
Lia yang sudah selesai mandi agak kaget karena tak menemukan Ferry di mana pun.
'Ehh...kemana perginya ini bule, jangan bilang dia ngambek dan berniat nggak pulang malam ini....ckckck'
'Ahh...sudah lah bagus juga dia tidak pulang cepat aku bisa mengerjakan tugas kuliah ku'
baru juga Lia berfikir untuk ke ruang kerjanya, ehh pintu apartemen terbuka dan wajah tampan suaminya muncul dengan senyum manis dan mengucapkan salam.
"Assalamualaikum istri ku, kamu berdiri di situ sengaja menunggu ku ya" goda Ferry sambil melepas sepatu dan menggantinya dengan sandal rumah.
"Waalaikumsalam suam, aku bukan menunggu mu tapi menunggu makanan yang kamu bawa" sahut Lia sambil mengambil godiebag dari tangan Ferry dan mengecup pipi sang suami.
"Kucing garong tahu aja ada makanan langsung nyamber" gumam Ferry saat Lia menyambat godiebag.
"Sudah jangan bawel, sana mandi biar aku siapkan makanannya" ucap Lia melihat Ferry yang justru mendekatinya bukannya pergi mandi.
"Hhhmmm...Padahal mau peluk istri dulu, ehhh....sudah di usir mandi" gumam Ferry dengan wajah pura-pura sedih.
"Suam, kamu nggak cocok banget sok imut gitu. Sudah sana mandi" sahut Lia melihat tingkah sang suami.
"Hehehee....Siap laksanakan nyonya Goucher" sahut Ferry sambil tertawa sendiri.
Ferry tak pernah menyangka akan ada hal-hal seperti ini dalam hidupnya. Konyol memang tapi membuat hatinya berbunga-bunga. Cinta memang bisa merubah yang keras jadi lembut, yang lembut jadi keras, yang dingin jadi hangat dan yang hangat jadi tak perduli.
Kebersamaan mereka yang baru terjalin beberapa bulan memang rasanya kehamilan Lia untuk saat ini terlalu cepat. 'Nampaknya berdua seperti ini saja sangat indah, nanti yang ada kehadiran anak malah menjadi saingan ku' bathin Ferry. 'Ahh...sudah lah buat apa aku pikirkan, toh saat ini Lia juga belum mau hamil' pikiran Ferry jadi kemana-mana.
Karena sejak kehadiran Lia, kehidupan Ferry jadi penuh warna tidak seperti dulu hanya kerja dan belajar saja dunia Ferry, sesekali hang out bersama teman itu pun bisa di hitung dengan jari Ferry mau melakukannya dalam sebulan.
__ADS_1
Lia sibuk di dapur memindahkan makan ke piring dan menyajikannya di meja makan sedang kan Ferry mandi dengan cepat agar sang istri tak menunggunya terlalu lama untuk makan malam.
Meraka berdua makan dengan harmonis sambil mengobrol ringan tentang kejadian yang mereka alami hari ini.
Lia merapikan meja makan sendiri karena Ferry menerima panggilan telphon dan langsung menuju ruang kerjanya.
'Hhhmm...baru jadi vice president aja besok weekend pun masih sibuk sudah semalam ini...huuffft' gumam Lia dalam hati sambil merapikan meja dan mencuci peralatan makan yang tadi mereka gunakan.
"Done" ucap Lia sambil melepas apron yang dikenakan dan menuju ruang kerjanya berniat mengerjakan tugas kuliah. Baru juga selangkah kaki Lia masuk ke ruang kerjanya tubuhnya sudah melayang.
"Aaaaa...." teriak Lia kaget karena tiba-tiba seseorang mengangkat tubuhnya.
"Maaf mengejutkan mu sayang" ucap Ferry sambil tersenyum nakal.
'Ya tuhan mati lah aku, senyumannya. Dia selalu senyum seperti itu tiap kali akan melahap ku sampai tak bersisa' bathin Lia bergidik ngeri.
"Besok masih sabtu sayang ku, kuliah baru akan mulai hari senin masih banyak waktu mengerjakannya, sekarang ini biar suami mu ini mengerjakan tugasnya. Mengajarkan istri tercintanya agar besok-besok tidak berani lagi meninggalkan suaminya sendirian diparkiran" ujar Ferry sambil membaringkan tubuh Lia di atas ranjang dan mengukungnya.
