Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Menangis


__ADS_3

Ferry masih ingin mencicipi beberapa menu di restoran jadi sepeninggal Mr Yamamoto Ferry kembali mengajak ku duduk di kursi restoran untuk mencicipi beberapa menu makanan. Dia penasaran karena ini ternyata juga pertama kalinya Ferry makan di restoran Yavoge.


Usai kenyang dan perutnya tak mampu lagi menampung makanan akhirnya dia mengajak ku kembali ke hotel.


Selama perjalanan dia hanya diam, aku mau mulai bicara juga bingung karena mukanya acuh tak acuh padaku. 'Ngeselin banget sih nih bule, mau maen diem-dieman oke fine Lo jual gw beli' Dalam hatiku.


Akhirnya aku mengeluarkan ponsel ku untuk membunuh kejenuhan ku selama perjalanan. aku membuka kolom diskusi di group designer. wah ternyata sedang ramai membicarakan soal Merry yang menjadi salah satu nominator designer terpopuler karena baju rancangannya terlaris hingga ratusan ribu eksemplar di seluruh dunia.


'Wow keren juga Merry, jadi penasaran kaya apa designnya'. Aku terkejut ternyata design yang Merry gunakan hampir serupa dengan design baju yang waktu itu aku posting di group bedanya motif yang digunakan Merry kupu-kupu sedangkan aku bunga matahari tapi untuk model sama persis. 'Tapi biar bagaimana pun tetap saja itu design miliknya walaupun modelnya mungkin terispirasi dari design ku.


Aku membaca kolom komentarnya pada postingan baju rancangan Merry, ternyata ada yang yang menyadari kalau rancangannya mirip dengan designku tapi siapa yang kenal aku? aku hanya designer di online belum ada debut baju rancanganku yang muncul di butik ataupun outlet-outlet. Jadi wajar lah kalau netizen tidak percaya kalau Merry yang sudah memiliki nama mencontek rancanganku.


Walau kesal, tapi aku juga malas ribut untuk hal seperti ini. toh biar bagaimana pun tetap ada perbedaan. Cuma aku jadi tidak bisa menggunakan lagi rancangan itu kedepannya karena yang ada saat aku gunakan mereka akan menuduhku mencontek karya Merry. lebih baik mulai sekarang aku tidak memposting apapun di halaman group designer, karena sebentar lagi aku akan jadi salah satu kepala designer di Goucher Corp. Semoga kuliahku lancar disana dan tidak terhambat karena sambil bekerja.


'Aku harus semangat cuma dengan cara ini aku bisa membalas segala kebaikan yang Ferry lakukan untuk keluargaku'.


"Kamu kenapa menangis?" akhirnya suara bariton yang dari tadi diam saja dan mengacuhkan ku bersuara juga.


"Aku pikir kami sudah tidak perduli dengan ku...huahuaahua" ucapku semakin histeris menangis, membuat Ferry menepi. Dan menarik ku dalam pelukannya.


"Maaf aku bukan bermaksud membuatmu sedih, cuma aku benar-benar kesal. Mendengar Mr Yamamoto tertarik menjadikan mu cucu mantunya, untung saja dia tidak punya cucu laki-laki kalau punya matilah aku jika kehilangan mu. Gimana nanti di kantor, dikampus kalau ada yang mendekati mu, menggoda mu karena kita merahasiakan hubungan kita yang sudah sah berdasarkan hukum dan agama negara IND" Gerutu Ferry sambil menenangkan ku dengan mengelus-ngelus punggungku.


"Tapi kan kamu sudah setuju merahasiakannya..hiks" ucapku disela-sela tangis.


"Iya .iya aku setuju, tapi kamu janji jangan pernah pergi dengan laki-laki lain atau kemana pun kamu pergi harus izin dan lapor padaku...mengerti" titah sang tuan muda tak mau dibantah.

__ADS_1


"Siap tuan Goucher, hamba siapa menjalankan titah paduka raja" ucapku sambil sesegukan abis menangis sekaligus menahan tawa.


Ferry melihatku yang bertingkah meledeknya langsung mengusrak rambutku hingga acak-acakan.


"Sayaaaaang" teriak ku geram sambil mendorong Ferry melepaskan diri dari pelukannya dan merapikan rambutku yang diacak-acak Ferry.


"Hehhehee...maaf ya sayang, yang penting sekarang kan kamu udah tidak sedih lagi. Jangan nangis ya, aku paling tidak tahan liat air mata mu"


"Kalau begitu besok-besok kalau kamu ngambek aku nangis aja" ucapku sambil merapikan posisi duduk dan kembali memasang safetybelt yang tadi dilepas Ferry.


