
"Pagi sayang ku, mau sampai kapan mandangi wajah tampan suami mu ini?" suara bariton Ferry yang masih memejamkan matanya mengejutkan Lia yang sedang asik menatap ciptaan Allah di depannya.
"Apaan sih? udah bangun pura-pura tidur...ckcckk" Lia mengalihkan pembicaraan untuk menutupi perasaannya tapi wajah dan telinganya yang memerah karena malu sudah menghianatinya.
"Mau bohong? mana bisa? tubuh mu lebih jujur" ucap Ferry di telinga Lia sambil menggigit kecil daun telinga Lia.
"Sudah aku mau mandi dari semalem kamu menjauh lah sedikit" Lia mendorong tubuh Ferry sekuat tenaga, Ferry yang tak siap mendapat dorong tiba-tiba terjerembab jatuh dari ranjang. Lia spontan menutup matanya tak enak hati sampai membuat pria yang di cintainya tersunggur dibawah ranjang.
"Aaaduuuh,,,sayang ku kejam banget sih kamu" Lia yang tak berniat mendorong sang suami sampai jatuh agak kaget tapi dia juga tak ingin dipersalahkan.
"Salah mu sendiri usil" selesai berucap Lia langsung turun dari ranjang dan berlari ke kamar mandi menenangkan irama jantungnya.
Ferry hanya bisa menghembuskan nafas berat melihat Lia berlari kearah kamar mandi, lalu Ferry pun berdiri sambil mengelus bokongnya yang lumayan nyut-nyutan menghantam lantai kayu vinyl.
"Hhhmm...wanita ini sebenernya cinta sama aku tidak sih? koq dia bisa gampang banget cuek sama suaminya...huh" gumam Ferry sambil berbaring malas-malasan di ranjang.
"Kapan sih kamu, Lia Putri Aghata akan melengket dan slalu ingin di dekat ku?" Ferry asik bicara sendiri sampai tak menyadari kalau Lia sudah keluar dari kamar mandi dan mendengar ucapannya.
"Kapan-kapan suam, sudah jangan bicara lagi cepat mandi sebentar lagi subuh, aku ada kuliah pagi hari ini karena kemaren ada dosen yang nggak masuk di ganti pagi ini" ucap Lia sambil masuk kedalam walk ini closed. Ferry tak menggubris ucapan Lia, tapi tetap bangun dan membersihkan dirinya.
Usai sholat subuh karena Lia terburu-buru dia hanya minum susu lalu meninggalkan apartemen duluan setelah pamit dengan sang suami.
"Hati-hati, tidak usah berlari" teriak Ferry melihat sang istri berlari mengejar lift yang terbuka.
"Tunggu....tunggu jangan di tutup" teriak Lia sambil berlari. Ferry hanya bisa menggelengkan kepala.
Melihat tubuh sang istri masuk kedalam lift yang kini sudah tertutup, dia pun kembali masuk kedalam unit panthousenya.
"Terima kasih" ucap Lia pada orang yang menahan pintu lift untuknya.
"tidak masalah, senang bisa membantu wanita secantik kamu" sahut orang yang ada di dalam lift.
Lia seperti mengenali suara orang yang bicara, dia pun akhirnya menoleh kebelakang untuk melihat orang yang bicara.
"Tuh kan bener kak Hans, koq bisa kakak di negara A" ucap Lia begitu melihat wajah pria yang tak asing dalam ingatannya.
"Lia, Lia Putri Aghata" teriak Pria blasteran sambil menarik tubuh Lia dan memeluknya, Lia yang mendapat serangan dadak tak sempat mengelak.
Setelah agak stabil berdiri Lia merelai pelukan mereka berdua.
"Kakak belum jawab pertanyaan ku low, koq bisa kakak ada di sini?"
