
"Mau kemana kamu?" tanya Ferry sambil menarik tangan Lia masuk dalam dalam pelukannya.
"Hehehehe....pulang" jawab Lia sambil nyengir canggung
"Pulang?" gumam Ferry mengulangi jawaban Lia.
"Tuan muda Goucher, apa anda tidak terlalu berlebihan bersikap seperti ini pada karyawati anda?" ujar Arjun yang mulai geram melihat Ferry memeluk Lia di depan matanya tanpa sungkan.
"Aku pikir siapa yang mengganggu urusan ku ternyata tuan Arjun Khan, Maaf sekali tuan Arjun nona Lia bukan sekedar karyawati ku tapi dia juga wanita yang sedang ku kejar, apa anda ada masalah?" ujar Ferry dingin membuat suasana jadi tegang. Lia tak berani berucap atau pun mengintrupsi setiap ucapan Ferry, Lia memilih dia dan berdiri diam di dekat Ferry, tak ingin membuat suasana hati sang suami makin runyam.
"Tak ku sangka tuan muda yang terkenal dingin dan sulit di dekati kini hatinya sudah takluk pada nona Lia, tapi sekedar informasi saja tuan muda Goucher aku juga berniat mengejar nona Lia. Apa anda keberatan kalau kita bersaing dengan fair?"
Mendengar kata-kata yang meluncur indah dari mulut Arjun membuat Ferry mengepal kuat genggamannya sampai urat-urat tangannya keluar, hati Ferry panas seperti terbakar sembilu ingin sekali menghajar pria yang berdiri tegak di depannya tapi Ferry tak mungkin melakukannya hanya karena Arjun menantangnya untuk mengejar Lia dengan cara yang adil.
'Tenang Ferry tarik nafas dalam-dalam jangan hancurkan janji mu pada Lia atau dia akan kecewa pada mu. Toh seberapa keras perjuangan Arjun mengejar Lia, wanita itu sudah berbulan-bulan jadi milik mu'
Ferry menarik nafas dalam-dalam menjernihkan pikirannya agar tak termakan emosi karena rasa cemburu dan amarah tak berkesudahan.
"Ternyata tuan Arjun menyukai nona Lia juga, baiklah aku terima tantangan mu. Satu hal yang harus anda ingat jangan gunakan cara kotor untuk mendapatkan nona Lia atau kamu akan berhadapan dengan ku" Ujar Ferry membuat suhu udara makin terasa dingin.
"Hahahaha....tuan muda Goucher anda benar-benar posesif, nona Lia belum jadi milik mu bagaimana bisa kamu sudah mengancam ku" tawa Arjun membuat suasana makin canggung antara Lia dan Ferry.
'Belum jadi milik Ferry, bukan cuma jadi miliknya aku sudah jadi istri sahnya dan sudah habis dimakan Ferry berkali-kali. Pria ini ganteng tapi kelihatannya buta, memang dia nggak bisa lihat apa hubungan kami berdua begitu dekat.....ckckck' bathin Lia mendengarkan ocehan dua pria tampan didekatnya.
"Ya itu lah aku, jika cinta akan ku jaga dia baik-baik. Jika aku tak suka didekati pun aku tak sudi"
__ADS_1
"Luar biasa, jangan bilang anda masih perjaka hingga hari ini tuan muda Goucher?" ledek Arjun pada Ferry.
"Nona Lia lah yang akan jadi orang pertama yang memiliki ku seutuhnya" mendengar kata-kata Ferry wajah Lia sudah memerah sekujur tubuhnya jadi panas rasanya Lia terbawa ke dalam atmosfer saat pertama kali Ferry menyentuhnya.
Ferry yang melihat perubahan Lia langsung merangkul tubuh mungil itu dalam pelukannya.
"Maaf tuan Arjun mobil ku sudah datang, kami permisi dulu" tak menunggu jawab Arjun, Ferry dan Lia melangkah menuju mobil.
'Sial, beraninya dia membawa pergi wanita yang sedang ku incar di depan ku. Tunggu saja kamu Ferry cepat atau lambat Lia akan jadi milik ku' gumam Arjun geram tapi tak bisa menunjukan rasa ketidak sukaannya terlalu frontal di depan umum.
"Kenapa kamu bisa bersama Arjun? apa maksud mu ikut dia tadi?" Tanya Ferry begitu mobil mulai melaju meninggalkan pelataran hotel.
"Salahkan saja diri mu begitu lama muncul membuat ku berdiri di depan lobby dengan bodohnya menunggu kedatangan mu" Ujar Lia meluapkan uneg-unegnya dalam hati.
