
"Hei, kenapa kamu banyak diam hari ini?" tanya Jeni penasaran melihat Lia yang nampak murung dan tak bersemangat.
"Mungkin aku mau datang bulan jadi agak malas dan lemas tak bergairah" sahut Lia sekenanya agar Jeni tak bertanya lagi.
"Kelihatannya bukan karena PMS nih, aku curiga kamu lagi berantem ya sama si cogan dingin pujaan hati wanita Negara A" mata Lia menatap kaget karena Jeni bisa merasakan perubahannya ada kaitannya dengan Ferry.
"Diam lah kamu terlalu banyak omong kosong" kilah Lia tak ingin diintrogasi lebih jauh tentang hubungannya dengan Ferry.
"Hhhmm...baiklaah aku akan diam dan membiarkan mu murung disini sendirian" Jeni bangkit dari duduknya dia ingin ke toilet sebelum kuliah berikutnya di mulai.
"Kamu mau kemana?" tanya Lia mengangkat kepalanya dengan malas agar bisa menatap mata Jeni.
"Kamu mau ikut?" goda Jeni yang langsung membuat Lia mengelengkan kepala.
Jeni mencibikan bibirnya kearah Lia dan kemudian Jeni berjalan keluar kelas menuju toilet. Lia kembali meletakan kepalanya di meja berbantalkan tangannya.
'Belum apa-apa aku sudah kangen kamu, nyebelin banget padahal kalau kamu sibuk juga saat ini kita tidak akan ketemu seperti biasa. Kenapa aku jadi sentimentil banget gini sih...huh'
"Ya Tuhan Lia kamu bener-benar terlihat seperti gadis muda yang sedang patah hati tau nggak sih...ayo cerita biar beban mu sedikit berkurang" rayu Jeni yang sudah tak tahan melihat Lia murung sepanjang hari saat dia kembali dari toilet.
"Sudah tutup mulut mu, kuliah akan segera di mulai" ucap Lia begitu melihat dosen masuk kedalam kelas mereka.
Selesai mata kuliah kedua, Jeni harusnya pulang sedangkan Lia masih ada satu mata kuliah lagi jadi mereka pun berpisah.
tapi Lia tidak menyangka kalau begitu dia selesai mata kuliah ketiga di luar kelas dia akan melihat Jeni duduk manis menunggunya selesai kuliah.
"Kamu kenapa masih disini?" tanya Lia terkejut saat melihat Jeni tersenyum manis.
"Ayo ikut aku, kita shopping dan makan es krim biar kamu tidak murung lagi" ujar Jeni sambil menarik tangan Lia menuju parkiran mobil tapi dihalangin Deni yang sekarang tiap kuliah Lia akan berakhir dia akan menunggu tidak jauh dari ruang kelasnya Lia agar tidak kecolongan seperti kemarin.
__ADS_1
"Deni aku pulang dengan Jeni, kamu boleh mengikuti mobil Jeni dari belakang" ucap Lia yang diangguki Deni.
"Kamu mau bawa aku kemana?" tanya Lia begitu duduk di dalam mobil Jeni.
"Ke mall yang tidak terlalu ramai tapi banyak area bermainya" mendengar ucapan Jeni kedua alis Lia mengerut dalam. 'Area bermain di dalam mall? di negara IND juga banyak tapi biasanya untuk bocil masa iya dia mau ngajak aku main model begitu...cckkck' Lia berdecak heran dalam hatinya.
"Kenapa wajah mu jadi aneh begitu? tidak percaya ada area bermain yang seru dalam mall?" ujar Jeni lagi.
"Kamu berarti belum pernah ke mall milik keluar besar Khan selama di negara A?" Lia menggeleng mendengar pertanyaan Jeni. "Huuh, Kamu sangat beruntung hari ini aku akan mengajak mu kesana karena kekasih mu yang dingin itu tidak akan mungkin mengajak mu" ledek Jeni yang membuat Lia mencibikan bibirnya.
"Ferry bukan kekasih ku" gumam Lia yang masih terdengar Jeni.
"Bukan kekasih lalu apa namanya menyematkan cincin berlian di jari manis mu?" sahut Jeni tak percaya sedikit pun dengan ucapan Lia.
"Dia suami ku" mendengar jawab Lia mata Jeni membelalak tak percaya.
