Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Aku belum Makan


__ADS_3

"Kamu koq bisa ada di sini?" Ujar Lia bersamaan dengan Arjun saat kedua manik mata mereka bertemu.


"Ehh, kalian saling kenal?" ucap Jeni kaget, dia tidak menyangka Lia akan kenal dengan Arjun.


"Kamu juga kenal dia Jen?" bisik Lia pelan ditelinga Jeni.


"Tentu saja kenal, dia kakak sepupu ku" jelas Jeni membuat Lia memutup mulutnya. 'Ya tuhan dunia benar-benar seluas daun kelor sampai harus bertemu dan dekat dengan adik sepupu pria yang harus ku hindari. kenapa hidup ku jadi rumit gini' bathin Lia sambil menarik nafas panjang.


"Kak Arjun kesini mau ngapain?" tanya Jeni tidak suka, Jeni yakin Arjun tiba-tiba muncul karena di minta papinya mencari dirinya.


"Mau jemput kamu lah, pake nanya lagi" sahut Arjun ketus karena kalau bukan karena maminya Jeni merengek-rengek meminta Arjun mencari Jeni mana mungkin malam-malam begini dia ada dipecinaan.


Tapi Arjun jadi happy karena dia jadi tau kalau Lia itu ternyata berteman dengan adik sepupunya dan nampaknya mereka berdua akrab. Arjun merasa peluang dia mendekati Lia makin besar. 'Hal menyebalkan berbuah manis' bathin Arjun memandangin wajah Lia yang nampak mulai gusar karena dia khawatir Ferry mencarinya dan melihat dia bersama Arjun.


"Aku akan pulang setelah mengantar Lia ke apartemennya" ujar Jeni yang langsung ditolak Arjun.


"Kamu pulang lah mami mu sudah sangat khawatir, non Lia biar aku yang anter" ucap Arjun dengan senyum seringai membuat Lia mengutuk kebodohannya sendiri karena tidak memberi kabar pada Deni kalau dia main di pecinaan.


'Gawat kalau sampai Arjun yang mengantar ku, mati lah aku' bathin Lia buru-buru menolak tawaran Arjun.


"Sudah Jeni kamu pulang lah dan tuan Arjun terima kasih atas tawarannya tapi saya bisa pulang sendiri" ujar Lia menghindari mala petaka buat hubungannya dengan Ferry.


"Mana bisa aku membiarkan kamu pulang sendiri" ucap Jeni menolak saran Lia. "Kamu pulang diantar kak Arjun atau aku, kamu pilih lah" lanjut Jeni yang melihat Lia nampak tak ingin pulang di antar Arjun.


"Jeni kamu apa-apaan? sudah aku bilang kamu pulang sekarang dan tidak ada bantahan lagi" ujar Arjun sambil memberi intruksi kepada anak buahnya untuk membawa Jeni masuk dalam mobil dan membawanya pulang.


"Kak Arjun apa-apa sih? aku bisa pulang sendiri. Lepaskan!" Jeni memberontak dan berusaha melepaskan diri dari para pengawal Arjun namun gagal.

__ADS_1


Di tengah kekacawan terdengar suara dan aroma tubuh yang sangat Familiar menyeruak masuk ke rongga hidung dan gendang telinga Lia.


"Malam nona Lia, maaf membuat mu menunggu ku menjemput mu?" mendengarnya Lia langsung membalikan badan memastikan hatinya tak salah menebak.


"Akhirnya Presdir datang juga, aku pikir aku akan pulang sendiri malam ini" sahut Lia sambil senyum manis membuat Arjun yang sejak tadi berdiri jadi kesal sendiri.


'Dari tadi wajah wanita ini datar sekali setelah bertemu dengan Ferry kenapa dia senyum manis banget. Apa benar laporan yang aku terima kalau mereka tinggal bersama bukan cuma sekedar tinggal di gedung apartemen yang sama?' pikir Arjun mengingat laporan asistennya saat anak buahnya menguntit Lia.


'Sial jadi foto-foto mesra yang berhasil di ambil anak buah ku semua itu benar? mereka bukan hanya sekedar bos dan karyawan tapi pasangan kekasih' gumam Arjun dalam hati saat melihat kemesraan Lia dan Ferry di depan matanya sambil mengepal erat jari-jarinya menahan bara amarah di hati.


"Ternyata nona Lia sudah ada yang menjemput kalau begitu aku tidak mengganggu kalian lagi" ujar Arjun ramah dan berlalu dari hadapan Lia dan Ferry dengan senyum pahit.


"Bagus ya sekarang kamu makin berani" ucap Ferry sambil menarik Lia kedalam pelukannya.


"Kenapa tidak berani? aku tidak melakukan apapun? aku tidak seperti seorang pria beristri yang sepanjang malam di gelayuti manja gadis cantik sampai jadi berita panas" Ucap Lia mengejek Ferry.


