Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Perjamuan (part 1)


__ADS_3

'Sempurna' Gumamku saat menatap pantulan diriku di cermin. Aku mengambil clutch yang senada dengan sepatuku dan memasukan, id card dan limited card pemberian Ferry yang dulu ku kira papa yang memberikannya.


Aku berjalan keluar dari kamar menemui si bule yang sedang asik dengan ponselnya di sofa. Lama aku berdiri tapi dia tak bergeming karena tak menyadari kehadiranku terlalu asik dengan ponselnya, padahal nggak ada games di dalamnya apa yang bisa bikin dia terpaku menatap ponselnya sampai lupa sekitarnya.


"Sayang, apa yang kamu lihat? sampai mengacuhkan ku" ujarku sambil ku sentuh tengkuknya.


"Sudah siap?, tunggu sebentar" ucap Ferry tanpa mengalihkan pandangannya padaku.


Aku duduk dilengan sofa sambil mengintip apa yang membuat si bule ini begitu fokus pada ponselnya. 'owh ternyata dia sedang membaca email dari Jerry, pantas saja tak bergeming dan fokus sekali menatap ponselnya...ckckckck'


"Yuuk...kita berangkat sekarang" Ferry langsung berdiri dan memasukan ponselnya ke saku setelah cukup lama aku menunggunya.


"Wah...kamu cantik banget sayang, tapi boleh tidak lain kali rambutnya jangan digulung keatas gini" pinta Ferry tiba-tiba sambil mendaratkan sebuah kecupan dileherku.


"Kenapa?" tanyaku bingung.


"Aku tidak suka melihat orang lain berfantasi saat melihat leher jenjang mu yang putih dan jenjang seperti angsa" ujarnya santai sambil mengapit lenganku.


"Aneh, mana ada orang melihat leher saja bisa berfantasi" gumamku yang masih terdengar si bule.


"Aku jika melihat mu seperti ini yang ada dalam pikiran ku adalah menggendong mu ke atas ranjang dan menenggelamkan wajahku di cengkuk leher mu sambil menghirup aroma tubuh mu yang beraroma cerry sangat manis menggiurkan membuatku haus dan tak pernah puas terus menginginkan mu"


Mendengar pernyataan Ferry aku langsung melotot dan mencibikan bibirku tak percaya hanya cuma dengan melihat leher bisa seperti itu imajinasinya benar-benar alay.


"Tidak percaya?" aku menggeleng tiba-tiba si bule menarik tangan ku kearah juniornya. "kamu.." wajahku langsung merona panas sampai ketelingaku benaran nggak ada akhlaqnya ini bule. Untung aja di lift cuma ada kami berdua.


"Dia sudah mengeras, aku sedang menekan hasratku pada mu saat ini...jadi jangan melakukan sesuatu yang membuatnya makin bangkit lagi dengan mencibikkan bibir mu seperti itu, oke".

__ADS_1


"Sayang, kamu bisa lebih menjaga imej mu tidak?" Wajahku sudah menunduk malu sambil menggerutu dengan tindakan Ferry barusan.


"Sama kamu aku sulit menjaga imejku, kamu sudah meruntuhkan benteng pertahanan hatiku sejak dua belas tahun lalu, cuma kamu saja tidak mau yang lain lagi"


Aduh lama-lama aku bisa diabetes kalau keseringan dengerin kalimat manis yang Ferry ucapkan.


Ting..pintu lift terbuka, Ferry kembali mengapit tanganku menuju mobil sport yang sudah terparkir. Ferry membuka pintu mobil untuk ku dan memasangkan seftybelt lalu dia dengan cepat sudah berada di balik setir dan langsung melajukan mobilnya menuju hotel Cystal Palace.


Antrian panjang jejeran mobil mewah yang sedang berusaha untuk masuk ke dalam lobby hotel Cystal Palace sudah terlihat dari pintu gerbang hotel. Nampaknya seluruh pengusaha sukses malam ini hadir semua dari berbagai penjuru dunia, baik pengusaha dalam negri M sendiri ataupun pengusaha dari luar negri M.


Saat tiba di lobby hotel Cystal Palace Ferry memberikan kan kunci mobil pada joki dan menggandengku masuk ke dalam ballroom hotel.


'Wow, Hotelnya benar-benar mewah seperti yang sering terlihat di acara tv' Karpet merah sudah menyambut kami dari sejak turun dari mobil sampai ke dalam ballroom hotel.


