
"Aku ke toilet dulu" pamit Lia memecah keheningan di susul Ami juga ingin ikut ke toilet. Saat Lia dan Ami sudah terlihat menjauh Keempat orang yang duduk di kursi langsung mengintrogasi sang tuan muda.
"kak Ferry lagi berantem sama kak Lia ya?" tanya Shella to the poin.
"Pasti mereka berantem liat aja kan dari sejak ketemu cuek-cuekan gitu tidak seperti biasanya pamer kemesraan" Gumam Willy sambil mencibir.
"Cerita dong bro, siapa tau kita bisa kasih solusi" rayu Leon tak tega melihat sahabat sekaligus bosnya murung dan lesu.
"Tau Ferry kasih tau kita dong sebenernya kalian berdua itu kenapa? koq bisa berantem sampe diem-dieman gitu?" oceh David ikutan penasaran
"Karena aku diajak sarapan bareng tapi nolak karena masih ada kerjaan tau-tau pas aku keluar sarapan malah belom ada yang makan, aku lagi asim makan sarapan tau-tau Lia malah ngeloyor gitu aja pergi ninggalin aku nggak pake pamit"
"Masa sih?" teriak mereka berempat tak percaya.
"Ya sebenernya sih karena aku cemburu sama Arjun Khan awalnya.
"Arjun Khan?" ucap mereka berempat kompak terkejut.
"Aduh kalian diam dulu jangan komentar lagi" gerutu Ferry geram karena ucapannya di potong trus.
"Ya kan kita cuma kaget bro" sahut Leon membela diri.
"Mau aku lanjut ceritanya tidak nih?" tanya Ferry mulai kesal.
"Lanjut doang" sahut mereka sekali lagi secara bersamaan dengan wajah serius menyimak.
Ferry pun menceritakan kronologi kejadian semalam yang membuatnya cemburu dan hatinya terbakar emosi sampai Ferry lebih memilih tidur di ruang kerjanya karena kesal Lia ingin trus menyembunyikan hubungan suami istri mereka di depan umum sehingga Arjun berani mengajaknya bersaing untuk mendapatkan Lia.
"Wah, gila juga si Arjun" komen David
"Cari mati tuh anak, mau ngerebut istri orang" timpal Willy ikutan emosi mendengar cerita Ferry.
"Kak Ferry tidak bisa nyalahin kak Lia dong, kan Kak Arjun yang mepetin lagian kan kak Ferry yang kasih peluang kak Arjun bisa deketin kak Lia di pesta semalem...ckckck" ujar Shella tak terima kak ipar kesayangannya disalahkan.
"Aku setuju dengan pendapat Shella kali ini. Kamu terlalu gegabah untuk nyuekin istri mu, toh Lia tidak melakukan apapun malam itu walau hampir aja sih Lia ikutan pulang bareng cowo lain tapi kan tidak kejadian dan dia punya alasan kuat melakukan pilihan itu" komen David penuh analisis.
Mendengar komentar mereka berempat Ferry terdiam, nampak berfikir. 'Apa bener aku yang terlalu berlebihan cemburunya? apa salah cemburu pada istri sendiri? kenapa dia tidak merayu ku?'
"Woi, ngapain bengong" teriak David.
"Trus sekarang aku harus gimana dong?" Ucap Ferry sambil mengacak rambutnya Frustasi.
"Jadi kam..." belum juga selesai ucapan Leon, Lia sudah muncul "Seru banget kayanya, lagi bahas apa nih?" tanya Lia sambil mendudukan bokokngnya.
"Kita tidak ngomongin kamu yang lagi berantem sama Ferry koq" ucap Leon yang langsung di getok kepalanya sama David.
"Upss....maaf keceplosan, abis tegang banget suasananya...hehehee" sahut Leon sambil cengengesan tak berdaya maksudnya buat memecah suasana canggung ehhh malah makin canggung.
__ADS_1
Ferry tak mengubris kelakuan teman-temannya dia sibuk dengan ponselnya sedang memberi perintah pada Jerry untuk memesan bunga mawar meran sebanyak sembilan puluh sembilan tangkai di rangkai dengan kartu ucapan.
"Sudah jangan ribut lagi sekarang sudah waktunya makan siang. Ayo kita makan cacing di perut ku sudah kelaperan karena tidak di urusin sama istri" Ucap Ferry sambil memanggil pelayan. Lia yang mendengar ucapan Ferry diam saja pura-pura tuli tak mendengar ucapan Ferry.
"Ahhh...kak Ferry emang the best tau aja cacing di perut ku udah mulai manggil-manggil" sahut Willy semangat empat lima untuk memesan makanan.
"Sayang kamu mau makan apa? pilih lah sesuka mu" ucap Ferry sambil memberikan buku menu pada Lia.
Mendengar ucapan Ferry semua langsung memandangi sepasang suami istri yang sedang bertengkar tapi tiba-tiba sudah panggil sayang lagi. Lia pun tertegun saat mendengar ucapan Ferry.
'Sialan nih bule, kalau aku cuekin itu sama aja merusak harga dirinya di depan sahabat sekaligus anak buahnya ditambah lagi disini ada adik dan juga sepupunya...ahhh,,,cuma bisa mengikuti alur saja' bathin Lia akhirnya memberi muka pada Ferry.
"Sayang" panggil Ferry melihat Lia tak meresponnya malah melamun.
"Ehh...kalau gitu aku tidak sungkan lagi" sahut Lia sambil mengorder semua makanan yang dia suka.
"Kak Lia pesan begitu banyak, memang akan habis?" gumam Shella pelan tapi masih terdengar Lia.
