
Selesai Chat dengan Shella, adik Ferry Lia tidak langsung menyimpan ponselnya. Dia membuka ruang chat di group para Designer.
"Lihat designer Lia on" -Nino-
"Kemana aja nih designer Lia baru muncul lagi?" -Luna-
"Aku dengar kamu akan magang di YZ Collection selama kuliah di Pratt institute, apakah itu benar Lia?" -Monica-
'Negara A hal begini pun bisa tersebar kemana-mana. Benar-benar negara yang pendudukannya suka bergosip...ckckkck' Gumam Lia mulai pusing dan menyesal online.
"Wah, keren banget bisa magang jadi YZ Collection" -Nino-
"Dia bukan magang tapi jadi salah satu designer di sana" -Karenina-
"Benarkah? dari mana kamu tau semua itu Karen?" -Luna-
"Iya, ini seru banget kalau beneran" -Monica-
"Apa maksud mu Monica?" -Nino-
"Kalian lupa ya, dulu si bos dingin itu kan juga tertarik membeli Design karya Lia dan menawar dengan harga lumayan tinggi. Jadi wajah kalau Lia diminta jadi salah satu designer di sana" -Karenina-
"Iya juga ya, Lia memang designer berbakat" -Lukas-
"Aku dengar Merry juga kerja disana, tapu aku belum jelas posisinya" -Monica-
"Jadi maksud mu akan ada cinta segitiga disana?" -Luna-
"Wah, aku jadi penasaran" -Nino-
"Kalian berhentilah mengganggu Nona Lia, kasian karena kalian berisik dia sampai tidak bisa komentar sama sekali" -Jerry-
'Kenapa Jerry bisa tiba-tiba muncul? apa dia nggak punya kerjaan? sedangkan suami ku sibuk terus dari sejak bokongnya duduk di atas pesawat' gerutu Lia melihat Ferry malah seperti orang senggang.
"Jerry, kata kan pada kami apa benar info di atas tentang Lia dan Merry yang kerja di YZ Collection?" -Luna-
"Iya benar, bahkan nona Lia sudah berhasil memberikan kontribusi besar berupa dua buah projek menggunakan design hasil karya designer Lia, walaupun designer Lia belum aktif bekerja secara resmi karena masih tinggal di negara IND" -Jerry-
'Ahh, si Jerry ini benar-benar bermulut besar. Tidak takut apa dia kalau sampe kulkas dua pintu ngamuk...huuffft' gerutu Lia membaca komen Jerry.
__ADS_1
Lia tidak tau aja kalau apa yang Jerry lakukan itu perintah tuan muda Goucher, kalau tidak di perintah mana berani dia terang-terangan begitu.
"Wah, designer Lia kamu bener-bener keren. Aku akan jadi pengagum mu. Kelak kalau kamu sudah sampai negara A kita makan bersama" -Nino-
"Kamu mimpi saja Nino, designer Lia mana punya waktu untuk mu?" -Jerry-
'Hahahahahaa...Jerry ini komentar begini kenapa seperti si kulkas dua pintu yang sedang mengucapkannya ya' Tawa Lia dalam hati membaca komentar Jerry.
"Jerry mulut mu itu kenapa jadi pedas begitu sepertinya kamu terlalu banyak bergaul dengan bos mu ya?" -Nino-1 in aQ
"Nino, apayang Jerry ucapkan benar. Kamu jangan terlalu banyak berharap Designer Lia mau ketemu kamu" -Luna-
"Wah seru sekali hari ini kalian bergosip sampai menyebut-nyebut nama ku" -Merry-
"Hai Merry, ini juga designer berbakat karya sangat viral dan sekarang malah sudah bekerja di YZ Collection benar-benar luar biasa padahal belum lulus kuliah" -Monica-
"Iya, kalau ada lowong magang aku mau dong" -Nino-
"Nino, tidak ada lowong untuk plagiat seperti mu" -Luna-
'Ini maksudnya Luna sedang menyindirku bukan ya?' bathin Merry membaca komen Luna. 'Ahh, tidak mungkin karena dia menyebut nama Nino'
"Owh iya kemana nih Designer Lia kenapa dari tadi tidak muncul?" -Merry-
"Iya kami lihat masih online tapi dari tadi hanya jadi silent readers aja" -Monica-
"Halo semuanya maaf aku sedang di pesawat menuju Negara A jadi sinyalnya agak putus nyambung" -Lia-
"Designer Lia kita harus meet up" -Monica-
"Iya, aku ikut jika kalian mau hang out bareng" -Nino-
"Aku juga ikut ya" -Luna-
"Aduh, sayang sekali aku sedang di itali menghadiri pergaan busana, ku harap lain waktu aku bisa ikutan meet up dengan mu designer Lia' -Karenina-
'Huuhhh, ****** ini populer sekali sampai-sampai mereka semua tertarik untuk meet up dengannya. Aku saja yang dari dulu di Negara A belum pernah meet up secara khusus dengan mereka. Selalu ketemu karena acara-acara sosialita anak-anak orang kaya negara A' Merry mulai kesal.
