Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Foto Bareng 4D


__ADS_3

"Lia, tuan Goucher akhirnya kalian sampai juga" Teriak Mira sambil memeluk Lia.


"Ayo cepat konsernya segera akan dimulai" Mira menarik tangan Lia agar memberi jarak pada Rendy dan Ferry.


"Kalian bertengkar?" tanya Mira setelah dirasa pembicaraan mereka tidak di dengar para pria.


Lia mengangguk pelan. "Aku yang salah terlalu membesar-besarkan ulah Ferry di restoran tadi padahal itu bukan pertama kali dia melakukannya di tempat umum. Cuma aku tadi malu sama kalian berdua jadi agak berlebihan ngambeknya".


"Trus" Tanya Mira karena Lia berhenti bicara.


"Ferry nggak terima aku ambekin dia jadi nuduh aku punya perasaan sama Rendy makanya aku jadi malu di cium dia di depan Rendy. Padahal dulu aku tidak pernah mencintai Rendy seperti wanita mencintai pria, rasa sayang aku ke Rendy bener cuma sebatas adik sama kakak, nggak pernah lebih"


Jelas Lia yang terdengar oleh para Pria yang ternyata sudah menyusul mereja berdua yang asik mengobrol sampe tak sadar keberadaan Rendy dan Ferry di belakang mereka.


"Aku diemin kamu tadi karena males ribut yank, bukan aku cemburu pada Rendy. Dia bukan level ku mana pantas jadi saingan ku" ujar Ferry sambil melingkarkan tangannya di pinggang Lia dari belakang.


"Kalian, sejak kapan sudah dibelakang kita?" tanya Lia dengan pipi sudah memerah untung suasana disana remang-remang jadi tidak terlihat.


"Beberapa menit lalu yank, udah yuk kita masuk antrian nanti konser keburu mulai". ajak Ferry


Ferry menggandeng tangan Lia menuju pintu masuk. Tapi pintu masuk antrian VVIP dilewati Ferry begitu saja.


"Bro...bro disini pintu masuk tiket yang ku beli" Teriak Rendy tak di hiraukan Ferry sedikit pun.


"Aiishh ini orang, dia mau kemana?" gumam Rendy.


Mira hanya mengangkat kedua bahunya tanda dia juga tidak tau itu bule mau kemana. "Udah ikutin aja yuk?" Ajak Mira pada Rendy dan mereka berdua pun sedikit berlari mengejar langkah Ferry dan Lia.


"Sayang ini kan pintu masuk khusus artis dan panitia aja dan kursi kehormatan yang dapat undangan khusus" Ujar Lia heran dengan tingkah suaminya.


Dan benar saja langkah Ferry dihentikan satpam yang menjaga pintu masuk.


"Bisa tunjukan undangannya?" tanya satpam berbaju hitam hitam dengan senyum meremehkan.


'walau pun mereka terlihat kaya bukan berarti bisa seenaknya masuk, kalian anggep group band 4D apaan memangnya' bathin si satpam.


"Kami tidak punya undangan yang kamu maksud, tapi aku mau masuk kedalam siapa kamu melarang ku?" Aura angkuh sombong yang tak terkalahkan Ferry langsung menyeruak keluar.


"Lia bilang suami mu tiket yang ku beli VVIP dia salah tempat masuk" bisik Rendy pada Lia.

__ADS_1


"Tuh kamu dengar teman mu bilang tiketnya VVIP disebelah sana bukan disini ini jalur khusus bos sm artis aja". Jawab si satpam makin sok


Ferry mengambil ponselnya. "Kamu keluar sekarang juga dalam dua menit kamu tidak sampai di depan ku jangan harap besok masih bisa bekerja"


'Siapa yang di telponnya' gumam Lia, Mira dan Rendy.


Tidak lama ada seorang Pria berpakaian jas rapi berlari tergopoh-gopoh dari arah dalam.


"Tuan Ferry Goucher, maaf saya tidak menyambut mu" ucap Pria berbadan tambun dengan kaca mata sambil membungkukkan badannya tanda permintaan maafnya.


"Kamu kasih tau sama cecengung ini siapa aku, kamu minggir lah. Jangan biarkan aku melihat wajahnya lagi dikemudian hari" Ferry melangkah masuk dengan menggandeng tangan Lia diikuti Rendy dan Mira.


"Kamu...urusan kita belum selesai" ucap Pria tambun sambil berlari mengejar Ferry.


"Tuan Muda jangan marah dia tidak mengenali tuan muda itu wajar, semua salah ku yang tidak memberinya instruksi tentang kedatangan tuan muda, karena tadi salah satu personil 4D mendadak pingsang kelelahan jadi saya benar-benar lupa. Mohon tuan muda memaafkan kelalain kami kali ini"


"Sayang sudah lah jangan di perpanjang" pinta Lia berbisik ditelinga sang suami saat mereka sudah duduk di kursi kehormatan.