"Hehehe...suam, maafkan aku ya tadi itu aku kebelet pipis makanya buru-buru naik keatasnya sampai lupa sama kamu"
"Cuiihh,,istri ku kalau tidak pandai mengarang jangan lakukan. Jelas-jelas kamu melihat ku berlari ke lift tapi malah sengaja menekan tombol closed agar lift segera naik"
"Itu..." Ferry tak lagi membiarkan Lia banyak bicara omong kosong untuk menggoyah niatnya.
Ferry langsung membungkam mulut Lia dengan ciuman yang penuh hasrat namun lembut dan memabukan membuat Lia yang tadinya menolak lama kelamaan jadi terbawa arus permainan Ferry.
Ciuman dan sentuhan Ferry di titik-titik sensitif Lia membakar tubuh Lia. ******* demi ******* meluncur tak karuan dari mulut Lia membuat seringai penuh nafsu yang terbungkus dalam kata cinta muncul di wajah Ferry.
__ADS_1
"Sayang, boleh aku melakukannya sekarang jika kamu masih ingin mengerjakan tugas kuliah aku kan hentikan sekarang juga" bisik Ferry di telinga Lia sambil menciumi leher dan menggigit lembut daun telinga Lia.
"Jangan hentikan...ahhh...teruka suam...ahhh" racau Lia yang sudah di penuhi gairah.
"Kalau begitu aku tidak sungkan lagi" ucap Ferry kemudian memakan habis puncak gunung kembar milik Lia membuat desah kembali meluncur hebat dari mulut Lia dan tangan Ferry sudah menari-nari di inti milik Lia menunggu saat yang tepat untuk memasukan sang junior ke sarangnya agar sang istri tercintah tak merasa sakit karena si junior memaksa masuk sebelum pintu benar-benar dibuka.
Suara ******* Lia di setiap hentakan yang Ferry lakukan penuh tenaga membuat peluh mulai bercucuran di tubuh kekar Ferry dan Lia mulai kelelahan mengimbangin permainan Ferry yang justru makin bersemangat setiap mendengar Lia mencapai puncak meneriakan namanya.
"Sayang udah dong, aku udah capek" ucap Lia sambil terengah-engah setelah mencapai puncak ntah yang keberapa kali.
Namun Ferry tak menggubrisnya dia malah sibuk menjelah tubuh Lia, membangkitkan kembali hasrat sang istri karena dia belum merasakan puas bermain dengan tubuh sang istri setelah puasa beberapa hari.
"Sayang, nikmati saja. Aku tidak akan melepaskan mu malam ini" ujar Ferry membuat Lia pasrah karena memang tubuhnya tak mampu menolak setiap sentuhan Ferry terasa seperti air dingin yang dapat melepaskan dahaga Lia ditengah gurun pasir.
Pergulatan panjang sepasang suami istri yang penuh cinta, keringat dan ******* tak kunjung selesai padahal hari sudah berganti hingga Lia benar-benar mencapai ambang batasnya.
Rasa lelah membuat Lia sudah mata tak sanggup lagi membuka mata dan ingin segera tidur, melihat sang istri sudah terkuras seluruh energinya Ferry mempercepat gerakannya dan lenguhan panjang Ferry menghasilkan kenikmatan membuat Lia langsung terlelap sesudah terbebas dari jerat cinta sang suami.
'Maaf ya sayang, aku keterlaluan malam ini' ujar Ferry melihat tubuh Lia penuh tanda kepemilikan yang Ferry buat.
Ferry bangkit dari ranjang, lalu menyelimuti tubuh sang istri kemudian berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Selesai mengenakan bajunya, Ferry mengambil Air hangat di baskom dan handuk menyeka tubuh Lia dan membersihkannya agar sang istri tidur nyaman. Ferry yakin saat ini intinya Lia pasti meradang karena ulah Ferry yang menyerangkanya berjam-jam.
"Tidur yang nyenyak sayang ku" ucap Ferry sambil mencium kening sang istri usai mengenakan baju tidur pada Lia.
Jangan lupa like and komen ya readers
__ADS_1