
I'm my own biggest enemy
Yeah, all my empathy's a disaster
Feelin' somethin' like a scaly thing
Wrapped too tightly 'round my own master
My friends are gettin' bored of me
Sayin' I fell in love with a stranger
I don't know what they all think of me
But in reality I don't even
Remember anything but thinkin' you're the one
And I can force a future like it's nothin', so I
Just hate everybody
Lantunan lagu I hate Everybody dari ponsel Ferry mengusik tidur ku.
"Sayang, ponsel mu" gumamku dengan mata masih terpejam sambil memukul pelan dada Ferry.
Ferry langsung mengambil ponselnya dan mengangkat telphon itu dengan nada kesal, gimana nggak kesel kami baru aja tertidur dua jam lalu setelah bertempur panjang tanpa jeda, bule satu ini seperti tak lelah-lelah semalem menggarapku sampai hampir pingsan.
"Ada apa?"
"Tuan muda, maaf membangunkan mu. Itu pesawat anda akan take off 3 jam lagi, anda tidak lupa kan?"
'Ahhh...sial ternyata tinggal tiga jam lagi aku akan meninggalkan wanita yang paling aku cintai sendirian disini'
"Tuan muda, tuan muda..." teriak Jerry karena Ferry tak terdengar suaranya.
"Iya aku akan segera tiba di bandara, kamu tenang lah"
"Baiklah kalau begitu"
Ferry langsung memutus sambungan telphon dan bangkit untuk mandi dan bersiap ke bandara.
Saat semua sudah rapi, Ferry duduk di tepi ranjang memandang Lia yang masih terlelap karena kelelahan.
"Kamu baik-baik disini, tunggu aku. Secepatnya aku akan kembali menjemput mu" ucap Ferry sambil mengelus pipi Lia dan menciumi wajah Lia, membuat Lia terbangun karena merasa terganggu.
"Maaf ya mengganggu tidur mu, tapi aku tidak bisa pergi sebelum pamit dengan mu"
__ADS_1
Lia langsung terduduk sambil mengucek mata dan nguap-nguap karena masih sangat mengantuk.
"Sudah mau pergi sekarang" Lia memeluk pinggang Ferry. 'Andai aku boleh egois, aku nggak mau kamu pergi. Aku mau kamu disini' Bathin Lia mulai mellow dan tak terasa butiran bening jatuh ke pipi mulusnya.
"Sayang, kenapa kamu menangis? hah. Kemarin siapa hayow yang bilang cuma satu bulan nggak akan terasa...hehehehe"
Ferry berusaha menggoda Lia agar berhenti menangis sambil mengeratkan pelukannya dan menciumin puncak kepala Lia.
"Harus banget ya pergi sekarang? bisa agak siangan aja nggak pas aku jalan ke kampus kamu ke bandara jadi aku nggak berasa di tinggalin kaya gini"
Rengek Lia sambil berurai air mata membuat Ferry tak kuasa menolaknya. "Oke aku undur keberangkatannya tapi kamu stop dulu nangisnya"
Aku tak percaya mendengar ucapan Ferry aku langsung menghentikan tangis ku dan tersenyum manis. "Aku udah nggak nangis"
"Hallo Jerry undur keberangkatan ku jadi sore, aku tidak mau dibantah"
"Baik tuan muda, saya mengerti" Jerry hanya bisa menghembuskan nafas kasarnya begitu menutup telphon dari Ferry, Jerry langsung melakukan perintah Ferry mengundurkan keberangkatannya.
"Sekarang sudah senang" aku mengangguk cepat dan kembali memeluk Ferry.
"Kalau begitu sekarang kamu mandi gih atau mau aku mandiin?" goda Ferry masih memeluk ku.
"Serius?" Ferry tak percaya saya aku menganggukan kepala menyetujui tawarannya untuk dimandiin.
"Iya bawel, jangan tanya lagi" ucapku dengan wajah sudah memerah sampai ketelinga.
************************************************
Di Negara A
"Jerry, kenapa lagi anak itu?"
"Maksudnya tuan besar?" Jerry berpura-pura bodoh.
