Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
YZ Collection (part 1)


__ADS_3

Teeeeeet....bunyi Beli tanda kuliah sesi pertama telah usai. Beberapa siswa histeris begitu mendengar suara bel karena lukisannya belum selesai, Lia sudah menyelesaikan lukisannya dia bersama dengan yang lainnya melangkah kedepan mengumpulkan lukisannya setelah merapikan semua barang-barangnya.


"Lia kamu mau langsung ke YZ Collection sekarang?" tanya Jeni melihat Lia berjalan kearah parkiran saat keluar dari kelas.


"Iya Jen, seperti yang aku bilang tadi ini hari pertama ku. Aku duluan ya, sampai jumpa di kelas nanti" ucap Lia sambil berjalan cepat menuju parkiran.


"Nyonya, sudah selesai kuliahnya?" tanya Deni begitu melihat Lia muncul diparkiran.


"Belum Den, nanti sore kita balik lagi kesini" jelas Lia sambil masuk kedalam mobil karena diluar lumayan berangin.


"Sekarang nyonya mau kemana?" tanya Deni yang tidak tau jadwal kuliah Lia berubah.


"Kita ke YZ Collection" mendengar ucapan Lia wajah Deni semakin bingung pasalnya itu kantor tuan muda. 'Tidak bisanya nyonya melakukan sidak ke kantor tuan muda' bathin Deni sambil melajukan mobil.


"Aku bukan mau menemui tuan muda, tapi mulai hari ini aku akan kerja jadi designer di YZ Collection" mendengar penjelasan Lia membuat Deni mengangguk pelan tanda dia paham.


Lia mengeluarkan ponselnya dia berniat menelphon sang suami, tapi diurungkannya. 'Tidak usah lapor Ferry deh, kan disana juga aku akan bersikap biasa, layaknya bawahan dan atasan' bathin Lia. lalu membuka aplikasi kumpulan para designer.


Meraka sedang ramai membahas tentang kompetisi baju musim dingin yang akan segera di tutup pendaftarannya dua minggu lagi.


"Hai designer Lia, sudah lama tidak melihat mu online" sapa Karenina


"Hai juga designer Karenina, iya nih aku sudah mulai kuliah jadi agak sibuk" melihat respon Lia membuat group chat ramai kepo dengan designer Lia.


"Designer Lia kamu ikutan kompetisi baju musim dingin tidak?" tanya Luna kepo.


"Sepertinya tidak" sahut Lia singkat


"Kenapa?" tanya Luna


"Kenapa tidak ikut Lia?" Karenana ikutan bertanya berbarengan dengan Luna.


"Aku takut tidak punya cukup waktu mengdesignnya, hari ini aku juga mulai masuk YZ Collection sambil kuliah...rasa tidak sanggup lagi untuk ikut kompetisi" Keluh Lia nampak memang kegiatannya melelahkan.


"Owh begitu" jawab Luna dan Karenina bersamaan.


"Kalian ikutan kompetisinya kah?" tanya Lia pada Luna dan Karenina.


"Aku ikut, tapi Kak Karen tidak ikut. Kan namanya sudah terkenal dan memiliki brand sendiri buat apa dia ikut kompetisi" sahut Luna panjang lebar.


"Aku tidak ikut tapi alasennya buka seperti yang Luna katakan, aku sedang banyak orderan gaun dan stelan jas dari para eksekutif Goucher Corp untuk perayaan ulang tahun perusahaan" membaca penjelasan Karenina, Lia lama terdiam.


'Ulang tahun perusahaan Goucher Corp? Owh iya mami kan sempat minta dibuatkan design waktu itu, hampir saja aku lupa' bathin Lia langsung pamit dalam group dan menelphon mami mertuanya.


"Hallo sayang" sapa mami diujung telphon begitu tersambung.


"Maaf ya mi kalau Lia ganggung mami" ucap Lia kikuk sambil mengatuh degup jantungnya karena Lia merasa terlalu implusif tiba-tiba menelphon mami mertuanya tanpa pemberitahuan dulu.


"Tidak mengganggu koq, mami lagi santai di spa nih sama ibu-ibu centil lainnya...hehehe" ucap Mami sambil terkekeh mencairkan ketegangan Lia.