"Kakak kan sejak meninggalkan Negara IND memang tinggal di sini. Kamu sejak kapan tinggal di unit sebelah kakak? koq kakak baru tau kalau kamu yang tinggal disana, perasaan itu milik tuan muda Goucher yang terkenal dingin dan anti cewe" Celoteh Hans membuat Lia salah tingkah untung saja pintu lift terbuka jadi dia tidak perlu menjelaskan semuanya sekarang.
__ADS_1
"Oke kak, lain kali kita ngobrol lagi sekarang aku ada kuliah" ucao Lia lalu berlari menuju pintu keluar yang tak jauh dari lift.
Hans yang penasaran, berlari mengejar Lia, saat dia akan menarik tangan Lia, dia dihentikan Deni yang melihat aksi Hans mengejar Lia.
"Lepaskan, siapa kamu?" tanya Hans tak suka tiba-tiba Deni menahan tangannya.
"Den, lepaskan aku kenal dia koq" pinta Lia yang langsung dia lakukan Deni.
"Maaf ya kak Hans, Deni nggak tau kalau kita saling kenal. Tapi aku sekarang benar-benar harus buru-buru ada kuliah pagi, next kita ngobrol lagi" selesai berucap Lia ingin langsung masuk mobil tapi ditahan Hans.
"Tunggu, simpan kartu nama ku. kamu harus menghubungi ku begitu ada waktu. Ada banyak hal yang mau aku bicarakan dengan mu"
Lia mengambil kartu yang diberikan Hans lalu mengangguk dan masuk kedalam mobil diikuti Deni yang berlari menuju kursi supir.
Hans memandangin mobil yang membawa wanita pujaannya semasa remaja. "Siapa yang sangka disaat aku sudah mau menyerah dengan perjodohan yang diatur papi kamu justru muncul dihadapan ku, Lia Putri Aghata nampaknya langit begitu mengasihi ku" gumam Hans dalam hati.
Hans Prayoga, Pria keturunan campuran ibu orang asli negara A dan ayahnya orang asli negara IND. Hans merupakan kakak kelas Lia di SMP dan SMA sekaligus tetangganya saat di IND.
Ketika SD setelah kejadian dengan Ferry, Lia sempat meninggalkan negara IND dan baru kembali lagi ke negara IND saat SMP dan Hans lah yang menjadi teman Lia saat baru tiba di rumah lamanya dinegara IND.
Namun saat Lulus SMA, Hans pamit pergi keluar negri karena kakeknya meninggal dunia. Namun sejak saat itu Hans seperti di telan bumi, meraka tak pernah berkirim kabar satu sama lain seakan tak pernah saling mengenal.
Siapa sangka kini langit mempertemukan mereka, banyak impian yang sempat Hans ingin kubur karena tak ada harapan mewujudkannya kini dia kembali bersemangat tuk menggapai impiannya.
Ferry sedang asik menikmati omlet dan mush potato dengan segelas coklat panas dikejutkan dengan Foto yang dikirim pengawal bayangan yang mengikuti Lia.
"Selidik siapa pria itu, aku ingin laporan lengkapnya dalam dua jam"
"Baik tuan muda"
'Lia Putri Aghata kamu ini kapan bisa membuat ku sedikit saja tenang melepas mu sendiri. Baru sebentar sendirian sudah ada laki-laki yang menempel pada mu, apa ini alasan mu begitu tak ingin status mu sebagai istri ku diketahui publik. Kamu masih ingin mencari pria lain?'
Ferry yang dilanda rasa cemburu mulai berpikir hal-hal yang tidak masuk di akal. Rasa cemburu melahirkan kecurigaan karena pikiran-pikiran buruk yang diciptakan sendiri.
Karena hatinya begitu kesal dia tak lagi bernafsu menghabiskan sarapannya, Ferry pun langsung menyambar jasnya yang tergantung di kursi lalu mengenakannya dan keluar dari unit apartemen menuju perusahaan.
Ferry yang masih kesal melajukan mobilnya dengan cepat, untung saja jalan tak begitu padat.
