
"Kak Ferry..." tiba-tiba salah satu personil 4D berlari memeluk Ferry.
"Britney, kamu masih saja seperti anak kecil" ujar Ferry sambil berusaha melepas pelukan Britney.
"Kakak kenapa tiba-tiba muncul di sini?"
"Istri ku , dia ngefans berat sama grou 4D kalau tidak buat apa aku membuang waktu ku menonton pertunjukan mu"
"Iiissshh...kak Ferry jahat, yang mana kakak ipar?"
"Hai, aku Lia" ujar Lia menjulurkan tangannya.
"Kamu,,kamu designer yang masuk majalah fabies dan menjuara lomba design international kan?"
"Iya betul sekali" sahut Lia dengan senyum manis.
"Hah, aku sangat suka design mu. Tolong buatkan gaun pesta untuk ku, please" Britney memasang wajah puppies agar Lia tersentuh, tapi bukannya Lia yang tersentuh malah Ferry yang menyentil jidatnya.
"Kamu itu disuruh ke sini untuk foto bareng dan tanda tangan dengan Fans bukannya menyusahkan istri ku"
"Kakak pelit banget sih, orang kak Lia aja tidak menolak ku". Britney menggalayuti Lia membuat Ferry berdecak tak berdaya.
Adik sepupunya ini memang lebih parah manja dari pada Shella karena usianya juga lebih muda dari Shella.
"Ayo Britney kesini kita sesi foto bareng dulu" fotografer dan manager acara mengarahkan mereka berempat berfoto dengan para personil 4D dan mendapatkan hasil fotonya langsung plus langsung pulang ditanda tangani mereka berempat. Lia dan Mira pun minta di foto dengan mereka berempat menggunakan kamera ponsel agar bisa langsung di unggah di webbo.
"Oke sesi foto sudah selesai, yukk lanjut kita makan bersama".
Semua kru dan artis terlihat bahagia karena itu artinya pekerjaan mereka hampir rampung dan perut mereka sudah laper dari tadi.
Lia dan Ferry tak ikut makan mereka hanya minum air mineral. "Lia kamu nggak makan ini udang tempura asem manisnya enak banget" Ledek Mira membuat Lia menelan ludah menahan diri, karena bisa bahaya kalau dia tergiur ikutan makan. ini sudah hampir pagi masa iya dia makan lagi perutnya juga tidak akan sanggup.
"Kamu mau makan, makan lah. Mau aku ambilin cemilan?" Lia menggelengkan kepala. "Kamu yakin?" tanya Ferry sekali lagi.
"Iya suam yakin, aku ini istri pria paling tampan harus menjaga bentuk tubuh ku dengan baik" ujar Lia dengan senyum nakalnya.
"Sedikit lebih gemuk aku rasa lebih baik, karena akan lebih enak saat memakannya" bisik Ferry ditelinga Lia membuat wajahnya bersemu merah.
'Iiishhh...sial betul bule satu ini. cuma mesum aja isi otaknya' gumam Lia dalam hati.
"Owh iya karena hari sudah hampir pagi kami pulang duluan ya?" pamit Ferry saat Lia setuju diajak pulang karena dia juga sudah lelah.
"Kak Lia, aku minta nomer ponsel mu dong" Ujar Britney sambil memberikan ponselnya ke Lia.
Lia mengetikan nomer ponselnya di ponsel Britney. "ini sudah" ucap Lia sambil mengembalikan ponsel Britney.
"Itu nomer ponsel ku, di save ya kak. nanti kita keep in touch ya kak"
"Oke"
"Besok kita ketemuan di bandara sebelum kamu take off". ujar Mira sambil memeluk Lia.
"kita balik duluan ya"
__ADS_1
"Hati-hati bro nyetirnya" Ferry hanya mengacungkan jempolnya.
"Kak Ferry kapan balik ke negara A?" tanya Britney
"Besok"
"Koq Cepet"
"Emangnya aku orang kurang kerjaan kaya kamu"
"Iisssh, belum jadi CEO aja udah sok banget sih kak Ferry, norak tau"
"Biarin aja, toh dua tahun ini kakak yang ngurusin perusahan"
"tapi tetep aja presdirnya paman....weeeewww" Sahut Britney tak mau kalah sambil menjulurkan Lidahnya.
'Bocah ini bener-bener ngesilin' bathin Ferry.
"Sudah ayo kita pulang, sampai ketemu lagi britney" ucap Lia lalu menggandeng tangan Ferry menuju tempat parkir.
"Sayang kita tunggu disini aja?"
"Ehh"
"Tuan muda, nyonya silahkan"
"Koq bisa?"
"Aku yang telphon tadi yank, khawatir aku ngantuk"
"Suam, boleh nanya?"
"Apa?"
"Siapa Britney?"
"Owh dia anak dari sepupunya papi, kenapa?"
