Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Siapa Joe (part 1)


__ADS_3

"Hallo Mir, kamu dimana?"


"Hhmmm...baru nanya sekarang setengah harian aku dicuekin, katanya mau ngajarin aku menyulam. Begitu si bule dateng lupa sama sahabat...huufft" ucap Mira dengan kesal.


"Hehhehe...bukan gitu Mir, tadi Ferry pulang langsung narik aku ke atas ran..."


Belum juga Lia selesai menjelaskan Mira langsung memotong ucapan Lia. "Tidak usaha kamu jelas kan dasar mesum urusan ranjang mu pun mau pamer dengan ku yang masih single".


"Hahahaha....kamu kenapa sensitif sekali sekarang, sudah berapa lama Rendy tidak memberi mu jatah sampai marah-marah begitu"


Lia tertawa terbahak-bahak meledek Mira yang marah-marah karena berfikir Lia mengabaikannya karena asik bermesraan dengan Ferry di kamar.


"Diam kamu, semua karena mu yang marah-marah kaya emak-emak jompo ke Rendy, jadi akhirnya aku harus terus menahan diri saat bersama Rendy".


"Benarkah kalian baru melakukannya sekali waktu itu aja? sungguh tidak bisa ku percaya. Bukannya kalian beberapa waktu lalu menghabiskan malam bersama di apartemen mu?"


"Iya tapi Rendy tidur di sofa, dia tidak mau tidur di kamar seranjang dengan ku katanya takut khilaf...huuft" Mira menarik nafas kesal.


"Bagus dong jadi kan Rendy nggak ikut Liar kaya kamu...wkwkkwk"


"Lia, mulut mu itu kenapa sekarang kaya netizen sih nyebelin banget" gerutu Mira.


"Itu karena kamu merusak Rendy, pria baik-baik nan lugu...ckckck"


"Mana ada pria baik-baik jago banget saat di atas ranjang, aku yang sudah mahir saja di buat kewalahan sama dia".


"Kata Ferry itu karena laki-laki memiliki fantasi lewat mimpi dan juga suka melihat majalah dewasa jadi saat praktek langsung mereka langsung mahir, walaupun itu pertama kalinya"


"Benarkah begitu?" Mira meragukan penjelasan Lia


"Sudah tidak usah dibahas lagi, sekarang jawab kamu di mana?"


"Aku baru sampe apartemen, aku nggak dibutuhin kamu lagi kan sekarang, jadi aku pulang aja"


"Hhmm...ceritanya kamu ngambek nih? atau sengaja mau mancing Rendy agar menginap di apartemen mu? Lia kembali menggoda Mira.

__ADS_1


"Diam kamu, atau aku matikan telphonnya"


"Wkakkwkwkwkk....ternyata benar dugaan ku. Dasar mesum"


"bodo amat" teriak Mira lalu telphon langsung di putus Mira.


Lia masih tertawa terbahak-bahak membayangkan Mira yang Liar jadi malu-malu kucing di depan Rendy.


"Sayang, bahagia banget sih?" Ujar Ferry saat mendudukan bokongnya di sofa di samping Lia.


"Mira lucu banget, tapi aku nggak usah ceritakan itu aib orang nggak boleh aku sebar-sebar"


"Ya sudah, aku juga tidak mau tau tentang Mira"


"Trus apa yang kamu mau tau?" Tantang Lia siapa sangka Ferry malah bertanya tentang Kak Joe.


"Siapa Joe?" jreng....jreng....'kenapa tiba-tiba Si bule nanyain kak Joe?'. Bathin Lia.


"Kenapa tiba-tiba nanya soal kak Joe pada ku?" Lia bukannya jawab malah nanya balik membuat Ferry mengerutkan alisnya mulai agak kesel.


Ferry mengatakan semuanya dengan nada serendah mungkin menutupi perasaan cemburunya karena berita yang dia dengan dari Jerry soal jati diri Joe begitu membuat Ferry harus waspada.


"Aku tidak terlalu mengenal kak Joe, aku cuma sekedar tau kak Joe dari bu Raras itu pun karena aku harus bekerja sama dengan kak Joe terkait lomba design couple"


Lia berusaha menjelaskan sejujur-jujurnya dengan nada santai tanpa canggung karena dia memang tidak memiliki hubungan khusus dengan kak Joe selain terkait dengan Lomba design walau kak Joe sempat membuat Lia tidak terlalu galau dengan gurauan unfaedah saat Lia dan Ferry sedang diem-dieman.


