
"Boleh aku temani kamu disini?" sapa pria yang sedari tadi berdiri di koridor memperhatikan Lia.
Pria itu akhirnya tak kuasa untuk menahan diri lagi dan memutuskan untuk mendekati Lia dan menemaninya karena sudah beberapa menit berlalu, batang hidung Ferry tak muncul mendekati Lia malah muncul bergandengan mesra dengan Sandra artis yang juga CEO modeling enterprise.
"Ya ampun kak Hans, bikin kaget aja. Kamu malam ini sudah dua kali loh muncul tiba-tiba kaya gitu, sengaja mau membuat ku kena serangan jantung ya?"
Gerutu Lia yang sedang asik menikmati aneka makanan kecil yang tampilannya cantik dan memiliki rasa yang memanjakan lidah itu karena terkejut, tiba-tiba ada yang bicara mana suara seorang pria yang terasa tak asing ditelinga Lia
"Maaf, aku tidak bermaksud membuat mu terkejut, hanya kebetulan lewat melihat mu disini sendiri"
Hans mencari-cari alasan agar Lia tak curiga kalau sejak tadi dia memang sudah menguntitnya.
Begitu yakin Ferry tak akan mengganggu baru lah Hans maju mendekati Lia.
Ferry yang melihat interaksi antara Lia dan Hans, hatinya mulai terbakar api cemburu. Apa lagi Ferry sudah tau status Hans dan juga masa lalu mereka berdua
Pandangan Ferry tak ingin lepas dari sang istri dan hal ini membuat Sandra makin geram. 'lagi-lagi wanita itu yang membuat Ferry tak fokus dengan ku'
"Fer, ayo kita kesana sebentar lagi aku akan naik ke panggung kamu jangan jauh-jauh dari aku ya" Ferry tak menggubris Sandra.
Walau berat saat ini Ferry tak punya pilihan, mau tak mau dia harus menemani Sandra saat ini. Tau akan begini jadinya dia tidak akan menggunakan Sandra sebagai brand ambassador produk terbaru perusahaan.
Tapi nasi sudah jadi bubur, waktu pun tak bisa ditarik mundur lagi. Ferry akhirnya pasrah menerima keadaannya, dimana dia membawa istrinya ke acara perjamuan untuk dia pamerkan malah sekarang istrinya jauh dari sisinya dan duduk berdua dengan pria dari masa lalunya.
Sakit, perit rasanya hati bak disayat sembilu tapi ini semua terjadi juga karena kesepakatan mereka berdua diawal pernikahan.
Dari pada tak bisa memiliki Lia seutuhnya dan gagal menikah, Ferry akhirnya memilih menerima persyaratan yang Lia berikan walau kini kenyataannya begitu pahit dan rasanya egonya tak sanggup bertahan terlalu lama.
Lia yang sedang kesal dengan Ferry yang membiarkan Sandra melengket dan bergelayut manja dilengannya mulai melancarkan aksi balas dendemnya begitu Hans datang menghampiri.
'Pucuk di cinta ulam pun tiba' bathin Lia sesaat setelah lepas dari keterkejutannya akan keberadaan Hans.
'Saatnya melancarkan aksi balas dendam, selamat menikmati tuan muda Goucher' bathin Lia tersenyum manis ingin menyiksa perasaan Ferry yang posesif dan pencemburu akut
"Kamu mau coba cemilannya, ini enak banget low" Lia menyodorkan garpu yang sudah dia tusukan potongan kue coklat sambil tersenyum manis
tanpa menunggu lama, Hans menyambut suapan kue dari Lia dengan perasaan yang sangat bahagia. Hans tidak menyangka Lia akan tetap sama seperti saat mereka remaja, seakan sekian tahun tak bertemu perasaan mereka masih sama seperti dulu.
Buat Lia, Hans sama seperti Rendy sosok kakak laki-laki yang melindungi dan selalu menjaga dirinya selama bertahun-tahun tak pernah ada benih cinta tumbuh dihatinya.
