Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Akad Nikah dimajukan


__ADS_3

"Mama" ujar Mira kaget saat membuka pintu apartemennya dan melihat wajah mamanya Rendy berdiri di depan pintu sambil menelphon.


"Aduh kamu kenapa lama sekali membuka pintunya, kaki mama sampai pegal" gerutu mama sambil langsung ngeloyor masuk ke dalam apartemen Mira.


"Maaf ma, tadi nanggu abis beresin belanjaan di dapur"


"Owh...mama pikir kalian..." ucapan mama terhenti saat melihat bekas gigitan Rendy di lehar Mira.


"Kalian beneran nggak abis ..."


"Abis apa ma?" tanya Rendy yang muncul dari dalam kamar sudah dengan pakaian kantornya rapi plus dasi menghampiri mamanya dan mendaratkan ciuman di pipinya.


"Sudah lupakan saja, mama kesini mau diskusi soal design undangan pernikahan kamu dan Mira, makanya mama telphon kamu untuk kesini tidak disangka malah kamu sudah disini duluan".


"Aku tadi abis dari kamar mandi tidak lihat mama telphon". Sahut Rendy buru-buru karena melihat mama menatapnya penuh curiga.


"Ya sudah ayo duduk dan kalian pilih lah mau design yang mana untuk pernikahan kalian. Mama mau siapin makan siang yang tadi mama beli sebelum kesini"


"Mira bantu ma" tawar Mira tapi ditolak mama.


"kamu duduk teman Rendy saja untuk memilih undangan". Mira pun menganggu patuh.


Mira dan Rendy pun membawa goodie bag yang berisi banyak contoh undangan pernikahan menuju sofa ruang TV. tapi bukannya memilih undang Rendy malah kembali mencium bibir Mira dengan penuh gairah dengan tangan satu meremat gunung kembar Mira dan tangan yang lainya menyusup masuk ke dalam dress Mira yang memainkan inti Mira dari sela-sela underware membuat Mira bersusah payang menahan ******* karena gairah yang melonjak akibat ulah Rendy yang gila siang itu.


"Bee, cukup. Ada mama" Mira mendorong tubuh Rendy agar menjauhinya dan rendy pun terpaksa menuruti Mira.


"Nanti malam aku pasti akan memakan mu sampai habis" Rendy berdiri dan mengecup kening Mira lalu pergi meninggal kan Mira dengan tumpukan undangan.


"Bee kamu mau kemana?" Mira bingung karena Rendy malah bangun meninggalkannya sendirian.


"Aku ada metting dua jam lagi, jadi aku kembali ke kantor dulu ya honey". Sahut rendy sambil terus berjalan meninggalkan Mira.


"Ma, soal undangan Rendy serahkan ke mama dan Mira saja. Rendy ada metting di kantor" pamit Rendy sambil memcium pipi mamanya dan berlalu pergi meninggal kedua wanita yang kini hanya bengong saling tatap.

__ADS_1


"Anak ini, sejak kapan jadi giat sekali bekerja. Ayo Mira kita makan saja tidak usah di pikirkan kelakuan anaku satu itu"


Ajak mamanya Rendy sambil mendudukan bokongnya di kursi makan. Mira pun melakukan hal yang sama, walau kini pikirannya kemana-mana melihat tingkah Rendy yang tak seperti biasanya.


'Kenapa Rendy tiba-tiba jadi begitu bernafsu ingin memakan ku? Apa yang terjadi padanya?' gumam Mira dalam hati. Mama yang melihat Mira hanya mengaduk-aduk sendok di piring makannya sambil melamun jadi heran sendiri.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya mama sambil menyentuh tangan Mira.


Sentuhan tangan mama menyadarkan Mira dari lamunanya. "iya ma, ada apa?"


"Kamu melamun? Apa Rendy tadi melakukan sesuatu pada mu sebelum mama datang?"


Mendengar pertanyaan mama, Mira langsung terdiam dan tak sanggup menatap mata mama.


"Mama tau kalian sudah dewasa, dan mama dengar Rendy juga sering menginap di sini. Mama yakin kalian sudah melakukannya, tanda merah di leher mu itu pasti ulah Rendy kan? anak nakal itu benar-benar keterlaluan siang-siang sudah mau memakan anak gadis orang".


