Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Lia di Culik (part 2)


__ADS_3

"Tuan muda, aku pantas mati"


"Bangun lah Leon, aku tau semua bukan salah mu. Mereka yang telalu licik. Sekarang ceritakan pada ku apa yang terjadi"


Leon pun bangun dari duduk sujudnya untuk menceritakan kejadian yang terjadi di restoran.


"Awalnya semua baik-baik saja sampai nyonya muda ingin ke toilet sebelum kembali ke rumah sakit"


"Aku menemani nyonya sampai depan pintu toilet dan tak beranjak sedetik pun dari sana"


"Bodohnya aku tak mencurigai saat ada dua wanita keluar dari toilet yang satu nampak acak-acakan dan sedang dipapah oleh wanita satunya lagi"


"Aku tidak mencuriganya karena selang wanita itu keluar dengan nyonya masuk tidak sampai lima menit"


"Namun saat sepuluh menit menunggu nyonya tak juga keluar aku ingin masuk tapi aku tak enak hati, biar bagaimana pun itu toilet wanita. Sampai ada seorang wanita mau masuk aku memintanya memanggil nyonya untuk segera keluar tapi malah wanita itu berlari menemui ku dan mengatakan tidak ada siapa-siapa di dalam. Aku langsung bergegas masuk ke toilet, yang aku temui hanya baju dan tas yang nyonya kenakan"


"Aku sudah mengecek CCTV di restoran wanita itu bekerja sendirian hanya ditemani supir. Ini tuan bisa mengeceknya langsung" Loen menyodorkan usb pada Ferry.


"Cepat juga kerja mereka, semua bukan salah mu. Jika aku yang berdiri diluar pun aku akan tetap terkecoh dan tak bisa mengenali Lia" gumam Ferry melihat dua wanita yang Leon maksud.


"Bagaimana anak buah mu? ada kabar dari mereka?"


"Jejak terakhir mobil yang digunakan wanita itu terparkir di sebuah mall dipusat kota dan dia terlihat turun dari mobil habis itu jejaknya hilang"


"Kamu sudah perikasa CCTV mall?" tanya Ferry memastikan Leon tidak melewatkan satu petunjuk pun.


"Sudah tuan, dia melewati tempat yang tidak ada CCTV saat keluar dari pintu belakang mall jadi tidak dapat mengikuti jejaknya lagi" jelas Jerry membuat Ferry mengerutkan keningnya berfikir kemana kemungkinan Lia dibawa wanita itu.


"Sisir semua jalan, ikuti semua mobil yang keluar dari parkiran mall dalam kurun waktu lima sampai lima belas menit sejak wanita itu menghilang dari CCTV" ujar Ferry langsung diangguki Ferry dan dia pun pamit keluar.


Di dalam sebuah mobil, Lia mulai tersadar dari pengaruh obat bius. Kepalanya terasa sedikit pusing dan pelan-pelan membuka matanya.


"Akhirnya kamu sadar juga? duduk lah yang tenang dan jangan buat keributan atau aku terpaksa melakban dan mengikat tangan mulus mu itu" uja seorang wanita yang duduk disamping supir.


"Kamu, yang tadi ditoilet restoran kan?" gumam Lia masih belum menyadari situasinya


"Iya, kamu terlalu baik. Jadi kerjaan ku lebih mudah" ujar si wanita sambil senyum penuh arti.


"Kamu mau bawa aku kemana?" tanya Lia mulai menyadari kalau saat ini dia sedang diculik.


"Ke tempat yang tidak kalah nyaman dengan tempat tinggal mu slama ini" sahut wanita itu santai.


"Sampai kapan kamu menahan ku begini?" tanya Lia mulai bingung, dia di culik tapi tidak diikat ataupun ditutup mulut maupun matanya. 'Sebenarnya apa mau mereka?' bathin Lia makin heran dengan situasinya.


"Kamu jangan banyak tanya, soal itu aku juga tidak tau, aku hanya di minta membawa mu ke villa milik tuan Musa dalam keadaan utuh dan baik-baik saja" Jelas wanita itu.


"Hhhmm...baiklah, aku akan tanyakan langsung pada Musa kalau begitu" gumam Lia sambil menarik nafas lalu duduk dengan tenang sambil memperhatikan jalan.


Saat mobil memasuki sebuah kawasan Villa mata liat tak berkedip karena mengagumi hamparan bunga-bunga dan juga pohon-pohon yang mengelilingi villa itu dan ada juga danau buatan di mana ada bebek dan burung berterbangan.


'Gila villa seluas dan sebagus ini pasti milik orang yang tak kalah kaya dengan Ferry. Lalu buat apa dia menculik ku?' bathin Lia mulai berfikir alasan penculikan dirinya. 'Ya Tuhan pasti karena tender itu, ckckckck. Cuma karena urusan bisnis bisa main culik culikan kaya di novel aja...huuffft'


"Nona Lia, silahkan ikut dengan ku" ucap wanita yang menculik Lia saat membuka pintu mobil dan meminta Lia keluar dan mengikutinya.

