Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Tuan Muda Collapse


__ADS_3

"Selamat datang di negara S, semoga liburan anda menyenangkan" ucap pramugari cantik nan seksi ketika Lia, Jeni dan juga Arjun serta asistennya turun dari pesawat jets.


sebuah mobil jemputan bandara sudah siap untuk mengantarkan kami ke tempat cek ini bandara negara S.


"Jeni, sesudah cek ini aku akan langsung meninggalkan kamu dan Arjun untuk ke rumah sakit menemui Ferry kamu harus bisa mengalihkan perhatian Arjun" bisik Lia pada Jeni.


"Aku pikir tidak lebih baik kamu perginya saat kita sudah cek in di hotel?" sahut Jeni pelan agar tak terdengar Arjun.


"Kamu yakin Arjun akan membawa kita ke hotel bukan ke rumah atau villa miliknya di negara S?" ucap Lia membuat Jeni berfikir dan jadi ragu untuk menjawab karena dia sendiri juga tidak tau banyak soal asset kakak sepupunya itu.


"Ya sudah ikut pengaturan mu saja, sekarang kita ambil koper kita dulu lalu cek in baru liat situasi setelah itu"


"Oke" mereka berdua mulai memperhatikan situasi dan memikirkan cara agar Lia bisa lepas dari Arjun.


Mereka tidak pernah tau kalau di bandara anak buah Leon sudah mengawasi mereka sejak memasuki bandara negara S. Jerry yang sudah mendapatkan lokasi Lia bergegas memasuki bandara dan menelphon sang nyonya muda.


Lia agak kaget saat melihat nama Jerry yang tertera di layar ponselnya. "Kamu kenapa? bukannya di angkat malah dipandangi terus itu ponsel masih bergetar" ujar Jeni heran melihat tingkah Lia.


"Hallo Jer, Ferry baik-baik aja kan?" ujar Lia khawatir, dia pikir Jerry menelphonnya karena kondisi Ferry memburuk.


"Tuan muda sudah lebih baik dari sebelumnya, nyonya muda lihat lurus kearah jam dua belas sekarang" mendengar perkataan Jerry, Lia memutah arah tubuhnya lalu membekap mulutnya yang hampir saja teriak karena terkejut melihat Jerry di bandara


"Tuan muda, meminta saya menjemput nyonya muda. Anda bisa pergi dari mereka dengan alasan ke toilet, posisi toilet lima ratus meter di depan nyonya muda. Saya akan datang menjemput nyonya muda"


"Baik mengerti" sahut Lia lalu memasukan ponselnya kedalam tas kecil miliknya.


"Jeni, asisten Ferry ternyata datang menjemput ku. Aku disuruh ke toilet agar bisa pergi dari kalian. kamu bantu aku untuk membawa Arjun menjauhi toilet, bisakan?" tanya Lia dengan wajah memohon sambil melipat tangannya di depan dada.


"Kamu harus membayar mahal sudah menyusahkan ku sampai sejauh ini" gumam Jeni dengan tarikan nafas panjang membuat Lia membuat Lia mencium pipi cubby Jeni.

__ADS_1


"Sayang Jeni, kamu yang terbaik" ujar Lia senang dan mulai melancarkan aksinya begitu papan toilet terlihat di depan.


Lia pamit untuk ke toilet dan Jeni pun ikut lalu menyuruh Arjun dan asistennya menunggu di coffee shop depan tak begitu jauh dari toilet.


"Oke, aku tunggu kalian disana. Jangan lama-lama" ujar Arjun


"Pasti lama lah kak, kita kan mau sekalian benerin make up biar slalu cantik" sahut Jeni dengan wajah manja.


"Baik lah" ujar Arjun lalu berjalan menuju coffee shop. Jeni dan Lia masih berdiri di depan pintu toilet untuk menunggu Jerry datang.


"Nyonya muda, ayo ikut saya" ajak Jerry saat melihat nyonya mudanya mengintip dari balik pintu toilet.


"Jeni, aku pergi dulu ya. Carikan aku alasan yang bagus agar tidak menyinggung perasaan Arjun, tapi tetap rahasiakan status hubungan ku dengan Ferry" bisik Lia saat pamit berpelukan dengan Jeni.


"Oke, kamu harus belikan aku tas merk Haness keluaran terbaru sebagai imbalannya" ucap Jeni sambil memicingkan matanya menggoda Lia


"Deal, bye" ucap Lia lalu berlalu keluar dari toilet dan mengikuti langkah Jerry lalu disusul dua orang pengawal dibelakang Lia.


