
#POV Ferry#
"Selamet......selamet" ucap Ferry sambil mengelus-ulus dadanya begitu melihat Lia dan mamanya meninggalkan RS XY. Hampir saja ketahuan kalau aku menguntit dia, bisa mati aku kalau tadi dia mau ikut menjenguk orang yang akan aku kunjungi, jelas-jelas orang yang ingin aku temu ya dia. "Haahahahaha" tawaku dalam hati, cinta benar-benar membuat ku jadi pria konyol seperti ini" ucapku sambil menepuk jidat ku sendiri.
"Sabar Fer...sabar, aku pasti akan menaklukan hatinya dan membuatnya jatuh cinta padaku", Masa wajah yang tampannya kebangetan kaya gini mau di tolak cintanya, jelas-jelas diluar sana cewe-cewe antri untuk jadi kekasih ku bahkan ada yang mau cuma jadi sekedar teman tidur ku. Bathinku kepedean, ehh bukan kepedean deh tapi memang kenyataanya begitu, Karena Lia sudah pulang lebih baik aku juga kembali ke apartemen sekarang. Besok Lia libur kuliah, dia pasti akan ke RS XY menjenguk papanya lagi. "Bagaimana caraku agar bisa bertemu denganya?" kalau aku tiba-tiba muncul lagi seperti tadi ahh pasti gawat , Lia bisa benar-benar curiga pada ku. "Trus apa yang harus aku lakukan besok", ahh sudah lah nanti saja aku pikirkan. sekarang lebih baik aku balik dulu, bersih-bersih, makan malam dan istirahat agar otak ku fresh dan dapat ide untuk besok, jika mentok ya aku akan minta Jerry untuk mencarikan ku ide.
Aku pun melangkah kan kaki menuju halaman depna lobby RS XY karen aku meminta Jerry menjemputku disana.
Setibanya di halaman lobby RS XY, Jerry sudah menungguku dan aku pun langsung masuk ke dalam mobi. "Kembali ke apartement, aku lelah". ucapku begitu duduk di dalam mobil. "baik tuan muda" Jerry pun melajukan mobil menuju apartement. Aku hanya duduk dalam diam sambil menyandakan kepala ku. rasanya aku tidak kuat harus berpisah terlalu lama dengan Lia. "Tapi bagaimana caranya aku membuat dia selalu disisiku?". "Menikah, benar menikah lah cara satu-satunya membuat Lia selalu disisiku" "Mana mau dia ku ajak menikah tiba-tiba tanpa cinta lagi", "aaaahhhhggft" aku menggusak rambutku frustasi.
"Anda baik-baik saja tuan muda?" ucap Jerry melihatku mengacak-acak rambut ku sendiri. Aku tak menjawabnya, hanya diam dan kembali menyandarkan kepala ku dan memejamkan mata hingga aku tertidur, dan Jerry membangunkan ku karena sudah sampai apartement.
Ternyata bathin yang lelah itu menguras energi lebih besar dari pada saat bekerja hanya mengguras otak saja. Gumamku sambil menarik nafas dalam dan turun dari mobil menuju unit apartemen ku, begitu juga Jerry. Unit apartemen kami bersebelahan, sengaja terpisah agar kalau istirahat kami memiliki privasi.
__ADS_1
"Tuan muda tunggu, ini tuan besar menelphon ingin bicara dengan anda karena katanya ponsel anda mati" Jerry memberiku ponselnya.
"Hallo pap, ada apa?" ucap ku to the poin.
"kamu harus kembali ke rumah sekarang juga karena lusa ada rapat pemegang saham Goucher Corp. Papi mau kamu hadir disana menggantikan papi, karena papi harus pergi ke negara SG menemani mami mu untuk cek up, kebetulan dokter mami mu dia sedang tugas di sana untuk dua tahun. Kamu tau mami kan, kalau maunya itu ya harus itu nggak bisa ditukar dan di nego sedikit pun". Aku hanya diam mendengarkan celoteh papi yang membuat moodku rusak tapi aku hanya bisa pasrah dan mengikuti semua keinginan papi. Akhirnya malam itu juga aku minta Jerry menjadwalkan penerbangan privet jet untuk kembali ke Amerika. "Percuma ditunda, besok pun aku tetap tidak bisa bertemu dengan mu", pikirku dalam hati. Jadi ku pilih kembali ke negara A malam itu juga.