"OMG, kamu serius?" teriak Jeni tak percaya. "Ya Tuhan kasian sekali kak Arjun" mendengar gumaman Jeni membuat Lia kembali mengerutkan alisnya dalam.
"Hehehehe....kak Arjun semalam bilang kalau dia menyukai mu dan ingin aku membantunya mendekatkan hubungan kalian berdua.
Lia menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang Jeni katakan. Dia pikir slama ini Arjun melakukannya hanya karena ingin bersaing dengan Ferry tapi ternyata Arjun serius punya rasa dengan Lia.
"Kamu harus rahasiakan status ku dengan Ferry, kalau kamu menceritakannya ke orang lain, aku akan sangat membenci mu" ancam Lia
"Iya aku akan bungkam, tapi kenapa kamu ingin merahasiakan status mu? apa orang tua si beruang kutub tidak setuju dengan pernikahan kalian?"
Lia menggeleng. "Semuanya menyukai dan memberi kami restu kecuali papinya" sahut Lia tak berdaya.
"Tapi kenapa?" tanya Jeni heran karena selama mengenal Lia dia sangat yakin Lia berkepribadian baik, cantik, pintar dan juga berprestasi.
__ADS_1
"Itu juga yang slalu jadi pertanyaan ku, apa alasan papi Juan begitu menolak ku?" gumam Lia sedih
"Sudah lupakan saja kita sebentar lagi sampai jadi kita akan bersenang-sennag hari ini di area bermain in door di dalam mall xtranstudio"
"Wow, luas sekali area mallnya. kamu yakin disini akan ada area bermain?"
"Sudah ayo ikut aku aja" ajak Jeni menuju lantai lima mall dan ternyata disana ada kereta gantung menuju area bermain.
"Masyallah, keren sekali pemandangan negara A dari ketinggian" ujar Lia penuh kekaguman
Sepanjang sore hingga malam menjelang Lia asik bermain dan lupa akan kesedihannya ditinggal Ferry keluar negeri.
"Makasih ya Jen, kamu sudah bikin hari ku jadi lebih baik" ucap Lia tulus berterima makasih.
"Kalau kamu mau berterima kasih kamu traktir aku makan malam di restoran bluesky baru itu bisa dibilang tulus berterima kasih"
"Kamu benar-benar belanda minta tanah, tidak boleh dibaikin langsung merampok" ujar Lia tapi tetap setuju dan mentraktir Jeni makan malam di restoran bluesky.
Sedangkan Deni yang terus mengikuti nyonya mudanya mulai lelah karena dari sore tadi Ferry tak berhenti menelponnya tiap setengah jam hanya untuk menanyakan apa yang sedang Lia lakukan.
"Nyonya muda maaf mengganggu sebaikan dari sini nyonya langsung naik mobil kita kembali ke apartemen hari sudah malam dan tidak baik kalian berdua gadis muda masih berkeliaran" ujar Jeni karena dia mendapat perintah dari bos besar untuk membawa nyonya muda kembali sekarang juga.
"Baiklah, Jeni sekali lagi terima kasih. sampai jumpa besok" mereka berdua pun berpisah di parkiran restoran.
Lia mengambil ponsel untuk melihat adakah telphon atau chat penting yang sudah dia lewatkan.
'Wow, banyak juga misscall dan chat dari Ferry. Tapi males ahh bukanya kapan-kapan aja' bathin Lia melewati nama Ferry lalu beralih ke chat Ami yang cuma menanyakan kabar dan mengingatkan soal pertemuan sabtu nanti di rumah neneknya. Kemudian chat dari Shella yang sama menanyakan kabar serta menawarkan diri menemani di apartemen kalau Lia merasa kesepian tidak ada kak Ferry, yang langsung di tolak Lia. Selanjutnya chat dari Mira serta mama dan Bimo yang membuat
Lia tertawa bahagia saat membaca chat mereka bertiga yang menceritakan perkembangan kesehatan papi yang sudah beberapa kali terlihat memberi reaksi dengan jari saat diajak bicara oleh mama dan Bimo.
__ADS_1
'Cepet sembuh pa, Lia kangen di peluk papa' Ujar Lia saat menatap foto papa yang dikirim mama.
jangan lupa like and komen ya readers