"Hahahaha....jadi istri ku sedang cemburu?" tawa Ferry meluapkan rasa bahagia karena dicemburui Lia.


"Tubuh mu memang lebih jujur" Lia tak mampu membalas ucapan Ferry lagi karena wajahnya sudah merona karena malu jadi pusat perhatian orang yang melihat pria tampan memeluk seorang gadis dijalan umum walau Ferry mengenakan pakaian casual dan topi tapi aku tetap takut ada orang yang memfoto dan memposting kemesraan kami dijalan umum.


"Sudah lepaskan aku dulu, sangat tidak nyaman begini lagian wajah mu sedang viral"


Ferry pun melepas pelukannya dan menggandeng tangan Lia serta membawakan tas belanjaan yang sedari tadi si jinjing Lia.


"Kamu mau bawa aku kemana?" tanya Lia saat Ferry membawanya berjalan masuk kedalam area pecinaan lagi.


"Mau ajak kamu makan martabak kari kambing dan manisan" sahut Ferry sambil membalikan tubuh menatap wajah cantik sang istri dengan senyum manis membuat wajah tampan Ferry makin mengalihkan dunia Lia.

__ADS_1


"Aku sudah kenyang, tidak ingin makan lago" teriak Lia "Tapi aku belum makan malam" sahut Ferry sambil terus melangkah dan menggandeng tangan Lia.


Lia yang mendengar sang suami belum makan terpaksa pasra mengikuti langkah sang suami padahal kalau mau jujur dia sudah kelelahan hari ini. 'untung besok kuliah tidak terlalu pagi dan aku juga tidak harus ke perusahaan yang penting design baju untuk musim dingin selesai minggu depan dan gaun mami pun sudah di pola serta di potong Rose dan Denis jadi aku bisa santai lah besok pagi' bathin Lia


Akhirnya setelah berjalan sepuluh menitan mereka berdua sampai dibuah restoran yang menyajikan makanan khas negara M. Ferry memesan seporsi martabak kari dan nasi goreng kambing, dua gelas teh tarik dingin.


"Suam, kamu ganteng banget" ujar Lia tiba-tiba dengan wajah berbinar menatap Ferry sambil menopang dagunya.


"Berhenti menatap ku seperti itu?" Ferry mulai risih ditatap Lia dengan tatapan berbinar penuh hasrat membuat Ferry jadi ingin memakan wanita di hadapannya.


"Habis kamu ganteng banget pake baju kaya gitu, jadi keliatan deh brondong gantengnya" ujar Lia terus saja sambil memandangi Ferry "jadi pengen terus mandangin kamu deh" lanjut Lia lagi dengan senyum menggoda sang suami.


'Ya Tuhan istri ku berhenti menatap ku seperti itu atau aku benar-benar akan menarik mu keluar dan memakan mu habis di hotel terdekat' gumam Ferry dalam hati yang jadi mulai bergairah karena ulah sang istri.


"Aaaa...suami kamu rusuh banget sih" teriak Lia spontan saat Ferry mengacak-acak rambutnya membuat pandangan mata pengunjung lain di restoran menatap mereka berdua.


Lia yang sadar teriakannya menarik perhatian pengunjung lain dengan canggung meminta maaf sambil melipat kedua tangannya di depan dada membuat pengunjung lain pun kembali sibuk dengan urusannya masing-masing. Ferry yang melihat tingkah istrinya malah tertawa tanpa henti.


"Jahat kamu, nyebelin" Lia memberengutkan bibirnya dan memasang muka masam. Ferry awalnya ingin merayu sang istri tapi kepotong pelayan restoran yang membawakan orderannya dan menata diatas meja.


"Silahkan dinikmati, jika ada tambahan lainnya panggil saya lagi saja" ucap sang pelayan yang di oke kan Lia sebelum sang pelayan pergi dari meja mereka.


Lia yang awalnya tak ingin makan akhirnya ikutan makan karena di suapi Ferry walau hanya beberapa suap nasi goreng kambing dan juga martabak kari karena Lia sudah makan hot pot bersama Jeni tadi.


Sambil makan Ferry juga menceritakan kejadian diperjamuan dan alasan dia malam itu tak menolak rangkulan manja Sandra di perjamuan membuat Lia sedikit lega karena tau isi hati dan pikiran sang suami.


Selesai makan mereka berdua kembali ke apartemen dengan perasaan bahagia seperti sepasang kekasih yang sedang kasmaran menyusuri jalan sambil berangkulan menuju mobil Ferry yang terparkir cukup dekat dari restoran.

__ADS_1


jangan lupa jadikan favorite novel "suamiku berondong" biar kalian nggak ketinggalan kelanjutannya dan jangan lupa habis bacan kasih like and komennya ya readers cayang biar author dapet masuk dan semangat.


makasih buat semuanya tanpa kalian mungkin mimi slamanya nggak akan berani nulis.


__ADS_2