampir satu jam non Mira nunggu nyonya nggak keluar-keluar kamar jadi non Mira langsung pergi aja deh".


"Owh begitu" sahut Lia agak sedih sahabatnya pergi dari rumahnya tanpa pamit.


"Hei, kenapa wajah mu jadi murung gini?" ucap Ferry sambil memegang kedua pipi Lia membuat Lia tersentak kaget karena Ferry tiba-tiba muncul di tengah-tengah Lia dan mba Narti.


"Sayang kamu kapan munculnya?"


"Baru yank, kamu tuh kenapa seneng banget melamun sih?" tanya Ferry dengan wajah khawatir.


"Aku nggak kenapa-kenapa koq, cuma agak kaget aja Mira tiba-tiba pulang ke apartemennya dan bawa semua barangnya, kamu nggak ngusir dia kan suami?"


"Sembarangan aja kamu kalau ngomong" ujar Ferry sambil mencubit hidung Lia.


"Auuu...sakit tau" gerutu Lia.


"Mana makanannya? kow meja aku Liat masih kosong" tanya Ferry membuat Lia menepuk jidatnya karena dia lupa tujuan utamanya mencari mba Narti.


"Ya ampun sayang, maaf aku jadi lupa gara-gara denger Mira pulang".


"Mba tolong siapin makan siang ya, saya laper banget tolong cepet ya mba" pinta Ferry langsung pada mba Narti.


Mba Narti pun langsung masuk ke dapur untuk menghangatkan makanan yang tadi siang dia sudah masak tapi tidak ada satu orang pun yang makan. Sedangkan Ferry menggandeng tangan Lia menuju ruang makan.


"Sayang mending aku bantu mba Narti biar cepet dateng makan siangnya" pinta Lia yang tak diperdulikan Ferry.

__ADS_1


Tak lama setelah mereka duduk di meja makan, mba Narti mulai membawakan Lauk pauk dan soup iga serta nasi di atas meja makan. Mereka berdua pun makan dengan Lahapnya karena sudah kelaperan, apalagi Ferry yang sudah melewatkan sarapannya hari ini karena kantuk yang menyerangnya.


hai readers masih ada yang baca cerita ku nggak ya??? mana nih komen dan juga likenya mimi menantikannya buat penyemangat...hehehehe


__ADS_2