__ADS_1


Lia mengikuti wanita itu sampai di depan pintu kamar, "Beberapa hari ini kamu tinggal disini. selama kamu tau diri kamu akan baik-baik saja dan tidak akan kelaparan tinggal disini" ucap si wanita itu lalu membuka pintu kamar dan menyuruh Lia masuk kemudian menguncinya dari luar.


"Aiishhh kalau diculik trus ditaro dikamar sebesar ini dengan fasilitas lengkap gini. Pasti banyak yang minta diculik...hahahahaha" gumam Lia tertawa miris saat memandangin kamar yang tak kalah mewah dari kamarnya di apartemen milik Ferry.


Lia berjalan mengelilingi kamar mendekati jendela memperhatikan sekeliling yang ternyata dibawah kamarnya ada belasan pengawal berbaju hitam hitam berjaga.


"Ini sih alamat aku nggak akan bisa gerak kemana-mana? huh, tapi biar lah sementara aku ikuti mau mereka dulu, toh mereka tidak ada yang berbuat jahat pada ku" oceh Lia sambil berjalan mondar mandiri di kamar.


"Wow kamar mandinya keren ada Jacuzzinya" teriak Lia membulatkan matanya kagum saat melihat kamar mandi yang lebih keren dari kamar mandi di apartemen Ferry.


"Sudah lah anggap saja lagi liburan" ujar Lia menghibur diri sendiri agar tidak terlalu kepikiran dengan peristiwa penculikan yang sedang dia alami.


Beda dengan Lia, Ferry dan Dhaniel justru panik begitu mendengar berita Lia diculik oleh orang-orang suruhan Musa.


"Jadi sekarang apa yang akan kita lakukan? aku yakin mereka akan meminta kita mundur dari tender ini untuk ditukar dengan Lia" Ujar Dhaniel dengan nada khawatir akan keselamatan Lia


"Kakak tenang lah, tender ini akan tetap jadi milik kita" ucap Ferry penuh keyakinan.


"Sebaiknya kita mundur saja jika musa meminta hal itu, aku tak ingin karena uang kita membahayakan nyawa Lia, gadis itu tidak bersalah sama sekali" ucap Dhaniel penuh rasa bersalah karena dialah yang meminta Ferry untuk terlibat dalam tender ini.


"Kakak tenang lah, kita memang akan mundur dan mengikuti semua maunya musa demi keselamatan Lia tapi tender itu akan tetap milik kita" ucap Ferry penuh perhitungan.


"Apa yang kamu rencanakan?" tanya Dhaniel bingung dengan jalan pikiran saudara sepupunya itu.


"Jadi begini..." ucapan Ferry terjeda saat telphon dari nomer yang tak dikenal tiba-tiba masuk.


"Siang tuan muda Goucher, maaf saya mengganggu istirahat siang anda" ucap Musa basa basi pada Ferry.


"Hahahaha....tuan muda Goucher memang orang yang to the poin tak suka berbasa basi seperti yang dirumorkan"


"Nama ku Musa, kamu bisa tarik semua anak buah mu yang terus berusaha masuk ke wilayah ku karena istri mu baik-baik saja disini. Aku menjamunya dengan sangat baik selama tuan muda Goucher setuju dengan permintaan kecil ku maka Lusa setelah penutupan penyerahan proposal dan presentasi tender kota wisata, istri anda akan saya kembalikan utuh tanpa kehilangan sehelai rambut pun"


"Apa permintaan mu?" tanya Ferry langsung pada intinya tak ingin berlama-lama bicara dengan Musa.


"Berikan rancangan propasal yang sudah kamu buat pada ku dan kamu mundur dari tender ini!" ucap Musa santai


"Hhhmmm...aku bisa mundur tapi aku tidak akan memberikan rancangan proposal ku" sahut Ferry dengan nada dingin.


"Tuan muda Goucher saat ini anda tidak punya pilihan? kecuali anda ingin istri cantik anda terluka?" ucap Musa santai penuh ancaman.


"Aku mau bicara dengan istri ku untuk memastikan dia benar baik-baik saja" pinta Ferry sebelum menyetujui permintaan Musa.


"Berikan telphon ini pada istri tuan muda Goucher, beri mereka waktu lima menit untuk bicara setelahnya kembalikan lagi ponselnya pada ku" perintah Musa pada wanita yang menculik Lia.


"Nona Lia, ini suami anda menelphon" Lia yang mendengar Ferry menelphon langsung berlari dari kamar mandi menyambar ponsel di tangan wanita itu.


"Et...santai dong, segitu kangennya" goda wanita itu pada Lia sambil menarik ponsel yang tadi diulurkanya pada Lia.


Lia mengepal tangannya menahan emosi yang sudah diubun-ubun, ingin sekali rasa menjambak rambut panjang wanita itu.


"Ini ambil lah, kamu bisa bicara dengan suami mu hanya lima menit tidak lebih" ucap wanita itu sambil memberikan ponselnya ketika melihat wajah polos Lia manyun dan kesal.


