
Aku pun mengambil iced cappucinno with float yang sudah mencair dari atas meja di depan TV, aku menyeruputnya sampai habis menghilangkan dahaga yang terasa dikerongkonganku sambil mencari acara TV yang bisa ku tonton tapi ternyata tak ada yang menarik perhatianku, jadi ku putuskan untuk mandi berendam dengan aromaterapi untuk menghabiskan waktu dan juga membunuh rasa gairahku yang masih terasa membakar tubuhku.
Tiga puluh menit berlalu, saat air rendaman mulai tak hangat aku keluar dari bathtub untuk mengguyur tubuhku dengan shower dan aku keluar hanya mengenakan bathrobe dan handuk kecil tergulung dikepalaku.
Aku mengambil ponselku lalu mengirim pesan pada Jerry. Aku ingin menanyakan minuman atau snack apa yang suamiku suka minum dan makan untuk menemaninya bekerja.
"Malam Jerry maaf aku mengganggu mu, aku tau kamu pasti saat ini juga sedang metting dengan suamiku, aku hanya ingin menanyakan minuman apa yang suamiku suka minum malam-malam begini?" -Lia-
"Tuan muda suka susu coklat hangat, susu sapi dikasih coklat bubur dan gula 2 sendok teh lalu di masak dipanci bersamaan" -Jerry-
"Kalau snack?" -Lia-
"Untuk Snack tuan muda suka segalanya asal tidak manis, tuan muda lebih suka yang gurih dan asin" -Jerry-
"oke, terima kasih Jerry infonya" -Lia-
"Senang bisa membantu mu nyonya muda" -Jerry-
setelah selesai chat dengan Jerry masih dengan mengenakan bathrobe dan handuk yang menggulung rambutku, aku keluar kamar menuju dapur mini untuk membuatkan Ferry susu coklat dan risol mayones isi sosis, potongan telor rebus, dan keju.
Ternyata di dapur tidak ada persediaan makanan apapun, akhirnya aku mengganti bajuku berniat turun kelantai basement untuk belanja di mini market yang menyatu dengan apartemen.
Aku kembali ke kamar untuk bersiap, ku pilih mini dress selutut berwarna pastel dengan kerah berbentuk V dan menggulung rambutku yang masih setengah basah. Tak lupa aku mengambil dompet serta ponselku lalu keluar menuju lift yang akan membawaku ke lantai basemaent, dimana mini market 24 jam berada.
Setelah membeli semua bahan untuk membuat risoles mayo dan susu coklat, aku kembali ke penthouse milik Ferry. Lalu sibuk didapur membuat kulit untuk risoles tidak banyak hanya 10 lembar, niatnya aku goreng 3 saja malam ini untuk teman Ferry begadang sisanya aku simpan dikulkas bisa untuk cemilan besok. Selesai dengan kulit risol aku merebus susu coklat sesuai arahan Jerry sambil menunggu mendidih aku mengisi kulit risol dengan keju, potongan telor rebus, sosis yang sudah ku goreng sebentar dan juga mayonies, lalu ku celupkan kedalam air terigu untuk perekat agar tepung panier menempel pada kulit risoles, selesai menggulung mendidih pula susu coklat Ferry. tinggal merapikan dapur sambil menggoreng risolesnya deh.
Akhirnya pergulatanku di dapur selesai. aku meletakan segelas susu coklat dan juga piring yang berisi risoles mayo di meja mini bar. Aku ingin menbersihkan wajahku sebelum mengantarkannya ke Ferry biar wajahku terlihat fresh nggak lecek kaya abis main di dapur...hehehehe.
__ADS_1
Sepuluh menit kemudian, aku sudah berdiri tepat di depan pintu ruang kerja Ferry tanpa mengetuknya aku langsung membuka pintu itu, kuliah Pria tampan yang merupakan suamiku sedang bicara serius sekali sampai tak menyadari kehadiranku. Aku pun melangkah masuk dengan pelan agar tak mengganggu konsentrasinya dan berniat menunggunya di sofa panjang yang dekat jendela, namun belum juga sampai sofa tiba-tiba suara bariton itu sudah menyapaku.
"Sayang, kamu koq belum tidur?" tanya Ferry membuatku membalikan tubuhku.
"Aku abis buat ini" kataku seraya menunjuk pada nampan yang ku bawa dengan mataku.
"Apa itu? kamu membuatnya untuk ku?" ujar Ferry sambil tersenyum manis sekali.
"Susu coklat dan risol mayo, aku membuatnya khusus untuk mu". Ucapku sambil melangkah mendekati meja kerja suamiku.
"Sayang bagaimana kamu bisa buat itu semua? di dapurkan tidak ada apapun, aku lupa mengisi bahan makanan di kulkas" tanya Ferry heran aku bisa membuat minuman dan snack untuknya
"Aku tadi turun ke basement untuk beli bahannya, karena pas kita makan di resto tadi aku sempet lihat ada mini market 24 jam" jelasku yang diangguki Ferry.
"Ehhh...tapi bagaimana kamu bisa tau kalau aku suka susu coklat dan juga risoles? Tanya Ferry dengan wajah sumbringah terlihat sangat bahagia mendapat perhatian kecil dari ku.