"Ehh...jadi kamu masih berniat membuatku kesal dan cemburu?" Ucap Ferry dengan nada kesal dan mulai menyalakan mesin mobil kembali.


"Bukan begitu juga, toh hari ini aku tidak melakukan apapun kamu tetap saja kesal padaku" Ucapku sambil mencibikkan bibir ku.


"Hehehehe...iya ya, maaf ya sayang aku tidak bisa menahan diriku untuk tidak kesal, cemburu setiap ada orang yang mengagumi mu" Jelas Ferry sambil terkekeh. "Sudah bibirnya biasa aja, atau kamu memang sedang menggoda ku?"


'Sebenennya aku menangis tadi karena sedang ingat musibah yang terjadi pada keluarga ku beberapa bulan ini dan juga perlindungan Ferry padaku bukan karena Ferry nyuekin aku, itu mah aku sudah mulai terbiasa...hehehee,,,tapi biar saja lah dia salah paham, siapa tau abis ini dia bisa ngilangin penyakit cemburuannya'


Begitu tiba dikamar hotel hari sudah mulai senja, matahari mulai malu-malu memancarkan cahayanya.


Aku dan Ferry tidak langsung mandi, kami malah merebahkan tubuh diatas ranjang...rasanya lelah sekali hari ini. Untung saja perjamuan nanti malam di Hotel Crystal Palace, lokasinya tidak jauh dari hotel kami menginap, hanya sepuluh menitan dengan mengendarai mobil.


"Sayang kalau kamu lelah, tidur lah dulu masih ada waktu dua jaman sebelum acara" Ucap Ferry yang melihatku malas-malasan diatas ranjang.


"Aku tidak mengantuk, hanya pinggangku rasanya lelah ingin berbaring sebentar karena hari ini banyak duduk".

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu sini, berbaring dalam pelukan ku" Ucap Ferry sambil memberikan lengannya untuk ku gunakan sebagai bantal. Aku pun merapat mendekatinya.


Berbaring dalam dekapan Ferry, memberikan ku kenyamanan, mencium aroma tubuhnya membuat mataku jadi berat dan terlelap.


"Sayang...bangun yuk". Ferry mengecup pipiku sambil mengelus-ngelus lenganku. Ntah sudah berapa lama aku tertidur sampai Ferry membangunkan ku.


"nguuuaaaapp" aku menguap dengan mata masih terpejam rasanya masih malas sekali untuk bangun tapi aroma sabun mandi menyeruak masuk ke rongga hidungku membuat ku membuka mata.


Begitu mataku terbuka, aku langsung tersipu melihat pemandangan indah di depan mataku, Ferry yang hanya berbalut handuk dipinggangnya dengan bertelanjang dada duduk ditepi ranjang dengan rambut yang masih meneteskan air.


"Sudah selama ini masih saja malu?" goda Ferry saat melihat reaksiku.


Tapi menggubris ucapan Ferry aku langsung berlari ke kamar mandi dan menguncinya. Melihat tingkahku si bule tertawa terbahak-bahak. 'Dasar bule rese, nggak aku kasih jatah baru rasa' Gerutuku di dalam kamar mandi.


"Sayang mandi lah cepat, jangan hanya memandangi cermin" teriak Ferry tidak mendengar suara air, karena aku memang belum mulai mandi.


"Bawel" ucapku lalu memulai ritual mandiku. Begitu aku selesai mandi si bule sudah hampir rapi. Aku pun melangkahkan kaki ku mengambil gaun yang kemarin dan mengenakannya tapi aku kesulitan menarik resletingnya.


"Biar aku bantu" aku hanya mengangguk, tapi si bule bukan hanya menarik resleting ku, dia menciumi punggungku hingga bahu lalu membalik tubuhku menghadap dirinya.


Jantungku sudah berdebar dengan kencang, aku sudah pasrah karena terbawa suasana. Dia mencium bibirku dan aku pun membalasnya, ciuman Ferry semakin dalam dan lembut membuai ku hingga aku kehabisan nafas dia baru melepaskan tautan bibir kami.


"Masih belum bisa menyesuaikan diri juga sudah selama ini" ujar Ferry sambil mengusap bibirku dengan jarinya lalu keluar dari walk in closed meninggalkan ku yang tertegun sendirian.


Aku menggelengkan kepalaku, mengingat apa yang baru terjadi.

__ADS_1


Ditunggu Like, reviewnya dan votenya ya kakak


__ADS_2