Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Central Mall (Part 3)


__ADS_3

Setelah kepergian Ferry, Leon dan juga David. Lia dan gerombolannya memasukin tiap toko pakaian, sepatu, tas juga perhiasan yang ada di dalam mall. Sudah lima toko mereka masuki tapi Lia belum membeli satu pun barang dia banyak mengagumi design baju dan perhiasan tapi begitu lihat harganya Lia ngeri sendiri lalu tak jadi membelinya.


Berbeda dengan Willy dan Shella mereka berdua sudah menenteng banyak paperbag ditangannya.


"Kak Lia kenapa belum membeli apapun sampai sekarang?" tanya Shella khawatir Kakaknya akan mengamuk begitu tau uang yang hari ini istrinya habiskan bukan tidak ada satu pun belanjaan yang dibawanya pulang.


"Belum ada yang cocok" sahut Lia "Jadi mau kemana lagi kita?" sambung Lia lagi.


"Kami sudah cukup kak, sekarang kamu lah yang harus membeli barang kalau tidak kak Ferry akan memotong uang jajan ku dan Shella begitu dia tau kami hari ini merampoknya" rengek Willy membuat Ami tertawa.


"Apa yang kamu tertawakan?" ujar Willy ketus.


"Ternyata kamu sadar ya barusan itu kalian merampok kak Lia...hahahaha" sahut Ami sambil tertawa.


"Ami, kami tidak bermaksud merampok hanya begitu melihat barang-barang ini tak tahan untuk tak membelinya" bela Shella dengan mata berbinar memeluk paperbag yang dia tangannya.


"Biar kakak kalian tidak marah, ayo kita beli sesuai untuknya sebagai hadiah karena berbaik hati memberikan black cardnya hari ini" ujar Lia menghentikan mereka bertengkar.


"Ayo kita cari hadiah untuk kak Ferry" ucap Willy penuh semangat.


"Kalian berdua jangan ikutan belanja lagi" ujar Lia dengan tatapan peringatan keras.


"Iya tidak" sahut Willy dan Shella cepat.


Akhirnya mereka berempat masuk kedalam sebuah toko jam tangan, Lia melihat sepasang jam tangan couple merk MK keluaran terbaru.


'Sepertinya Ferry belum punya jam tangan merk ini?' bathin Lia sambil menatap sepasang jam dari balik kaca.


"Mba, boleh saya lihat jam yang itu" ucap Lia sambil menunjukan sepasang jam tangan yang dia inginkan.


"Wah, nona ini jam couple keluaran terbaru pasti kekasihnya akan senang sekali menerima hadiah ini" ujar pelayan toko dengan ramah.


"Tolong dibungkus ya mba" ucap Lia langsung menuju kasir sedangkan yang lain masih sibuk berkeliling.


Saat Lia berjalan ke arah kasir yang terletak tak jauh dari pintu masuk, Lia berpapasan dengan Arjun Khan.


"Nona Lia" sapa Arjun saat melihat Lia yang sedang sibuk mencari black card dari Ferry yang terselip di dalam tas karena Lia lupa memasukannya dalam dompet.


Begitu mendengar namanya disebut orang Lia langsung mendongkak memastikan siapa orang yang memanggilnya.

__ADS_1


"Tuan Arjun Khan" ucap Lia terkejut. 'Ya Tuhan kenapa harus ketemu dia sih? bisa gawat kalau Ferry sampai tau' bathin Lia mulai memikirkan cara untuk menjauhi Arjun secepatnya.


"Kebetulan sekali kita bertemu disini, mungkin kita memang berjodoh" ucap Arjun dengan senyum manis penuh arti.


'Jodoh? mimpi, aku ini istri orang' bathin Lia sambil celingak clinguk mencari keberadaan Willy, Shella dan Ami di dalam toko untuk menyelamatkannya dari Arjun.


"Iya sangat kebetulan, saya permisi dulu tuan Arjun. Saya sudah di tunggu kasir" ucap Lia berjalan menjauhi Arjun menuju kasir.


"Kamu sendirian?" tanya Arjun berjalan mengikuti Lia.


'Aduh, ngapain sih dia malah ngikutin' Lia mulai putus asa dan tak berdaya untuk menghindar dari Arjun.


"Tentu saja tidak sendirian, Nona Lia bersama kami" tiba-tiba suara Willy terdengar bagai kidung malaikat penyelamat untuk Lia.


"Wah, ternyata tua muda kedua Mananta sedang shopping dengan tiga gadis cantik, sungguh keberuntungan luar biasa" sahut Arjun dengan senyum devil menahan amarah yang membuncah karena kesempatannya berdua Lia hilang lagi dengan munculnya Willy, Shella dan Ami.


"Kak Lia, kamu baik-baik saja kan? dia tidak mengganggu mu?" tanya Shella berbisik sambil memindai kak iparnya dari atas sampai bawah.


