Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Nyamuk Pengganggu


__ADS_3

Di apartemen Ferry dan Lia.


Willy dan Shella asik nonton tv ditemani cemilan dan minuman kaleng yang Lia beli saat belanja tadi membuat Ferry makin kesal.


'Dua anak ini kapan mereka bisa mandiri? tapi bukan sepenuhnya salah mereka, aku juga mungkin akan seperti mereka jika bukan karena terpaksa keluar dari rumah dan tinggal di apartemen tanpa bantuan ART karena papi dan mami tidak setuju aku keluar dari rumah sehingga uang bulanan ku dibatasi dan fasilitas tuan muda dihapus. Aku jadi mandiri, mulai main saham dan ikut kelas memasak demi bisa makan enak tapi tidak mesti ke restoran. lama kelamaan aku Mulai terbiasa melakukan aktivitas yang biasa dilakukan ART, benar-benar pengalaman hidup yang berguna saat hidup berdua dengan Lia yang tak ingin ada ART membantunya.


Wanita yang tumbuh dilingkungan orang kaya tapi pola asuh keluarga begitu sederhana dan tak membatasi hubungan majikan dan tuan. Berbeda 180° dengan kehidupan Ferry, tapi Lia mampu beradaptasi karena memang kepribadiannya yang lembut, aura nona muda yang pintar dan penuh percaya diri tanpa rasa takut dan sangat ramah penuh kasih sayang.


'Wanita yang ku cintai memang bukan wanita biasa, kamu bidadari di hati ku' bathin Ferry melalang buana menyaksikan perbedaan tingkah laku saudara dan istrinya.


"Suam, kamu nonton apa melamun?" Ucap Lia sambil menyentuh pipi sang suami yang duduk selonjoran di sofa malas.


Ferry yang tersadar dari lamunannya dan melihat wajah cantik sang istri langsung menariknya dalam pelukan untuk ikutan duduk nonton bareng.


"Ya ampun kak, bisa tidak biasa aja gitu pose duduk nontonnya, jangan pose romantis gitu bikin jiwa para jomblo iri aja" komentar Willy melihat kemesraan Lia dan Ferry.


"Kalau tidak suka pulang sana" sahut Ferry sengit membuat Lia mendaratkan sebuah cubitan dilengan Ferry.


"Sayang" gumam Ferry sambil menatap Lia karena tak terima dicubit. Lia malah senyum manis dan memberi elusan sayang pada lengan Ferry yang dia cubit tadi.


"Maaf spontan, abis kamu kebiasaan kalau bicara nggak pake filter" ucap Lia sambil mengelus lengan Ferry membuat rasa kesel dihati Ferry menghilang sempurna.


"Dasar wanita penggoda" bisik Ferry ditelinga Lia.


"Suam jadwal kuliah ku besok itu udah benerkan sesuai KRS yang kamu kasih ke aku?" tanya Lia mengalihkan pembicaraan.


"iya yank, kamu juga besok jangan lupa harus melapor ke YZ Collection ya" sahut Ferry sambil memeluk Lia dan mengabaikan ketiga manusia yang asik nonton film box office sambil ngemil.


"Iya justru aku ingat harus melapor ke YZ Collection makannya aku jadwal kuliah ku sudah fix kan?" tanya Lia sekali lagi memastikan.


"Sudah istri ku tersayang, jadwalnya sudah aku minta pihak kampus sesuaikan dengan jadwal kamu untuk kerja di YZ Collection" sahut Ferry sambil memainkan rambut panjang Lia.


"Oke lah kalau begitu aku bisa tenang karena jeda pergantian kuliah pagi dan siangnya lumayan lama jadi aku bisa ke YZ Collection besok" ucap Lia penuh semangat.


"Jangan terlalu capek" ucap Ferry sambil mencium puncak kepala Lia.


"Iya suam, makasih ya" sahut Lia tulus mengucapkan makasih buat perhatian Ferry selama ini dan kemudahan yang dia dapat karena Ferry.


"Sama suami sendiri masih sesungkan itu?" ujar Ferry membuat Lia mendongkan kepalanya menatap manik mata biru sang suami.

__ADS_1


Ferry yang melihat wajah polos Lia yang cantik menatapnya penuh cinta tak mampu mengontrol dirinya untuk tidak mengecup bibir sang istri dengan penuh hasrat membuat Lia terbawa suasana dan lupa kalau ada orang lain di dekat mereka sampai teriak ketiga nyamuk pengganggu menyadarkannya dan membuat wajah Lia langsung memerah karena malu.


"Kak Ferry" mendengar teriakan serempak para nyamuk Ferry menghentikan aksinya.


"Apa sih? berisik banget. Nyium istri sendiri, di rumah sendiri kenapa kalian sewot? kalau tidak suka cepat pulang sana. Ini juga sudah malam, lagian tuh filmnya sudah mau abis" oceh Ferry kesal kesenangannya di ganggu para nyamuk.


"Tapi kan..." Shella baru mau buka mulut Ferry lanjut lagi ngoceh dengan kesal.


"Kami berdua juga besok masih harus kerja dan kalian juga harus sekolah dan kuliah. Sudah cepat pulang sana" Usir Ferry sekali lagi akhirnya mereka bertiga bangun dari duduknya.