Selapas bersih-bersih dan Jerry sudah mendapatkan jadwal izin penerbangan pesawat jet kami pun menuju bandara untuk siap-siap lepas landas. sebelum menaiki pesawat jet, aku mengirim pesan singkat pada Lia.
tak menunggu balasan dari Lia, aku pun mematikan ponselku karena pesawat akan segera lepas landas.
#POV Lia#
Sepanjang perjalanan aku dan mama hanya mengobrol yang ringan-ringan tak ingin menambah beban hidup kami dan membuat pikiran kami jadi lebih lelah. Kebanyakan si kutu buku lah yang jadi subjek obrolan ku dengan mama, mungkin karena itu pertama kalinya mama melihat ku mau berinterksi dengan yang namanya pria. Aku sendiri juga tidak mengerti kenapa perasaan insecure yang biasa kurasakan jika berdekatan dengan laki-laki tidak terasa saat aku berdekatan dengan si kutu buku. "Mungkin karena dia tidak tampan dan terlihat bodoh seperti kutu buku yang nggak banyak tingkah jadi aku merasa safe deket dengannya, karena tidak akan mungkin aku jatuh cinta dengannya bukan?" analisaku sembarangan. Walaupun menurut mama si kutu buku itu ganteng banget dan aku akan nyesel kalau nolak dia dan ngira dia jelek. ntah bagaimana mama bisa begitu yakin aku juga nggak tau dan nggak mau tau. Prioritas utamaku saat ini menyelesaikan semester ini dengan IPK terbaik, memastikan Bimo Lulus UN dengan nilai terbaik dan kuliah di Fakultas Kedokteran, yang lainnya saat ini tidak akan ku pikirkan.
__ADS_1
Sesampainya di rumah aku dan mama langsung membersihkan diri di kamar masing-masing dan makan malam bersama. Saat sedang makan malam tiba-tiba ada notifikasi pesan masuk ke ponselku. "Astaga dia lagi, Apa mau mu sebenarnya kutu buku? kenapa senang sekali mengganggu ku?". bathin ku saat ku lihat pesan masuk dari si kutu buku. Tanpa membuka pesan itu aku meletakan kembali ponsel ku. "Dia kirim pesan apa lagi ya?" "Hhhmmm...kenapa aku jadi penasaran gini?" Pesan si kutu buku berhasil bikin aku penasaran. Dan akhirnya aku ambil lagi ponselku dan membaca pesan dari si kutu buku. Aku senyum sendiri membaca pesan gombal receh si kutu buku. "Ehh,,kenapa aku senang di gombalin si kutu buku" gumamku sambil menutup wajahku. membuat mama penasaran.
"Pesan dari si blasteran ganteng itu ya, sampai senyum-senyum sendiri membacanya" goda mama melihat tingkahku yang malu-maluin banget kaya ABG kasmaran. "Tunggu, Kasmaran? tidak mungkin aku suka dengannya, ini pasti karena pesan recehnya yang memang lagi booming aja karen film si dolanlan itu" pikirku menolak apapun yang sedang bergejolak dalam hati ku.
"Sudah lanjutkan makannya dan letakan ponsel mu, dia tidak akan keluar dari dalam ponsel mu sekali pun kamu terus menatapnya seharian penuh. Ledek mama lagi sambil tertawa, aku hanya bisa mencibikan kedua bibirku.
"Sudah mama bilang cepat atau lambat kamu akan jatuh cinta dengannya, mama yakin kamu tidak akan menyesal bersamanya" ucapan mama membuatku benaran galau, aneh banget mama bisa begitu menyukai seseorang padahal tampangnya itu nggak masuk banget kategori ganteng.
"Mama nggak malu kalau beneran Lia jalan sama si kutu buku?" tanyaku penasaran.
"Kenapa harus malu, dia sangat ganteng Lia. mama mu ini jurusan psikologi jadi mama bisa membaca aura pria itu sangat positif penuh cinta dan ketulusan pada mu". kenapa aku jadi merasa mama sedang mendoktrin ku untuk jatuh cinta pada si kutu buku. Gumam ku yang terdengar mama.
"Mama tidak mendoktrin mu sayang, mama hanya mencoba membuka pikiran mu. Keputusan akhir tetap ada pada mu, karena cinta tidak bisa dipaksakan bukan?" ucap mama kemudian melanjutkan makannya dengan tenang, sedangkan aku jadi galau. "Bodo amat dengan cinta, fokus Lia...fokus, masa depan Bimo jadi tanggung jawab mu sekarang, lupakan urusan pria" Bathin ku penuh keyakinan dan kembali fokus dengan makan malam ku.
__ADS_1