"Mi, Lia telphon cuma mau tanya soal permintaan mami beberapa hari lalu. Apa mami sudah membuat gaunnya atau masih ingin Lia yang mendesignnya?" tanya Lia menggunakan nada begitu hati-hati.


"Belum, mami masih menunggu jawaban mu....jadi apa kamu bersedia membuatkannya untuk mami?"


"Hari ini Lia mulai melapor di YZ Collection, seperti yang Lia sampaikan waktu itu mami bisa order melalui YZ Collection agar gaunnya bisa selesai tepat waktu" ucap Lia bersemangat.


"Oke sehabis spa mami ke sana, ingat buatkan mami gaun paling cantik nanti" ucap mami dengan nada centil.


"Insyallah mi, mami cantik pakai gaun apapun juga tetap cantik" goda Lia membuat mami tertawa.


"Hahahaa...mulut menantu mami manis sekali, mami tidak akan mau bayar low kalau hasilnya tidak memuaskan" mami balas menggoda Lia.


"iya Mi, nggak usah bayar, Biar Ferry aja yang bayar, uangnya kan banyak. Lia aja dipaksa belanja terus buat bantuin duit Ferry ngabisin duitnya...hehehehe"mendengar ucapan Lia, mami tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


"Pantas saja kemarin Shella cerita dia dan Willy merampok kamu karena Ferry memberi mu black card. Kamu sendiri malah cuma membeli sepasang jam couple....hahahaha. Mami baru lihat ada wanita tidak hobby shopping seperti mu, bahkan Willy saja yang laki-laki membeli banyak barang keluaran terbaru"


"Lia tidak beli karena Ferry sudah membelikan semua yang Lia suka di toko-toko itu mi" sahut Lia sambil menghela nafas beratnya.


Rasanya Lia jadi malu hati sendiri, baru kali ini dia ditertawakan orang karena tidak pandai menghabiskan uang suami. 'Apa disini semua wanita kaya kerjaannya hanya shopping, spa dan jalan-jalan menghabiskan uang suami?' bathin Lia membuat mami berteriak-teriak memanggil Lia karena tak ada respon dari Lia sama sekali.


"Lia" mami memanggil Lia dengan kencang karena mulai khawatir.


"Iya mi, maaf Lia tadi..." belum juga Lia selesai menjelaskan mami sudah kembali bicara memotong ucapan Lia.


"Kamu tidak kenapa-kenapa kan?" tanya mami khawatir.


"Lia baik-baik aja mi, maaf bikin mami cemas" ujar Lia membuat mami bernafas lega.


"Kamu di mana sekarang?" tanya mami lagi memastikan keberadaan Lia benar-benar aman.


"Lia di mobil mi disupirin Deni, Lia sedang menuju YZ Collection" jelas Lia membuat mami tenang.


"Ya sudah mami siap-siap kesana sekarang kalau begitu" setelah itu panggilan telphon pun diakhiri Lia dan mami.


"Nyonya muda mau turun di parkiran apa lobby kantor?" tanya Deni karena sebentar lagi mobil yang mereka naiki akan sampai di Goucher Corp.


"Di parkiran aja Den, nggak enak dilihat yang lain saya pegawai baru pakai mobil disupirin" sahut Lia yang diangguki Deni pelan.


'Wah, jadi YZ Collection bersebelahan dengan Goucher Corp. Pantas di sebut perusahaan raksaksa di negara A ternyata perusahaannya begitu megah dan menjulang tinggi' bathin Lia saat memandangi gedung diluar jendela ketia mobil mulai memasukin area perusahaan.


"Silahkan turun nyonya muda" ujar Deni saat membukakan pintu untuk Lia.


"terima kasih Deni, saya masuk dulu kalau begitu" pamit Lia lalu berjalan kearah gedung dengan tulisan YZ Collection.


"Maaf Mba mau cari siapa?" tanya seorang satpam begitu Lia berjalan kearah pintu masuk tempat satpam itu berdiri.


"Saya Designer Lia pak, hari ini saya datang untuk melapor pada department HR" mendengar penjelasan Lia satpam tak berani menahannya lebih lama karena dia mendengar kalau Lia orang yang direkomendasikan tuan muda secara langsung.


