
Teeeett.....Teeeeettt
Bunyi bel tanda kelas usai. Bunyi yang ketika terdengar membuat riuh setiap kelas yang sedang ada mata kuliah, terlebih lagi jika berbunyi sesaat sebelum dosen berniat memberi tugas,,sudah dipastikan suara teriakan kebahagian akan berkumandang karena tidak jadi dapat tugas dari si dosen.
"Lia, cepat lah perutku sudah laper banget tadi tidak sempat sarapan apapun" ajak Mira yang sudah tak sabar menungguku merapikan alat-alat gambarku.
"Tumben kelaparan sekali, seperti tidak makan saja dari kemarin?" tanyaku asal.
"Memang aku semalam tidak sempat makan gegara Rudi main ke apartemenku.
"Rudi?" tanyaku heran karena baru kali ini mendengar namanya.
"Iya Rudi anak Ekonomi, semalam dia main ke apartemenku jam tujuhan, alhasil karena ulahnya aku jadi kelelahan dan tertidur sampai bangun pun hampir kesiangan" jelas Mira sambil senyum-senyum penuh arti.
"Tapi semalam kamu sempat mengirimiku pesan" gumamku heran.
"Semalam??, kamu lihat lah jam berapa aku kirim pesan-pesan itu...ckckckk" sahut Mira sambil mencibikkan bibirnya padaku.
Aku pun langsung mengambil ponselku di dalam ransel bagian depan, niat mau lihat pesan Mira yang semalam ku baca, ehhh malah belasan pesan masuk dan juga misscall dari suamiku. "Ada apa ini si bule nafsu amat ngirim pesan?" tanyaku dalam hati sambil mulai menempelkan ujung jariku untuk membuka kunci pada ponselku dan mengklik icon hijau untuk mulai membaca pesan suamiku.
"Sayang kamu sudah sampai kampus?"
"Hhhmm...sibuk sekali sampai tidak memberiku kabar"
"Sudah mulai kuliahnya?"
"Aku baru selesai mandi nih"
"sayang aku pengen banget peluk kamu"
"Sayang aku lagi sedih nih malah kamu cuekin ðŸ˜ðŸ˜". Membaca pesan dari Ferry membuatku senyum-senyum sendiri sambil jalan dibelakang Mira.
"istriku, punya ponsel itu di gunakan dengan baik jangan dicuekin aja...ckckck"
__ADS_1
"Aku sarapan dulu ya, abis lama nunggu kamu balas pesanku"
"Sayang aku kangeeeen"
"Sepertinya aku memang tidak akan kembali ke negara A tanpa mu, aku tidak sanggup jauh-jauh dari mu"
"Sayangku I love You so much". Gombal si bule. "Bule ini tak penah bosan menghujaniku dengan kata-kata cinta". Bathinku saat membaca pesan cinta dari Ferry yang membuat pipi ku merona."I love you more suamiku". Balasku setelah menggeser icon replay pada halaman chat.
"Sayang jangan lupa sarapan kalau kuliah jam pertama mu selesai" . Aku pun kembali mengklik icon replay pada pesan ini. "Siap Cinta, ini baru selesai kelas sedang menuju kantin untuk sarapan". Balasku.
"Istriku belum selesai juga kuliahnya...ckckck"
"Baiklaaah aku sibuk dulu" -Ferry-
"Met sibuk suamiku. tapi jangan terlalu sibuk sampai lupa makan siang ya suamiku". -Lia-
Baru juga selesai membalas pesan suamiku, aku justru menabrak seseorang karena tidak melihat jalan sama sekali dan ponselku jatuh bersamaan dengan buku sketsa gambarku.
"Lia, Lia Putri Aghata" ucap pria itu yang ternyata benar dia. "Ya Tuhan, bagaimana mungkin tiba-tiba Rendy muncul disini setelah hampir tiga tahun kami tidak pernah bertemu dan bertukar kabar.
"Rendy?" gumamku spontan saat melihat sosok Pria yang menjadi sahabat terdekat ku sejak duduk di bangku SMP hingga lulus SMA yang di sambut senyum manis si pria.
"Syukurlah Lia kamu masih mengenaliku" ujarnya sumbringah sambil memeluk ku, aku hanya membiarkannya karena memang aku masih shock saat melihat wajahnya. Sampai Mira lah yang merelai pelukan Rendy padaku.
"Woi masbro, bini orang nih maen peluk aja seenaknya. Keliatan lakinya abis lo digebukin bodyguardnya baru rasa lo" teriak Mira nyolot pake banget sambil mendorong tubuh Rendy menjauh dariku.
