Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Ramuan Obat Cinta


__ADS_3

Sedangkan Ferry, David dan Leon mereka ada di restoran milik Leon yang begitu sampai Ferry pun sudah ada di sana menunggu sang tuan muda.


"Siapa yang melakukannya?" tanya Ferry pada Jerry begitu mereka duduk di ruang kerja Leon.


"Nona Merry yang melakukannya, dia sengaja mengunci pintu kamar mandi lalu memasang tanda rusak agar tidak ada yang menggunakannya. Semuanya terekam jelas di CCTV" ujar Jerry.


"Apa Arjun terlibat?" selidik Ferry merasa terlalu kebetulan kemunculan Arjun saat itu.


"Kemungkinan besar tidak tuan muda, karena setelah nona Lia meninggalkan lokasi, tuan Arjun tetap melanjutkan pergi ke toilet pria yang tak jauh dari tempat nyonya muda di kunci"


Mendengar penjelasan Jerry, Ferry hanya bergumam sambil mengetuk kan jari-jarinya di atas meja. Kebiasaan yang slalu dia lakukan jika sedang memikirkan ide untuk melakukan sesuatu.


"Leon, kamu bisa acak-acak bisnis club malam milik keluarga Chan, beri pesan pada mereka jangan biarkan putri mereka mengganggu Lia Putri Aghata lagi" perintah Ferry dengan yang langsung di respon Leon cepat.


"Oke, besok pagi kamu akan lihat berita spektakuler sepanjang tahun ini tentang tuan muda Chan...hehehehe" sahut Leon tertawa terbahak-bahak.


"Ide gila apa yang akan kamu lakukan?" tanya David penasaran.


"Kalau aku cerita tidak akan seru, kalian tunggu saja berita besok pagi. Aku jamin langsung viral dan jadi pencarian terpanas...wkwkwkwk"


Leon terus tertawa membayangkan ide jahil yang akan dia lakukan pada kakak laki-laki Merry.


"Sepertinya malam ini Roman Chan akan bernasib sial karena ulah adiknya sendiri, apapun yang kamu lakukan sebaiknya jangan melanggar hukum" ucap Jerry mengingatkan.


"Kamu tenang saja, aku sudah belajar banyak trik kotor namun cantik dari para orang kaya macam kalian ini saat aku masih bergelut di dunia bawah" sahut Leon penuh percaya diri.


"Soal organisasi macan tutul apa sudah ada info?" tanya Ferry penuh selidik.


"Sudah ada sedikit titik cerah tapi masih belum jelas, beri aku waktu tiga hari untuk memberi mu informasi lengkapnya" pinta Leon pada Ferry yang dianggukan tanda Ferry setuju dengan permintaan Leon.


"Lalu kamu sudah punya kandidat yang akan kamu kirim ke negara IND?" tanya Ferry lagi.


"Kalau aku saja yang langsung datang ke negara IND bagaimana bos?" tanya balik Leon membuat Ferry agak kaget.


"Aku masih membutuhkan mu di sini, kamu pilih salah satu orang mu yang paling handal lalu kamu temani dia ke negara IND satu minggu, abis itu kamu harus kembali ke sini, Cepat lakukan semuanya" ujar Ferry serius.


"Oke lah seminggu itung-itung liburan" sahut Leon santai.

__ADS_1


"Bagaimana restoran mu berjalan tanpa mu?" tanya David cemas pasalnya dia sangat menyukai masakan Leon.


"Aku ini bos di restoran ini, aku hanya memasak untuk kalian, jadi tanpa aku pun disini restoran akan terus berjalan lancar....ckckck. Kamu pikir memang boss aja yang bisa sukses jalanin bisnis legal, aku juga bisa kan bos sudah mengajari ku segalanya...hahahaha" sahut Leon jumawa


"Ya ya ya....kamu memang preman yang berotak cemerlang jadi tidak sulit mengajari mu"


Mendengar pengakuan David, Leon makin jumawa. "Nah itu kamu tau"


"Sudah jangan ribut lagi, kalian kerjakan urusan kalian masing-masing secepatnya aku tunggu kabar baik dari kalian" ucap Ferry menengahi Leon dan David.


"Fer, ini berkas yang kamu butuhkan" David memberikan data seorang pasien yang merupakan anak bungsu dari pendiri perkumpulan macan tutul, dia sedang sekolah di negara A saat ini.


"Jadi kenapa anak itu di bawa ke rumah sakit?" tanya Ferry begitu menerima berkas dari David.


"Anak itu menjadi korban kecelakaan, hingga kini polisi masih menyelidiki kasusnya. Dari informasi yang aku peroleh ini perencanaan pembunuhan nampaknya musuh dari macan tutul yang melakukannya" jelas David.