"Silahkan mba, langsung saja tanya sama mereka, saya pamit kedepan lagi" ujar sang satpam yang diangguki Lia pelan, lalu Lia tersenyum manis pada dua gadis yang duduk di balik meja marmer resepsionis.


'Cantik banget ini cewe"


"Iya baju yang dikenakan juga mahal"


Dua respsionis itu malah saling berbisik terpesona pada Lia, bukannya menanyakan tujuan Lia datang. Lia hanya bisa menggeleng kelapa melihat tingkah dua gadis cantik di depannya.


"Maaf mba, jadi saya harus kemana ya? untuk ketemu department HR" tanya Lia membuat kedua gadis akhirnya tersadar dan tersenyum canggung pada Lia.


"ehh...Mbanya mau ketemu siapa?" tanya salah satu resepsionis.


"Saya designer Lia, hari ini datang mau melapor ke department HR" jelas Lia membuat kedua resepsionis saling pandang.


"Mba lurus saja menuju lift di depan, department HR ada di lantai 5, nanti disana mba bisa tanya lagi" jelas resepsionis yang dianggukan Lia.


Lia pun berjalan menuju lift dan naik ke lantai 5. Begitu keluar Lift, Lia bertanya pada seorang satpam yang berjaga di lantai 5 di depan lift.


"Permisi pak, saya Designer Lia, kalau saya mau lapor harus kemana ya?" tanya Lia bingung


"Mari saya antar" ucap sang satpam.


"Permisi, pak Danu ada diruangan tidak mba melisa?" tanya sang satpam pada gadis berkuncir dengan stelan jas seksi yang menatap tajam ke arah Lia.


"Ada, mau apa pak?" tanya Melisa pada sang satpam.


"Ini Designer Lia datang mau melapor, hari ini hari pertamanya masuk" jelas sang satpam.


"Owh jadi ini toh yang namanya designer Lia. Aku dengar kamu cukup hebat bisa masuk kerja di YZ Collection tanpa ikut seleksi" ujar Melisa angkuh tapi Lia tetap tersenyum manis.

__ADS_1


"Saya sedang beruntung saja saat pak Ferry di negara SG butuh seorang designer untuk memenangkan tender, saya ada disana dan beliau suka rancangan saya. Jadi lah sekarang saya disini" Jelas Lia ramah, karena Lia tak ingin cari musuh slama bekerja di YZ Collection.


"Ada apa ini rame banget pada kumpul disini?" tanya seorang Pria paruh baya dengan wajah tegas datang menghampiri tempat dimana Lia berdiri bersama dengan Melisa dan pak satpam.


"Ini pak Danu, ada designer Lia nyariin bapak katanya mau lapor hari ini mulai kerja disini" jelas sang satpam.


"Trus kenapa masih berdiri disini ribut-ribut sampai keruangan saya" tanya pak Danu sambil mengerenyitkan matanya.


"anu itu...pak Danu, mba Melisa yang ngajakin ngobrol jadi ketahan disini" jelas pak satpam dengan canggung.


Pak Danu yang mendengar penjelasan pak satpam hanya geleng-geleng kepala sambil menatap Melisa yang kini menundukan kepala karena tak ingin di tegur pak Danu karena bikin ulah.


"Kamu yang namanya Lia Putri Aghata?" tanya pak Danu dengan nada lembut tapi terdengar tegas dan berat.


"Iya pak, saya Lia Putri Aghata. Hari ini saya datang untuk melapor sesuai perintah bos" ucap Lia sambil mengulurkan tangannya pada pak Danu.


"Senang akhirnya saya bisa lihat wajah designer yang bikin gempar department design sejak dua bulan lalu" sambil menjabat tangan yang diulurkan Lia.


"Ayo ke ruangan saya, ada beberapa hal yang mau saya jelaskan sebelum kamu menandatangani kontrak kerjanya" ujar pak Danu sambil melangkah menuju ke ruang kerjanya diikuti Lia sedang pak satpam dan Melisa kembali ketempatnya.


"Silahkan duduk designer Lia dan ini kontrak kerjanya" ucap Pak Danu sambil menyodorkan semua map biru berisi kontrak kerja.