"Sudah pergilah, kamu beruntung istri ku sangat ingin menonton konser ini jadi aku tidak mempermasalahkan kesalahan mu kali ini tapi jangan harap lain kali".


"Terima kasih tuan muda, nyonya muda terima kasih, selamat menikmati konsernya"


"Baik saya permisi dulu, jika ada yang dibutuhkan panggil saya saja". pamit si tambun.


Manager acara kembali ke pintu dengan perasaan kesal dan marah karena ulah si satpam bodoh aku yang jadi di makin sama tuan muda. 'benar-benar sial'


"Kamu cari mati ya" maki manager acara pada sang satpam.


"Maaf bos, saya tidak tau kalau pria bule tadi bos besar...mohon maaf kan saya bos jangan pecat saya" si satpam memohon sambil berlutut.


"Dasar bodoh, memang kamu tidak bisa membedakan apa orang biasa dengan bos besar. Dasar sialan gara-gara kamu aku yang habis di maki"


"Masalahnya temennya sudah beli tiket VVIP jadi mana saya duga kalau itu bos besar, saya mohon maaf kan saya bos"


"Aiissshh...kamu beruntung nyonya muda baik hati dia tidak memperpanjang ulah mu hari ini, lain kali ingat-ingat wajahnya jangan sembarangan mencegat orang paham tidak"


"Paham bos...sangat paham, terima kasih bos"


'untung saja nyonya muda sangat baik kalau tidak aku pun sudah habis hari ini' gumam si manager acara sambil kembali ke posisinya mengawasi jalannya acara konser.

__ADS_1


Sedangkan di aula konser Lia, Rendy dan Mira sudah berteriak-teriak histeris dan ikutan bernyanyi. Wajah Lia benar-benar bahagia, ini pertama kalinya Ferry melihat istrinya bernyanyi dengan penuh suka cita. untung saja 4D itu group penyanyi yabg terdiri dari para cwe-cwe asal negri sisipit kalau cwo pasti beda ceritanya.


Ferry malah sibuk dengan ponselnya, dia sedang memerintahkan ART untuk mengemasi sebagian baju Lia ke dalam koper. Lalu memberi perintah pada Jerry untuk mengirim housekipper merapikan apartemen miliknya.


"Sayang, kamu minum lah dulu"


"Terima kasih" ucap Lia menyambut air mineral pemberian Ferry dan Lia duduk untuk meminumnya.


"Kamu nggak capek teriak-teriak sambil nyanyi dan lompat-lompat kaya gitu?"


"Hehhehee...nggak sayang. Aku seneng banget malah, makasih ya" Lia mengecup pipi suaminya lalu kembali bergabung dengan Rendy dan Mira.


'Gadis ini, makin hari makin bikin aku jatuh cinta' gumam Ferry dalam hati sambil senyum-senyum karena sikap implusif Lia yang mencium Ferry tiba-tiba.


Setelah dua jam setengah acara konser pun berakhir. Tinggal acara ekslusif untuk para pemegang tiker VVIP bisa foto bareng dengan 4D dan pemegang undangan khusus selain bisa foto bareng dan dapet tanda tangan mereka juga bisa makan bersama 4D setelah acara usai.


"Lia, ayo kita kebelakang panggung mengikuti arahan pelaksana" bisik Mira pelan.


"Kamu mau apa lagi?" "berdasarkan tiket Rendy kita bisa foto bareng sekaligus dapet tanda tangannya" Jelas Lia


"Kamu mau foto barengan mereka? mau skalian makan bersama mereka nggak?" tawar Ferry


"Mau" jawab Lia, Rendy dan Mira.


"Kalian bikin malu saja"


"Tuan muda ada perintah apa katakan saja" ujar sang manager acara saat mendengar teriakan dari arah tuan muda.


"Istriku mau foto bareng, dan lebih dekat dengan 4D. kamu atur yang baik jangan biarkan yang lain masuk dan saling berdesakan"


"Mengerti tuan muda, mari ikut saya"


Manager acara membawa mereka berempat ke sebuah ruangan besar berAc dangan fasilitas mewah dan juga sudah ada meja prasmanan di ruangan itu.


"Tuan muda, nyonya muda tunggu lah disini saya panggilkan personil 4D untuk kesini"


"Wow, beneran mereka yang akan kesini?"


"Tentu saja nona, kalian tunggulah disini dengan tenang.

__ADS_1


"Kak Ferry..." tiba-tiba salah satu personil 4D berlari memeluk Ferry.


__ADS_2