Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Makan Malam Masakan Mami


__ADS_3

"Sayang" teriak Ferry saat memasuk unit apartemen tapi hampir semua ruangan gelap


"Lia kemana? Deni bilang Lia tidak ada kuliah hari ini dan juga tidak keluar dari apartemen. Tapi ini kenapa semua ruangan masih gelap"


Ferry melangkahkan kakinya dengan cepat menuju kamar dengan tak sabar ingin memastikan keberadaan sang istri.


Betapa terkejutnya Ferry tak mendapati sang istri di kamar mereka.


Ferry bergegas menuju ruang kerja Lia tapi hal yang sama Ferry jumpai, Lia tak juga ada di dalam ruang kerjanya. hanya terlihat gaun yang sudah selesai disulam terpasang di manikin.


"Sulaman yang cantik dan mutiara-mutiara ini membuat gaunnya makin cantik, elegan dan mewah tapi tak mencolok. Benar-benar gaun yang sangat cocok untuk wanita seusia mami"


Gumam Ferry mengagumi hasil kerja sang istri tercintanya sampai Ferry lupa tujuan awal dia ke ruang kerja Lia untuk mencari keberada sang istri.


"Astaga...Lia dimana kamu?" Gumam Ferry saat melihat ruang kerja Lia sudah rapi dan tak ada tanda keberadaan Lia disana.


Ferry berjalan keluar dari ruang kerja Lia sambil berfikir kemana kemungkinan Lia pergi tanpa diketahui Deni.


Saat dia sedang berjalan sambil berfikir langkah apa yang harus dia lakukan. Ferry melihat tubuh mungil sang istrinya terbaring meringkuk di atas sofa dari pantulan TV.


"Ya tuhan sayang ku kamu membuat ku panik. Ternyata malah sedang terlelap di sini, huh"


Ferry mengangkat tubuh mungil Lia dan membaringkannya diatas ranjang dan menyelimuti tubuh Lia yang terasa dingin karena Lia tidak menyalakan penghangat ruangan di ruang tengah.


"Kayanya kamu lelah banget ya yank, kalau gitu kamu tidurlah yang nyenyak aku mandi dulu"


Lia yang terlelap seperti kebo tak terganggu sedikit pun tidurnya saat dipindah dari sofa ke kamar. Lia malah semakin pulas tertidur.


Akhirnya Ferry merapikan pakaian yang akan mereka kenakan selama berada di negara S.


Baru setelahnya Ferry menuju dapur untuk memasak beberapa menu untuk makan malamnya dengan Lia.


Tapi belum juga Ferry sampai dapur tiba-tiba ada yang menekan bel unit apartemennya.


"Ehh...siapa yang sudah malam begini datang bertamu tanpa memberi kabar dulu"


Ferry sepanjang jalan menuju pintu, dia memasang muka masam saat membuka pintu unit apartemennya.

__ADS_1


"Sayangnya mami, ya ampun muka mu jelek banget sih nyambut mami. Tidak suka mami ke apartemen mu?"


Crocos mami sambil langsung masuk dengan membawa banyak paper bag di tangannya.


Ferry hanya bisa pasrah dan menutup pintu apartemennya sambil mengjkuti langkah kaki mami.


"Mami yakin kalian pasti belum makan malam" mendengar pernyataan mami Ferry menganggukan kepalanya.


"Tuh, harusnya kamu berterima kasih sama mami. Mami kesini bawain kalian makan malam enak banget buatan mami sendiri"


Mendengar pernyataan mami, Ferry mulai sumbringah. Dia sudah membayangkan maminya membawakannya makan malam makanan kesukaannya yang sering mami buat ketika sedang turun langsung ke dapur.


Ferry mulai tak sabaran membayangkan makanan kesukaannya dihidangkan diatas meja, Buffalo Chicken Wings, Grits atau bubur jagung yang dimasak gurih, Memphis‘ wet ribs, dan meatloaf.


Mata Ferry berbinar melihat semua makanan yang maminya letakan diatas meja makan.


"Taraaaa....gimana masih tidak happy liat mami datang, huh?" ucap mami dengan wajah mengejek anak tampannya yang kita sudah tak sabar ingin melahap makanan yang sudah tersaji.


"Mami emang the best moms of the years, tidak ada yang bisa ngalahin deh. love you full pokoknya"


ujar Ferry sambil memeluk sang mami dan menciumi pipinya.


gerutu mami dengan wajah sedih yang di buat-buat. Membuat Ferry menarik nafas 'aish..mulai deh drama queennya' bathin Ferry.