"Kenapa jadi menyalahkan mu? Aku di dalam sana juga berusaha keras untuk segera keluar tapi ada saja terus yang menghalangi langkah ku ketika keluar" jelas Ferry dengan nada kesal sambil menggertakan giginya. "Tapi ku rasa tidak sampai setengah jam kamu menunggu ku, bagaimana bisa kamu malah berniat meninggalkan ku dan pergi dengan pria lain, hah?"
"Dasar bodoh, kamu berniat tidak membuat ku salah paham dan cemburu tapi malah melakukan hal lebih parah. Sebenarnya apa isi kepala mu?" bentak Ferry geram setelah mendengar penjelasan Lia.
"Iya, iya aku memang bodoh dan miskin yang tidak pantas menjadi istri tuan muda Goucher yang sangat pintar, tampan dan juga kaya raya" ucap Lia sambil memalingkan wajahnya ke arah jendel tak sanggup lagi menahan air mata yang terus berdesakan ingin keluar.
"Aiiisshhh....bukan begitu maksud ku" Teriak Ferry sambil memukul setir dan mencari tempat untuk menghentikan mobilnya, karena dia tau Lia mulai menangis karena ucapannya yang kelewat batas dengan nada tinggi.
Ferry melepaskan safety belt mereka berdua, merengkuh Lia dalam pelukannnya begitu mobil berhenti.
"Maaf...maafkan aku, aku tidak bermaksud menyakiti hati mu dengan makian ku. Kamu tau tidak betapa sulit aku menahan diri di depan Arjun tadi?"
__ADS_1
"Rasanya aku ingin meneriakinya dan bilang kamu istri ku jangan pernah ganggu wanita ku atau aku tak akan melepaskan mu saat aku mendengarnya ingin mengejar mu dan bersaing dengan ku untuk mendapatkan mu"
"Orang yang aku cintai hanya kamu, suami ku juga hanya kamu walau saat ini seluruh dunia belum mengetahuinya, tapi kamu harusnya tau apapun yang laki-laki lain lakukan itu tidak akan mampu menggetarkan hati ku, karena hati ku sepenuhnya milik mu. Hanya ada nama mu yang terukir di sana selamanya"
Mendengar ucapan wanita yang amat dia cintai sambil sesugukan menangis hati Ferry melunak dan perlahan amarah dalam hatinya menghilang berganti rasa bersalah karena mencurigai istrinya sendiri.
"Maafkan, aku memang suami yang tempramental, emosional dan tak rasional sehingga setiap hal terkait dengan mu aku jadi gegabah dan hilang akal"
"Sudah dong nangisnya, kamu mau aku melakukan apa agar berhenti menangis dan memaafkan kebodohan ku hari ini, aku akan melakukan semua yang kamu minta?" ujar Ferry masih memeluk Lia sambil mengusap punggungnya.
"Apapun?" ucap Lia dengan senyum penuh arti yang membuat Ferry merinding melihatnya.
"Iya apapun sayang" ucap Ferry sambil mengelus kepala Lia penuh kasih sayang.
"Hhhmm...kalau begitu aku mau kamu mulai sekarang nggak boleh cemburan lagi dan harus percaya sepenuhnya pada ku. Bagaimana?" pinta Lia dengan senyum manis setelah mengusap sisa air matanya.
"Soal itu aku bagaimana bisa mengontrolnya" gumam Ferry pelan tapi masih terdengar Lia.
"Berapa pun sulitnya kamu harus menahannya. Aku akan mulai bekerja di YZ Collection, aku pasti akan banyak berurusan dengan klien baik wanita atau pria termasuk Arjun. Aku tidak bisa mengontrol atau menghindari pertemuan itu, tapi aku janji tidak akan melakukan pertemuan apapun diluar urusan bisnis dengan laki-laki lain, jika dengan perempuan aku akan izin dulu dengan mu, bagaimana? bisa penuhi permintaan ku?"
Lama Ferry terdiam, Lia membiarkannya memberi Ferry waktu untuk berfikir dan mempertimbangkan permintaannya baik-baik.
Lia tak mungkin terus-terus harus menghadapi kecemburuan Ferry yang berlebih karena mulai senin harinya akan semakin lelah dengan jadwal lebih padat. Lia tak ingin makin lelah menghadapi suami yang slalu mencemburuinya.
"Baiklah, aku setuju dengan syarat aku akan mengirim pengawal bayangan untuk mengikuti setiap langkah mu kemana pun itu jika tidak bersama ku. Bagaimana?" tanya Ferry balik.
__ADS_1
"Oke deal" sahut Lia dengan senyum manis.
Jangan lupa like and komennya kakak