"Kamu tau dengan pasti apa maksud ku Jerry"
"Maaf Tuan besar, kalau terkait pembatalan keberangkatan tuan muda pagi ini itu karena tuan muda masih belum menyelesaikan urusannya di negara IND, tapi tuan muda akan tetap berangkat hari ini cuma jam nya saja yang mundur"
"Terus saja kamu lindungi bocah tengik itu" Tuan Goucher langsung memutus sambungan telphonnya dengan Jerry.
'Jelas saja aku harus melindunginya, dia yang menggaji ku tapi kamu terus saja menekan ku huuffft' gerutu Jerry dalam hati menghadap tuan Goucher, Ayah Ferry yang ditaktor.
'Sebenarnya apa yang terjadi kenapa tuan muda tiba-tiba membatalkan keberangakatnya padahal sudah mepet banget' Bathin Jerry mulai menerka-nerka apa yang terjadi dengan tuan mudanya.
Dreeet....Dreeeet....Dreeet
"Tuan Jerry, mereka akan melakukan pertemuan nanti malam di restoran Mylen"
__ADS_1
"Bagus, lakukan sesuai dengan plan A...jangan sampai gagal pastikan kali ini kita dapat bukti pendukung untuk menjebloskan mereka ke dalam penjara"
"Siap, laksanakan"
"Satu lagi, awasi terus pergerakan keluarganya dan jika mereka mencoba mengalikan dana keluar tahan sebisa mungkin dana itu tetap di rekening mereka"
"Baik, dimengerti"
"Kalau tidak ada lagi, aku tutup telphonnya"
'Tuan Redrigo kali ini kamu tidak akan lolos, jika semua ini benar ulah mu aku tidak tau bagaimana nasib mu dan keturunan mu. Kamu nekat sekali bermain curang di Goucher Corp'.
Bathin Jerry usai berbincang dengan anak buahnya. 'Sepertinya aku harus memberikan berita gembira ini pada tuan muda, ahhh...nanti saja lah pas tuan muda sudah tiba dinegara A. Paling sekarang dia sedang bermesraan dengan nyonya muda.
************************************************
Kediaman Ferry dan Lia
Usai mandi mereka sarapan, kali ini pelayan lah yang menyiapkan makanan sesuai dengan menu yang Ferry perintahkan untuk disiapkan tiap kali Lia akan makan.
"Ehhh...sudah pada datang ART, supir dan bodyguardnya...ckkckk" gumam Lia menatap meja makan dengan menu sehat.
"Kalian kesini" perintah Ferry pada kedua ART yang dikirim ke rumahnya.
Kedua ART itu pun secepat kilat sudah berada di depan Ferry dengan wajah menunduk tak berani menatap wajah majikannya.
"Ada yang bisa kami bantu tuan?" tnaya salah satu ART bertubuh kurus dan pendek.
"Mulai hari ini kebersihan dan kenyamanan rumah serta kebutuhan istri ku jadi tanggung jawab kalian, jangan pernah melakukan kesalahan, kalian paham"
"Kami mengerti tuan tidak usah khawatir, kami akan pastikan semua kebutuhan nyonya muda terpenuhi dengan baik dan soal kebersihan dan kenyamanan rumah tuan juga tidak perlu ragu itu keahlian kami"
"Bagus kalau begitu kalian kembali ketempat kalian
"Baik, permisi" ucap kedua ART dan kembali ke dapur.
"Sayang, kamu memang harus banget ya kalau bicara dengan mereka dengan nada seperti itu?"
"Ada yang salah memangnya?" tanya Ferry dengan nada lembut berbeda 180 derajat saat bicara dengan para ART.
"Nggak ada yank, cuma terdengar begitu menakutkan aja nadanya..terasa dingin dan bikin tegang....hehehehe"
"Jadi, istriku mengizinkan suami mu ini untuk bicara manis dengan wanita lain?"
"Ehh...bukan begitu, sudah lupakan saja. Ayo kita makan" Lia dengan wajah kesal menyuap nasi kedalam mulutnya.
Ferry yang menatap kelakukan istri yang amat dia cintai hanya tersenyum sambil geleng-geleng tak berdaya.
__ADS_1