Mendengar ocehan mama, Mira tak mampu berkata-kata dia hanya menunduk malu.


"Sudah tidak usaha merasa bersalah sama mama. Harusnya mama yang minta maaf Rendy merusak mu sebelum pernikahan kalian. Bener-bener bikin malu anak ini, kalau kamu sampai hamil sebelum hari pernikahan gimna?".


"Sayang, wajah mu kenapa jadi pucat begitu?" mama Rendy jadi panik melihat Mira yang nampak shock dan pucat.


"Mira nggak apa-apa koq ma, Mira cuma baru sadar kalau sehabis melakukannya sepuluh hari lalu, Mira tidak minum pil penunda kehamilan".


"Anak bodoh, kenapa kamu seceroboh itu. Gawat kalau kamu sampai hamil duluan. Sepertinya acara akad nikah kita majukan saja jdi dua minggu lagi"


"Apa ma?" Ujar Mira kaget dengan pernyataan mama Rendy.


"Kenapa kamu keberatan?" sahut mama kesal. "Bukan begitu, Mira setuju setiap keputusan mama, cuma tidak lebih baik bicarakan dulu dengan Rendy"


"Tidak perlu, kamu makan lah. mama mau menghubungin designer baju akad nikah kalian dulu".


Mama Rendy sibuk mengatur ulang acara akad nikah Mira dan Rendy karena mama takut kalau Mira hamil akan jadi bahan gosipan orang-orang. Mira hanya bisa pasrah begitu juga Rendy.

__ADS_1


Jauh dilubuk hatinya Mira bahagian karena itu arti dua minggu lagi dia akan resmi menjadi istri Rendy. Jadi mereka tak perlu kucing-kucingan lagi tiap malam.


Di rumah sakit


Lia dan Ferry masih menunggu papa bersama mama sampai Bimo datang barulah mama, Lia dan Ferry pulang ke rumah masing-masing. Tapi Lia dan Ferry pulang lebih dulu.


"Kita pamit ya ma" Ucap Lia dan Ferry pamit pada mama.


"Jangan pacaran terus temenin papa sekali-sekali biar mama bisa istirahat" pesan Lia pada Bimo.


"iya, kak. Ini juga kan sekarang aku udh di rumah sakit buat gantian sama mama".


"Kita pulang ya, Bim. Jangan dimasukan ke dalam hati ucapan kakak mu itu" hibur Ferry saat melihat raut wajah Bimo agak sedih setelah Lia memarahinya.


"Aku nggak apa-apa koq kak, kalian hati-hati lah di jalan" ucap Mama dan Bimo bersamaan.


"Sayang" Ferry menjeda ucapannya untuk meyakinkan diri perlu tidaknya ini dibahas dengan Lia sekarang.


"Ada apa suamiku?" Ferry menghela nafas panjang sebelum dia mulai bicara.


"Sayang, hari ini ujian terakhir mu kan?"


"iya, trus" Lia mulai tidak sabar mendengar Ferry yang bicara terjeda terus seperti bukan Ferry si Vice President Goucher Corp yang arrogant, yang setiap kali bicara to the poin dan blak-blakan.


"Hhhmm...hari senin aku sudah harus kembali ke Negara A, info dari Jerry sejak aku disini papi mulai masuk kantor. Itu artinya jika Senin aku tidak muncul dikantor, papi pasti akan mencari gara-gara dengan ku".


Ferry kembali menarik nafas panjang dan menjeda ucapannya, menatap lekat wajah Lia, memastikan kalau istrinya akan baik-baik saja dengan informasi yang dia berikan.


"Trus, sayang bicara yang jelas jangan membuatku penasaran"


"Hehehee.." tawa Ferry sambil mengacak-acak rambut Lia. "Tuh malah ngacak-acak rambutku lagi" gerutu Lia sambil merapikan rambutnya.


"Kita bahas di rumah aja deh" ucap Ferry lalu melajukan mobilnya ke arah rumah mereka.

__ADS_1


wah kira-kira apa yang mau disampaikan Ferry ya?


jangan lupa like dan komen ya reader terlophe³.


__ADS_2