Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Central Mall (Part 1)


__ADS_3

"Kamu dimana? hari ini praktek tidak?" tanya Ferry begitu telphonnya tersambung.


"Aku di apartemen, ada apa ini tidak biasanya tuan muda menelphon ku sejak punya istri" ledek David, pasalnya dia hanya di telphon Ferry ketika Lia sakit saja tak pernah lagi mereka kumpul seperti dulu.


"Kamu ke Central Mall temani aku makan siang, jangan terlalu lama setengah jam sudah sampai" perintah Ferry


"Kamu gila makan siang apa setengah jam lagi itu baru jam 11pm?" sahut David kesal


"Sudah jangan bawel, cepat kesini!" ujar Ferry dengan nada tak ingin lagi di bantah.


"Baiklah, aku meluncur kesana sekarang" sahut David langsung bersiap keluar dari apartemennya dan melajukan mobil miliknya ke Central Mall dimana Ferry meminta David untuk datang.


Di perjalanan dia menelphon Willy untuk ikutan makan siang bareng dengannya karena David tak ingin jadi korban Ferry sendirian di sana.


"Hallo Wil, kamu dimana?" tanya David begitu sambungan telphonnya di jawab Willy.


"Lagi tiduran di apartemen, kak David mau ajak aku keluar?" sahut Willy semangat.


"Cepat bersiap kita ketemuan di Central Mall, aku traktir kamu makan siang" ujar David bersemangat.


Willy yang memang jatah bulannya kini dibatasi oleh keluarganya sedang berhemat untuk tak sering hang out keluar walaupun hanya untuk sekedar makan di restoran Willy banyak memilih membeli layanan karena lebih hemat.


Ini semua di lakukan keluarga Willy karena mereka tak ingin Willy makin sulit di kontrol kehidupannya sejak dia minta keluar dari rumah nenek tua untuk tinggal mandiri di apartemen. Uang saku Willy di pangkas banyak sehingga saat mendengar kata 'traktir makan' wajahnya langsung berbinar penuh semangat.


"Oke, aku akan segera bersiap dan meluncur kesana" sahut Willy penuh semangat.


"Oke, sampai jumpa di sana" ucap David lalu mematikan ponselnya kemudian David menghubungi Leon untuk mengajaknya juga makan siang.


Beruntungnya David tanpa banyak bicara Leon pun setuju dengan ajakan David makan siang, karena Willy dan Leon bersedia datang menemaninya David pun melajukan mobilnya dengan wajah penuh senyum.


Ferry yang masih di dalam mobil menunggu kedatangan David karena dia tak ingin masuk kedalam mall sendirian, akan sangat canggung kalau tiba-tiba bertemu Lia di dalam, pasti tindakannya yang mengikuti Lia akan langsung diketahui.


Sambil menunggu di dalam mobil Ferry tetap meminta informasi tentang keberadaan Lia di dalam mall walau pun dia sudah tau kalau Lia ke mall bukan untuk janjian dengan pria melainkan jalan bareng dengan Shella dan Ami tapi tetap saja dia tak bisa tenang membiarkan wanitanya berjalan-jalan di mall tanpa dirinya.

__ADS_1


Saat Ferry melihat mobil David, Ferry yang awalnya ingin segera bergegas keluar dari mobil untuk menghampiri David tidak jadi keluar dari mobil saat dia melihat sebuah mobil mewah berhenti di depan lobby mall dan wajah Arjun lah yang muncul turun dari mobil mewah itu. Arjun melangkah ke dalam mall diikuti asisten dan pengawalnya melihatnya membuat wajah Ferry menjadi masam.


"Jangan bilang dia datang karena tau Lia sedang di dalam mall" Ferry memukul setir mobilnya karena geram melihat wajah Arjun yang tiba-tiba saja muncul di lobby mall. "Tidak akan aku biarkan kamu mendekatinya, brengsek" maki Ferry sambil bersiap turun dari mobil begitu bayangan Arjun menghilang dari pandangan mata.


"Tuan muda Goucher kenapa wajah mu? jangan bilang kamu mengajak ku makan siang cuma ingin melampiaskan amarah mu pada ku" celoteh David begitu turun dari mobil melihat wajah sahabat sekaligus bosnya itu memasang wajah masam.


"Ayo masuk" ajak Ferry langsung bergegas masuk ke dalam mall menuju lift dan menekan lantai lima di mana Lia bersama Shella dan Ami berada.


"Ferry tidak bisa kah kamu katakan sebenarnya ada masalah apa? tidak biasanya kamu mengajak ku makan siang dadakan di mall begini. Biasanya kita kumpul pasti di Bar milik Leon itu pun pasti malam hari" tanya David bingung melihat tingkah Ferry.


"Diam dan lihat saja nanti" sahut Ferry dingin.


"Kamu yang seperti ini sangat menakutkan tau" gerutu David sambil mengangkat telphon dari Willy.


"Kak, kamu di mana? aku baru sampai di parkiran mall nih" ujar Willy begitu sambungan telphon terhubung.