"Udah deh mi, aku tadi beneran tidak mikir itu mami yang akan datang. Gimana tidak kesel baru juga mau masak makan malem ehh...bel malah bunyi, siapa yang tau itu malah keberuntungan Ferry jadi tidak perlu masak karena bukain pintu...hehehehe"


Ferry mulai menjelaskan semuanya agar mami tak lagi memiliki peluang untuk memperpanjang episode dramanya.


"Ehh....suam kamu udah pulang dan ada mami juga. Pantes aja koq tiba-tiba aku bisa pindah ke kamar dan ada suara-suara orang ngobrol"


Mendengar ada yang bicara Ferry dan mami menoleh melihat sang menantu yang berdiri dari balik pintu kamar.


"Sayang kamu cepet kesini, liat mami bawa makan enak buatan tangan mami sendiri loh"


Mendengar ucapan Ferry, Lia langsung melangkah mendekati meja makan dan memperhatikan setiap menu yang ada di meja.


"Wow, semuanya keliatan lezat. Jadi malam ini kita makan besar nih" gumam Lia

__ADS_1


"Iyes banget yank, kita makan malam masakan nyonya besar Goucher" sahut Ferry Lebay


"Sulit di percaya aku akan menikmati makan malam masakan mami" oceh Lia terpesona dengan nada tak kalah lebay.


"Kalian berdua berhenti mengoceh tak karuan, cepat makan" suruh mami sambil memberi piring untuk Lia dan Ferry.


"Loh, mami nggak ikut makan bareng kita?" tanya Lia heran karena mami cuma bawa dua set alat makan.


"Mami sudah makan tadi di rumah, sebelum kesini" jelas mami membuat kedua insan yang nampak kelaparan mulai mengeksekusi hidangan yang disajikan tanpa pikir panjang lagi


"Kalian makan pelan sedikit, tidak ada yang berebutan makanannya sama kalian" mami mulai mengoceh melihat tingkah Ferry dan Lia yang makan kaya orang nggak makan seminggu.


"Sumpah mih ini enak banget, Chicken Wings terenak yang pernah Lia makan...ini tuh kaya di presto empuknya dah gitu bumbunya berasa sampe dalem-dalam"


"Apa lagi ini iga bakarnya....ya tuhan nikmat banget bikin nggak mau berhenti makannya"


"Sayang kamu jangan cepet-cepet gitu dong makannya, aku baru makan dua potong ihh..." rengek Lia melihat Ferry makan lahap dengan cepat Chicken wings dan iga bakarnya sudah hampir habis.


"Siapa suruh kamu makan sambil komentar trus, sudah gitu kamu terlalu lamban mengunyahnya sayang" sahut Ferry yang tak mau peduli dengan rengekan Lia, karena selain memang laper ini semua adalah makanan Favorite Ferry.


"Sayang kamu coba ini deh, kamu pasti suka deh" sambung Ferry lagi berusaha menyuapi Lia Grits atau bubur jagung karena melihat wajah Lia mulai kesal padanya yang hampir menghabiskan semua Buffalo Chicken Wings dan Memphis‘ wet ribs dengan cepat, tak seperti biasanya Ferry akan slalu mendahui Lia setiap kali melakukan apapun termasuk makan.


"Kamu makan aja sendiri" ucap Lia ketus sambil menggelengkan kepala dan menggigit meatloaf atau roti isi daging cincang dengan bumbu rempah-rempah khas negara A benar-benar berbeda rasanya dengan roti isi di negara IND.


"Yah,,sayang ku jangan ngambek dong. Aku sudah lama sekali tidak makan masakan mami. Jadinya nafsu makan ku agak khilaf...maafin aku ya sayang ku"


Ferry berusaha merayu Lia agak berhenti ngambek, padahal aslinya Lia tak benar-benar ngambek karena dia paham apa yang Ferry rasain, karena Lia sesungguhnya juga kangen sama masakan mamanya.


tapi dia sengaja membiarkan Ferry terus merengek minta maaf dan merayunya dengan berbagai tingkah konyolnya.


mami yang melihat interaksi anak laki-laki sematawayangnya dengan sang menantu bisa bernafas lega karena anak lelakinya terlihat bahagia dan normal saat bersama Lia.


"Mami pulang ahh...pusing liat tingkah kalian berdua" pamit mami sambil mengecup pipi Ferry dan Lia. "Tidak usah di antar kalian makan saja, bye" sambung mami saat melihat anak dan menantunnya akan bangun dari tempat duduk.


"Hati-hati mi, ini sudah malam" ucap Ferry dan Lia bersamaan, membuat mereka berdua jadi tertawa bersamaan.


"Tuh kamu emang soulmate ku banget Lia Putri Agatha"

__ADS_1


jagan lupa like, komen dan jadikan novel favorite kalian


__ADS_2