"Sayang...cukup, kamu masih harus metting kan! aku tak ingin mengganggu mu, aku cuma mau antar itu aja koq buat temen kamu bergadang" Jelasku agar Ferry melepaskan ku dan membiarkan ku pergi, aku benar-benar takut kalau papinya sampai dengar berita aku membuat Ferry jadi lalai dengan perusahaan.
"Mettingnya lagi break, just ten minutes sih...tapi kan aku jadi bisa peluk-peluk kamu dan nyiumin kamu buat ngilangin borring" jelas Ferry sambil senyum-senyum mesum.
"Dasar boss payah gitu, masa lagi seru-serunya metting tiba-tiba minta break...ckckckk. Kalau mereka sampai tau itu karena aku muncul, mereka pasti kesel banget sama aku" ujarku dengan wajah lesu. "Jangan-jangan benar yang ditakuti papanya Ferry, aku hanya akan jadi penghambat kemajuan karier Ferry" bathinku lesu.
"Siapa yang berani kesal pada istriku?" ucap Ferry sambil memegang daguku dan menyentuh bibirku dengan ibu jarinya. "Aku memang meminta break sepuluh menit itu disaat aku melihat mu datang, tapi alasan break sebenarnya bukan karena kamu melainkan aku memberi pihak pengembang waktu untuk memperbaiki kesalahan dalam perhitungan pengadaan bahan baku". Jelas Ferry berusahan mengembalikan senyum ku.
"Benarkah?" tanyaku ragu yang diangguki Ferry.
"Benar sayangku, aku tidak berkata bohong hanya untuk menyenangkan mu koq" Ferry berusaha meyakinkan ku.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu sekarang aku kembali ke kamar dan kamu lanjutkan mettingnya, jangan lupa susu coklat dan risolnya dicicipin" ucapku sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan Ferry.
"Boleh nggak kalau kamu tetap disini aja menemaniku...kamu bisa duduk disofa sambil menunggu ku selesai metting, bagaimana?" pinta Ferry padaku.
"Boleh sayangku, tapi aku ke kamar dulu ya ambil alat gambarku dan juga ponsel untuk menemaniku disini biar nggak boring nungguin kamu" ujarku yang dianggungkan oleh Ferry dan dia pun melepaskan pelukannya padaku.
Saat pelukan kami terurai, Ferry menuju sofa sedangkan aku keluar dari ruang kerja jerry menuju kamar kami untuk mengambil alat-alat untuk menggambar dan juga ponselku. Setelah itu aku langsung kembali ke ruang kerja Ferry, saat aku tiba suamiku sedang melahap risoles buatan ku dan susu coklatnya pun tinggal setengah mug lagi.
"Sayang risoles buatan kamu enak banget, lembut di dalam dan kriuk di luarnya...aku suka sekali, masih ada lagi kah?" tanya Ferry saat risoles ketiga dilahapnya.
"Masih, tapi belum digoreng. Aku simpan dalam frezer". Ucapku sambil mendudukan bokongku di sebelah Ferry dan meletakan alat gambarku diatas meja.
"Aku mau ya besok pagi sarapan kaya gini, tapi risolnya jangan tiga kurang nampol...aku kan bule porsi makan ku lebih banyak dari orang asia, heheheee".tawa Ferry sambil menyeruput sisa susu coklat yang ada. "Bilang aja rakus, pake bilang bule porsi makannya banyak segala....hahahaa" tawaku dalam hati usai mendengar celoteh Ferry yang takut banget kelihatannya dibilang rakus.
"Susu coklatnya juga pas dengan seleraku...kamu memang istri idaman" ucapnya sambil mencium pipiku dan melingkarkan tangannya di pinggangku. "Makasih ya sayang, sekarang cacing diperutku bisa tenang mengikuti metting sampai selesai". celoteh Ferry tanpa melepas pelukannya.
Dreeet....Dreeet.....Dreeeet
ponsel Ferry yang diletakan diatas meja kerjanya bergetar.
"Tuh panggilan datang...sana lanjutakan kerja mu!" pintaku pada Ferry karena kuliah dia malas sekali beranjak dari posisi duduknya.
"Jerry benar-benar asisten paling nyebelin, kapan sih dia lupa mengikatkan ku untuk kerja dan mengejakan tugas-tugas kuliah ku". Gerutu Ferry sambil melepas pelukannya dan bersiap berdiri menuju meja kerjanya.
"Aku kerja dulu ya sayang, kamu kalau mengantuk tidur saja di sofa jangan kembali ke kamar...aku mau kamu tetap disini" ucapnya begitu Ferry duduk di kursi depan meja kerjanya.
"iya suamiku, aku akan disini menemin kamu..sudah sana lanjutkan kerjamu!". ucapku sambil memberikan Ferry ciuman udara, yang disambutnya dengan tawa renyah khas bule kesayangku.
__ADS_1
Ferry sudah kembali sibuk dengan aktivitasnya, aku pun mulai mendengarkan lagu dari earphone sambil membuat sketsa gaun pengantin couple. Selang beberapa jam aku mulai menguap, ternyata sudah jam 1.30. "Pantas saja aku sudah ngantuk gini, ternyata sudah pagi" gumamku sambil melihat kearah Ferry yang ternyata masih asik menekuri pekerjaannya. Aku pun meletakan alat gambarku di atas meja kemudian membarikan tubuhku di sofa, dalam sekejap pun aku sudah terlelap.