Jerry yang melihat wajah bosnya yang suram turun dari mobil melangkah menuju tempatnya berdiri, Jerry menahan nafasnya. 'Gawat ini alamat deh bakalan ada yang uring-uringan hari ini' bathin Jerry.
"Pagi tuan muda" sapa Jerry yang dicuekin Ferry lalu Jerry membacakan kegiatan sang tuan muda hari ini sambil berjalan kearah lift khusus para direksi menuju ruang kerja Ferry.
"Majukan rapat jadi jam 9, kosongkan kegiatan ku nanti malam"
__ADS_1
"Baik tuan muda, tapi soal kegiatan nanti malam. Tuan yakin ingin membatalkannya?"
"Memang perjamuan nanti malam penting?" tanya Ferry yang tak ingin tentang perjamuan nanti malam.
"Ini acara peluncuran produk baru perusahaan dan nona Sandra yang menjadi brand ambassadornya"
"Ahh...sial aku lupa, kalau begitu kamu atur agar Lia datang ke perjamuan nanti malam"
"Baik tuan muda, kalau begitu saya permisi dulu"
"tunggu"
"Iya tuan muda"
"Ahh...sudah lah kamu boleh pergi"
Ferry benar-benar uring-uringan selama di perusahaan, semua orang di ruang rapat habis menjadi sasaran kemarahan Ferry kesalahan kecil yang biasanya tak terlalu dia gubris kali ini habis semuanya dia bantai di ruang rapat
"Kalian semua tidak ada yang becus, buat semua laporannya ulang, tidak selesai hari ini kalian boleh temui departemen HR" ucap Ferry sambil berteriak meluapkan kekesalannya. Sedangkan para direktur dan asisten tak ada yang berani membuka suara lagi sampai Ferry meninggalkan ruang rapat.
Jerry yang melihat sang bos melimpahkan rasa kesalnya pada para eksekutif perusahan hanya bisa menghembuskan nafasnya pasrah menerima nasib kalau nantinya dia juga akan kena sembur amarah Ferry.
"Tuan muda, ini tadi anak bauh tuan Leon mengantar berkas. Katanya penting harus langsung diberikan pada tuan mufa" ucap sekertaris andalan Ferry.
Ferry langsung mengambilnya dan masuk kedalam ruangannya dengan cepat dia membaca berkas tentang Hans, wajah Ferry makin masam begitu tau pria itu tinggal di sebelah unit apartemennya.
"Agghhhh...Sialan" teriak Ferry sambil melempar berkas yang ada di tangannya ke sembarang arah membuatnya berserakan di lantai.
"Kamu cepat ke ruangan ku" Jerry bergegas ke ruangan Ferry, dia tak ingin menjadi samsak kemarahan Ferry.
Begitu Ferry melihat Jerry, dia langsung memberi perintah dengan tidak sabar.
"Cari tau semua hal tentang perusahan Bucatti Group" mendengar permintaan Ferry, alis Jerry mengerut dalam dia tidak mengerti kenapa tiba-tiba sang bos ingin tau tentang perusahan yang terkenal di bidang Garment dan Entertaiment.
"Buat apa bos?" mulut Jerry gatal, akhirnya dia pun bertanya tujuan si tuan muda ingin mencari tau tentang perusahaan Bucatti.
"Apa semua urusan ku kamu harus tau? kalau kamu begitu luang, lebih baik punguti kertas-kertas dilantai itu dan letakan diatas meja ku"
Jerry hanya bisa menghembuskan nafas berat kemudian mengerjakan apa yang bossnya inginkan dari pada kena sembur lagi.
"Apa ada lagi yang tuan muda butuhkan? jika tidak saya permisi" ucap Jerry yang hanya diberikan lambaian tangan mengusirnya.
Jangan lupa, like dan komen yess...yang baik boleh dong bagi votenya
__ADS_1