"Dasar pelit" gerutu Shella yang terdengar semuanya membuat Lia tak enak hati melihat mereka bertiga pulang diusir Ferry begitu tapi dia juga tak ingin menjatuhkan harga diri suaminya dengan membantahnya di depan mereka bertiga


"Aku pulang dulu ya kak Lia, kak Ferry. Maaf ya kalau kehadiran ku mengganggu malam kalian" ucap Ami tak enak hati mendengar amarah Ferry tadi.


"Kakak yang harusnya minta maaf kalian jadi harus pulang kaya gini" ucap Lia merasa bersalah.


"Tenang aja kak Lia, kulkas dua pintu emang gitu kalau ngomong makanya aku heran kak Lia mau sama orang kaya gitu" Ucap Shella berapi-api membuat Lia mengacak-acak rambut kepala adik iparnya


"Yang kamu lagi jelek-jelekin itu suami kak Lia loh" ucap Lia sambil senyum jahil.


"Ups keceplosan" sahut Shella pura-pura tak bersalah.


"Ya sudah kita pulang dulu ya kak" pamit ketiganya lalu berjalan keluar pintu apartemen.


"Shella jangan lupa pulang sama Deni, dia sudah menunggu di lobby" teriak Lia saat mereka bertiga sudah melangkah keluar.


"Oke kak" sahut Shella


Setelah memastikan mereka bertiga naik kedalam lift barulah Lia masuk kedalam apartemen.


Lia masuk kedalam kamar mereka setelah membersihkan sampah snack dan miniman kaleng di ruang tv. Sang suami sedang sibuk telphonan entah dengan siapa tapi nampak serius.


Lia yang tak ingin mengganggu sang suami akhirnya memutuskan untuk membersihkan diri dan mengganti baju bersiap untuk tidur, Ferry masih asik dengan telphonnya tak menyadari kalau Lia sudah terlelap di ranjang mereka.


"Eh...koq udah pules aja sih?" gumam Ferry saat selesai bicara dengan Leon di telphon.


Ferry pun membaringkan tubuhunya di sebelah Lia dan merengkuh Lia masuk dalam pelukannya seperti pose tidur mereka biasanya.


Tak butuh waktu lama Ferry yang sudah lelah juga karena semalam tidak tidur dengan nyenyak pun terlelap.

__ADS_1


*************************************


"Sayang, bangun yuuk" Ferry dengan lembut membangunkan Lia yang masih terlelap dalam pelukannya.


"Sayang, udah adzan subuh. Ayo bangun" Ferry mencium wajah Lia membuat yang punya wajah terganggu dan mendorong wajah Ferry menjauhi wajahnya dengan mata masih terpejam.


"Sayang, koq balik tidur lagi" Ferry spontan melihat sang istri kembali meringkuk dalam pelukannya.


Ferry mulai usil menggigit kecil daun telinga Lia dan menciumi leher Lia membuat Lia langsung membuka matanya dan mendorong tubuh Ferry.


"Suam Kamu jahat banget sih bangunin aku kaya gitu, emang nggak ada cara lain apa? aku kira ulet bulu tau yang menggeliat di leher ku" racau Lia begitu terbangun dengan wajah kesal karena tidur nyenyaknya terganggu.


"Ulet bulu mana ada di sini? ada juga uler kadut nih mulai bangun" sahut Ferry membuat Lia tak sengaja melihat kearah yang Ferry tunjuk.


"Suam dasar mesum" teriak Lia sambil melempar Ferry dengan bantal lalu berlari kedalam kamar mandi.


Melihat tingkah Lia membuat Ferry tertawa. 'Wanita ini memang sangat berbeda, aku makin mencintai mu Lia Putri Aghata' gumam Ferry dalam hati.


Usai melakukan sholat subuh berjamaah dan mengaji satu halaman, mereka berdua sibuk dengan aktivitas pagi mereka. Lia sibuk merapikan tempat tidur menyiapkan pakaian yang akan Ferry dan dirinya kenakan hari ini.


"Ehh...ini apa?" Lia melihat beberapa paperbag di dalam cabin penyimpanan saat mencari baju yang bisa Lia gunakan ke kampus sekaligus pas untuk ke kantor juga.


Karena penasaran Lia mengeluarkan isi paperbag tersebut, mulut Lia menganga tak percaya kalau baju-baju dalam paperbag itu adalah baju-baju yang dia ingin beli di toko tadi siang tapi karena harganya mahal banget Lia tak jadi membelinya.


"Bagaimana bisa kalian semua ada di sini sekarang?" gumam Lia tak percaya apa yang dia lihat di dalam cabin penyimpanan miliknya.


"Suami" teriak Lia membuat Ferry yang sedang menyiapkan sarapan langsung berlari secepat kilat menuju asal suara teriakan yang dia dengar.


"are you oke babe?" tanya Ferry begitu tiba di dalam walk in closed.


"Ini..." Lia tak mampu berkata-kata lagi.


Ferry yang mengerti kalau istrinya minta penjelasan bagaimana bisa baju-baju itu ada di dalam cabin milik Lia. Akhirnya pun menjelaskan semuanya secara mendetail membuat Lia makin 'wow'


ternyata Lia beneran nikahin anak sulthan yang apapun bisa dia lakukan termasuk memata-matai istrinya tanpa disadari plus beli apa aja yang di sentuh istrinya lebih dari lima menit yang artinya menunjukan kalau istrinya menyukai barang itu....ckckckck.


Lia makin terpesona dengan sang suami. 'Apa sih suam yang tidak bisa kamu lakukan suam?'.


jangan lupa like, komen and yang baik boleh lah kasih vote and jadiin novel karya ku favorite kalian.

__ADS_1


__ADS_2