'Pantas saja wanita ini begitu dicintai tuan muda Goucher yang terkenal dingin dan arogan walau sangat tampan. Gadis itu merengut kesal saja sangat imut dan menggemaskan, aku yang wanita saja rasanya ingin terus menggodanya apa lagi pria' bathin wanita yang menculik Lia.

__ADS_1


"Hallo suam, ini beneran kamu?" Begitu mendengar suara Lia, hati gundah Ferry seperti disirami air es terasa sejuk dan membuat hatinya lebih tenang.


"Sayang kamu baik-baik saja kan?, apa yang mereka lakukan pada mu?" tanya Ferry mulai khawatir.


"Aku baik-baik saja, ini tidak terasa sedang diculik lebih berasa sedang dikurung dikamar sama mama karena besok mau dipaksa nikah...hehehehe" ucap Lia sambil terkekeh membuat bibir Ferry tanpa sadar melengkung sebentar.


'Wanita ini, sudah diculik masih sempat-sempatnya bercanda. Bener wanita idaman banget sih' bathin si wanita yang menculik Lia mendengar interaksi mereka di telphon begitu rahmonis dan penuh cinta satu sama lain.


'Andai saja tuan Musa bisa bersikap semanis itu memperlakukan ku, pasti hidup ku ini akan lebih indah' gumam si wanita penculik yang ternyata mencintai Musa.


"Syukurlah kalau begitu, kamu yang sabar ya, lusa kita akan ketemu lagi. Aku pastikan semua akan baik-baik saja" ucap Ferry berusaha menenangkan Lia yang sejatinya sangat tenang justru Ferry yang terlalu khawatir sendiri.


"Apa yang mereka minta pada mu suami ku?" tanya Lia tak enak hati


"Aku mundur dari tender kota wisata dan menyerahkan proposal yang aku buat pada mereka" jelas Ferry membuat bola mata Lia membulat tak percaya kalau permintaannya sampai minta soft copy proposal.....ckckckkk


"Trus kamu setuju? sayang banget low itu kerja keras kamu sama kak Dhaniel masa dikasih ke orang..huh. Andai aku tidak ceroboh pasti tidak akan begini jadinya" ujar Lia sendu dan menyalahkan dirinya sendiri yang kurang hati-hati.


"Apa uang lebih berharga dari istri cantik ku? calon ibu dari anak-anak ku? kalau begitu tidak jadi mundur ikut tender deh" goda Ferry pada Lia, sebersit senyum mengukir wajah Ferry membuat Dhaniel yang melihatnya bingung sendiri.


'Ini mereka berdua sadar situasi tidak sih? masih sempet-sempetnya saling menggoda....ckckckk' Dhaniel berdecak heran melihat interaksi Ferry dan Lia di telphon yang taj terlihat sedang di tawan penculik.


"Iiissshhh....kamu jahat, itu namanya kamu nggak cinta sama aku...ckckckk" gerutu Lia membuat tawa Ferry pecah


"Kalau begitu biar saja mereka ambil toh aku akan tetap kaya dan tidak rugi apapun karena belum ada uang yang diinvestasikan juga hanya gagal dapet keuntungan puluhan milyaran dollar saja" Jelas Ferry santai namun spontan Lia membulatkan matanya mendengar kalimat terakhir Ferry.


"Wow,,,untung puluhan milyar? pantas saja Musa sampai melakukan apa saja...ckckckck" sahut Lia polos.


"Maaf waktu kalian habis, kembalikan ponselnya" ucap sang wanita penculik saat stopwatch menunjukan 4 menit 30 detik.


"Suam, udah dulu ya. Jangan rindukan aku...love you"


"love you more, pasti kangen kamu deh"


Ponsel pun Lia kembalikan pada wanita yang menculiknya, begitu ponsel sudah dikembalikan dia keluar kamar menemui Musa yang dari tadi menunggu di luar kamar.


"Bagaimana tuan muda Goucher apa sudah puas kangen-kangenan sama istri?" goda Musa membuat Ferry geram tapi dia menahannya sambil mengepal tangan sekuat tenaga.


"Oke aku setuju dengan permintaan mu tapi aku ada syarat"


"Katakan apa syaratnya"


"Besok sore, aku akan menyerahkan soft copy proposalnya tapi secara langsung dan aku mau bisa melihat langsung istri ku"


"Baik, kamu bisa datang langsung ke Villa ku. Anak buah mu tau kan Villa ku? karena sejak setengah jam yang lalu mereka mondar mandir mengawasi villa ku membuat ku sangat tidak nyaman"


"Aku akan menarik mundur mereka semua asal kamu pegang ucapan mu"


"Tuan muda Goucher tenang, Musa tak pernah ingkar janji"


Ferry memutus panggilan telphon lalu langsung sibuk menyusun proposal lain untuk diberikan pada Musa karena proposal asli akan tetap miliki mereka untuk mendapatkan tender kota wisata.


jangan lupa like and komen ya, plus jadikan novel "suamiku brondong" sebagai favorite kalian biar nggak ketinggalan updatenya yes

__ADS_1


__ADS_2