Belum juga sampai ke dalam ballroom hotel sudah banyak yang menyapa si bule. 'Nampaknya dia beneran seternar itu, aku aja yang nggak tau kalau dia beneran sekeren yang di ceritain orang-orang'.


Aku jadi minder berdiri disampingnya, aku pun mencari alasan untuk pergi dari sisinya. "Aku ambil minum sebentar disana ya" bisiki pada Ferry yang dianggukan setelah dia memastika lokasi yang aku katanya masuk dalam jangkauan pandangnya.


Aku melangkahkan kaki menuju buffet dimana minuman dan juga snack berada. Saat sampai aku mengambil segelas juice dan meminumnya langsung habis. lalu menyambar segelas lagi dengan sepiring kecil aneka snack lalu berjalan ke pojokan dimana ada kursi dan meja kosong.


"Designer Lia" Sapa Mr Yamamoto yang ditemani seorang gadis cantik seperti barbie dengan mata sipit dan bertubuh mungil.


"Mr Yamamoto, anda nampak sangat lelah duduk lah dulu disini biar aku ambil kan air mineral atau teh hijau untuk memulihkan tenaga" ujarku mengajak Mr Yamamoto duduk.


"Ide bagus...ide bagus, tapi tidak perlu kamu yang mengambil minum untuk ku, biar asistenku saja yang melakukannya" tak lama Mr Yamamoto duduk asistennya langsung pergi mengambilkan teh hijau dan segelas juice untuk gadis cantik bermata sipit.


"Designer Lia kenalkan ini cucu ku Melanie, dia baru saja lulus sekolah sedang melihat-lihat untuk menentukan pilihan jurusan apa kuliah nanti"

__ADS_1


Aku pun memperkenalkan diriku pada Melanie, dab gadis cantik itu pun menyambutku dengan ramah. Lama kami berbincang-bincang sampai acara puncak dimulai dan Mr Yamamoto harus naik ke atas panggung memberi sambutan yang menandakan acara perjamuan resmi dimulai. Tepukan tangan bergema diruangan usai mendengar sambutan Mr Yamamoto.


Saat aku hendak kembali duduk tiba-tiba ada melingkarkan tangannya di pinggaku sambil meletakan dagunya di bahuku. Aroma yang Familiar sehingga aku tidak perlu lagi menoleh sudah nisa dipastikan pasti itu Ferry.


"Kamu merindukan ku?" ucapnya dengan nada manja.


"Mana ada aku merindukan mu" Bule kepedean ya gini nih muncul tiba-tiba berkata sesuka hati padahal dari tadi kulihat wajahnya dingin hanya dengan sedikit senyum formalitas tapi begitu di dekat ku bisa berubah 180 derajat. 'jangan-jangan dia punya penyakit biporal' gumamku pelan tapi tetap terdengar si bule.


"Siapa yang bipolar?" tanya si bule melepas pelukannya dan menggandeng ku menuju kursi dan meja yang tadi ku tempati.


"Bukan siapa-siapa, aku hanya sembarangan bicara" ujarku sambil duduk manis. Belum juga Ferry duduk dia sudah disamperin asistennya Mr Yamamoto.


"Oke sebentar lagi aku akan menyusul kesana" ucap Ferry saat dia mendengar pesan dari Mr Yamamoto untuk Ferry.


"Sayang aku ketempat Mr Yamamoto dulu ya, atau kamu mau ikut?" Ajak Ferry pada ku, spontan aku langsung mengeleng.


"Aku disini aja tadi kan aku juga sudah bertemu dengan Mr Yamamoto, kamu pergi lah" ujarku pada Ferry.


"Kamu yakin?" tanya agak khawatir meninggalkan ku yang mulai terlihat bosan dengan acara perjamuan ini ditambah lagi dicuekin terus.


Melihatku mengangguk, Ferry meninggalkan ku setelah mendaratkan ciuman di puncak kepala ku. 'Sok ngajak ditolak bukannya maksa malah ngeloyor aja pergi...hufft' gerutuku sambil menghentakan kaki.


"Hei..cantik kenapa kamu sendirian disini? dan wajah mu kenapa terlihat kesal"


Sapa seorang Pria dengan wajah oriental yang terlihat tampan dengan Jas warna peach dan Celana Hitam model flood yang press body karen tubuhnya proposional jadi sedap dipandang.


Wah Lia cepet usir pria itu jangan ditanggepin nanti si bule ngambek....wkwkwkkwkk

__ADS_1


Ditunggu kritik, saran dan reviewnya ya kakak plus like dan votenya.mkasih


__ADS_2