Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Lia mau apa?


__ADS_3

"Lia gimana kalau kita makan siang dulu di restoran deket kampus yang baru buka pekan lalu, aku dengar disana ada makanan yang viral banget"


Mira membujuk Lia agar mau diajak makan siang dulu karena cacing diperutnya sudah minta diisi. 'Bisa nggak konsen kuliah kalau laper gini' bathin Mira yang melihat Lia banyak diam dari kemarin.


Akhirnya Lia dan Mira pun makan siang di restoran "Gulung Aja". sesuai namanya makanan yang disajikan semuanya di gulung kaya risoles tapi isinya macem-macem ada nasi goreng gila, kari ayam ala india dan juga ada yg diisi kani saos mentai. Sejak resto ini buka tak pernah sepi pengunjung karena harganya ramah dikantong mahasiswa, rasanya enak dan mengenyangkan. Benar-bener pas berada di area dekat kampus.


Usai makan siang di resto gulung aja, Lia dan Mira ke kampus. Semua berjalan lancar tanpa hambatan Lia pun berangsur-angsur mulai normal. Sudah tak terlalu murung lagi, apa lagi saat dosen menawari Lia untuk ikut lomba Design Couple dengan salah satu mahasiswa design yang juga memiliki nilai terbaik di kampusnya. Dia adalah Joe kakak tingkat Lia di kampus.


"Bagaimana Lia, kamu tertarik ikut berpasangan dengan Joe?" tanya si dosen dengan wajah penuh harap.


"Itu...aduh saya bingung bu, beri saya waktu untuk memikirkannya boleh tidak?" pinta Lia ragu-ragu.


"Oke ibu kasih waktu dua hari, setelah dua hari dari sekarang kamu harus memberikan jawaban pada ibu, bagaimana?"


"Oke bu, siap" jawab Lia sambil menganggukan kepalanya.


"Ya sudah kalau begitu ibu ke kantor dosen dulu" Pamit Bu Raras pada Lia dan Mira yang masih berdiri mematung memandang kepergian Bu Raras.


"Sebaiknya kamu tidak usah lah ikut lomba design Couple, ntar yang ada si bule ngamuk lagi kamu sering berdua-dua sama cowo walau pun ngerjain proyek design"


"ckkk...kamu berisik sekali" Setelah bicara Lia langsung ngeloyor ke parkiran karena dua mata kuliah hari ini sudah selesai dan hari juga sudah gelap.


"Lia, tunggu aku. Kamu bisa tidak kalau jalan tidak usah buru-buru kaya mau ngambil gaji...ckckck" Mira berdecak kesal sambil berjalan cepat mengejar Lia.


saat di perjalanan, Mira mengusulkan untuk makan malam diluar tapi Lia menolaknya karena dia sudah kelelahan akibat kurang tidur semalam dan sekarang dia ingin cepat pulang untuk berbaring.


"Hallo, hon kamu dimana?" Mira menelphon Rendy untuk mengajak makan malam bersama.


"Aku masih di kantor, ada apa? kamu kangen sama aku ya?"


"Iya kangeeen banget, kita makan malam diluar bareng yuk" Ajak Mira dengan nada manja pada Rendy membuat Lia yang mendengarnya geleng kepala.


'Dulu bilang nggak suka, sekarang malah manja-manja alay gitu...ckckk' bathin Lia melihat tingkah Mira.


"Oke aku jemput kamu di apartemen satu jam lagi, aku selesai-in kerjaan ku dulu" sahut Rendy sumbringah.

__ADS_1


"Jemput dirumah Lia aja, aku sedang menginap disana selama suaminya dinegara A"


"Tapi malam ini kamu pulang ke apartemen ku ya abis makan malam. Aku mau nunjukin sesuatu sama kamu?" Pinta Rendy membuat Mira penasaran


"Hhmmm...gimana ya?" Mira menatap Lia bingung harus menjawab apa pada Rendy.


Lia yang dari awal mendengar isi percakapan mereka di telphon akhirnya memberi kode untuk pergi lah aku akan baik-baik saja sendiri di rumah.


Akhirnya malam itu Lia di rumah hanya di temani ART saja alhasil sehabis bersih-bersih dan makan malam dia langsung bersiap untuk tidur.


Sedangkan dinegara A, Ferry baru saja terjaga dari tidurnya. Ferry langsung mengambil ponselnya berharap istri tercintanya membalas pesannya tapi harapan tinggal harapan. Tak ada satu pesan pun dari Lia.


'Iiisshhh ... sibuk apa wanita ini sampai tidak sempat mengirimi ku pesan' gerutu Ferry sambil bangkit dan mengambil macbooknya untuk mengecek keberadaan Lia melalui CCTV.