__ADS_1
itu sebabnya selama bersama, baik dengan Rendy maupun Hans, Lia selalu apa adanya jadi dirinya sendiri dengan sifat yang penyayang, perhatian, baik hati, manis, manja dan kadang juga marah setiap kali mereka mengusili Lia.
Siapa yang tau ternyata perasaan Rendy dan Hans berbeda dengan Lia.
"Kamu sudah coba kue ini belum?" tanya Hans sambil menunjuk satu mini cake yang warnanya sangat cantik di bawahny bertuliskan Madeline Rose
Lia menggeleng tanda dia belum mencicipin mini cake yang ditunjuk Hans.
"Kamu harus coba ini, ini cake kesukaan aku" ucap Hans sambil menyodorkan sesendok cake kearah Lia.
tanpa sungkan Lia pun langsung membuka mulutnya dan menikmati cake mata Lia langsung berbinar saat menikmati cake yang sebelumnya belum pernah dia makan.
"Ya ampun ini enak banget" ujar Lia membuat Hans senyum penuh arti. "Kalau begitu makan lah lebih banyak" Hans kembali menyuapi Lia cake.
Madeline Rose ini merupakan kombinasi mousse stroberi, mousse mangga, dan cheesecake yang berlapis sponge cake rasa vanilla,
di cake ini terdapat pula manisan buah stroberi, cokelat mutiara putih ditengahnya, serta di hias dengan macaron rasa stroberi, macaron rasa pisang, cokelat putih berbentuk bulat dan daun mint segar.
pokoknya setiap gigitannya terdapat perpaduan rasa manis dan asam sangat dominan dengan tekstur sangat lembut memanjakan lidah.
Ferry yang sedang diatas panggung memberikan sambutan dan ucapan terima kasih kepada para tamu undangan menjadi speechless ketika matanya menangkap istrinya sedang suap-suapan dengan Hans.
Setelah mengatur perasaannya Ferry kembali melanjutkan kata sambutannya dengan cepat lalu meninggalkan panggung dimana Sandra sedang naik keatas panggung untuk menjadi model produk baru perusahaan.
Ferry melangkah cepat tapi di hadang Jerry ditengah jalan. "Maaf tuan muda sebaiknya tidak mendatangi nyonya muda, saat ini semua kamera mengarah pada anda"
Ferry menulikan telinganya, dia sudah tidak kuat lagi menahan api cemburu yang membakar setiap inchi hatinya.
"Tuan muda, nyonya muda akan dalam masalah besar jika foto kalian bertiga ribut malam ini tertangkap kamera wartawan, aku jamin berita ini akan menjadi trading topic besok"
Mendengar ucapan Jerry, Ferry menghentikan langkahnya yang tergesa-gesa. Namun dia tetap melangkah ke arah dimana Lia berada diikuti Jerry.
Dengan langkah lebih stabil dan penuh pesona seperti biasanya Ferry berjalan mendekati Lia yang sedang asik mencicipi tiap dessert yang tersedia di meja prasmanan.
"Kelihatannya designer Lia sangat menikmati sajian di acara peluncuran ini sampai betah sekali berlama-lama disini"
Ucap Ferry sarkas sambil mengambil beberapa potong cake kesukaan Lia untuk mengelabui para wartawan
Aslinya Ferry tidak begitu suka makanan manis kecuali Lia yang buat makanan manis maka dia akan memakannya sampai habis dengan suka cita.
__ADS_1
'Apa yang dia lakukan disini? bukannya seharusnya dia sedang bersama Sandra diatas panggung' gumam Lia sambil menengok kearah panggung dan disana Sandra masih sedang sibuk menjadi model produk, Sandra terlihat sangat cantik dan mempesona saat berlenggak-lenggok diatas panggung.
