Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Lia pasti Kelelahan


__ADS_3

"Karena kamu roti isi buatku pasti sudah dingin sekarang" gerutu ku saat kami menuruni tangga untuk sarapan. kali ini beneran sarapan ya readers...hehehee


"Kamu duduk lah biar aku yang panaskan roti isinya sambil membersihkan dapur" Ujar Ferry melihat wajah ku yang masih memerah karena kelelahan menghadapi serangan Ferry.


Ntah karena terlalu lelah begitu aku meletakan kepala ku di atas meja aku pun terlelap.


"Sayang, bangun sarapan dulu baru abis itu kamu tidur di kamar ya" Ucap Ferry sayup-sayup terdengar ditelinga ku membuatku menegakan kepala dan membuka mata.


"Maaf ya aku ketiduran" ucapku sambil mengucek mataku yang masih berat.


"Minum dulu Juicenya biar melek matanya" pinta Ferry sambil menyodorkan gelas berisi juice mix berry yang sudah ditambah es batu oleh Ferry.


"terima kasih" sahutku sambil meneguk juice mix berry, rasa asem-asem manis semeriwing bikin mata melek.


"Ini roti isinya sudah ku hangatkan, kamu makan lah abis itu kamu bisa istirahat di kamar"


Aku hanya diam mendengar ucapan Ferry sambil menekuri roti isi di depan ku tanpa suara sama sekali, walau mata ini sudah melek tapi tubuhku rasanya pegal semuanya jadi begitu roti isi dan juice ku habis aku langsung bangkit berdiri.


"Aku sudah selesai, aku naik duluan" ucapku langsung berbalik badan. Belum juga aku melangkah


"Aaaaaaa...."teriak ku karena tiba-tiba tubuhku melayang di udara, aku langsung meraih leher si bule karena takut terjatuh.


"Aku tau kamu lelah karena ulahku, sekarang biar aku yang memanjakan mu". Mendengar ucapan si bule pun aku pasrah meringkuk dalam gendongannya.


Dia membaringkan ku di atas ranjang dan menyelimutkan tubuhku lalu pamit turun. "Aku kebawah dulu membersihkan meja makan, abis itu aku akan ada di ruang kerja ku. Jika kamu butuh sesuatu kamu bisa datang padaku atau menelphon ku"

__ADS_1


"iya aku mengerti" sahutku langsung memeringkan tubuhku dan tak lama pun aku terlelap.


***************************************************


#POV FERRY#


'Lia pasti kelelahan, kamu sih junior kalau sudah masuk kandang betah banget tidak ada puasnya...mau gimana lagi lusa aku sudah akan mulai LDRan dengan Lia...alamat puasa panjang kita junior' gumam ku saat memandang Lia sebelum pintu kamar kembali ku tutup.


Ahh,,dari pada aku mikirin Lia yang pasti sekarang sudah pules dan bermimpi indah mending aku cepet beresin piring-piring kotor di bawah biar bisa cepet ngurus masalah perusahaan di negara A, syukur-syukur masalah itu bisa diselesaikan tanpa perlu aku kembali ke negara A.


Begitu selesai ritual upik abu aku langsung bergegas menuju ruang kerja ku memeriksa berkas-berkas yang jerry berikan lewat email dan sudah ku print agar mudah ku pelajari.


'Hebat juga maling satu ini dia menghapus semua jejaknya dan tidak meninggalkan bukti sedikit pun, nampaknya hanya lewat rekening bank lah satu-satunya petunjuk yang bisa mengarahkan pada pelakunya.


"Jerry, sudah kamu cek rekening ayah, ibu, adik atau kakak atau siapapun yang terkait dengan para karyawan yang namanya tercantum sebagai penanggung jawab ketiga proyek tersebut?"


Lama Aku terdiam memikirkan cara mencari bukti dari kecurangan mereka lakukan, karena semuanya begitu rapi.


