
"Maafin nenek ya sayang ku?" pinta Ferry dengan lembut di dalam lift.
"Nenek tidak melakukan apapun, nenek cuma mau cicit jadi aku dipaksa minum soup hebal biar cepet sembuh dan bisa segera hamil"
"trus..." ucap Ferry dengan tatapan menggoda sambil berjongkok di depan kursi roda Lia.
"Nenek memberi ku waktu enam bulan, selama waktu itu aku boleh tetap menggunakan pil kontrasepsinya tapi setelah itu aku harus benar-benar menjadi istri mu yang harus mau hamil" ujar Lia sambil menundukan kepala.
"Hei, kenapa? kamu tidak suka dengan keputusan nenek?" ucap Ferry sambil mengangkat wajah Lia agar menatapnya.
"Tidak suka juga harus tetap dilakukan aku sudah janji dengan nenek tua" ucap Lia pasrah.
"Jika saat itu tiba dan kamu masih belum siap hamil, kamu cukup berhenti konsumsi pil kontrasepsinya sesuai keinginan nenek tua tapi kita masih bisa gunakan cara lain agar kamu tidak hamilkan. Jadi jangan sedih lagi, oke"
Mendengarkan ucapan Ferry yang begitu pengertian membuatnya tak kuasa menahan air mata.
"Sayang, kenapa malah menangis?" Ferry jadi panik melihat air mata Lia terus membanjiri pipi Lia. Ferry memeluk tubuh Lia yang semakin sesunggukan menangis dan menggendong Lia saat pintu lift terbuka.
Ferry menenangkan Lia, begitu Lia menghentikan tangisnya Ferry membaringkan tubuh Lia diatas rajang. "Kamu istirahat lah, aku kembali ke ruang baca dulu". tapi saat Ferry hendak meninggalkan Lia, dia menahan tangan Ferry.'
"Please jangan pergi, aku sedang tak ingin sendiri saat ini" ucap Lia sambil menatap wajah Ferry.
"Baik lah aku akan disini menemani mu, sekarang istirahat lah" Ferry masuk ke dalam selimut dan mereka berbaring saling berpelukan.
"Suam, kamu tidak marah?" tanya Lia takut-takut.
"Kenapa aku harus marah?" tanya Ferry balik pura-pura tak mengerti arah pembicaraan Lia.
"Karena aku tidak mau hamil anak kamu? kamu tidak marah?" tanya Lia lagi.
"Memang kami tidak mau hamil anak ku?" Ferry malah bertanya balik, membuat Lia jadi salah tingkah.
"Ma...mau, aku mau hamil anak mu. Aku bersedia hamil anak mu tapi bukan sekarang. Ku mohon hargai keinginan ku" Lia kembali menangis.
__ADS_1
'Ya Tuhan, nenek tua kamu benar-benar ingin menyiksa ku. Kalau Lia begini trus jangan kan hamil, kuliahnya pun bisa berantakan' bathin Ferry frustasi melihat Lia yang begitu tak ingin hamil sebelum lulus kuliah.
"Sudah jangan menangis lagi. Kita stop sampai sini pembicaraan soal hamilnya oke, jangan bahas lagi. Toh hamil atau tidak hamil sejatinya semuanya kehendak Allah bukan kita yang menentukan jadi jangan terlalu dipikirkan lagi".
"Maaf...maafkan aku membuat mu tidak nyaman dengan semua ini" ucap Lia disela-sela tangisnya.
"Aku yang harusnya minta maaf tidak ku sangka nenek tua akan membahas masalah ini lagi"
"Lagi?" tanya Lia penasaran.
"iya saat kamu masih di rumah sakit dan nenek membawa banyak dokter untuk melakukan pemeriksaan pada tubuh mu. Mereka melaporkan alasan kenapa kamu belum juga hamil karena kamu mengkonsumsi pil kontrasepsi" Jelas Ferry membuat Lia akhirnya tau ternyata benar bukan Ferry yang mengatakannya pada nenek tua dan Ferry tidak sedang berpura-pura mendukung keinginan Lia.
"Suam, maaf sebelumnya aku mencurigai mu. Aku pikir ini semua rencana mu agar nenek menekan ku untuk mau hamil"
"Aku tidak akan pernah memaksa mu walau sesungguhnya aku pun sudah tidak sabar ingin melihat wajah anak kita"
Ada perih yang tiba-tiba terasa dihati Lia saat mendengar ungkapan hati Ferry. 'Jadi ternyata dia menginginkan kehadiran buah cinta kami, tapi dia bersedia bersabar, menunggu ku sampai benar-benar siap' bathin Lia
"Tapi aku akan sabar menunggu hari itu tiba" ucap Ferry mantap penuh keyakinan sambil menghujani Lia dengan banyak ciuman. "Jadi kamu tidak perlu terlalu memikirkannya lagi, kita jalani saja semua, oke"
'Bagus lah akhirnya Lia tertidur juga' Bathin Ferry bersyukur melihat Lia tertidur pulas.
Pelan-pelan Ferry berusaha turun dari ranjang karena masih banyak pekerjaan menantinya di ruang baca.
"Bagaimana hasil metting tadi?" tanya Ferry begitu masuk ke ruang baca.
"Sudah saya buatkan hasilnya di meja tuan muda. Dan ini flash disc dari Negara IDN berisi video dan foto-foto lokasi yang mereka tinjau untuk pembangunan hotel, perumahan dan apartement. Jika ada yang tuan muda cocok kita bisa langsung proses akad jual belinya" lapor Jerry panjang lebar.
