Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Proposal Tender


__ADS_3

Morgan langsung menyudahi metting begitu Sheron datang memberi tahunya kalau Leon datang.


"Sorry bro, kamu jadi harus menunggu ku" ucap Morgan begitu masuk ke ruang kerjanya dan melihat Leon yang sedang asik memainkan ponselnya di sofa sambil tiduran.


"Akhirnya kamu muncul juga" sahut Leon lalu merubah posisinya jadi duduk berhadapan dengan Morgan yang sudah duduk di single sofa.


"Jadi hal penting apa yang tiba-tiba membawa mu kesini?" tanya Morgan mulai serius karena dia yakin kemunculan Leon tidak akan sederhana.


"Istri tuan muda di culik Mus..."


"What? gila itu orang berani banget berusan sama beruang kutub....ckckck" teriak Morgan memotong ucapan Leon, dia tak percaya ada yang berani cari masalah dengan Ferry.


"Ini semua terkait dengan tender kota wisata"


"Bagaimana bisa nyonya muda sampai di culik?"


"Semua karena salah ku, sedikit dibodohi oleh kondisi jenis kelamin kami yang berbeda sehingga penculiknya bisa mengelabui ku"


"Apa maksud mu?"


"Sudah tidak usah kamu pikirkan itu, tuan muda meminta ku menyerahkan usb ini pada mu"


"Apa ini?" tanya Morgan mengerenyitkan kedua alisnya sampai menyatu.


"Mana aku tau" sahut Leon sambil mengendikan bahunya.


"Oke, tugas ku sudah selesai. Aku pergi dulu" ucap Leon bersiap pergi meninggalkan Morgan yang masih belum jelas dengan tugasnya.


"Ehh...tunggu dulu kamu belum jelasin apa tugas ku?" teriak Morgan melihat Leon sudah berjalan meninggalkan ruangannya.


"Kamu tanya langsung pada tuan muda saja, Aku juga tidak tau detailnya apa tugas mu, bye" ucap Leon lalu keluar dari ruangan Morgan.


Dia harus bergegas menemui anak buahnya untuk berkoordinasi melakukan misi penyelamatan nyonya muda walaupun tuan muda sudah berkata untuk meninggalkan villa Musa tapi Morgan tetap diam-diam mengirim beberapa anak buahnya untuk bergantian mengawasi villa Musa, setidaknya dia harus memastikan keadaan nyonya muda di villa milik Musa baik-baik saja.


Sedangkan Morgan langsung menuju meja kerjanya menyolokan usb yang diberikan Leon padanya di laptop kerjanya. Dan matanya langsung terbelalak tak percaya ternyata isi USB itu proposal tender dan bahan untuk presentasi tender kota wisata yang diadakan lusa.

__ADS_1


"Gila si Ferry, dia mau aku ikut tender ini? mana mungkin Megantara Group bisa melakukan semua hal yang ditawarkan dalam proposal ini, paling hanya 40% saja yang mampu dilakukan Megantara Group untuk mewujudkan isi proposal taman wisata ini"


Morgan menarik nafas panjang tak habis fikir sama otak Ferry bagaimana bisa dia berfikir Megantara Group mampu melakukannya, 'dia jelas tau aku baru hitungan hari ini bekerja keras membuat keuangan dan saham perusahaan yang anjlok menjadi stabil dan membenahi manajemen perusahaan untuk menyelesaikan proyek-proyek yang mangkrak dan terbengkalai karena manajemen yang carut marut selama ini, sekarang dia malah suruh aku ngelakuin hal lebih gila lagi'


Morgan terus menggerutu melihat apa yang terpampang di layar laptopnya.


"Sebaiknya aku telphon langsung si Ferry beruang kutub sinting satu ini, aku mau dengar ide gila apa yang ada di kepalanya"


Beberapa kali telphonnya tak diangkat Ferry karena yang punya telphon sedang sibuk di depan Macbooknya dan dia juga sedang malas menjelaskan pada Morgan rencananya.


"Sial...ini orang sengaja mau bikin aku gila ya" Morgan jadi pusing sendiri akhirnya dia memutuskan menelphon Jerry.


"Hallo tuan Morgan, apa yang bisa saya bantu?" sapa Jerry ramah.


"Tuan muda mu sedang apa Jer?" tanya Morgan to the poin.


"Sedang sibuk membuat proposal lain untuk ditukar dengan keselamatan nyonya muda" Sahut Jerry santai


"Berarti kamu tau rencana Ferry kan Jer? apa maksudnya memberi ku proposal tender kota wisata?"


"Ini gila bagaimana mungkin aku bisa ikut tender itu?" teriak Morgan begitu dugaannya sama dengan penjelasan Jerry.


"Tuan Morgan tenang saja semua sudah di urus tuan Dhaniel, perusahan Megantara Group sudah terdaftar sebagai salah satu perusahaan yang akan maju ikut tender. Undangannya sudah saya email, silahkan di cek"


Mendengar penjelasan Jerry kepala Morgan rasanya makin pening dia benar-benar tidak habis pikir bagaimana manusia es itu bisa melakukan segalanya hanya dalam hitungan jam. 'Bener-bener deh manusia satu ini'


"Tapi bagaimana mungkin Megantara Group mampu memenuhi semua item yang dijanjikan dalam proposal yang Ferry buat"


"Soal itu saya juga tidak tau, tuan Morgan coba tanya langsung pada tuan muda"


"Hhhmmm...Baiklah, terima kasih Jerry informasinya" ucap Morgan sambil menghembuskan nafas berat.