"Hhhmm..setelah lomba selesai memang kalian tidak pernah berhubungan lagi?" Aslinya Ferry tau semua dari bodyguardnya tapi anehnya nih si babang bule udah tau tetep aja nanya lagi sama Lia. kaya mau meyakinkan diri dan hatinya kalau Lia beneran nggak tergoda sama si Joe.


"tidak" jawab Lia sambil menggelengkan kepala.


"Telphonan?" selidik Ferry masih belum puas.


"Sebenernya telphonan juga tidak pernah sejak terakhir ketemu bu Raras dan designnya di setujui untuk di kirim ke panitia perlombaan. Hanya saja tadi saat kita tertidur dan bunyi suara telphon masuk itu dari kak Joe"


Mendengar penjelasan Lia, alis Ferry berkerut dalam, wajahnya jadi masam. mode cemburunya mulai naik level.

__ADS_1


"Cuma anehnya dia nggak telphon lagi abis aku nggak akan telphonnya dan juga tidak mengimi aku satu pesan pun. Mungkin itu tadi hanya tidak sengaja terpencet tombol telphon ke aku"


"Mana ada begitu?" gumam Ferry dengan wajah makin masam. Lia yang melihat tampang suaminya mulai angker kaya kuburan pas malem jum'at mulai waspada dan milih-milih kata agar tidak membuat mood suami kesayangannya makin rusak.


"Ada sayang ku, tuh bukti kak Joe. Udah sih ngapain juga kita bahas kak Joe, nggak penting juga. Mending cerita soal kamu kenapa bisa tiba-tiba ada di sini, nggak pake ngabarin aku lagi. Bikin kaget tau"


"Kenapa nggak suka aku di sini?" masih dengan muka masam.


Lia langsung mengecup pipi Ferry dan memeluk Ferry erat. "Suka...suka banget malah" ucap Lia sambil memaikan jari-jarinya di dada Ferry.


Ferry tidak berkometar hanya menikmati pelukan Lia dan membalas memeluk Lia erat sambil menghujani ciuman di puncak kepala Lia. kemarahannya, kekesalannya dan juga api cemburu Ferry seketika jadi padam diperlakukan penuh cinta oleh Lia.


"Sayang kamu belum jawab pertanyaan ku, kenapa kamu bisa muncul di sini tiba-tiba. Pekerjaan mu di sana bagaimana?" tanya Lia takut-takut, takut si bule ngomel.


"Aku tidak ada kerjaan seminggu ini, jadi aku putusin ke sini nemenin kamu ujian abis itu kita ke negara A sama-sama"


deg...deg...deg, jantung Lia jadi berdegup lebih cepat karena dia baru ingat kalau habis ujian ini dia akan segera meninggalkan negara IND untuk kuliah di negara A tempat tinggal suaminya, yang artinya dia akan meninggalkan mama, papa dan juga Bimo serta Mira sahabatnya.


"Koq bisa nggak ada kerjaan?" tanya Lia sambil menekan perasaannya agar Ferry tak mengetahui kegundahan hatinya saat ini.


"Karena semua sudah aku selesaikan seminggu kemaren, itu sebabnya aku jadi agak kurusan karena kurang tidur dan makan sekedarnya...hehehe"


Lia melepas pelukannya dan menangkup wajah Ferry sambil bertumpu pada lututnya agar mudah menciumi wajah suaminya.


"Makasih ya sayang" ucap Lia sambil menciumi seluruh bagian wajah Ferry. Yang di cium udah gemesh mau memakan Lia, Lia bagai makanan lezat di depan mata yang sudah tinggal lep buat Ferry tapi Ferry menahan dirinya, karena dia belum puas dengab jawaban Lia tentang Joe.


"Sayang, jadi kamu beneran nggak kenal Joe itu siapa?" Lia kembali menggelengkan kepalanya saat mendengar pertanyaan Ferry.


"Nggak yank, aku kenal kak Joe ya sebatas dia senior aku dikampus dan bu Raras meminta ku untuk ikut lomba bersama kak Joe. Udah cuma sebatas itu aja"


Ferry hanya terdiam mendengar jawaban Lia, dia benar-benar merasa aneh. 'Buat apa Joe menyembunyikan identitasnya?'


Wah...wah....sebenernya siapa Joe??


jangan lupa like, komen ya kakak readers tercintaaah

__ADS_1


__ADS_2