"Ini laporan perkembangan dua proyek di YZ Collection yang terkait dengan nyonya muda" Jerry menyerahkan sebuah berkas yang langsung di sambut Ferry.
"Ada apa lagi? Ada hal lain yang ingin kamu sampaikan?" tanya Ferry melihat Jerry seperti mau bicara sesuatu tapi takut salah.
"Itu,,,Tuan Arjun Khan pangeran dari negara SG pagi tadi tiba di negara A dan mulai menempati villa yang dia menangkan di pelelangan waktu itu" ucap Jerry takut-takut.
__ADS_1
"Trus? apa hubungannya dengan ku?" ujar Ferry acuh tak acuh.
"Tuan Arjun Khan mengumumkan akan memulai bisnisnya di negara A, lusa akan di adakan perjamuan bisnis di villa tuan Arjun. tuan muda juga mendapatkan undangannya"
"Aku tidak akan hadir" sahut Ferry cepat dan tegas penuh keyakinan.
"Tapi tuan muda bukan kah bisnis Goucher Corp juga tersebar di negara SG takutnya jika tuan muda tidak memberi muka pada pangeran negara SG kelak mereka akan menyulitkan kita di negara SG" tutur Jerry penuh pertimbangan agar tuan mudanya tidak salah langkah.
"Kamu benar juga, tapi Lia sedang sakit aku tidak mungkin membawanya" gumam Ferry sedikit kecewa tidak bisa memamerkan istrinya.
"Bukankah nyonya muda ingin hubungan kalian tidak di expost, justru bagus kalau tuan muda datang ke perjamuan tanpa nyonya muda" ujar Jerry mewakili Lia.
"Sudah kita bahas hal ini lain kali, aku mau cek isi flash disc ini dulu" ucap Ferry sambil mengangkat flash disc ditangannya dan bersiap menyolokannya ke laptop.
"Baik" Jerry pun kembali sibuk dengan pekerjaan sedang Ferry menekuri tiap lokasi satu persatu sambil membaca proposal proyeknya. Lama Ferry melihat membolak balik berkas sampai akhirnya dia menemukan dua lokasi yang cocok untuk di bangun perumahan dan yang satu lagi cocok untuk di bangun hotel.
"Jerry hubungin orang di negara IND katakan eksekusi dua wilayah ini secepatnya. Setelah pengurusan legalitas surat-surat selesai, minta mereka urus proses pembangunannya sesegera mungkin dan pastikan semua bahan sesuai dengan isi proposal dan kualitas bangunannya sesuai tidak ada celah sedikit pun untuk barang tidak berkualitas. pastikan semuanya" Ferry memberi arahan pada Jerry dengan tegas karena ini bisnis pertama yang akan Ferry kembangkan diluar Goucher Corp dan juga beberapa saham kecil-kecil yang sudah lama Ferry miliki di banyak negara.
"Siap tuan muda, pada peletakan batu pertama apa tuan muda akan hadir?" tanya Jerry memastikan untuk menjadwalkan agendanya jika Ferry ingin datang.
"Tidak, biar Raditya yang mewakili ku selaku Direktur pelaksana. Aku belum akan muncul di permukaan sampai waktunya tiba. Jangan lupa minta kirim orang juga untuk mengawasi perusahaan papanya Lia" ucap Ferry yang berniat membangun bisnis di negara IDN tanpa mengkespost dirinya dulu sampai Ferry benar-benar diangkat jadi CEO Goucher Corp agar rencananya mengambil alih perusahaan papanya Lia bisa segera dia wujudkan.
"Baik tuan muda" sahut Jerry dan langsung mulai sibuk dengan ponselnya.
Kecerdasan Ferry membaca peluang bisnis tak diragukan lagi. Ferry tau mana bisnis yang akan berkembang walau diawal tak terlihat menonjol, bisnis apa yang terlihat berkembang tapi kemudian dalam waktu singkat akan hancur. Semuanya bisa terbaca oleh insting dan kecerdasan Ferry.
Ketajamannya dalam berbisnis selama dua tahun ini sudah membawa Goucher Corp meningkatkan Omset perusahaan 20% tiap tahunnya walau status Ferry baru menjadi Vice President tapi sudah hampir 100% bisnis Goucher Corp Ferry lah yang menanganinya setahun terakhir ini.
Wajah tampan Ferry sering muncul di majalah-majalah bisnis sebagai bisnisman berpotensi dan pewaris kerajaan Goucher Corp. Tak hanya soal kesuksesannya, soal asmara Ferry pun slalu jadi perbincangan sayangnya kerajaan Goucher slalu bisa menekan berita gosip agar tidak mencuat dan mengganggu bisnis Goucher Corp.
Jadi hingga kini hubungan asmara Ferry Goucher Vice President Goucher Corp tetap jadi mister dan banyak gadis-gadis kaya mendekatinya tapi semuanya gagal bahkan tak memiliki kesempatan untuk mendekat.
Hanya beberapa nama anak gadis yang berhasil menempel dengan sang pewaris tahta kerajaan Goucher Corp.
__ADS_1
Siapa aja mereka?? akan kah mereka semua menyulitkan Lia?
yuukk terus baca novel karya aku. Jangan lupa LIke and komennya ya say...muaaachhh