"Kamu pikir dia akan melakukan apa pada ku di tempat umum, hah?" sahut Lia berbisik ditelinga Shella membuat Shella nyengir canggung karena terlalu lebay sampai membayangkan yang tidak-tidak terjadi pada kakak iparnya.


"Aku memang pria paling tampan yang slalu dianugrahi keberuntungan, ini sih belum apa-apa" ujar Willy jumawa.


"Bagaimana?" tanya Arjun lagi pada Willy.


"Maaf tuan Arjun soal ini anda harus tanya langsung pada nona Lia, saya tidak punya hak apapun untuk mengambil keputusan untuk nona Lia"


Mendengar jawaban Willy, Arjun langsung melangkah menghampiri Lia untuk bertanya langsung. Shella dengan posesif memeluk Lia, dia tak mengizinkan Lia pergi dengan Arjun karena bisa gawat kalau sampai kak Ferry tau.


"Maaf tuan Arjun saya harus menolak permintaan anda kali ini karena saya masih ada janji dengan nona Shella untuk membuatkan gaun pesta ulang tahunnya" sahut Lia sambil menahan nafas.


"Iya benar, kamu datang-datang mau maen rebut saja" gumam Shella kesal sambil memeluk Lia.


'Anak kecil ini, adiknya Ferry Goucher kan? jangan-jangan dia sedang membantu kakaknya mendekati Lia..huh' bathin Arjun kesal pada Shella.


"Hhhhmm...baiklah nampaknya aku yang kurang sopan, kalau begitu lain kali kita buat janji bertemu bagaimana?" ucap Arjun sambil menghela nafas berat dan berusaha tetap tersenyum walau hati sudah sangat kesal dan dongkol dengan Shella dan Willy.


"Sudah kalau gitu ayo kita bayar kak Lia" ajak Shella meninggalkan Arjun begitu saja.


"Maafkan kelakuan adik sepupu ku tuan Arjun, dia memang terlalu di manja jadi seperti itu" ucap Willy berusaha membuat suasana agar tidak terlalu canggung.

__ADS_1


"Tidak masalah, untuk seorang gadis cantik keturunan orang kaya raya sangat wajar kalau nona muda Goucher bersikap seperti itu" sahut Arjun berusaha bersikap tenang di depan Willy.


"Kalau begitu aku pamit dulu, sampai jumpa lagi tuan Arjun Khan" ujar Willy sambil menuju kasir dimana Lia, Shella dan Ami berada.


Arjun masih berada di dalam toko melihat Lia dan gerombolannya pergi meninggalkan toko.


"Kamu sudah dapatkan alamat tempat Lia tinggal di kota A?" tanya Arjun pada asistennya.


"Saat semalam kami mengikuti mobil tuan muda Goucher yang membawa Lia kami kehilangan jejak banyak mobil yang menghalangi kami mengikutinya, Nampaknya tuan muda Goucher menyewa banyak pasukan bayangan untuk melindunginya"


"Dasar bodoh" maki Arjun begitu mendengar ucapan asistennya. "Buat apa aku membayar kalian semua mencari informasi sepele saja tidak bisa" lanjut Arju Khan dengan sorot mata tajam ingin membunuh. "Aku beri waktu sampai besok aku mau informasi lengkap tentang Lia Putri Aghata slama dia di negara A"


Lalu Arjun berjalan keluar toko tidak jadi belanja karena moodnya untuk belanja sudah hilang.


Sedangkan Lia dan gerombolannya bergegas keluar dari mall dengan tergesa-gesa menghindari bertemu dengan Arjun lagi.


"Kak Lia aku ikut ke apartemen ya?" ucap Shella penuh semangat.


"Trus mobil mu?"


"Aku kesini dengan supir tadi karena sudah niat mau ke apartemen...hehehehe" sahut Shella cengengesan.


"Hhmmm...kalau begitu aku tidak bisa menolak mu" ucap Lia pasrah.


"Aku juga ya" tiba-tiba Willy ikut bicara


"Kamu kesini pakai supir juga?" tanya Shella dengan nada menyindir


"Aku bawa mobil sendiri, memang aku semanja kamu" balas Willy tak kalah sengit.


"Ami kamu mau ikut ke apartemen juga kita makan malam bersama, tapi kamu tidak boleh protes kalau tidak suka masakan ku....hehehe" ucap Lia senyum jahil.


"Wah, tentu saja aku mau. Ini pasti hari kebetuntungan ku bisa menyicipi masakan seorang designer terkenal" ucap Ami sumbringah.


"Alay" sahut Lia, Shella dan Willy bersamaan membuat mereka berempat tertawa bersama.


"Kalau begitu sampai jumpa di apartemen" ucap Lia berpisah dengan Willy dan Ami.


jangan lupa like dan komen yang baik hati boleh bagi votenya...hehehe

__ADS_1


__ADS_2