"Umumkan akan ada rapat dengan dewan direksi lima hari dari sekarang, aku akan hadir disana untuk mengumumkan pelaku kebocoran dana 15 Milyaran. Mulai sekarang pantau 24 jam keberadaan Antonio dan keluarganya begitu pula Redrigo jangan sampai ada yang terlewat. Aku yakin mendengar pengumuman ini mereka akan melakukan kecerobohan karena panik. Dan jangan lupa sadap saluran telphon rumah, kantor maupun jaringan telphon pribadi mereka, laporkan perkembangannya pada ku. Aku baru bisa kembali ke negara A lusa"


"Baik tuan muda, saya mengerti"


"Jika tidak ada yang ingin kamu sampaikan lagi, aku tutup dulu telphonnya"


"Itu tuan muda, ada masalah sedikit...cuma..." Ucap Jerry ragu-ragu

__ADS_1


"Ada apa kata kan langsung jangan bertele-tele!" sahutku dengan nada tegas membuat Jerry makin tergagap


"Itu...anu...tu..tuan besar, kemarin melalui asisten pribadinya mengirim nona Merry untuk menjadi salah satu kepala designer di YZ Collection"


"Lalu apa masalahnya?" tanya ku bingung


"Itu tuan muda,,,masalahnya nona Merry adalah wanita yang nyonya muda sempat cemburi karena di group designer mereka mengatakan Merry mencintai tuan Muda dan nona Merry juga merupakan teman kecil anda"


"Astaga kenapa aku bisa lupa soal itu, jadi dugaan mu papi sengaja melakukan itu karena tau aku menjadikan Lia kepala designer di YZ Collection?"


"Betul tuan muda, saya curiga tuan besar ingin memicu kemarahan nyonya muda dan membuat gesekan pada hubungan mereka berdua dengan mempertemukan di YZ Collection, ditambah lagi nona Merry baru mendapatkan penghargaan karena penjualan bajunya laris dan viral sekali cuma kalau saya liat designnya mirip dengan karya nyonya muda yang pernah diposting di group"


"Kamu yakin?" 'kenapa Lia tidak pernah cerita dengan ku?'


"Yakin sekali tuan muda, saya masih menyimpan screen shoot postingan nyonya muda dan sudah saya bandingkan semuanya sangat mirip hanya motifnya saja yang dibuat berbeda"


"Baiklah terima kasih Jerry untuk informasinya"


"Sama-sama tuan muda".


Aku pun mengakhiri pembicara dengan Jerry dan mulai merenungi ucapanya Jerry. 'Apa papi berusaha merusak hubungan ku dengan Lia lewat orang ketiga!' hebat juga ide papi, Papi memang tidak mengenal putranya dengan baik jika berpikir ide itu akan kena pada ku. Tapi bagaimana jika niat papi justru hanya ingin menyusahkan Lia di YZ Collection? Apa Lia tidak usah kerja dulu saja biar dia fokus pada kuliahnya saja?. Tapi aku sangat menyukai karya-karyanya begitu fresh, orisinil dan menarik berbeda dengan design-design yang sudah ada, begitu memiliki karakter.


'Sudah lah masalah ini aku pikir kan dan bicarakan lagi dengan Lia baiknya bagaimana, sekarang yabg paling penting adalah memecahkan kasus kebocoran keuangan perusahaan 15 Milyar dollar harus segera diungkap kalau tidak para investor bisa murka dan menarik dananya, Goucher Corp bisa goyah.


'Papi sebagai presdir bisa-bisanya santai di negara SG malah mengutus ku untuk menyelesaikannya' .

__ADS_1


Aku pun kembali mengurus pekerjaan-pekerjaan ku yang terbengkalai beberapa hari karen urusan kontrak kerja sama dengan nyonya mahdalena.


jangan lupa like, komen and vote ya readers biar mimi makin happy nulisnya


__ADS_2