"Hei siapa kamu, kasar banget jadi cewe?, Siapa juga yang istri orang, dia ini Lia calon istri masa depan gw" gerutu Rendy tak terima di dorong-dorong Mira.
Aku membelalakan mataku saat mendengar pernyataan Rendy yang bilang aku ini istri masa depannya. "Apa-apaan ini, setelah menghilang tanpa kabar bertahun-tahun sekarang muncul ngomong sembarangan, padahal dari dulu kami tidak pernah memiliki hubungan dengan status apapun selain sahabat" gerutuku dalam hati.
"Hei masbro kalau mau mimpi, tidur dulu sana biar tidam dibilang orang gila. Bini orang lo akuin calon istri masa depan...huahahaaa" tawa Mira puas mengejek Rendy.
"Sudah...sudah jangan ribut disini bikin malu aja kalian ini, tuh lihat kita sekarang jadi tontonan" ucap ku mulai kesal sambil mengangkat dagu menunjuk ke arah orang-orang yang mulai menonton adu mulut Mira dan Rendy.
__ADS_1
"Ayo kita ke kantin" ucap Mira sambil menarik tanganku dan tak menghiraukan Rendy lagi.
"Ehhh... tunggu aku belum selesai bicara dengan Lia" ujar Rendy sambil mengejarku dan Mira.
"Astaga kamu ngapain ngikutin kami, hah?" ujar Mira menghentikan langkahnya membuatku menabrak tubuhnya karena dia tiba-tiba saja berhenti dan membalik tubuhnya untuk meneriaki Rendy yang mengikuti kami.
"Auuuuch...Mira bisa tidak kamu itu kalau mau berhenti kasih aba-aba, sudah main tarik tangan ku sekarang kamu membuatku menabrak tubuh sintalmu. Kamu ingin mencelakai ku ya?" ucapku kesal.
"Mana ada begitu, kamu saja yang tidak sigap menghadapi setiap situasi" kilah Mira tak terima disalahkan.
"Sudah lah kalian berdua selesaikan masalah kalian dan jangan ikutin aku" pintaku tegas sambil menuju kantin.
Setibanya dikantin dan selesai mengorder makanan, aku kembali membuka layar kunci layar ponselku dengan sentuhan jari telunjuk ku.
"Hhhmmm...ternyata belum dibaca pesanku, apa dia sudah mulai mettingya?" gumamku dalam hati karena last seennya memang sudah 35 menit lalu sama persis dengan waktu terakhir Ferry chat untuk ku.
"Jika aku telphon dia akan angkat nggak ya?", gumam ku ingin mengisengi suamiku. Tapi ku urungkan teringat kata-kata Ferry tentang papinya takut saat menikah dengan ku, aku akan menghalangi perkembangan kariernya. "Sudah lupakan saja", ucapku sambil meletakn ponselku diatas meja dan menatap si mbak kantin meletakan bubur ayam dan orange juice pesenanku.
"Makasih ya mba", ucapku pada si mbak kantin sambil mulai bersiap menyantap makanan di depan ku.
"Lia kamu jahat sekali membiarkan ku sendirian bertengkar dengan pria kurang aja tadi" gerutu Mira begitu sampai dan duduk dikursi depan ku.
"Siapa suruh bikin malu, bertengkar sampai jadi tontonan orang" jawabku sambil tetap asik menikmati bubur ayam cirebon dengan sate telur puyuh dan ati ayam.
"Aku kan melakukannya untuk membala mu dari sikap kurang ajar dia, koq kamu malah marah...ckckck" ucap Mira makin sengit.
"Waktu Ferry mencium ku, kamu tidak marah-marah malah ngambek minta dicium juga. Kenapa saat Rendy hanya memeluku kamu sudah marah-marah seperti ini?" ucapku sambil mengerutkan kedua alisku.
"Karena sekarang kamu bukan lagi wanita sigle tapi sudah bersuami....ckckckck" ucap Mira ngotot membuat seisi kantin melihat ke arah kamu.
"Ya Tuhan Mira pelankan suara mu, kamu sengaja ingin membongkar statusku yang sudah menikah, hah?" ucapku tak kalah sengitnya dengan berbisik karena malas jadi pusat perhatian.
"Lia, kamu hutang penjelasan pada ku" tiba-tiba suara Rendy membuat suasana di dalam kantin makin tegang.
__ADS_1