Terlihat Lia yang sudah bersiap untuk tidur. 'Baru jam sembilan kurang dia sudah akan tidur,,,ckckkk' Ferry berdecak kesal melihat Lia dilayar macbooknya.


Lia sudah sangat lelah tapi matanya tak mau terpejam dia merindukan Ferry tapi dia begitu gengsi untuk menghubungi suaminya.


"Lebih baik aku pakai kemejanya saja biar terasa dia memeluk ku" gumam Lia lalu bangkit menuju walk in closed.


"Lia mau apa dengan kemeja ku?, hahahaha...ternyata dia merindukan ku sampai menciumi kemeja ku dan menggunakan-nya" Ferry tertawa bahagia melihat tingkah konyol Lia yang tidur mengenakan kemejanya.


Ferry pun mengirimi Lia pesan. "Met bobo istriku, semoga mimpi indah dalam pelukan ku...muaachh". Tanpa menunggu balasan pesannya Ferry menuju kamar mandi karena dia harus bergegas untuk ke kantor mulai pagi ini.


'Koq dia tau sih aku sudah siap-siap mau tidur? Dasar cenayang, bukannya video call malah cuma mengirimi ku pesan' gerutu Lia membaca pesan dari Ferry lalu meletakan kembali ponselnya di atas nakas tanpa membalas pesan Ferry.


Lia yang tak pernah tau setiap gerakannya di pantau Ferry, kini dia sudah tertidur pulas setelah membaca pesan dari Ferry sambil mengenakan kemeja Ferry dan menaroh satu kemeja Ferry lainnya di guling yang dipeluknya.


Setelah rapi Ferry melihat macbooknya dia tersenyum menatap wajah istri yang amat dia cintai tertidur pulas dengan mengenakan kemejanya.


'Sabar ya sayang, aku akan berusaha secepatnya menyelesaikan masalah disini dan kembali kesisi mu'


Ferry lalu mematikan macbooknya dan berjalan keluar dari apartemennya menuju parkiran. Ferry mengendarai mobil sport kesayangannya dengan cepat dia, sambil melakukan panggilan telphon.


"Hari ini apa saja yang dilakukan istriku?" tanya Ferry begitu sambungan telphon terhubung.

__ADS_1


"Nyonya muda pergi ke salon kecantikan bersama nona Mira, setelah dari sana makan siang di restoran dekat kampus lalu kuliah dan kembali ke rumah, setelah makan malam nyonya muda dikamar tak keluar-keluar lagi".


"Hhhmm..." Ferry bergumam dan mematikan sambungan telphonnya.


'Aiisshhh...tengah malam mengganggu tidur ku hanya untuk menanyakan istrinya benar-benar tuan muda ini kaya nggak bisa nanya besok aja...hhuuuft' Gerutu sang bodyguard sambil kembali tidur.


Tak butuh waktu lama Ferry pun sudah sampai kantornya, dimana Jerry sudah menantinya di depan pintu lobby perusahaan.


"Pagi Tuan muda" Ferry hanya menganggukkan kepala dengan wajah datarnya.


"Apa saja agenda ku hari ini?" Dengan cepat Jerry menjabarkan semua kegiatan Ferry dari A sampai Z


"ckckck" Ferry berdecak kesal sambil menatap tajam Jerry saat mendengar kegiatannya tanpa jeda hingga jam 10pm.


"Lalu bagaimana perkembangan permasalahan penggelapan uang perusahan?"


"Laporan lengkapnya ada di map warna hijau, sejauh ini progress semua sesuai rencana yang tuan muda arahkan. Jika semua berjalan sesuai rencana maka nanti malam kita akan mendapatkan buktinya"


"Bagus, lalu bagaimana perkembangan soal papi yang memasukan Merry ke YZ Collection?"


"Soal itu, nona Merry akan mulai bekerja dua hari lagi" mendengar penjelasan Jerry, Ferry hanya mengangguk dan bergumam.


"Tak ada yang bisa dilakukan lagi untuk mencegahnya bekerja di perusahan, maka biarkan saja. Amati setiap gerakannya jangan biarkan dia mengacau di perusahaan"


"Baik tuan muda"


"Kalau begitu kamu sibuk lah dulu"


Jerry pun langsung keluar dari ruangan Ferry. 'Hhhhmmm...apa sebenarnya mau papi memasukan Merry keperusahaan? Dia mau Lia bersaing dengan Merry...ckckk'


Ferry langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang memastikan apa sebenarnya yang diinginkan papinya?


Tut...tut...tut. Lama Ferry menunggu tapi panggilannya tak jua diangkat.


tks Readers, masih ada yg baca novel ku nggak ya? jangan-jangan sudah pd mulai bosen ya...hiks😭😭

__ADS_1


Yg masih baca boleh dong klik like and komen kasih ide biar gk bosenin baca novel ku.


__ADS_2