"Pantes saja sedikit mirip shella"
"Bukan sedikit saat kecil mereka di bilang kembar, usia Britney tapi lebih kecil dua tahun dari Shella"
"Pantas saja dia lebih imut, Kenapa kamu nggak cerita dari awal?"
"Soal?"
"Britney, kenapa nggak cerita dari awal pas kita bahas soal 4D?"
"Kapan mau bahasnya orang kamu aja ngambek trus gitu juga, ckck"
"Hhheheehe, iya ya. Trus gimana caranya tau-tau kamu bisa kenal sama manager acaranya?"
Lia terus mengintrogasi Ferry karena dia beneran agak kaget dengan apa yang terjadi malam ini.
__ADS_1
"Itu pas kita di restoran aku wa dia, bilang mau nonton konsernya siapin 4 tempat terbaik, trus dia bales oke tuan muda jangan lupa masuk lah lewat pintu khusus, anda tidak perlu mengantri untuk masuk. Dasar si bodoh tidak berguna malah terjadi hal tadi"
Ferry lalu membaringkan tubuhnya diatas mobil kepalanya di paha Lia sebagai bantal.
"Ada lagi yang mau kamu tanyain tidak? kalau tidak aku tidur sebentar" pinta Ferry.
"Ya sudah tidurlah" ucap Lia sambil mengelus kepala Ferry seperti anak kecil dan tak lama pria bule itu sudah terlelap.
'Hhhmm...nampaknya dia benar-benar lelah' Gumam Lia dalam hati lalu mencium kening suaminya. "Terima kasih buat malam yang tak terduga, aku senang dengan kejutan mu".
"Kalau mau cium kenapa harus menunggu ku memejamkan mata dulu sih" tiba-tiba suara bariton suaminya terdengar menggodanya.
"Ehhh...kamu pura-pura tidur ya?"
"Tidak pura-pura cuma baru mau mulai pules kamu mencium ku jadi terbangun deh"
"Hhhmm...nggak percaya" sahut Lia kesal.
"Ya sudah kalau tidak percaya" ucap Ferry masih dengan mata terpejam, dia memang terbangun karena ciuman Lia.
Ferry meringkan tubuhnya memeluk pinggang Lia dengan kaki meringkuk karena terlalu panjang. Dia benar-benar mengantuk dan aroma tubuh Lia memberinya ketenangan sehingga mudah terlelap walaupun kondisi tidurnya sangat tidak nyaman untuk kaki panjangnya.
"Sayang, kamu beneran udah tidur?" pernyaan Lia tidak dijawab si bule hanya terdengar dengkuran halus tanda Ferry benar-benar sudah terlelap.
Akhirnya Lia pun menyandarkan kepalanya di jok mobil dan tak lama dia pun ikut terlelap dalam alam mimpi.
Tinggal sang supir yang setelah satu jam perjalanan akhirnya tiba di rumah kebingungan bagaimana caranya memberi tahu tuan dan nyonya kalau sudah sampe, mereka berdua terlihat terlelap karena kelelahan.
tok...tok...tok
"Kenapa masih di dalam?" tanya sang bodyguard bingung melihat patner kerjanya masih duduk di dalam mobil.
"Sstt..pelankan suara mu, tuan dan nyonya sedang tidur" ucap sang supir sambil memberi kode jari telunjuknya dia letakan di bibirnya.
"Trus apa rencana mu?" tanya sang bodyguard, sang supir hanya mengendikan bahu karena dia tak tau apa yang harus dilakukan.
Karena tak berani membangunkan keduanya majikannya, sang supir terus menyalakan mesin mobil dan AC mobil dan dia tetap duduk diam menunggu salah satu dari majikannya bangun.
setelah satu jam berlalu, akhirnya suara bariton milik tuan mudanya terdengar.
"Sudah berapa lama kita sampai?"
"Kurang lebih satu jam tuan muda" jawab sang supir pelan takut membangunkan nyonya mudanya.
"Nyonya dari tadi tertidurnya atau baru?" tanya Ferry bangun dar posisi tidurnya.
"Tidak lama setelah tuan muda tertidur, nyonya muda juga ikutan tidur".
Ferry langsung keluar dari mobil dan membuka pintu sisi Lia, dia mengangkat tubuh Lia menuju kamar. Seperti biasanya Lia memang kalau sudah tidur kebo diapain juga kalau belum puas tidur nggak akan bangun.
Ferry membaringkan tubuh Lia di atas ranjang, dia melepas sepatu yang Lia kenakan mengambil air hangat dengan handung untuk membasuh wajah dan tubuh Lia kemudian mengganti bajunya dengan baju tidur akan Lia tidur dengan nyaman.
Begitu beres mengurus Lia dia beru pergi mandi dan lanjut tidur hingga adzan subuh berkumandang Ferry bangun dan membangunkan Lia, usai sholat subuh keduanya kembali terlelap.
__ADS_1
Jangan Lupa like and komennya ya reader biar author makin semangat nulisnya.