"Sebenernya kerja di sini tidak terlalu berat hanya memang harus serius dan sungguh-sungguh kalau mau karier berkembang disini peluangnya sangat besar"


"Gajinya juga lumayan, mereka bukan orang serakah. Saya sudah puluhan tahun bekerja di Goucher Corp dan tau betul bahwa mereka orang-orang baik dan dermawan yang selalu memikirkan kesejahteraan karyawan tapi memang agak sadis jika yang dianggap tidak bisa bekerja dan tidak berguna mereka tidak segan-segan memecat orang itu"


"Ya semuanya sesuai lah, gaji dan bonus yang diberikan dengan perjuangan tiap individu lakukan"


"Contohnya untuk designer Lia, baru masuk dan debut jadi designer bahkan belum lulus gaji setara dengan yang sudah lulus dan memiliki debut karena kemampuan designer Lia setara bahkan diatas mereka"


"Jadi jangan banyak pikir langsung ditanda tangani saja, gaji perbulan lima ribu dollar diluar bonus yang akan designer Lia peroleh apabila designnya dipakai untuk produksi jika digunakan secara pribadi maka bonus sebesar dua puluh persen dari keuntungan sedangkan jika digunakan secara partai akan dapat lima persen dari keuntungan. Kalau dari dua proyek yang kemarin designer Lia peroleh bisa dapet angka lima kali gaji bulan designer Lia"


Mendengar penjelasan pak Danu panjang leber Lia merasa memang sangat beruntung dengan begini dia akan bisa punya penghasilan sendiri yang cukup untuk membiayai Bimo dan juga mama di negara A jika dapat bonus biaya rumah sakit papa pun aku tidak perlu lagi menyusahkan Ferry.


Tapi saat Lia ingin menandatangi kontrak perjanjian dia terhenti karena ada pasal yang mengharusknnya bekerja selama lima tahun di YZ Collection.


"Maaf pak Danu kenapa masa kontraknya lama sekali?" tanya Lia sambil menatap pak Danu lekat.


"Itu permintaan tuan muda Goucher sendiri jadi saya tidak bisa membantahnya, apa designer Lia keberatan?" tanya pak Danu khawatir Lia tidak setuju.


"Tidak masalah sih pak Danu, cuma kenapa lama sekali?" gumam Lia yang terdengar pak Danu.


"Itu biar desinger Lia bisa terus dekat-dekat tuan muda mungkin. Siapa yang tau isi hati tuan muda" sahut pak Danu sekenanya sambil cengengesan.


"Pak Danu jangan buat saya geer nanti kalau saya berharap omongan pak Danu benar gimana?" canda Lia agar suasana tidak canggung.


"Hahahaha...itu bagus jadi akhirnya keluarga besar Goucher punya harapan untuk memiliki penerus" sahut pak Danu membuat bola mata Lia membualat.


"Ehhh...maksudnya pak Danu?" tanya Lia bingung.


"Tuan muda itu selama saya kenal dua tahun ini tidak pernah terlihat mau di dekati wanita atau berdekatan dengan wanita banyak yang berfikir tuan muda penyuka penyama jenis, tapi designer Lia jangan bilang siapa-siapa ya" ucap pak Danu hampir saja membuat Lia tertawa terbahak-bahak suaminya yang tiap melakukan 'itu' pada Lia hampir membuat dirinya kehilangan nyawa dibilang penyuka sesama...terlalu.


"Baiklah kalau begitu saya akan menandatangani kontrak kerjanya" ujar Lia dengan senyum manis.


"Selamat bergabung designer Lia" ujar Pak Danu berdiri menjabat tangan Lia lalu mengantarnya keluar dari department HR.


Lia pun berjalan ke arah lift menuju lantai delapan dimana department design berada.


"Sudah selesai urusannya mba Lia?" tanya pak satpam yang tadi mengantar Lia dengan ramah.


"Sudah pak, ini mau ke lantai delapan untuk mulai kerja. Saya duluan ya pak" sahut Lia saat pintu lift terbuka.


Lia pun naik ke lantai delapan.

__ADS_1


jangan lupa like and komen ya readers terlophe


__ADS_2