"Kamu langsung naik ke lantai lima, aku tunggu di sini" sahut David Lalu mematikan sambungan telphon.


"Hehehehe....aku tidak ingin mati muda sendirian jadi aku mengajak Willy dan Leon kesini" sahut David sambil terkekeh dan mengusap tengkuknya yang terasa dingin.


"Bagus lah, makin ramai dia makin tidak akan curiga" gumam Ferry membuat mata David membulat.


"Dia? siapa yang kamu bicarakan?" tanya David heran tapi pintu lift sudah terbuka dan Ferry bergegas keluar tanpa memperdulikan David.


"Hei tuan muda tidak bisakah kamu jelaskan semuanya biar aku tidak mati penasaran?" ucap David sambil mengejar Ferry yang terlihat buru-buru menuju sebuah restoran.


'Ternyata si Arjun tidak disini, baguslah' gumam Ferry dalam hati saat melihat wanita yang dicintainya sedang tertawa lepas bersama Shella dan Ami.


"Kak Ferry, kamu kesini juga?" teriak Shella begitu melihat wajah tampan kakaknya masuk kedalam restoran dab berdiri terpaku ke arah mereka bertiga


Lia yang membelakangi pintu masuk langsung menoleh ke arah pintu memastikan ucapan Shella tak salah lihat.


'Hhmm...sepertinya si Ferry lagi bertengkar sama Lia dan dia mengikuti Lia kesini karena gengsi kalau sendirian dia mengajak ku agar tidak terlalu kelihatan sedang membuntuti Lia. Licik juga tuan muda satu ini melibatkan ku dalam urusan rumah tangganya' gumam David sambil mengirim pesan pada Willy dan Leon untuk langsung ke restoran Naturaline.

__ADS_1


Ferry jalan mendekati meja para gadis. "Kalian sudah lama disini?" tanya Ferry sambil mengelus kepala adiknya.


'Koq tumben ada kak Lia, kak Ferry malah mengelus kepala ku bukan kak Lia?' bathin Shella memperhatikan tingkah kakak dan kakak iparnya. 'Apa jangan-jangan mereka lagi bertengkar ya, nggak boleh ini nggak boleh dibiarkan. ehh,,tapi kalau aku bantu kak Ferry baikan terlalu cepat juga keenakan, lebih baik aku pura-pura tidak menyadarinya saja'


"Kenapa malah melamun?" tanya Ferry melihat Shella tak bereaksi.


"Kak Ferry sama kak David tumben ke mall berduaan?" sahut Shella begitu sadar dari lamunannya.


"Kita janjian makan siang bareng tapi tidak hanya berdua sebentar lagi ada Willy dan juga Leon" sahut David


"Kalau gitu kalian ikut gabung sama kita aja disini" ajak Ami yang langsung membuat Lia menatap Ami tajam.


'Ehh...kak Lia kenapa melihat ku begitu? apa aku salah bicara ya?' Ami jadi canggung setelah ditatap tajam Lia.


Ferry yang sudah diajak bergabung tanpa sungkan langsung duduk diikuti David. Ferry tanpa malu-malu memanggil pelayan untuk mengorder minuman dan beberapa cemilan untuk teman ngobrol.


Selang beberapa menit kemudian masukan Willy dan Leon bersamaan kedalam resto.


"Kalian koq udah makan duluan sih?" gerutu Willy begitu melihat di meja sudah ada cemilan dan minum.


"Iissshh...kak Willy baru sampai langsung bikin rusuh" kerutu Shella tapi tak digubris Willy dia tanpa malu-malu duduk sambil memakan cemilan yang ada di meja dengan santai lalu memanggil pelayan untuk order minum dan makan diikuti Leon.


"Sebenernya kamu ajak kita makan siang ada masalah apa Vit?" tanya Leon yang tidak terlalu memperhatikan sekitar.


"Buat menemani ku mati" sahut David sambil menyeruput es capucino lattenya.


"Kamu mau bunuh diri?" ujar Willy dan Leon bersamaan membuat David tertawa terbahak-bahak.


"Mana ada aku mau bunuh diri? tug tuan muda yang akan membuat ku mati karena dia sedang kesal dengan seseorang dan mengajak ku makan karena aku tidak mau menghadapi kekesalan Ferry sendirian aku mengajak kalian berdua menemani ku untuk mati bersama....hahaahhaha"


Mendengar penjelasan David membuat wajah Willy dan Leon menegang dan baru sadar bahwa wajah Ferry dari tadi begitu suram begitu juga wajah Lia. 'Sepasang suami istri yang biasanya selalu pamer kemesraan hari ini nampak diem-dieman dan canggung, jangan-jangan mereka berdua sedang bertengkar' pikir Willy dna Leon lalu mereka berdua saling pandang seakan tau isi pikiran masing-masing.


jangan lupa like and komen kakak, bagi vote juga boleh banget...hehehehe

__ADS_1


__ADS_2