Morgan kembali menelphon Ferry lagi tapi sampai lima kali panggilan telphonnya terus saja diabaikan Ferry.


"Breng-sek angkat telphonnya...beruang kutub sialan, tau akan pusing begini aku dari awal tidak akan setuju bekerja pada mu" Morgan terus memaki sampai tiba-tiba telphonnya berdering dan nama Ferry yang tertera di layar ponselnya.

__ADS_1


"Breng-sek berani sekali kamu tidak angkat telphon dari ku setelah memberi ku masalah yang bikin sakit kepala" teriak Morgan begitu icon hijau dia geser.


Ferry menjauhkan ponselnya dari telinga begitu mendengar makian Morgan yang memekakan telinga.


"Sudah puas marah-marahnya?" ucap Ferry santai begitu Morgan mulai berhenti memakinya.


"Cepat jelaskan apa maksud mu?"


"Kamu usia saja yang jauh lebih tua dari ku tapi otak dan kelakuan mu jauh sekali dibawah ku" sahut Ferry dengan nada mengejek.


Morgan ini teman satu kampus Ferry saat mengambil Magister, Mereka sangat akrab karena punya hobby yang sama nongkrong di perpustakaan sejak itu mereka jadi berteman tapi Morgan sudah lulus tahun lalu dengan nilai terbaik sedangkan Ferry sampai hari ini tesisnya belum juga selesai, Ferry sibuk mengejar Lia itu yang menunda tesisnya selesai, saat Lia sudah di dapat urusan lainnya trus mengejarnya alhasil sampai detik ini tesis itu tak juga kunjung selesai.


Ferry tau kemampuan Morgan walau dia bukan orang genius seperti dirinya namun Morgan anak yang sangat pintar terbukti Morgan yang terlahir dari keluarga sederhana, dia bisa menyelesaikan kuliah sampai magister bukan karena keluarganya mampu menyekolahkannya itu semua karena Morgan selalu mendapatkan beasiswa. Nilai akademik Morgan selalu teratas kecuali saat dia satu kelas dengan Ferry, hanya saja ketika Ferry tau Morgan kuliah karena beasiswa dia pun merelakan dirinya dikalahkan Morgan walau Ferry mengalah pada Morgan. Itu lah kenapa Ferry merekrut Morgan bekerja padanya.


"Woi manusia es, otak dan kelakuan mu yang gesrek...sudah tau Megantara baru lepas dari keterpurukan malah kamu suruh aku ikut tender kota wisata, kamu pikir Megantara Group mampu menang"


"Tentu saja" sahut Ferry santai


"Otak mu benar-benar sudah gesrek tuan muda" ujar Morgan makin greget mendengar ucapan Ferry.


"Sudah kamu pelajari saja proposalnya dan yakin kan mereka bahwa Megantara Group mampu memberikan semua hal yang tertera di dalam proposal, urusan selanjutnya nanti aku beri tahu saat kamu berhasil mendapatkan tendernya"


"Ferry kamu jangan gila, Megantara Group hanya mampu memenuhi sebagian saja dan aku yakin kalau orang dinas dan juga walikota tau persis profile Megantar Group mereka tidak akan mungkin memberikan tender itu pada ku" ujar Morgan pesimis.


"Itu tugas mu meyakinkan mereka semua, aku harap kamu tidak mengecewakan ku Morgan" ujar Ferry dengan nada dingin membuat Morgan yang diujung sana merasakan aura Ferry yang mulai serius membuatnya sedikit bergidik.


"Apa aku tidak bisa menolak pekerjaan ini?" ucap Morgan putus asa karena otak dia saat ini benar-benar buntu.


Morgan dilema dengan kenyataan kondisi perusahaan yang sedang dia kelola saat ini belum memiliki kemampuan baik financial maupun operasional untuk memenuhi semua item dalam proposal tender yang Ferry berikan namun bosnya begitu yakin bahwa dia mampu dan harus mendapatkan tender itu.


"Tidak bisa, kamu harus dapatkan tender itu untuk ku" sahut Ferry lalu mematikan sambungan telphon.


Morga hanya bisa menatap ponselnya dengan tak berdaya. lama Morgan termenung memandangi ponselnya, baru beberapa saat kemudian dia mengeprint proposal yang diberikan Ferry dan membacanya bolak balik berkali-kali sampai tengah malam dia masih sibuk dikantornya sampai akhirnya Morgan mendapatkan ide briliant agar orang-orang bisa dia yakin kan bahwa Megantara Group memiliki kemampuan mewujudkan janjinya dalam proposal tender kota wisata.


jangan lupa like, komen dan jadikan favorite kalian ya readers terlophe² novel karya aku "Suamiku brondong" tks.

__ADS_1


__ADS_2