"Tuan muda yang mengatur semua ini demi keselamatan nyonya muda" sahut Jerry sambil terus melangkah menuju pintu keluar dimana mobil sudah menanti mereka.


"Jerry membukakan pintu bagian belakang untuk Lia kemudian Jerry duduk di kursi samping supir.


"Sebenarnya apa yang terjadi disini?" tanya Lia yang tak mendapat jawaban jelas dari Jerry. "Hal ini bisa nyonya muda tanyakan langsung dengan tuan muda nanti".


"Owh iya bagaimana bisa kamu tau kalau aku tiba di negara S malam ini?" tanya Lia heran karena dia tidak memberi tau siapa pun tentang ke pergiannya ke negara S termasuk Ami dan nenek Magdalena.


"Tuan muda yang memprediksinya, kami semua hanya mengikuti perintahnya" sahut Jerry jujur apa adanya.


"Bahkan bukan hanya tau nyonya muda akan tiba di negara S malam ini tapi tuan muda juga tau nyonya datang dengan pesawat jets milik Khan Enterprises yang digunakan tuan Arjun Khan" Jelas Jerry penuh kekaguman dengan sang tuan muda yang sangat cerdas bukan soal bisnis saja instingnya begitu peka tapi dengan sang istri pun sang tuan muda sangat peka.

__ADS_1


Deg...deg....jantung Lia langsung berpacu lebih cepat dari sebelumnya. 'Mampu deh, alamat ini pasti si bule ngambek karena tau aku datang kesini minta tolong sama Arjun' bathin Lia mulai gelisah setelah mendengar cerita Jerry.


"Apa Ferry marah begitu tau aku kesini dengan pesawat jets milik Arjun?" tanya Lia pelan tapi masih terdengar Jerry.


Jerry pun menceritakan pada Lia apa yang dilakukan Ferry saat mengetahui dugaan Lia akan ke negara S dengan pesawat Jets milik Arjun. Bagaimana suramnya wajah Ferry saat itu, Lia bisa membayangkannya, sebesar apa amarah Ferry yang sudah melarang Lia untuk datang tapi tetap ngotot datang bahkan berani datang bersama dengan pria yang begitu di cemburui Ferry.


'Ya Tuhan, Lia kamu benar-benar menantang maut kali ini' bathin Lia makin takut akan reaksi Ferry saat bertemu dengannya.


Ditengah kegalauan karena hatinya dipenuhi rasa bersalah Lia dengan berat hati turun dari mobil begitu sang supir memberhentikan mobilnya di depan lobby rumah sakit Xx tempat dimana sang suami dirawat.


Jerry yang melihat Lia turun dengan wajah tidak bersemangat tau pasti 'wanita ini pasti sedang takut kalau tuan muda akan marah karena cemburu karena datang kesinu bareng tuan Arjun'. bathin Jerry membuat Jerry ingin mengisengi Lia.


"Nyonya muda ke arah sini, kita akan naik lift karena kamar rawat tuan muda ada di lantai 5" ujar Jerry sambil melangkah menuju Lift.


Di dalam Lift Jerry melihat wajah Lia terus murung dan tak bersemangat.


"Hallo, apa? tuan muda collapse. Bagaimana bisa?" teriak Jerry membuat Lia jadi panik.


"Jerry apa yang terjadi pada Ferry?" tanya Lia dengan wajah panik dan khawatir pada sang suami.


"Saya juga tidak jelas nyonya, cuma katanya tuan muda memdadak tak sadarkan diri lagi"


"Bagaimana mungkin katanya cuma luka kecil koq bisa sampai pingsa lagi, jangan bilang kalian selama ini bohong soal luka Ferry" ucap Lia sambil menatap tajam ke arah Jerry membuat yang ditatap langsung menunduk.


Begitu pintu Lift terbuka Lia langsung berlari keluar dengan cepat padahal dia belum tau kamar sang suami yang mana.


"Nyonya kamar tuan muda paling ujung nomer 505" teriak Jerry melihat Lia berlari tanpa tau kamar sang majikan.


Begitu melihat kamar bertuliskan nomer 505, Lia langsung membukanya dengan kuat sampai semua orang yang ada di dalamnya melihat kearah pintu yang di buka dengan cukup kuat.

__ADS_1


"Suam...kamu" Lia menutup mulutnya begitu masuk kedalam ruang rawat Ferry.


jangan lupa like, komen dan jadikan novel suamiku brondong favorite yes biar nggak ketinggalan updateannya.tks


__ADS_2