"Baiklah, kita bisa ketemu sebelum kuliah ku aktif minggu depan" -Lia-
__ADS_1
"Nona Lia, apa tidak sibuk?" -Jerry-
"Jerry, kenapa kamu iri sekali sih" -Nino-
"Tau kamu Jerry jangan mengganggu kesenangan orang" -Merry-
"Iya Jerry kamu kalau sibuk tidak ikutan meet up juga tidak masalah" -Luna-
"Tau nih Jerry, kamu sibuk saja dengan bos kulkas dua pintu mu" -Monica-
tiba-tiba Ferry sudah berdiri tegak dengan wajah angkernya di depan Lia yang masih asik membaca komentar di group designer.
"Asik banget mainan hand phonenya, sampai suami datang diacuhkan saja dari tadi, ck" gumam Ferry yang terdengar Lia membuatnya mendongak melihat asal suara yang familiyar.
"Ehh, suam. Sejak kapan kamu di sini?" tanya Lia agak deg deg an melihat tampang si kulkas dua pintu yang muram pake banget.
"Apa kamu mau hang out sama mereka?" tanya Ferry to the poin.
"Aku hanya asal balas aja koq, takutnya mereka merasa aku sombong jika menolak ajakkan mereka" Sahut Lia hati-hati takut memperkeruh keadaan.
"Kamu ingat status mu, walau aku setuju merahasiakannya bukan berarti kamu bebas hang out tanpa seizin ku, mengerti" Aura di taktor sang tuan muda keluar.
'Gaya dia kaya gini cool banget, menarik' gumam Lia dalam hati. 'Tapi koq dia tau ya? ahh pasti si ember Jerry yang kasih tau..huuftt' bathin Lia.
'Gadis ini bukannya marah malah senyum-senyum menatap ku, apa yang dia pikirkan?' bathin Ferry mulai goyah melihat tinggkah Lia yang tiba-tiba berdiri dan mencium pipi Ferry.
"Aku ke toilet dulu, ngobrolnya kita lanjut nanti" ujar Lia sambil berlalu setelah membuat si bule yang hatinya berkobar dengan api cemburu penuh curiga langsung adem seperti di guyur air es.
'Ahhh ... lagi-lagi wanita ini berhasil membuatku tergoyahkan' bathin Ferry mulai tak suka dengan dirinya sendiri.
'Kelihatnya makin hari aku makin tak berdaya menghadapi wanita satu ini. Apa cinta ku ke Lia makin bertambah seiring waktu kami bersama?' bathin Ferry melayang kemana-mana.
Sedangkan Lia yang di dalam kamar mandi, sibuk berdiri di depan cermin sambil mainin air keran.
'Hahahaha...lucu sekali melihat tampang si bule kalau cemburu, bener-bener ngegemesin' bathin Lia saat berdiri lama di toilet tanpa melakukan apapun karena ini cuma taktiknya yang tidak mainkan untuk meredakan amarah sang suami.
'Sepertinya sudah cukup memberinya waktu untuk tenang, aku sudah bisa kembali' gumam Lia melangkah keluar menuju tempat duduknya.
Sesuai dugaan Lia, Ferry masih di sana duduk dengan tenang menunggu Lia kembali.
__ADS_1
apa yang kira-kira terjadi? yuukk like and komen