"Leon kamu tau apa yang harus kamu lakukan, musuh dari musuh adalah teman" ujar Ferry yang langsung di angguki Leon "Siap Bos".


"Oke hari sudah mulai sore, aku harus kembali sekarang" ucap Ferry bangkit dari duduknya dan meninggalkan mereka bertiga yang masih sibuk dengan pikirannya masing-masing.


Tak lama setelah Ferry pergi, Jerry menerima telphon dari Karenina. "Kamu dimana? aku di apartemen mu tapi kenapa kamu tidak ada?"


"Ada apa sama si Jerry? Buru-buru amat" komen David merasa sikap Jerry tak seperti biasanya.


"Kayanya tadi aku denger suara cewe yang telphon" sahut Leon sambil garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Ehh,,,udah punya cewe si Jerry sekarang. Hebat dia jadi asisten Ferry masih punya waktu pacaran" gumam David tak percaya.


"mana aku tau" sahut Leon sambil mengendikan bahunya. Mereka pun berhenti kepo dengan Jerry lanjut membicarakan rencana untuk memberi pelajaran pada kakaknya Merry.


"Jadi apa rencana mu buat ngerjain si Roman?" tanya David mulai serius.


"Karena kamu bertanya aku tidak sungkan lagi nih. Aku bagi ramuan obat cinta mu dong?" sahut Leon sambil cengengesan.


"Ditanya apa jawab apa? ckckckck" gerutu David sambil berfikir. "Astaga kamu mau pake ramuan obat cinta buat ngerjain si Roman?" gumam David sambil menutup mulutnya.


"Sudah berikan saja ramuan obat cintanya pada ku sekarang, detailnya bagaimana besok pagi saja kamu baca beritanya....hahahaha" Leon tertawa membayangkan nasib sial Roman.

__ADS_1


"Sadis, padahal yang bikin ulah adiknya. Dia sebagai kakak jadi tumbalnya, sial sekali nasibnya" gumam David tak tega membayangkan nasib Roman dikerjain Leon.


"Udah sih jangan bawel, siapa suruh dia punya adik tidak tau diri" sahut Leon mulai tak sabaran


"Tunggu sebentar, ramuannya ada di laci dashboard mobil ku" ucap David santai langsung diteriaki Leon "Cepat ambil untuk ku, tunggu apa lagi?"


"Santuy dong bro, hari juga masih belum malam" jawab David sekenanya karena masih malas bergerak.


"Astaga David, berikan kunci mobil mu. Aku ambil sendiri" ujar Leon tak sabaran sambil mengulurkan tangannya.


"Tidak usah, aku aja yang ambil nanti kamu mengacak-acak mobil ku lagi" gumam David malas tapi mau tak mau dia pun bangkit dan menuju mobil untuk mengambil sebotol kecil ramuan cinta racikannya.


Begitu David keluar dari ruangan, Leon langsung menelphon anak buahnya yang mengelola bar esklusif di negara A tempat para tuan muda dan kaum elite menghabiskan malam yang membosankan dengan minum-minuman beralkhol dan wanita-wanita cantik atau tempat para pengusaha berdiskusi bisnis sambil bersenang-senang karena di sana disediakan ruangan VIP sehingga privasi mereka tak akan terganggu orang lain.


"Iya Bos, ada perintah apa nih?" suara berat Andre terdengar antusias.


"Awasi tuan Muda Chan untuk ku dan minta Messi dan Lidya bersiap malam" ujar Leon.


"Asik bakalan ada yang seru nih malam ini" sahut Andre semangat.


"Begitu dia muncul kabari aku" pinta Leon sebelum mengakhiri perbincangan.


"Oke bos laksanakan" begitu sahutan Andre terdengar panggilan telphon pun terputus.


"Mana ramuannya?" tanya Leon begitu wajah David muncul lagi di ruangannya.


"Tidak akan aku kasih sebelum perut ku kamu buat kenyang...hahahaha" ucap David membuat Leon melemparnya dengan bantal di sofa.


"Etss...tidak kena...wheeee" ledek David sambil menjulurkan lidahnya karena tidak kena lemparan bantal dari Leon.


"Kamu tunggu lah disini aku minta orang dapur untuk siapin makanan untuk mu" ucap Leon menyerah karena dia benar-benar butuh ramuan cinta ciptaan David.


"Aku mau kamu yang masak" gumam David santai sambil senyum-senyum penuh kemenangan.


"Baik Dokter David tunggu disini biar hamba masakan makanan special buat anda sekarang" sahut Leon manis walau hati geram dengan tingkah David yang aji mumpung banget ngerjain Leon.


Kira-kira Leon mau ngerjain Roman Chan kaya apa ya? yuukk kepoin trus di episode selanjutnya.

__ADS_1


jangan lupa like, komen dan jadikan novel ini favorite kalian yess.


__ADS_2