"Ini untuk mu, selesai makan kembali lah Deni sudah menunggu mu di lobby" bisik Ferry sambil memberikan piring cake pada Lia kemudian berlalu meninggalkan Lia dan Hans yang sedari tadi hanya diam memperhatikan interaksi Lia dan Ferry yang terlihat canggung dan seperti orang asik tapi juga terlihat dekat karena Lia tak menolak Ferry yang mendekat dengan jarak hanya satu padahal tadi waktu Hans ingin menyuapi Lia cake, dia sempat mundur selangkah ketika Hans maju mendekat, tetap memeberi mereka jarak.
Lia tak pernah tau isi pikiran Hans yang mulai curiga tentang hubungannya dengan Ferry. Dia justru jadi fokus memandangi sosok tegap yang berjalan menjauhi dirinya menuju panggung lagi.
'Dasar pria, bisa-bisanya dia menyuruh ku pulang sedang dia masih di sini bersama pelakor, huh siapa sudi pulang'
Gumam Lia dongkol melihat kedekatan Ferry dan Sandra yang seperti sangat akrab.
"Hei, kenapa melamun? orangnya sudah tidak terlihat mau sampai kapan memandanginya?"
Suara serak Hans membuyar pikiran Lia dan membuatnya jadi salah tingkah, dengan gugup Lia menimpali ucapan Hans.
"Siapa juga yang memandangi beruang kutub tukang ngatur dan sok keren itu" sahut Lia dengan nada agak emosi.
"Hahahahaha" tawa Hans langsung pecah mendengar jawaban Lia.
"Apa yang lucu?" tanya Lia bingung melihat Hans malah tertawa
"Kamu nampaknya begitu kesal dengan orang terganteng dan terkaya di negara A, keluarga besarnya merupakan penguasa negri ini, ½ roda perekonomian negara A ada dalam genggaman Goucher Corp dan Pria yang kamu panggil beruang kutub itu adalah penerus satu-satunya"
"Owh ya, dia sehebat itu" sahut Lia acuh tak acuh malas dia mendengarnya karena dari awal dia menginjakan Kaki di negara kalimat itu yg slalu Lia dengar tetang Ferry.
"Dan gosipnya dia penyuka sesama jenis" sontak tawa Lia pecah begitu mendengar cerita yang Hans lontarkan.
"Hahahaha....Kamu sembarangan bicara kalau dia dengar kamu tidak akan melihat matahari besok....hahahaha...kamu sungguh berani menghinanya kak Hans kamu luar biasa"
"Aku tidak sembarangan bicara, in fakta karena banyak wanita cantik, kaya dan terkenal berusaha naik ke atas ranjangnya tak satu orang pun hingga kini berhasil. Apa lagi coba alasannya seorang pria menolak wanita cantik, kaya dan terkenal yang sudah menyerahkan diri seutuhnya kalau bukan dia penyuka sesama jenis"
"Hahahaha...hentikan kak Hans ucapan mu itu, jangan menebar gosip sembarangan. Ferry tidak begitu dia hanya terlalu setia pada cinta pertamanya, lagi pula dia sudah pernah tidur dengan wanita koq"
'Ups...keceplosan deh' bathin Lia sambil menutup mulutnya. "Kak Hans aku pulang dulu ya jemputan ku sudah datang, bye" ucap Lia lalu berjalan cepat meninggal kan Hans yang termenung sendirian.
Hans yang melihat ekspresi Lia dan tingkahnya yang jadi serba salah dan tiba-tiba pamit untuk pulang membuat Hans makin yakin kalau Lia dan Ferry memiliki hubungan yang tidak sederhana.
'Nampaknya aku harus mengubur perasaan ini dalam-dalam, dan menerima perjodohan yang sudah diatur'
gumam Hans sambil menghembuskan nafas berat saat memandangi punggung Lia yang terus semakin jauh.
__ADS_1
seperti harapannya untuk mengungkapkan cinta pada Lia harus pupus sebelum diungkapkan, dari pada nantinya hubungan mereka jadi canggung karena cinta bertepuk sebelah tangan.
jangan lupa like, komen and subcribe😘