"Kan ada kalian yang akan bantu aku menghabiskannya, bukan begitu Willy?" ujar Lia disambut bahagia oleh Willy
"Tentu saja, kamu tidak perlu khawatir aku akan menghabiskan semua makanan yang kak Lia pesan" ucap Willy sumbringah.
setelah beberapa saat menunggu akhirnya orderan makanan berdatangan memenuhi meja, membuat semua mata membulat tak percaya ternyata yang dipesan Lia benar-benar banyak, bahkan Willy pun geleng-geleng kepala.
"Ayo semuanya mulai makan, jangan dilihatin aja makananya tidak akan kenyang" ucap Lia sambil mengambil piring di depan Ferry dan mengambil nasi serta lauk pauknya untuk Ferry.
Lia pun mengambilkan sepotong ikan asam manis dan meletakannya di piring Ferry. "Terima kasih sayang ku" ucap Ferry dengan senyum manis sambil mengelus kepala Lia dan mulai melahap makananya dengan bahagia.
'Sepertinya Lia sudah tidak marah dengan ku' bathin Ferry berbunga-bunga.
'Iissshhh....ngapain dia makan aja senyum bahagia gitu? lagian aku juga ngapain coba bisa reflek nyendokin makan buat Ferry jadi besar kepala kan dia sekarang..huh' bathin Lia makan sambil sesekali melirik tingkah Ferry.
"Bro lihat si Ferry bahagian bener cuma disendokin makan sama istrinya" bisik Leon pada David.
"Sudah makan saja yang kenyang jangan ribut nanti terdengar mereka berdua kita bisa kena damprat" sahut David berbisik pelan pada Leon.
"Hhhmm" gumam Leon
Mereka bertujuh makan dengan tenang dan sibuk dengan pikirannya masing-masing.
"Nona Ami aku dengar kamu kuliah di universitas Central ya?" tanya Willy memecah keheningan disela-sela makannya.
"Iy...iya betul" sahut Ami agak canggung karena dia jarang bergaul dengan laki-laki.
"Kenapa gugup begitu? aku tidak menggigit koq" ucap Willy membuat Leon ikut buka suara
"Kamu memang tidak menggigit tapi kamu langsung menelan para gadis-gadis itu selama ini...hahahaha" kelakar Leon membuat Willy tersedak.
__ADS_1
"Minum dulu kak Willy" Shella memberikan air minum pada Willy yang terbatuk-batuk karena mendengar ucapan Leon
"Ami kamu jangan dengar ucapan Leon, dia hanya iri hati pada ku karena selama ini tidak ada satu gadis pun yang mau dengannya" Willy mencoba membela diri agar nama baiknya tidak rusak di depan Ami.
"Ehhh....siapa juga yang iri dengan mu? Aku kalau mau wanita berapapun bisa ku dapatkan dalam satu kedipan mata" ujar Leon tak mau kalah dengan Willy.
"Kalian berdua bisa makan dengan tenang tidak?" tiba-tiba suara bariton Ferry yang berat menahan amarah membuat atmosfir jadi berubah dingin seketika semua langsung diam dan melanjutkan makan dengan tenang.
'Dasar tuan muda, kalau tidak suka langsung pasang muka seram dan ngeluarin aura negatif bikin bulu kuduk merinding' gerutu Lia dalam hati.
"Setelah selesai makan siang, kalian mau kemana lagi?" tanya Ferry menatap wajah sang istri.
"Shopping dong, iya kan kak Lia?" ucap Shella sambil tersenyum penuh makna.
"iya, kita mau shopping abis ini. Kenapa suami ku mau ngasih aku black card unlimited pada ku" canda Lia yang membuahkan hasil
"Pakai lah sesuka hati mu" mendengar ucapan Ferry, Shella dan Willy yang happy.
"Kak Lia nanti nanti belanjaan ku di bayarin juga ya?" rengek Shella manja pada Lia.
Lia melirik sang suami, Ferry yang memahami lirik Lia sedang meminta izinnya langsung mengangguk pelan.
"Baiklah, ayo kita shopping" ajak Lia penuh semangat
"Kak Lia aku juga dong ditraktik belanja ya?" kini Willy yang merengek.
"Aduh Willy kamu kenapa? jangan-jangan black card mu sekarang di batasi ya sama kak Dhaniel ya" teriak Shella sebel liat Willy yang minta ditraktir belanja juga.
"Iya betul sekali, kak Dhaniel benar-benar kejam sejak aku tinggal di apartemen" rengek Willy makin jadi. "Aku juga dibeliin ya kak Lia, please"
"Iya belilah apapun yang kamu suka tapi jangan berlebihan" sahut Lia tak tega melihat Willy merengek.
"Kamu belanja lah sesuka mu dengan mereka, aku pergi dulu masih ada kerjaan yang harus aku urus bersama Leon" ucap Ferry saat mereka mau meninggalkan restoran sambil memeluk sang istri lalu mengecup keningnya.
"Harus pergi sekarang?" sahut Lia tak rela melepas pelukannya pada sang suami.
"Ehh...istri lagi manja ya tidak mau ditinggal, kalau gitu aku tidak jadi pergi" ujar Ferry.
"Jangan...jangan, kamu pergilah. Aku tidak mau menghalangi pekerjaan mu tapi jangan pulang terlalu larut" pinta Lia dengan berat merelakan sang suami pergi.
"Ehh...kak Ferry, kak David dan Kak Leon mau kemana itu?" tanya Willy dan Shella bersamaan.
"Sudah tidak usah urus mereka, ayo kita shopping" ucap Lia sambil menggoyang Black Card pemberian Ferry membuat Willy dan Shella melompat kegirangan. Ami hanya geleng-geleng kepala
happy new all readers semoga di tahun 2022 kita semua sehat slalu dan makin berlimpah rezkinya
jangan lupa like and komen yang baik hati boleh lah bagi votenya...hehehe
__ADS_1